Tanjung Selor- Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang,S.H.,M.Hum., membuka acara diskusi dan deklarasi pemilu damai 2024 yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara, Rabu (31/1) di Aula Universitas Kaltara (Unikal) yang juga dihadiri Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H.,S.I.K., dalam sambutannya gubernur menilai kegiatan ini sangat penting dan strategis dalam memberikan pendidikan jelang masa pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.
“Pemilu yang aman, damai, bermartabat di Kaltara. Pesta demokrasi ini penting bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan menentukan arah bangsa dan negara ini ke depan,” ujar Gubernur.
Gubernur mengingatkan pesta demokrasi memiliki resiko besar dan dapat memicu gesekan di tengah masyarakat oleh karena itu diperlukan komitmen dan peran aktif untuk menjaga kondusifitas dalam mewujudkan pemilu yang damai.
“Deklarasi pemilu damai yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menjalankan pemilu yang damai demi persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, menjadi modal kita terus melanjutkan pembangunan, untuk kesejahteraan masyarakat Kaltara,” ungkapnya.
Kerukunan umat beragama menjadi faktor penentu kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun 2024. Gubernur dalam kesempatan tersebut juga mengajak agar masyarakat terhindar dari provokasi isu sara, penyebaran berita palsu serta ujaran kebencian dan kampanye hitam.
“Jangan karena kita beda pilihan kita tidak bisa saling tegur dan sapa, sesama tetangga tidak saling tegur, saling benci dan bermusuhan, jadi saya harapkan supaya kita ini betul-betul bisa memahami situasi yang akan datang dalam suasana yang damai serta aman dan lancar. Kita memang tidak mungkin satu pilihan, pasti beda pilihan, tapi jangan menjadikan silaturahmi terputus,” pesannya.
Terakhir Gubernur Zainal mengajak seluruh elemen masyarakat tokoh agama, adat, pemuda, masyarakat hingga babinsa dan babinkabtibmas agar dapat terus menjaga kesatuan dan terhindar dari berbagai provokasi, menjunjung tinggi demokrasi menjaga dan toleransi dalam perbedaan pilihan politik.
Pembubuhan tanda tangan bersama seluruh peserta diawali oleh Gubernur dan Kapolda Kaltara. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua FKUB Kaltara, H. Abdul Djalil Fattah dan Ketua FKUB Sulawesi Tengah (Sulteng), Prof. Kiai Haji Zainal Abidin, M.Ag., selalu narasumber pada kegiatan tersebut.
(dkisp)


SMPN 4 Nunukan Selatan ini sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu, dengan kondisi belajar yang serba terbatas dengan menggunakan gedung SDN 3 Nunukan Selatan.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Kab. Nunukan dan beberapa pihak yang telah berkontribusi dan berperan dalam proses pembangunan gedung SMPN 4 Nunukan Selatan.
Bupati Laura berharap, SMP Negeri 4 Nunukan Selatan dapat terus meningkatkan kualitas sekolah dan peserta didiknya, sehingga mampu melahirkan alumni yang memiliki bekal ilmu duniawi dan ukhrowi dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Ahmad menyampaikan bahwa berdirinya gedung baru sekolah SMPN 4 Nunukn Selatan ini tentunya merupakan dukungan dari Pemerintah Daerah Kb. Nunukan, sehingga sarana dan prasarana di Kab. Nunukan akan terus dibenahi.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 4 Nunukan Selatan, Arbain, Gedung baru sekolah SMPN 4 Nunukan Selatan saat ini terdapat tujuh kelas yang terdiri dari empat ruang belajar, ruang perpustakaan, ruang Lab. IPA, ruang komputer. Dan masih memerlukan lima ruangan lagi karena saat ini untuk ruangan guru masih belum ada dan juga untuk fasilitas lainnya seperti musholah, pagar dan gapura juga masih belum ada.
Pada saat peresmian, Bupati Laura juga menandatangani prasasti untuk menandakan bahwa Gedung Baru Sekolah SMPN 4 Nunukan Selatan telah diresmikan dan layak untuk digunakan.



“Kita coba untuk mengintegrasikan atau sinergi ekonomi antar kedua negara agar lebih makmur serta saling bekerjasama. Semoga akan berhasil sehingga dapat dibawa pulang hasilnya”, ucap Iwan.
(PROKOMPIM)