Pemprov Kaltara Gelar Pendampingan Pohon Kinerja dan Cascading

TARAKAN – Biro Organisasi bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Setda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan kegiatan Pendampingan Penyusunan Pohon Kinerja dan Cascading di Swissbell Hotel Tarakan, Selasa (11/6)

Mewakili Sekretaris Provinsi Kaltara, Asisten bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltara, Pollymaart Sijabat, SKM, M.A.P, menghadiri sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 11 hingga 12 Juni 2024 tersebut.

“Ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dan akuntabel,” bukanya dalam sambutan.

Sebab, ini sesuai dengan pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 29 Tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

“Tujuan dalam pelaksanaannya guna meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur,” ujarnya.

Selain itu, Ia mengingatkan bagaimana proses perjalanan pengembangan serta capaian kinerja Pemprov Kaltara yang terus meningkat dari tahun ke tahun sejak Provinsi Kaltara baru berdiri yang baru dilaksanakan pada tahun 2015 silam.

“Saat tahun 2015 lalu, Pemprov Kaltara mendapat predikat D yaitu sangat kurang, kemudian terjadi peningkatan secara konsisten hingga 5 tahun terakhir sejak 2019 kita mendapatkan predikat BB yaitu sangat baik,” ucapnya.

Maka dari itu, Ia mengajak untuk para peserta yang hadir agar dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini dengan baik sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kinerja instansi. “Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam rangka mewujudkan visi dan misi Pemprov Kaltara,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini turut menghadiri narasumber dari Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Adi Suhendra Subandrio, SAP, MPA dan Prisajuani,SE.

(dkisp)

Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 U-17 Tingkat Pelajar Di Kecamatan Sebuku Resmi Dibuka

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid membuka secara resmi Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 U-17 Tingkat Pelajar dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan di Lapangan Bola Voli Kecamatan Sebuku, Rabu (12/06).

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan, Forkopimcam, para Camat di wilayah 4 Kabupaten Nunukan, Kepala Desa Kecamatan Sebuku, Kepala Adat dan tokoh masyarakat.

Turnamen Volley Ball Bupati Cup 2024 yang diselenggarakan di Kecamatan Sebuku Desa Pembeliangan dilaksanakan dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan ke-25 yang bertujuan sebagai wadah untuk pengembangan minat generasi muda secara khusus anak-anak di usia sekolah dalam mendukung dan pengembangan karakter anak-anak daerah di Kabupaten Nunukan.

Bupati Laura dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat positif dan bernilai strategis sebagai salah satu implementasi sekaligus wujud kepedulian dan tanggung jawab moril pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga voli di wilayah Nunukan maupun Kaltara dan nasional pada umumnya.

Lebih lanjut Laura mengatakan bahwa olahraga voli dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda untuk memiliki sikap mental dan spiritual yang kuat, berani menghadapi tantangan, kreatif, jujur dan sportif serta berprestasi di masa yang akan datang.

“Turnamen volley ball yang kita gelar pada hari ini dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kabupaten Nunukan. Oleh karenanya, melalui momentum ini saya mengajak masyarakat Nunukan agar gemar berolahraga, karena dengan berolahraga kita bisa menjadi sehat”, ujar Laura.

Menutup sambutannya, Laura berharap kegiatan turnamen volley itu dapat digelar secara rutin tiap tahun. Untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan semakin kokoh demi kemajuan Kabupaten Nunukan serta menemukan bibit-bibit pemain yang mampu mengusung prestasi dan bakat untuk dipromosikan dalam berbagai ajang demi mengharumkan nama Nunukan di masa akan datang.

Sebanyak 19 tim yang berpartisipasi terbagi 2 kategori yaitu 10 tim putri dan 9 tim putra yang datang dari setiap kecamatan yaitu Lumbis, Nunukan, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Tulin Onsoi, Lumbis Hulu, Sei Manggaris dan Sebuku.

(PROKOMPIM)

Ramah Tamah Bersama Pangdam Rafael, Bupati Laura : TNI dan Masyarakat Nunukan Ibarat Dua Keping Mata Uang yang Saling Melengkapi

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid menghadiri acara Malam Ramah Tamah Pangdam V/Brawijaya, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Mayjen TNI Rafael Granada Baay beserta jajarannya ke Kabupaten Nunukan, Selasa (11/06/2024) malam di Resto Lenflin.

Di hadapan Pangdam, Bupati Laura menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada TNI yang selama ini telah membantu Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menjaga keamanan di garis perbatasan.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya, karena selain melaksanakan tugas-tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, para personil pasukan pengamanan perbatasan ternyata mampu menunjukkan pengabdian dan dedikasinya dalam skala dan bidang yang lebih luas, seperti membantu mengajar anak-anak sekolah di Daerah pedalaman, membantu kegiatan bakti sosial di masyarakat dan lain sebagainya.

“Kerjasama dan kebersamaan yang terjalin selama ini menunjukkan bahwa telah terjadi kemanunggalan antara TNI dan masyarakat untuk bersama–sama membangun Kabupaten Nunukan menjadi lebih baik.”ujar Laura.

Laura juga mengatakan TNI dan masyarakat kabupaten Nunukan ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi.

“TNI dan kami masyarakat di Kabupaten Nunukan, selama ini ibarat dua keping mata uang yang saling melengkapi, saling membutuhkan, dan saling menjaga antara satu dengan yang lain.”katanya

Laura juga mengatakan sebagai sesama anak Bangsa, TNI dan masyarakat di Kabupaten Nunukan juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga setiap jengkal wilayah NKRI.

“Para personil TNI, khususnya yang bertugas sebagai pasukan pengamanan perbatasan, yang secara periodik terus berganti selalu kami sambut dengan tangan terbuka. support, dan dukungan yang diperlukan juga selalu kami berikan supaya para prajurit TNI bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. karena bagi kami, mereka sudah menjadi bagian dari keluarga besar Masyarakat di Kabupaten Nunukan.”jelasnya.

Di kesempatan yang sama dengan membalas pantun Bupati Laura, Pangdam Rafael mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas sambutan yang begitu hangat dari Pemda dan jajaran Forkompinda.

Pangdam juga menyampaikan kunjungan kerjanya kali ini adalah jadwal pengendalian dan pengawasan.

“Kedatangan saya kali ini adalah salah satu jadwal pengendalian dan pengawasan terhadap satuan jajaran Kodam yang berada di daerah operasi, kebetulan saya punya dua batalyon yang berada di daerah operasi, satu di sini kabupaten Nunukan satu berada di wilayah Papua,”jelasnya.

Dengan menerima laporan dari bawahan, Pangdam Rafael mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, yang mana telah berhasil menjalin kerjasama yang baik kepada personil TNI yang bertugas di wilayah Nunukan.

“Alhamdulillah saya menerima laporan dari anak-anak saya yang berada di perbatasan, bahwasanya hampir setiap upaya penyelundupan terutama narkoba tidak bisa lolos, tentunya itu semua berkat keberhasilan kerjasama Pemda, Kepolisian dan masyarakat setempat,” jelasnya

Pangdam juga menjelaskan bahwa narkoba adalah upaya pihak lain untuk menghancurkan generasi-generasi selanjutnya.

“Narkoba ini adalah upaya-upaya pihak lain untuk menghancurkan generasi-generasi kita selanjutnya, jadi ini sangat menentukan penugasan-penugasan di daerah pengamanan di daerah-daerah perbatasan”, jelasnya

Lebih lanjut Pangdam Rafael mengatakan bahwa suatu daerah atau negara ini akan menjadi kokoh jika ada kerjasama antara 3 pilar.

“Negara ini atau suatu daerah akan menjadi kokoh apabila ada kerjasama antara 3 pilar, 3 pilar itu adalah TNI, Polri, Pemda beserta jajarannya dan instansi terkait, kita tidak tahu kedepannya seperti apa lagi upaya-upaya penyelundupan, mungkin akan ada lagi yang lebih besar yang lolos dan upaya-upaya untuk menghancurkan ekonomi negara kita.”tutupnya.

(PROKOMPIM)

Kunjungan Kerja Pangdam V/Brawijaya di Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN- Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bersama dengan Ketua DPRD Kab. Nunukan Hj. Leppa, serta Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala BP2MI Nunukan menyambut dengan hangat kedatangan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay beserta jajarannya di Pelabuhan PLBL Liem Hie Jung Nunukan. Selasa (11/5).

Saat Pangdam V/Brawijaya tiba di pelabuhan PLBL Liem Hie Jung tak lupa Bupati Laura mengucapkan ucapan selamat datang di Kabupaten Nunukan.

Sebelumnya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay mengunjungi Wilayah Sebatik di Pos Aji Kuning serta peninjauan Patok PB-02 dan Rumah 2 negara yang ada di pulau Sebatik.

Kemudian sesampainya di Pelabuhan Plbl Liem Hie Jung, Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan di sambut dengan tradisi Tarian dan Tepung Tawar.

(PROKOMPIM)

Menuju Pembangunan Berkelanjutan

TANJUNG SELOR – Dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Utara di identifikasi ada 5 isu utama dalam pelaksanaan pembangunan yang dirumuskan menjadi 11 isu strategis.

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara, DR (HC) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJPD Provinsi Kaltara tahun 2025-2045, digelar di Ruang Serbaguna Lantai 1 Gedung Gadis, Senin (10/6) lalu.

“Penyusunan RPJPD pada aspek kewilayahan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah dan dilakukan secara simultan, terkoordinasi dengan penyusunan perubahan rencana tata ruang wilayah provinsi Kalimantan Utara,”terangnya.

Dalam rancangan RPJPD Kaltara diidentifikasi ada 5 permasalahan utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang selanjutnya dirumuskan menjadi 11 isu strategis, yakni akselerasi hilirisasi industri hasil sumber daya alam; transformasi ekonomi hijau dan pengembangan energi baru terbarukan; kesejahteraan dan pemerataan pembangunan wilayah; peningkatan kualitas dan daya saing SDM;

Inklusi sosial dan kesetaraan gender; penguatan ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim; penguatan tata kelola lingkungan hidup; konektivitas dan aksesibilitas wilayah; infrastruktur dasar permukiman; tata kelola perbatasan; dan penguatan tata kelola yang kolaboratif berbasis digital.

Gubernur mengharapkan rumusan isu strategis tersebut selanjutnya dapat kita cermati bersama sampai pada tahap arah pembangunan yang akan kita tetapkan. Berkenaan itu, partisipasi telah diminta dari unsur legislatif, pemerintah daerah kabupaten/kota, keterwakilan dari unsur mitra kerja pemerintah.

“Kami telah meminta semua unsur untuk dapat memberikan saran/masukan lebih konkret dan memberikan gambaran kondisi daerah sesungguhnya,” jelas Gubernur.

Penyusunan RPJPD pada aspek kewilayahan berpedoman pada Rencana Tara Ruang Wilayah dan dilakukan secara simultan, serta terkoordinasi dengan penyusunan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Utara dengan memperhatikan rekomendasi Dari Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan dokumen perencanaan pembangunan dan sektoral lainnya.

Dipaparkan, semua pihak perlu memahami bahwa RPJPD yang disusun memiliki arti penting dalam beberapa hal. Mulai dari menjadi pedoman penyusunan RPJMD; menjadi panduan penyusunan visi misi dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah; dan memuat arah pembangunan yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

“Berkenaan itu, dokumen RPJPD disusun tidak hanya memperhatikan isu secara regional, isu lokal, maupun nasional, tetapi juga memperhatikan isu global (internasional),” terangnya.

Pada periode RPJPD ini, Zainal menekankan ada tanggung jawab besar untuk membawa Kaltara menuju arah yang lebih baik dan berkelanjutan. Dalam merancang RPJPD untuk dua puluh tahun ke depan, terdapat beberapa isu global yang perlu diperhatikan.

Ia melanjutkan, perubahan iklim menjadi tantangan serius yang perlu menjadi fokus perencanaan. Peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca, dan permasalahan lingkungan lainnya memerlukan strategi adaptasi dan mitigasi yang kuat.

“Dalam konteks ini, RPJPD harus mengintegrasikan kebijakan-kebijakan yang mendukung pengembangan sumber energi terbarukan, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, dan pelestarian ekosistem alam,” ujarnya.

Perkembangan teknologi termasuk revolusi industri 5.0, disebut akan memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas. oleh karena itu, perlu menyusun kebijakan yang mendukung penetrasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi di seluruh sektor, serta memastikan agar masyarakat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan ini.

Sementara itu, akselerasi industri hilirisasi hasil sumber daya alam (SDA) menjadi prioritas dalam memajukan sektor ekonomi. Zainal menekankan semua pihak perlu memaksimalkan nilai tambah dari hasil-hasil sumber daya alam yang dimiliki oleh Kaltara, termasuk memastikan distribusi manfaatnya kepada masyarakat secara adil.

“Dalam hal ini, tentu konektivitas merupakan elemen krusial dalam pengembangan daerah. Perbaikan infrastruktur transportasi dan teknologi informasi akan membuka akses ke wilayah-wilayah perbatasan, pedalaman dan terpencil, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi secara merata,” bebernya.

Pembangunan inklusif akan menjadi fokus utama. Setiap kebijakan harus memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang kita rancang.

RPJPD ini disusun didasarkan pada prinsip-prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel. Setiap langkah yang diambil harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, hingga media massa.

“Kolaborasi yang baik antara semua pihak ini akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tuntasnya.

(dkisp)