Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Arhanud 8/MBC Akhirnya Purna Tugas

NUNUKAN – Setelah kurang lebih 12 bulan di Kabupaten Nunukan melakukan pengamanan di wilayah Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Arhanud 8 MBC, akhirnya purna tugas. 

Upacara pengantaran satgas pamtas Yon Arhanud 8/Mbc dihadiri Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid,Ketua DPRD Hj. Leppa, Kapolres Nunukan,Dandim 0911/Nunukan, Dan lanal Nunukan,Instansi vertikal BUMN/BUMD,serta Forkompimda di PeLabuhan Internasional Tunon Taka kab. Nunukan, selasa(27/08) sore.

Selaku Komandan Satgas RI-Malaysia Yon Arhanud 8 MBC, Letkol ARH Iwan Hermaya menyampaikan pesan dan kesan selama kurang lebih 12 bulan bertugas menjaga wilayah perbatasan.

“tentunya 1 tahun bukan waktu yang singkat dan menjadikan pengalaman yang sangat berkesan serta selama saya bertugas menjaga wilayah perbatasan kesan yang sangat melekat adalah masyarakat Nunukan yang sangat peduli akan sesama walaupun disisni banyak etnis, suku dan budaya yang berbeda-beda tetapi mereka tetap menjaga keharmonisan antar sesama sehingga selama saya disini tidak pernah terjadi konflik antar suku maupun agama, ujar Letkol Arh Iwan Hermaya

Letkol ARH Iwan Hermaya juga berterimah kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kab. Nunukan, yang selama ini sudah berkolaborasi dan saling membantu dalam penanganan permasalahan wilayah perbatasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan di Kab. Nunukan.

“kami seluruh personel Batalyon Arhanud 8/MBC mengucapkan terimah kasih untuk semua masyarakat Kab. Nunukan yang kurang lebih 1 tahun ini sudah membatu dan berkolaborasi dengan kami dalam proses pengamanan dan kami berharap untuk kedepannya tetap saling bahu membahu jaga wilayah perbatasan kita dari peredaran Narkotika, pungkasnya.

(Neni/Meri)

 

Pasangan BAHAGIA Resmi Daftar Ke KPUD Nunukan

NUNUKAN – Hari pertama dibuka pendaftaran Calon Kepala Daerah 27 – 29 Agustus 2024 KPUD Nunukan didatangi oleh pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati H. Basri Dan H. Hanafiah dengan jargon BAHAGIA untuk menyerahkan berkas pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan periode 2024-2029.

Pasangan BAHAGIA yang diusung dua partai koalisi yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tiba di Kantor KPUD Nunukan pada Selasa, 27 Agustus 2024, diantar iring-iringan simpatisan dan relawan.

Basri mengatakan kehadiran pasangan BAHAGIA bermaksud untuk menyerahkah dokumen sebagai syarat administrasi pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan Periode 2024- 2029.

“Kami pada hari ini bersyukur sudah melaksanakan pendaftaran ke KPUD Nunukan dan pengecekan administrasi yang Alhamdulillah sudah lengkap, pada tahap selanjutnya kami akan melaksanakan tahap selanjutnya yaitu pengecekan kesehatan di Tarakan”.

Basri menegaskan bahwa maksud dan tujuannya maju di pertarungan Pilkada Kabupaten Nunukan saat ini karna melihat kondisi kabupaten Nunukan dalam keadaan tidak baik-baik saja, sehingga dengan majunya kembali berpasangan dengan H.Hanafiah akan menawarkan program-program unggulan guna meraup simpati masyarakat.

“Saya berniat maju kembali di Nunukan ini seperti yang diketahui kabupaten Nunukan saat ini dalam keadaan tidak baik-saja makanya saya kembali untuk menata kabupaten Nunukan lebih baik lagi”

“Ada bebera program unggulan seperti pengobatan gratis di RSUD Nunukan hanya dengan menggunakan KTP, stabilisasi harga rumput laut artinya Keikut sertaan pemerintah daerah dalam mengelola rumput laut guna mencegah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memainkan harga, selain itu di sektor pendidikan kita akan berupaya untuk tidak ada lagi perbedaan zonasi dengan membagun kerja sama lintas pemerintah daerah kabupaten dan provinsi”.Pungkasnya

(Indra/TimRedaksi) 

 

 

 

Pemkab Nunukan, BRWA, FoMMA dan PW AMAN Kaltara Selenggarakan Lokakarya Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Wilayah Adat dan Pemberdayaan Berbasis Komunikasi Adat

NUNUKAN – Pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) atas wilayah adat dan hutan adat menjadi sangat penting. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat. 

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh panitia MHA dalam mempercepat penyelenggaraan pengakuan dan perlindungan MHA, sehingga panitia MHA Kab. Nunukan bekerjasama dengan BRWA, FoMMA, dan PW AMAN Kalimantan Utara melaksanakan kegiatan Lokakarya Percepatan Pengakuan dan Perlindungan Wilayah Adat dan Pemberdayaan Berbasis Komunikasi Adat di Kab. Nunukan yang dilaksanakan di ruang pertemuan lantai V Kantor Bupati Nunukan. Senin (26/8).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menyampaikan bahwa Kab. Nunukan adalah wilayah yang sangat luas, meliputi Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, dan wilayah-wilayah yang berada di daratan pulau Kalimantan.

“Namun sayang, sebagian besar dari wilayah adat yang ada di Kabupaten Nunukan, sampai saat ini belum terdata dan terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Wabup Hanafiah, hal tersebut cukup menyulitkan Pemerintah dan masyarakat ketika ingin mendorong upaya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak dari masyarakat adat tersebut.

“Saya berharap, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan BRWA dan AMAN ini bisa berjalan secara efektif dan efisien, sehingga nantinya tidak ada lagi wilayah adat di Kab. Nunukan yang belum terdata dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Wabup Hanafiah juga mengatakan bahwa dengan adanya lokakarya dan seminar ini bisa memberikan pencerahan dan membuka paradigma baru dalam melihat dan memaknai keberadaan masyarakat adat, wilayah adat, termasuk hukum-hukum adat.

“Sehingga pada akhirnya bisa memunculkan satu kesadaran untuk saling hormat menghormati dan saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.

Selanjutnya setelah membuka secara resmi kegiatan lokakarya, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menyaksikan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemkab Nunukan dan BRWA dan AMAN.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumentasi usulan permohonan wilayah adat Kepada Pemerintah Daerah Kab. Nunukan yang terdiri dari wilayah adat besar Lundayeh Krayan, Wilayah adat Pagun Talikon Baliton, Pagun Mindongon Bayukon, Pagun Nisasin Baguin, Pagun Sunggulin Paluson.

(PROKOMPIM)

Ukir Sejarah di Porwanas, Duet M Yanudin dan Chairuddin Noer Sabet Medali Pertama Bagi Kaltara

BANJARMASIN – Sejarah baru bagi kontingen PWI Kalimantan Utara (Kaltara) pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) untuk mendapatkan medali berhasil terukir. 

Adalah duet M Yanudin dan Chairuddin Noer yang berhasil memecahkan sejarah sekaligus mengharumkan nama Kaltara di kancah event olahraga para wartawan se-Indonesia yang di gelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasangan M Yanudin dan Chairuddin Noer berhasil mempersembahkan medali perak pada cabor E-Sport PES Beregu.

Digelar di Hypermart Mall Banjarmasin, wartawan (atlet) E-Sport PES PWI Kaltara yang diwakili M Yanudin dan Chairuddin memulai pertandingan PWI Yogyakarta (DIY).

Tanpa kesulitan keduanya mampu lolos ke babak 8 Besar. Di mana dari dua pertandingan, yakni tunggal dan Co-op, pasukan PWI Kaltara meraih poin penuh.

Selanjutnya, di babak 8 Besar PWI Kaltara dijajal PWI Sulawesi Tenggara. Di pertandingan ini, Kaltara kembali mampu meraih poin maksimal dengan menyapu dua kemenangan sekaligus memastikan diri ke babak semi final.

Pada babak semifinal tersaji ‘Derby Kalimantan’. Di mana PWI Kaltara dipaksa berhadapan dengan PWI Kalimantan Tengah.

Perlawanan sengit diberikan Kalteng kepada Kaltara, hingga pertandingan pun harus diakhiri melalui tiga game.

Dengan kemanpuan mumpuni dan penampilan konsisten dari M Yanudin dan Chairuddin, PWI Kaltara pun mampu mengakhiri perlawanan PWI Kalteng dan melaju ke babak final.Pada babak pamungkas Kaltara kembali berhadapan dengan rivalnya di Porwanas XII Jawa Timur 2022 lalu, yakni PWI Jawa Barat (Jabar). 

Berstatus sebagai runner-up cabor E-Sport PES Beregu Co-op dan peraih medali emas di nomor Tunggal PES, PWI Jabar yang memiliki pengalaman lebih dari Kaltara cukup diungulkan.

Namun, PWI Kaltara mampu memberi perlawanan sengit. Meski sempat kalah di laga awal singel, akhirnya pada laga Co-op Kaltara mampu menang dan membuat poin menjadi 1-1.

Pada game ketiga dewi fortuna belum berpihak kepada PWI Kaltara dan harus mengakui keunggulan PWI Jabar dengan skor tipis 1-2.

Dengan hasil tersebut PWI Kaltara pun berhak mendapatkan posisi runner-up dengan medali perak.

Raih medali perak yang dipersembahkan untuk kontingen PWI Kaltara ini, diakui M Yanuddin merupakan capaian maksimal di Porwanas 2024.

“Alhamdulillah kami dapat mempersembahkan medali bagi Kaltara. Ini capaian terbaik dalam dua kali penyelenggaran Porwanas yang diikuti,” kata M Yanudin, usai babak final pada Rabu, 21 Agustus 2024 malam.

“Pastinya medali ini dapat dijadikan pemicu semangat bagi kontingen Kaltara yang masih berjuang di cabor lainnya,” sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskan M Yanudin, peluang menambah medali masih ada pada cabor E-Sport.

“Cabor ini (E-Sport) masih bisa meraih medali. Ada lagi nomor perorangan PES, mudahan kami bisa merebut lagi medali,” terangnya.

Mengenai hal ini, Ketua PWI Kaltara, Nicky Saputra mengungkapkan apresiasinya kepada kedua atlet yang turun di cabor tersebut.

“Ini (Cabor PES) sudah menjadi salah satu cabor yang kita targetkan meraih medali. Semula kita targetkan perunggu, namun hasilnya lebih baik. Patut kita bangga, dengan persiapan yang minim PWI Kaltara bisa meraih medali,” urainya.

Ia yakin, cabor lain yang diikuti PWI Kaltara pada porwanas kali ini akan meraih medali tambahan. Sebab, target lainnya seperti Jurnalistik dan Badminton juga menjadi unggulan tersendiri bagi PWI Kaltara.

“Target kita prestasi. Mudah-mudahan menyusul medali di cabor lainnya,” pungkasnya.

(***)

Rakor Pengelolaan Kawasan Perbatasan Tahun 2024 Resmi Dibuka  Bupati Nunukan : Jadikan masyarakat di sepanjang wilayah perbatasan negara sebagai obyek pembangunan sekaligus subyeknya

NUNUKAN – Dalam rangka koordinasi dan sinergitas penyusunan rencana aksi kawasan perbatasan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Munir, ST, M.A.P mewakili Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid membuka Rakor Pelaksanaan Pengelola Wilayah Kawasan Perbatasan bertempat di Ruang Rapat Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Rabu (21/08).

Rakor yang diselenggarakan oleh BNPP dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan bertujuan agar tersusunnya rencana aksi kawasan perbatasan sebagai pedoman, serta adanya dokumen pengelolaan pembangunan di dalam kawasan batas wilayah Negara dan kawasan perbatasan, dokumen pengelolaan pembangunan yang nantinya akan menjadi pedoman penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutan Bupati Laura yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Abdul Munir dikatakan wilayah perbatasan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur kehidupan masyarakat. Wilayah perbatasan berpeluang menjadi titik sentral dalam upaya pembangunan dan pengembangan Nasional.

“Rapat koordinasi ini memiliki makna yang sangat penting dalam menjalankan tugas kita sebagai pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan wilayah perbatasan,” katanya

Lebih lanjut dikatakan, bahwa disusunnya rencana induk tersebut, yaitu dalam rangka mengoptimalkan kehadiran negara dalam mendorong pemenuhan hak dasar warga Negara yang berada di perbatasan, memperkuat posisi wilayah perbatasan Negara yang menjadi pintu keluar masuk wilayah NKRI, mengoptimalkan pengelolaan perbatasan sebagai beranda depan dan beranda penghubung Internasional, mewujudkan pemerataan pembangunan bagi masyarakat kawasan perbatasan, mewujudkan sinergitas Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan dalam pengeloaan perbatasan, serta mengoptimalkan kebijakan afirmatif pembangunan yang mempertimbangkan kondisi kewilayahan masing – masing kawasan perbatasan.

“Dengan melihat tujuan penyusunan rencana induk pengelolaan batas wilayah Negara dan kawasan perbatasan tersebut, maka kita bisa melihat betapa seriusnya Pemerintah dalam upayanya untuk memperhatikan dan mengelola kawasan perbatasan. Tentunya hal ini harus kita sambut dengan penuh antusias, kita yang dipercaya oleh negara untuk menjadi aparatur pengelola kawasan perbatasan di daerah sudah semestinya menterjemahkan semangat ini dalam bentuk daya dan upaya yang maksimal guna mewujudkan pengelolaan kawasan perbatasan, khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan ini dengan sebaik baiknya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kiranya dalam pembahasan rapat koordinasi dan penyusunan program kegiatan nantinya tetap menjadikan masyarakat di sepanjang wilayah perbatasan negara sebagai obyek pembangunan sekaligus subyeknya. artinya selain menjadikan masyarakat sebagai sasaran pembangunan, namun masyarakat di perbatasan hendaknya juga turut menjadi pelaku pelaku pembangunan itu sendiri.

“Hal ini merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Nunukan di kawasan perbatasan. Kerangka kerja akan membantu kita mengidentifikasi sasaran kinerja yang konkret dan terukur. Kita semua ingin melihat perkembangan yang nyata di kawasan perbatasan, termasuk peningkatan dalam akses infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Dengan rencana aksi yang jelas, kita dapat mengukur kemajuan dan membuat perubahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut,” jelasnya

Dalam laporan Plt. Kepala BPPD Kabupaten Nunukan, Yance Tambaru, SE, M.Si menuturkan, rakor pelaksanaan pengelola wilayah kawasan perbatasan bertujuan sebagai wadah koordinasi dan sinergitas rencana aksi yang nantinya menjadi acuan pelaksanaan program pembangunan kawasan perbatasan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berdaya saing dengan Negara Tetangga.

Setelah acara pembukaan, acara akan dilanjut dengan pemaparan materi dari BNPP, BPPD Provinsi Kalimantan Utara, BAPPEDA Kabupaten Nunukan, lalu dilanjutkan dengan diskusi yang dibagi menjadi dua kelompok dan Rakor akan ditutup dengan Penandatangan Berita Acara pada sore hari.

(PROKOMPIM)