Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Malam Takbiran dan Idul Fitri 1447 H/2026

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Malam Takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang digelar di Alun-alun Nunukan, Jumat (20/03/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., serta diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan sekaligus penguatan sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang malam takbiran hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kesiapsiagaan ini dinilai penting guna memastikan masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Melalui apel gelar pasukan tersebut, seluruh personel yang terlibat diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal dan penuh tanggung jawab, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Nunukan selama rangkaian perayaan Idul Fitri.

(PROKOMPIM)

BBM Tersedia di Hari Raya Idul Fitri, AMPS di Nunukan Berikan Pelayanan Hingga Malam

NUNUKAN – Terpantau hingga malam hari AMPS di Kota Nunukan buka dan melayani pengisian BBM bensin baik jemis Pertamax maupun Pertalite pada malam perayaan Idul Fitri, Jumat (20/03/2026).

Beberapa AMPS yang melayani pengisian BBM tersebut diantaranya AMPS Cahaya Nunukan Jl. TVRI, AMPS Rapti Jl. TVRI, AMPS Jl. Tanjung, serta AMPS Sedadap.

Hal ini menglonfirmasi penjelasan dari Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Nunukan Rohadiansyah bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan cukup untuk kebutuhan masyarakat menjelang, saat dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Penjelasan tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) yang dipimpin langsung oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri pada Senin, (16/03/2026). Dengan tetap beroperasinya stasiun – stasiun BBM (Pom Bensin) tersebut menepis kekhawatiran banyak pihak akan kemungkinan kelangkaan BBM di hari Idul Fitri akibat perang di Timur Tengah.

Namun demikian Bupati Nunukan H. Irwan Sabri tetap memberikan perhatian khusus dan atensi terhadap ketersediaan BBM di Kabupaten Nunukan dan meminta semua pihak terkait bisa terus memantaunya.

(PROKOMPIM)

Kelangkaan BBM dan Gas LPG 3 Kg Bisa Picu Gejolak Sosial, Pemerintah Diminta Bertindak

JAKARTA – Asosiasi PKL APKLI Perjuangan menyerukan kepada pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan dan subsidi BBM dan Gas LPG 3 Kg bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak mentah, gas alam, dan pangan dunia dampak perang US-Israel vs Iran yang sudah memasuki minggu ke-3 sejak 28 Februari 2026.

Ketua Umum Asosiasi PKL APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun ATMO M Biomed, menegaskan pemerintah wajib menjamin ketersediaan pasokan energi bersubsidi tersebut.

“Ketersediaan pasokan dan subsidi BBM dan Gas LPG 3 Kg bersubsidi harus dijamin negara. Berapapun biaya atau beban APBN RI 2026 bahkan defisit di atas 3% pun yang harus ditanggung, pemerintah wajib mencegah kelangkaan BBM dan Gas LPG 3 kg bersubsidi karena bisa timbulkan gejolak sosial di masyarakat!!!” tegas dr. Ali Mahsun, Rabu (18/03/2026) .

Ali menambahkan,rakyat kecil-kawulo alit, PKL usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia mendukung penuh perintah Presiden Prabowo Subianto dalam mitigasi dampak kemelut perang di Timur Tengah, yaitu kencangkan ikat pinggang di semua lini dan penghematan penggunaan BBM dan Gas LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami tidak ingin bahkan tidak rela terjadi gejolak sosial politik akibat kelangkaan BBM dan Gas LPG 3 kg bersubsidi yang ujung dan akhirnya sulit dikendalikan,” tambah dr. Ali Mahsun.

Lebih jauh, Ali menghimbau agar masyarakat hanya berbelanja kebutuhan mendasar, memperkokoh kebersamaan dan gotong royong, serta menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan agar rakyat tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kepada segenap elit dan kekuatan elemen bangsa, mari tanggalkan segala varian perbedaan dan mengutamakan kepentingan nasional, kepentingan rakyat, bangsa, dan negara”.pungkasnya

(Neni/Nn)

Bupati Nunukan Hadiri Safari Ramadhan Gubernur Kalimantan Utara

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE menghadiri Safari Ramadhan sekaligus Buka Puasa Bersama Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H Zainal A Paliwang SH M Hum, Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al – Muttaqin, Selasa (17/03/2026)

Kegiatan yang bernuansa religi ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi jajaran Pemerintah Provinsi Kaltara, dengan masyarakat di wilayah Kabupaten /Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Utara selama bulan suci Ramadan, yang diisi ceramah keagamaan, doa bersama serta penyerahan bantuan kepada masyarakat, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin pemerintah setiap tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Zainal juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum fondasi dalam memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama, menjaga kerukunan antar umat beragama, serta bersama – sama menciptakan suasana yang aman, damai dan harmonis,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut, Zainal turut menyerahkan bantuan untuk masjid berupa sarung, Al-Qur’an, baju muslim, serta paket sembako bagi petugas kebersihan dan Pekerja Bongkar Muat (PBM).

Kegiatan Safari Ramadan ditutup dengan Buka Puasa Bersama dan Sholat Magrib berjemaah bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Forkopimda dan Masyarakat.

(PROKOMPIM)

Tokoh Dayak Kaltara Temui Kepala Otorita, Bahas Masa Depan Peran Adat di IKN

BALIKPAPAN – Ketua Umum Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara (LADK-KU) Ingkong Ala melakukan kunjungan kerja ke Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (17/3/2026).

Kunjungan ini turut diikuti sejumlah tokoh masyarakat LADKKU dan jajaran pengurus Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Ingkong Ala yang juga menjabat Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, menyampaikan sejumlah usulan kerja sama antara masyarakat adat Kaltara dengan pengelola pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Provinsi Kaltara ini sebagai daerah penyangga ibu kota baru atau IKN, dan harus mendapat ruang strategis dalam proses pembangunan, terutama bagi masyarakat adat,” kata Ingkong Ala.

Ingkong mengungkapkan, masyarakat adat Dayak Kenyah di Kaltara memiliki komitmen kuat untuk mendukung pembangunan IKN, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap terjaga di tengah pembangunan besar yang sedang berlangsung di Pulau Kalimantan.

“Pembangunan IKN ini harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan kepentingan masyarakat adat, khususnya di Kaltara,” ungkapnya.

Ingkong juga menyampaikan beberapa usulan konkret kepada pihak Otorita IKN. Di antaranya terkait pelestarian budaya, melalui pengakuan serta fasilitasi kegiatan adat sebagai bagian dari dukungan moral dan kultural terhadap pembangunan ibu kota baru.

“Selain itu, LADK-KU juga mengusulkan integrasi budaya Dayak, khususnya Dayak Kenyah dari Kaltara, dalam konsep pembangunan IKN. Integrasi ini diharapkan mampu memperkenalkan sejarah, seni, dan kehidupan masyarakat adat kepada publik sekaligus menjadi daya tarik pariwisata budaya di kawasan Nusantara,” jelasnya.

Ingkong juga mendorong adanya program pemberdayaan masyarakat adat melalui pelatihan keterampilan yang dapat diakses masyarakat Kaltara, baik dalam bidang tenaga kerja, ekonomi kreatif, maupun pengembangan budaya.

Tak hanya itu, penguatan ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan UMKM juga menjadi bagian dari usulan yang disampaikan. Produk kerajinan tangan, pertanian organik, hingga pariwisata berbasis budaya dari masyarakat adat Kaltara diharapkan dapat masuk dan berkembang di kawasan IKN.

“Lembaga adat juga menilai pentingnya membuka ruang partisipasi bagi masyarakat adat dalam proses pembangunan IKN, termasuk melalui forum komunikasi dan musyawarah bersama pemerintah daerah serta otorita ibu kota,” tegasnya.

Kunjungan para tokoh adat Dayak Kaltara ini diterima langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang menyambut baik kedatangan rombongan dari provinsi ke 34 ini.

Basuki juga menegaskan komitmen Otorita IKN untuk membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat adat di wilayah sekitar ibu kota baru.

“Meskipun kawasan IKN secara administratif berada di Kalimantan Timur, namun daerah sekitar, termasuk Kaltara tetap memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga pembangunan IKN,” kata Basuki.

“Pihak Otorita IKN akan mengakomodasi berbagai usulan dan harapan masyarakat melalui kelembagaan adat yang ada, termasuk dari Kaltara,” sambung dia.

Selain itu, Komitmen ini juga sejalan dengan sejumlah regulasi Otorita IKN, antara lain Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 3 Tahun 2024 tentang Rencana Strategis Otorita IKN, Perka OIKN Nomor 12 Tahun 2023 tentang tata cara penyelenggaraan pertanahan di IKN, serta Perka OIKN Nomor 9 Tahun 2023 mengenai kerja sama pemerintah dan badan usaha.

“Usulan yang disampaikan oleh Lembaga Adat Dayak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam di wilayah Kaltara dapat ikut berkembang seiring pembangunan ibu kota negara,” tutupnya.
(*)