Maknai Isra Mikraj, Polres Wajo Ajak Personel Menjadikan Shalat sebagai Kompas Moral Pengabdian

WAJO — Kepolisian Resor (Polres) Wajo memperingati Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan penuh kekhusyukan di Masjid At-Taqwa Polres Wajo, Kamis (22/1/2026).

Peringatan Isra Mikraj yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut menjadi momentum spiritual bagi jajaran Polres Wajo untuk merenungi kembali perjalanan agung Rasulullah SAW, sekaligus meneguhkan keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Kegiatan keagamaan ini dihadiri Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Wajo Ny. Anita Rosid, Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsulipu, S.Sos., M.H., para pejabat utama Polres Wajo, para Kapolsek jajaran, pengurus Bhayangkari, serta personel dan PNS Polres Wajo.

Dalam tausiah yang disampaikan, jamaah diajak memahami makna mendalam Isra Mikraj sebagai perjalanan ruhani Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan perintah shalat lima waktu, sebagai tiang agama dan sarana penyucian jiwa. Shalat, ditegaskan, bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sumber pembentuk akhlak, disiplin, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj harus menjadi pedoman hidup bagi setiap personel Polri.

“Shalat yang khusyuk akan melahirkan kejujuran, kesabaran, dan kepekaan sosial. Inilah modal utama bagi anggota Polri dalam melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta penuh empati kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Tema peringatan tahun ini, “Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”, dinilai selaras dengan semangat Polri yang tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan kemanusiaan.

Melalui peringatan ini, seluruh personel Polres Wajo diajak untuk menjadikan ketakwaan sebagai kompas moral, sehingga setiap tindakan dan keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan nilai keadilan, keikhlasan, dan pengabdian.

Kasi Humas Polres Wajo IPTU Kaomi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Isra Mikraj merupakan bagian dari pembinaan rohani dan mental guna membentuk karakter personel Polri yang beriman, berakhlak mulia, serta peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, diharapkan personel Polres Wajo mampu menjadi teladan, menjaga amanah, serta hadir membawa rasa aman dan ketenteraman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup IPTU Kaomi.

*KASIHUMAS POLRES WAJO/VettyRilla

Resmikan SPPG Di Sebatik, Dadan Hindayana : “Secara tidak langsung dapat meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan”

NUNUKAN – Plt. Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan, Drs Raden Iwan Kurniawan, M AP mewakili Bupati Nunukan hadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (22/01/2026)

Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Dadan Hindayana sebagai bagian dari perluasan jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Dadan Hindayana dalam kunjungan kerjanya didampingi oleh Direktur kerja Sama dan Kemitraaan BGN, Kolonel Cba. Mu. Rizal Salewangang, pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Wakil Walikota Tarakan, Ibnu Saud.

Kehadiran Plt.Sekda yang mewakili Bupati dalam acara ini merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap inisiatif yang dikelola oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui asupan gizi yang terukur.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada pihak-pihak yang telah menginisiasi pembangunan dapur SPPG ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral sangat diperlukan agar target pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan dapat tercapai secara maksimal.

Di kesempatan yang sama Kepala BGN,
Dadan Hindayana saat meresmikan SPPG Yayasan Aztrada Garuda Jaya mengatakan bahwa MBG yang dikelola telah sesuai dengan Juknis dan SOP dari BGN.

“Unit ini menjadi pusat operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola sesuai dengan Juknis dan SOP dari Badan Gizi Nasional,”ujarnya.

Lebih lanjut, Dadan juga menyebutkan SPPG yang ada ini sudah sesuai Standar Operasional (SOP). Ia meyakini SPPG Yayasan Aztrada Garuda Jaya dapat menjadi percontohan untuk SPPG di wilayah lainnya.

Dadan juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Yayasan Aztrada Garuda Jaya atas kepeduliannya dan dukungan terhadap program pemerintah pusat.

Dadan juga menjelaskan bahwa dari target hingga Januari 2026, tercatat sudah ada sekitar 21.102 unit SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, dengan target melayani hingga 59 juta penerima manfaat.

Diakhir sambutannya Dadan memberikan gambaran terkait dengan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Keberadaan SPPG di Sebatik secara tidak langsung akan meningkatkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, karena tiap pengelola SPPG membutuhkan pasokan bahan baku pangan yang tidak sedikit, tadi saya lihat disini banyak pohon pisang, kebun-kebun pisang masyarakat ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan buah pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG), begitu juga peternakan, kebutuhan telur ayam dan daging ayam, hal yang sama bisa terjadi terhadap sektor perikanan baik ikan laut maupun ikan budidaya, atau tambak masyarakat, misalnya setiap rumah bisa membuat kolam Ikan Lele untuk memenuhi kebutuhan MBG,” ujarnya.

Dengan tingginya kebutuhan bahan baku pangan, Dadan meminta tiap SPPG dapat melengkapi usahanya dengan mengelola sendiri lahan pertanian maupun peternakan agar stok bahan makanan tetap tersedia dengan baik.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, pelepasan Mobil Operasional Pengantaran dan kunjungan ke Dapur MBG, Dadan dan rombongan juga berkunjung ke sekolah penerima manfaat untuk menyaksikan langsung siswa siswi yang sedang menikmati Makanan Gizi Gratis tersebut, bahkan Dadan memberikan hadiah bagi anak-anak yang mau makan sayur.

(PROKOMPIM)

Satgas Pamtas RI-Malaysia Berhasil Amankan 146 Botol Miras Ilegal di Jalur Tikus Perbatasan

NUNUKAN – Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Personel Pos Bambangan SSK I Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL bersama Unit Intel Kodim 0911/Nunukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras ilegal sebanyak 146 botol di jalur tikus perbatasan wilayah Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu malam (28/12/2025).

Penggagalan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar jalur tikus perbatasan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Danpos Bambangan Letda Chk Anwar Muhtolip, S.H. segera berkoordinasi dengan Unit Intel Kodim 0911/Nunukan dan membentuk tim patroli gabungan. Dalam pelaksanaan patroli dan penyisiran menuju sekitar Patok P 127, tim mendapati aktivitas mencurigakan dari arah Malaysia, namun pelaku berhasil melarikan diri ke wilayah Malaysia saat mengetahui kehadiran aparat.

Melalui penyisiran lanjutan, tim patroli gabungan menemukan timbunan barang bukti berupa minuman keras berbagai merek yang disembunyikan di sebuah pondok kecil dan ditutupi kain serta daun kering. Dari lokasi tersebut berhasil diamankan 15 dus berisi 146 botol miras dengan total nilai perkiraan mencapai Rp19.200.000,-. Selanjutnya seluruh barang bukti diamankan dan dibawa ke Pos Bambangan untuk kemudian diserahkan ke Makotis Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL sesuai prosedur.

Kegiatan ini melibatkan personel Sertu Adrian Hafidz (Dantim Pos Bambangan), Kopda Rafi (Unit Intel Kodim 0911/Nunukan), Praka Agung, Praka Hardipan, Praka Tio Handy, Pratu Zulio, Pratu Hengki, Pratu Lalu, Prada Waris, dan Prada Mony. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi aparat TNI dengan unsur intelijen serta peran aktif masyarakat dalam mendukung pengamanan wilayah perbatasan.(*)

Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyelundupan Minuman Keras Ilegal di Perbatasan

NUNUKAN – DanSatgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL Letnan Kolonel Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P.,M.I.P. kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui patroli gabungan SSK II Yonkav 13/SL bersama TDM Batt 3 RAMD dan Satgas Gabungan Intelijen (SGI), berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras ilegal di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Penggagalan tersebut terjadi pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 01.45 WITA, bertempat di Km 7 Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dari hasil kegiatan patroli dan ambush yang dilaksanakan secara terkoordinasi, petugas berhasil mengamankan barang bukti minuman keras ilegal sebanyak 576 kaleng jenis bir beralkohol yang berasal dari Malaysia, dengan nilai perkiraan mencapai Rp30 juta.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan SSK II Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL, Kapten Kav Ari Nugraha, S.Tr.(Han), didukung oleh Batih SSK II Serda Faisal Muttaqin, serta personel gabungan dari Pos Gabma Seimanggaris, Pos Sei Kaca, Pos Sei Ular, Pos Kanduangan, unsur TDM Batt 3 RAMD yang diwakili oleh Leftenan Satu Raushan Fikri dan Pbt Muhammad Haikal, serta personel Satgas Gabungan Intelijen (SGI.

Keberhasilan penggagalan ini merupakan hasil dari rangkaian patroli intelijen, penggalangan informasi, serta pengawasan intensif yang telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Meskipun para pelaku berhasil melarikan diri ke arah wilayah Malaysia karena keterbatasan medan dan batas yurisdiksi, namun seluruh barang bukti berhasil ditemukan dan diamankan. (*)

Respon Aspirasi Masyarakat, Bupati Nunukan Serahkan 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran

NUNUKAN – Bupati Nunukan secara simbolis menyerahkan 5 unit mobil pemadam kebakaran kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilaksanakan di lobby lantai 1 Kantor Bupati Nunukan, Senin (29/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penyerahan armada pemadam kebakaran dapat terlaksana dengan baik. Penyerahan ini merupakan bagian dari pengadaan Tahun Anggaran 2025 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebakaran.

Bupati menjelaskan bahwa kebakaran masih menjadi bencana non alam yang sering terjadi di Kabupaten Nunukan. Sepanjang tahun ini, beberapa peristiwa kebakaran terjadi di berbagai wilayah, seperti di Blok 3 Nunukan, wilayah Sebatik, serta kebakaran besar di Mansalong, Kecamatan Lumbis, yang menghanguskan ratusan rumah dan bangunan.

Dengan adanya penambahan 5 unit mobil pemadam kebakaran, Bupati berharap armada operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan semakin kuat sehingga dapat bergerak lebih cepat dan efektif dalam menangani kebakaran. Menurutnya, kecepatan penanganan sangat menentukan besar kecilnya dampak dan kerugian yang ditimbulkan.

Bupati juga menyampaikan bahwa penambahan armada ini merupakan respon atas aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan pemadam kebakaran yang cepat dan sigap. Namun demikian, masyarakat juga diharapkan dapat memahami kendala di lapangan, seperti kondisi jalan, keterlambatan informasi, serta kerumunan warga yang terkadang menghambat pergerakan mobil pemadam.

Kepada seluruh personel pemadam kebakaran, Bupati berpesan agar selalu bekerja secara profesional, terukur, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap tugas pemadaman dan penyelamatan. Ia juga meminta agar seluruh mobil pemadam kebakaran yang telah diserahkan dapat dijaga dan dirawat dengan baik agar selalu siap digunakan kapan saja dibutuhkan.

Sementara itu, dalam wawancara terpisah, Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin menjelaskan bahwa lima unit mobil pemadam kebakaran tersebut diperuntukkan bagi wilayah Sebatik Utara, Tulin Onsoi, Sebuku, Lumbis, dan Damkar Nunukan.

Ia menyampaikan bahwa pengadaan ini dilakukan untuk peremajaan armada, mengingat rata-rata usia mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini sudah di atas 20 tahun sehingga kurang maksimal saat digunakan. Dengan adanya mobil baru, diharapkan kinerja pemadam kebakaran semakin optimal dan proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

Wahyudi juga menjelaskan bahwa mobil pemadam kebakaran yang baru menggunakan sistem Mix Power Supply yang dapat berfungsi sebagai penembak air maupun pendukung kegiatan PTO (Power Take Off). Mobil ini dapat dioperasikan secara efektif di wilayah kecamatan dan memiliki kemampuan menembakkan air hingga jarak 60 meter tanpa menggunakan selang, sehingga sangat membantu untuk memadamkan kebakaran kecil di pinggir jalan.

Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Menurutnya, seluruh unit mobil pemadam kebakaran tersebut telah diuji dengan menempuh perjalanan sekitar 2.900 kilometer dari Surabaya, Balikpapan, Sungai Ular, hingga tiba di Nunukan dan dinyatakan siap digunakan.

Dengan penambahan armada ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap masyarakat semakin merasa aman dan terlindungi dari ancaman bahaya kebakaran.

(PROKOMPIM)