Ketua Komisi I DPRD Nunukan: Denda Rp1,65 Miliar Salah Alamat, Seharusnya Imigrasi Tanggung Jawab

NUNUKAN, SIMPATIK  Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Dr. Andi Mulyono, SH., MH., CLA., CM., CIAP., menilai denda sebesar Rp1,65 miliar yang ditujukan ke pemilik kapal rute internasional Nunukan–Tawau salah alamat.

Ia menilai tanggung jawab atas pelanggaran administratif keimigrasian bukan ke pelaku usaha, melainkan di bawah wewenang petugas imigrasi.

“Denda ini salah alamat. Seharusnya pihak imigrasi yang bertanggung jawab, bukan pemilik kapal. Pelaku usaha hanya menjalankan kegiatan operasional angkutan penumpang dan barang,” tegas Andi Mulyono saat ditemui usai RDP, Rabu (18/6) di kantor DPRD Nunukan.

Denda tersebut muncul dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kelalaian administratif dalam proses pelayaran lintas batas, DPRD menilai pelanggaran administratif itu terjadi dalam lingkup kerja keimigrasian.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, proses verifikasi dokumen penumpang, izin keluar masuk wilayah, dan legalitas lintas negara merupakan kewenangan aparat imigrasi yang bertugas di Pelabuhan, karena itu, tidak adil jika kesalahan tersebut dibebankan kepada pengusaha kapal.

“Pengusaha sudah memenuhi kewajiban retribusi dan perizinan pelayaran, mereka tidak memiliki otoritas memeriksa paspor atau dokumen penumpang, Itu ranah petugas imigrasi,” tambahnya.

Ia menilai penetapan denda miliaran rupiah ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi pelaku usaha lokal yang telah berkontribusi terhadap konektivitas wilayah perbatasan dan perekonomian masyarakat.

“Kalau sistem pengawasan internal instansi pemerintah lemah, jangan pengusaha yang dikorbankan,” tambahnya.

Komisi I DPRD berencana menggelar audinesi bersama pelaku usaha transportasi laut ke kementrian Imigrasi, BPK, agar permasalahan ini jelas serta menegaskan siapa pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

“Kami akan meminta klarifikasi terbuka agar masalah ini tidak berlarut dan tidak menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha pelayaran,” ujarnya.

Pemilik kapal menyebut bahwa selama ini telah memenuhi seluruh ketentuan operasional dan tidak pernah melanggar prosedur pelayaran lintas negara.

“Kami akan perjuangkan ini sampai jelas siapa yang salah. Ini akan kami bawa ke pemerintah pusat untuk meminta keadilan bagi pelaku usaha perbatasan,” tandasnya.

DPRD Nunukan mengimbau seluruh instansi pemerintah untuk lebih cermat dalam menjalankan tugas pengawasan dan tidak terburu-buru menetapkan sanksi tanpa analisa mendalam.

“Penegakan aturan penting, tapi harus adil dan akurat. Jangan salah sasaran, Retribusi pelabuhan selama ini sudah dibayarkan oleh pemilik kapal kepada pemerintah daerah maupun instansi teknis lainnya seperti KSOP dan Pelabuhan, maka menjadi tidak logis jika mereka harus menanggung pula denda dari temuan yang berasal dari kelemahan pengawasan imigrasi,” tutup Andi Mulyono.

(HUMAS DPRD NUNUKAN)

Hahal Bihalal Bubuhan Banjar, Gubernur Serukan Semangat Kebersamaan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berkomitmen memperkuat keharmonisan sosial dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Komitmen ini ditegaskan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., hadir dalam kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Utara (KBB-KU) Tahun 2025, digelar di Gedung Gadis Lantai 1, Senin (23/6).

Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada masyarakat Banjar yang terus berkontribusi aktif dalam berbagai aspek pembangunan daerah, dari kehidupan sosial, pemerintahan, pendidikan, dakwah, hingga di sektor ekonomi.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran serta warga Banjar yang senantiasa menjaga kekompakan, menjadi teladan dalam merawat kerukunan, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Kalimantan Utara,” kata Gubernur.

Ia menyebutkan acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Bubuhan Banjar di Kaltara. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebudayaan, toleransi, dan persaudaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Banjar.

Terangnya, Halal Bihalal ini bukan sekadar seremoni pasca-Idulfitri, tetapi merupakan wujud budaya luhur yang mengandung nilai-nilai persatuan dan gotong royong. Tradisi ini juga mempererat hubungan sosial serta menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa Kalimantan Utara dibangun dari keberagaman. Dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan potensi yang harus kita kelola untuk tumbuh dan berkembang bersama,” jelas Gubernur Zainal.

Dalam momen penuh hangat ini, Gubernur Zainal turut menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada Ketua dan Pengurus KKB-KU. Diharapkan melalui bantuan tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial serta meringankan kebutuhan masyarakat Banjar di Kaltara.

Gubernur Zainal berharap agar semangat silaturahmi dan kebersamaan yang terbangun melalui acara ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti KBB-KU dalam membangun provinsi yang inklusif, toleran, dan berdaya saing.

“Mari kita jadikan Kalimantan Utara sebagai rumah bersama yang damai dan terbuka bagi semua golongan, suku, dan agama. Rumah tempat kita hidup berdampingan, berkarya, dan saling menjaga,” tutup Gubernur Zainal.

Turut hadir diantaranya Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kaltara, H. Muhammad Nasir, Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., Sultan Banjar sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII, Sultan H. Khairul Saleh Al Mu’tashimbillah , Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si, Ketua KKB se-Dunia, H. Sahbirin Noor, S.Sos., M.H., Ketua KBB-KU, H. Herwansyah, S.E., Kesultanan Bulungan, Raja Muda H. Datu Dissan Hasanuddin M.M.Dj, Kesultanan Gunung Tabur, Aji Bahrun, Kesultanan Sambaliung, Datu Hasanuddin, para tokoh agama, adat, dan masyarakat se-Kaltara beserta Forkpimda

(dkisp).

Video Viral Soal Jalan Krayan Dibangun Pakai Dana Masyarakat, Pemdes: Itu Hoaks!

NUNUKAN – Video yang viral di media sosial belakangan ini menyebutkan pembangunan jalan di wilayah Krayan dilakukan menggunakan dana pribadi masyarakat.

Narasi tersebut menimbulkan kesimpangsiuran dan menyesatkan publik, seolah semua proyek pembangunan jalan desa mengandalkan swadaya warga.

Bahkan dalam video tersebut, memperlihatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), seolah tidak hadir membantu warga.

Namun Pemerintah Desa (Pemdes) Pa’ Kidang, Krayan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan secara tegas menyatakan informasi dalam video tersebut adalah hoaks, terutama bila dikaitkan dengan pembangunan jalan di wilayah mereka.

“Itu hoaks. Jalan yang kami bangun murni dari Dana Desa (DD) anggaran tahun 2025, tanpa dana pribadi masyarakat. Semua kegiatan ini sudah masuk dalam APBDes resmi kedua desa,” tegas Penjabat (Pj) Kepala Desa Pa’ Kidang, Jemri, Ahad (22/6/2025).

Pembangunan yang dimaksud berlokasi di Jalan yang Bulu, kawasan Tang Paye, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan yang merupakan proyek bersama antara Desa Pa’ Kidang dan Desa Lembada melalui Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD).

Proyek pengerasan jalan tersebut memiliki panjang 175 meter, dengan total anggaran sebesar Rp 330 juta, bersumber penuh dari Dana Desa tahun 2025. Ia menjelaskan, jalan ini memiliki status sebagai jalan desa dan berfungsi sebagai akses penghubung menuju jalan kabupaten.

“Tidak ada iuran dari warga, apalagi sampai menyalahkan pemerintah provinsi itu keliru. Ini murni dana desa dan dikerjakan sesuai dengan perencanaan yang sudah disepakati,” tegasnya.

Jemri menyayangkan adanya penyebaran informasi tidak benar yang dapat mencoreng semangat pembangunan di wilayah pedalaman. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang beredar tanpa konfirmasi. Masyarakat juga diajak untuk kritis terhadap konten media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

“Kondisi jalan setelah pengerasan sekarang jauh lebih bagus dari sebelumnya, dan manfaatnya langsung dirasakan warga. Jangan percaya narasi yang menyesatkan,” pungkasnya.

(dkisp)

Lantik Pejabat Fungsional dan PPPK, Gubernur Minta ASN Aplikasikan Nilai BerAKHLAK

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum resmi melantik Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari 26 Pejabat Fungsional dan 1.197 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 1 Formasi Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, digelar di Lapangan Agatis, Senin (23/6) pagi.

Dalam prosesi tersebut, Gubernur melantik dan mengambil sumpah janji Jabatan Pejabat Fungsional, pengangkatan pertama dalam Jabatan Fungsional, perpindahan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional, serta PPPK terdiri dari Tenaga Teknis, Guru dan Kesehatan Tahap 1 Formasi Tahun 2024.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pejabat Fungsional dan PPPK yang resmi dilantik. Gubernur juga meminta seluruh ASN dapat mengaplikasikan nilai BerAKHLAK yang saat ini menjadi patron ASN dalam melayani masyarakat.

“Semoga pelaksanaan pelantikan dalam jabatan fungsional dan penyerahan SK PPPK pada hari ini menjadi momentum yang tepat untuk terus meningkatkan karya dan kinerja sebagai ASN, serta menjadi pemacu semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menjelaskan ASN di Kaltara berperan sangat penting dan strategis sebagai ujung tombak pelaksana teknis dari organisasi perangkat daerah, yang menentukan produktivitas dan keberhasilan dari berbagai program kerja yang dijalankan.

Oleh karena itu ia mendorong ASN untuk terus mengembangkan potensi diri, menciptakan terobosan – terobosan baru, serta terus mengoptimalkan pelayanan publik agar lebih muda dijangkau oleh masyarakat

Kemudian Gubernur Zainal juga turut berpesan kepada seluruh PPPK yang baru dilantik dan menerima Surat Keputusan agar dapat menjalankan tugas dan tanggung yang menanti.

“Saya harapkan saudara dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme dan dedikasi tinggi. Menjadi ASN bukan hanya profesi, tetapi amanah dan tanggung jawab kepada masyarakat dan negara,” ujarnya.

Gubernur mengajak seluruh ASN baik Pejabat Fungsional dan PPPK yang baru dilantik untuk tidak pernah berhenti belajar, berbenah diri, dan terus mengasah kemampuan, agar dapat melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan secara profesional sesuai aturan yang berlaku.

“Selamat menjalankan tugas di tempat kerja masing – masing, jadilah ASN yang dicintai rakyat dan dibanggakan daerah, jadilah pelopor dalam menciptakan birokrasi yang sehat dan pemerintah yang baik, agar bersama – sama kita bisa mewujudkan Kalimantan Utara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” katanya.

Acara ditutup penyerahan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dari Branch Manager PT. Taspen Kantor Cabang Tarakan, Lina Febriani kepada Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang periode 2021-2024, dan Wagub Ingkong Ala, S.E, M.Si sebagai Wakil Bupati Bulungan periode 2021-2024, serta penyerahan simbolis Kartu Peserta Taspen kepada peserta PPPK Tahap 1 Formasi Tahun 2024.

Dalam momen tersebut turut hadir Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si, Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, Soni Sultana, S.Kom. MMSI, Kepala UPT BKN Tarakan, Ari Wibawa, S.E., M.AP dan seluruh jajaran kepala OPD Pemprov Kaltara.

(dkisp)

Datu Iqro : Perayaan Sannipata Waisak, Momentum Perkuat Kedamaian Dan Toleransi Bermasyarakat

TARAKAN – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si mewakili Gubernur Kaltara, hadiri acara Sannipata Waisak Bersama se-Kaltara dalam rangka memperingati hari Tri Suci Waisak 2569 BE / 2025, di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (20/06/2025) malam.

Acara dihadiri ratusan umat Budha se-Kaltara ini, juga dihadiri Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Jufri Budiman, S.Pd., Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos., Yang Mulia Banthe Gunaseno Thera dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara serta para perwakilan tokoh adat dan agama yang ada di Kaltara.

“Atas nama pribadi dan Pemprov Kaltara, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Tri Suci Waisak 2569 BE / 2025. Semoga melalui peringatan ini kita dapat belajar dan mengimplementasikan tentang nilai kasih saying, toleransi dan kedamaian,” kata Datu Iqro dalam mengawali sambutannya.

Lebih lanjut, mewakili Gubernur Kaltara, Datu Iqro mengapresiasi seluruh panitia serta pihak-pihak yang turut menyukseskan acara pada hari ini hingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Waisak merupakan momen penting untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam hidup Budha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan dan wafatnya sang Budha Gautama,” ucapnya.

“Peristiwa ini menjadi dasar bagi ajaran Budha yang membawa kedamaian serta pencerahan bagi makhluk hidup,” sambungnya

Datu Iqro menerangkan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Budha menjadi penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karenanya ia mengajak seluruh umat Budha di Kaltara untuk terus mengamalkan ajarannya serta bersama-sama meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan moral umat Budha agar menjadi tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan mengangkat tema “Kekuatan Moral Membangun Kemuliaan Bangsa”, membawa pesan positif untuk meningkatkan kesadaran diri, mampu berpikir jernih, menjaga moralitas dalam berbagai situasi sehingga dapat berkontribusi pada terciptanya perdamaian, kemuliaan bagi bangsa dan negara.

“Akhir Kata, saya sekali lagi mengucapkan selamat merayakan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE / 2025 kepada seluruh umat Budha di Kaltara. Semoga perayaan ini menjadi momentum untuk membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia,” tutup Datu Iqro.

(dkisp)