Penuhi Hak Disabilitas, Pemprov Gelar Lokakarya Pelaksanaan Perda Kaltara Nomor 17 Tahun 2024

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Lokakarya Tindaklanjut Penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kaltara Nomor 17 Tahun 2024 Tentang Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Kegiatan Lokakarya yang digelar di Ruang Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara pada Selasa (26/8) tersebut, dibuka secara resmi oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si.

“Lokakarya ini merupakan bukti nyata bahwa perjuangan untuk menghadirkan keadilan bagi penyandang disabilitas adalah tanggung jawab bersama,” ucap Bustan membaca sambutan Gubernur Kaltara.

Bustan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berkomitmen dalam mewujudkan masyarakat Kaltara yang inklusif dan berkeadilan.

Dia menuturkan pada 29 Juli 2025 lalu sudah dilaksanakan Kick Off Penyusunan Rancangan Pergub terkait Disabilitas, memastikan Perda Nomor 17 Tahun 2024 tidak hanya sebagai teks hukum, melainkan hadir sebagai kebijakan yang hidup dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh penyandang disabilitas.

Pemerintah ingin memastikan Pergub disabilitas ini mampu memberikan jaminan perlindungan yang adil dan merata bagi penyandang disabilitas di semua aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, keagamaan, layanan publik hingga partisipasi sosial.

“Pergub disabilitas ini harus disusun dengan prinsip non diskriminasi, partisipatif dan berkeadilan, serta menjadi landasan kuat bagi pembangunan yang benar-benar inklusif,” tegasnya.

Jelas Bustan, mengenai tanggung jawab penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas tidak hanya berada di pundak pemerintah tetapi dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat dan masyarakat luas.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti hasil lokakarya ini dengan finalisasi Pergub dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas.

Lebih jauh, ia ingin memastikan bahwa semua regulasi ini harus berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di Katara.

“Mari kita buktikan bahwa Kalimantan Utara adalah provinsi yang ramah, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya tanpa terkecuali,” tutup Bustan.

(dkisp)

Gubernur Beri Jawaban Pandangan Umum Fraksi Atas Ranperda APBD Perubahan Kaltara 2025

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyampaikan jawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Provinsi Kaltara, Selasa (26/8).

Sidang Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Provinsi Kaltara H. Achmad Djufrie, SE., MM., didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara H. Muhammad Nasir, SE., MM merupakan rangkaian setelah penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi di hari yang sama.

Gubernur Zainal menuturkan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya bergantung pada retribusi dan pajak, tetapi mengedepankan pemberdayaan ekonomi rakyat dan sektor produktif berbasis UMKM, serta optimalisasi pengelolaan PAD secara efektif dan efisien.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tetap berkomitmen dalam pemenuhan belanja Mandatory Spending sesuai amanat Undang-Undang, pemenuhan belanja pendidikan 20 persen, pemenuhan belanja infrastruktur 40 persen, dan belanja pengawasan sebesar 0,9 persen,” kata Gubernur Zainal.

Pemprov Kaltara dinilai tanggap terhadap perubahan APBD dengan mengedepankan langkah yang tepat, hati-hati, dan berdasarkan alasan yang kuat. Untuk itu, pandangan ini sejalan dengan filosofi Pemprov Kaltara dalam merancang kebijakan keuangan.

Gubernur menegaskan Pemprov Kaltara sangat mendukung prinsip Spending Better atau belanja yang lebih baik yang tercermin dari penurunan total belanja sebesar 5,39 persen atau Rp480,10 miliar.

Terangnya, dukungan fraksi terhadap peningkatan alokasi belanja tidak terduga (BTT) dari Rp25 miliar menjadi Rp41,74 miliar. Pemprov Kaltara menunjukkan kesiapan dalam menghadapi ketidakpastian dan situasi darurat.

“Kami sepakat bahwa perubahan APBD ini akan tetap berpedoman pada tema kebijakan keuangan nasional akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta visi Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Zainal berharap sinergi yang telah dibangun dan terjalin dengan baik antara lembaga eksekutif dan legislatif dapat terus dijaga serta diperkuat.

“Mari kita bersama-sama melanjutkan pembahasan rancangan ini dengan semangat kebersamaan demi kemaslahatan seluruh rakyat Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)

Pj. Sekprov Pesan Purna Praja IPDN Serap Aspirasi Masyarakat Dan Berkontribusi Pembangunan Daerah

TANJUNG SELOR – Sebanyak 12 Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti acara Penyerahan Lulusan IPDN Angkatan ke-32 Beserta Dokumen Persyaratan Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025.

Acara Penyerahan Purna Praja IPDN dipimpin langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E, M.Si di Ruang Rapat Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lantai 4, Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (26/8).

Mewakili Gubernur Kaltara, Bustan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Purna Praja Angkatan 32 yang telah lulus dan telah melalui proses panjang yang tidak mudah.

Imbuhnya, ini bukanlah akhir perjuangan melainkan awal dari langkah perjuangan untuk terus belajar, berinovasi dan jangan pernah berhenti merasa puas.

“Implementasikan ilmu yang sudah diterima, jaga selalu etika dan integritas insyaallah karir kita akan terus berkembang,” kata Bustan.

Pj. Sekprov, Bustan berpesan agar Purna Praja yang akan disebar ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltara memiliki loyalitas tinggi untuk menyerap aspirasi masyarakat, serta berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya bekerja dengan baik, disiplin, serta membangun relasi yang positif dengan pegawai lain di lingkungan OPD maupun di tempat tugas masing-masing.

Di akhir sambutannya Bustan mengucapkan selamat bertugas kepada lulusan IPDN Angkatan ke-32 yang telah menyelesaikan masa pendidikan selama empat tahun.

“Selamat menjalankan tugas dan amanah, sukses selalu dimanapun berada, teruslah bekerja dengan baik, upgrade ilmu, paham dengan aturan dan regulasi di manapun kalian berada,” pesannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara, Yusuf Suardi, serta perwakilan dari BKPSDM kabupaten/kota se-Kaltara.

(dkisp)

Orasi Pemuda Lintas 6 Agama Dukung Forum Pelita Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN– Perbedaan tidak membuat perpecahan melainkan kesatuan yang menciptakan kedamaian, toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Oleh sebab itu, terbentuklah Forum Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Nunukan yang telah di kukuhkan oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri, SE bertempat di Ruang serbaguna lantai V kantor Bupati Nunukan pada Senin, 25/08/25.

Melalui forum PELITA ini diharapkan semakin memperkokoh nilai-nilai keagamaan dan toleransi di Kabupaten Nunukan.

Dalam Kesempatan tersebut perwakilan setiap agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu menyampaikan orasinya dalam mendukung terbentuknya forum PELITA di Kabupaten Nunukan.

Berikut orasi Pemuda lintas 6 Agama:

Pemuda Islam dengan penuh semangat ukhuwah mendukung hadirnya PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas agama.

Dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk hidup saling mengenal dan menghormati, sebagaimana firman Allah: “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal” (QS. Al-Hujurat:13).

Mari bersama-sama merawat persatuan, menebarkan rahmat, dan membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera dalam semangat kebhinnekaan.

Pemuda Kristen dengan penuh sukacita mendukung hadirnya PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas agama.

Sebagai murid Kristus, kami percaya bahwa menjaga persatuan dan merawat keberagaman adalah wujud nyata dari perintah Yesus: “Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yohanes 13:34).

Mari bersama-sama menjadi terang dunia (Matius 5:14), menebarkan kasih, dan membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera dalam semangat kebhinnekaan.

Pemuda Katolik berdiri teguh mendukung PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas iman.

Bagi Pemuda Katolik, menjaga persatuan dan merawat kebersamaan adalah wujud nyata dari panggilan iman untuk hidup dalam kasih, sebagaimana diajarkan Kristus: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39).

Mari bersama-sama membangun semangat Fratelli Tutti — semua bersaudara — demi Indonesia yang penuh cinta kasih, damai, rukun, dan sejahtera.

Pemuda Buddha, dengan penuh welas asih, mendukung hadirnya PELITA sebagai cahaya persaudaraan lintas agama.

Sejalan dengan ajaran Metta (cinta kasih) dan Karuna (kasih sayang), kami meyakini bahwa kebersamaan dalam perbedaan adalah jalan menuju kedamaian sejati.

Mari bersama menjaga persatuan, menebarkan kebaikan, dan menerangi Nusantara dengan cahaya kebhinnekaan demi Indonesia yang damai dan sejahtera.

Pemuda Hindu memberikan dukungan penuh kepada PELITA sebagai wadah pemersatu lintas iman.

Dalam semangat luhur Tat Twam Asi — “Aku adalah engkau, engkau adalah aku” — kami meyakini bahwa persaudaraan sejati hanya dapat lahir dari sikap saling menghormati, mengasihi, dan menjaga harmoni.

Mari bersama-sama merawat Bhinneka Tunggal Ika, menjaga persatuan, serta membangun Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera bagi semua.

Pemuda Konghucu berdiri teguh mendukung PELITA sebagai wadah persaudaraan lintas iman.

Bagi kami, menjaga persatuan bangsa adalah wujud nyata dari ajaran luhur Rén (kemanusiaan) dan Yi (kebenaran).

Mari bersama-sama menjadi cahaya yang menerangi bangsa, menguatkan toleransi, serta merawat kebhinnekaan demi terwujudnya Indonesia yang damai, rukun, dan sejahtera.

Meri

Hari Pramuka ke-64, Rahmawati Zainal Dorong Generasi Muda Menjadi Calon Pemimpin Bangsa

NUNUKAN – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal S.H., menutup resmi rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-64 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Sabtu (23/8).

Pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 berlangsung khidmat itu, turut hadir Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwartir Cabang Nunukan.

Dalam amanat tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso yang dibacakannya, Rahmawati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Pramuka di Indonesia.

Rahmawati menyebutkan tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” sesuai dengan pesan Ketua Kwarnas yakni menitikberatkan pentingnya berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan,” ucap Rahmawati.

Selanjutnya, Rahmawati juga menyoroti kontribusi nyata peran Pramuka yang ikut terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu saat bencana alam, mengatur kelancaran arus mudik, hingga aksi peduli lingkungan.

Untuk itu, ia menekankan Pramuka bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan organisasi pendidikan non formal yang memiliki peran besar dalam membina karakter anak muda.

Rahmawati menuturkan melalui penguatan spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik, hingga keterampilan hidup, para anggota Pramuka dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan.

Menitipkan pesan Ketua Kwarnas, pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital saat ini, serta diharapkan Pramuka bisa lebih aktif menyebarkan konten positif di media sosial, sekaligus ikut menangkal hoaks dan informasi palsu.

“Anak-anak Pramuka sekarang harus melek digital, kita dorong mereka untuk aktif di media sosial, tapi dengan cara yang mendidik dan membangun. Bukan sekadar ikut-ikutan tren,” jelas Rahmawati.

Tak hanya itu, Gerakan Pramuka diarahkan mendukung ketahanan pangan nasional melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Food and Agriculture Organization (FAO).

Gebyar Hari Pramuka dihadiri ratusan anggota Pramuka dari Kabupaten/Kota se-Kaltara, juga 3 orang perwakilan dari negeri jiran Malaysia yang turut ambil bagian menampilkan kreativitas, kedisiplinan, dan kekompakan anggota Pramuka.

Upacara Hari Pramuka ke-64 kali ini juga dirangkaikan dengan Penutupan Perkemahan Penegak Pandega Aksi Ceria (PEACE) VIII Gerakan Pramuka Nunukan tahun 2025 dan Pembukaan Pesta Siaga.

Kemudian dilakukan penyematan Tanda Penghargaan Pramuka kepada sejumlah Pembina Pramuka dan penyerahan simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA).

(dkisp)