
Muamar Kadafi, S.M. (Kepala sekolah SD 001 Muhammadiyah Nunukan)
NUNUKAN, 30 Mei 2026 – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SD Muhammadiyah 001 Nunukan Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Sabtu (30/5/2026). Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar setelah menempuh proses pembelajaran selama enam tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SD Muhammadiyah 001 Nunukan, Muamar Kadafi, S.M., menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berfokus pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik.
“Di SD Muhammadiyah 001 Nunukan, ada tiga hal yang menjadi output ataupun yang ingin dicapai. Yang pertama adalah kecerdasan intelektual, yaitu akademiknya. Maka mulai dari kelas 1 guru-guru fokus pada pembiasaan yang mengarah kepada tujuan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan kepada siswa sejak kelas satu dirancang untuk membentuk pribadi yang seimbang antara kemampuan berpikir, akhlak, dan keimanan.
”Yang kedua terkait akhlaknya, yaitu moralitas. Jadi tidak hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga moralitas, bagaimana adab dan sopan santunnya. Kemudian yang ketiga adalah spiritualitas yang berkaitan dengan ibadah, seperti pembiasaan tahfiz, salat dhuha, dan pembelajaran Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai pembiasaan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan selama enam tahun masa pendidikan siswa di SD Muhammadiyah 001 Nunukan.
Selain pembentukan karakter, sekolah juga aktif mendorong peserta didik untuk berprestasi melalui berbagai ajang kompetisi.
”Siswa-siswi SD Muhammadiyah juga sering mengikuti lomba olimpiade yang diadakan baik di tingkat lokal maupun provinsi. Di internal Muhammadiyah juga banyak olimpiade yang diikuti oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, dan siswa-siswi kami turut berpartisipasi di dalamnya,” katanya.
Dalam proses pembelajaran, SD Muhammadiyah 001 Nunukan menerapkan integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama melalui kurikulum ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) serta kurikulum nasional.
”Di kami ada dua kurikulum, yaitu kurikulum ISMUBA dan kurikulum umum. Integrasi yang dilakukan berupa pendekatan langsung melalui pembiasaan. Jadi nilai-nilai keislaman yang dipelajari tidak hanya menjadi teori, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak,” tuturnya.

Pada momen pelepasan siswa-siswi tahun 2026 ini, Muamar Kadafi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SD Muhammadiyah 001 Nunukan.
”Kami berharap orang tua terus tanpa mengenal lelah memfasilitasi anak-anaknya, terutama dalam hal pendidikan. Dalam menuntut ilmu tentu ada yang harus dikorbankan oleh orang tua, selain waktu juga materi. Karena itu, pendampingan dan dukungan dari orang tua sangat penting bagi keberhasilan pendidikan anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan dukungan sesuai bakat dan potensinya.
”Setiap anak istimewa berdasarkan bakatnya masing-masing. Ada yang unggul secara intelektual, ada yang unggul dalam moralitas dan adab, ada pula yang menonjol dalam spiritualitasnya. Tugas orang tua adalah mengapresiasi dan memfasilitasi potensi tersebut,” katanya.
Kepada para siswa yang dilepas pada hari itu, Muamar Kadafi berpesan agar terus semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menjaga nama baik sekolah dan Muhammadiyah.
”Kami berharap siswa-siswi yang lulus hari ini terus giat menuntut ilmu, menjaga nama baik persyarikatan Muhammadiyah dan nama baik SD Muhammadiyah sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Di mana pun mereka berada, tetaplah menjaga kualitas diri dan nilai-nilai keislaman yang telah didapatkan selama belajar di sekolah ini,” pungkasnya.
Acara pelepasan siswa-siswi kelas VI SD Muhammadiyah 001 Nunukan Tahun Ajaran 2025/2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan dasar para siswa sekaligus awal langkah mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan bekal ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan sekolah.
*Bensyam/admin
