Terapkan Metode Tanam Langsung, PMAS Bidik Hasil Panen Naik Hingga 10 Ton per Hektar

IMG-20260923-WA0016

NUNUKAN — Program strategis Kementerian Pertanian bernama PMAS (Pertanian Modern Agriculture Advance System) mulai didampingkan kepada para petani di wilayah Nunukan Selatan. Program ini digalakkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bahkan dari lahan yang relatif sempit sekalipun.

Ketua Perhiptani Nunukan Selatan, Asry Asis, menjelaskan bahwa PMAS dikenal luas di Sulawesi dengan sistem tanam langsung — benih yang sudah direndam dan mulai berkecimah ditanam langsung ke lahan, tanpa melalui tahap pembibitan terpisah. Metode ini dinilai mampu melonjakkan hasil panen, dari rata-rata 5 ton menjadi hingga 10 ton per hektar.

Kunci keberhasilan PMAS meliputi jarak tanam yang lebih rapat, pemberian pupuk yang disesuaikan dan ditingkatkan, serta pengutamaan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik ini juga sudah masuk dalam daftar bantuan bersubsidi melalui penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga petani dapat memperolehnya.

“Produksi pupuk organik di daerah kita sebenarnya masih kurang, jadi melalui RDKK kami pastikan kebutuhan ini terpenuhi agar program berjalan efektif,” ujar Asry dalam wawancaranya, Rabu (23/9/2026).

Terkait ketersediaan, Asry memastikan pasokan pupuk subsidi di Kabupaten Nunukan berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan. Petani dapat mengambil sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Pupuk subsidi tersedia untuk 10 komoditi yang terbagi dalam tiga sektor:
1.Sektor Tanaman Pangan: padi sawah/padi gogo, jagung, kedelai, dan ubi kayu.
2.Sektor Hortikultura: cabai, bawang merah, serta bawang putih.
3.Sektor Perkebunan: kopi, tebu rakyat, dan kakao.

Seluruh petani yang membudidayakan komoditi tersebut berhak memperoleh akses pupuk bersubsidi. Dengan dukungan ini, diharapkan program PMAS dapat berjalan baik dan kesejahteraan petani Nunukan semakin meningkat.

Padli/admin