Teknologi Pertanian Baru Diterapkan di Nunukan, Produktivitas Padi Ditarget Naik Hingga 10 Ton/Hektar

IMG-20260923-WA0012

NUNUKAN — Badan Riset dan Pengembangan Pertanian (BRMP) Kalimantan Utara menggelar kegiatan pendampingan program strategis Kementerian Pertanian tahun 2026 di Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk mendongkrak hasil panen serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Kepala BRMP Kalimantan Utara, Didik Raharjo, menjelaskan ada tiga fokus utama yang dijalankan: memperluas areal tanam padi, mengawasi penyaluran Bantuan Pemerintah (Banper), serta menerapkan metode pertanian modern bernama Advanced Agriculture System.

Metode baru ini memadukan teknologi budidaya padi hasil riset Kementerian Pertanian dengan pola pertanian yang dikembangkan di Arkansas, Amerika Serikat. Targetnya, produktivitas padi nasional naik dari rata-rata 5,2 ton menjadi 10 ton per hektar.

“Presiden Prabowo menargetkan swasembada pangan yang direncanakan dalam 4 tahun, ternyata sudah tercapai dalam 1 tahun. Tugas kita sekarang adalah mempertahankan dan terus meningkatkan pencapaian itu,” ujar Didik Raharjo.

Pemilihan varietas padi pun disesuaikan dengan karakteristik lahan masing-masing daerah. Untuk lahan sawah umum digunakan Inpari 32, Inpari 45 dan jenis lainnya. Lahan tergenang atau berkadar garam tinggi menggunakan varietas khusus yang tahan kondisi ekstrem. Sementara di wilayah Krayan, diutamakan padi gogo yang kini mampu menghasilkan 4–5 ton per hektar ke atas dengan pengelolaan yang tepat.

Saat ini rata-rata produktivitas padi di Kalimantan Utara masih sekitar 3,3 ton per hektar. Dengan penerapan teknologi baru, ditargetkan naik hampir dua kali lipat, minimal melampaui 5 ton per hektar. Jika tercapai, Kabupaten Nunukan tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga berpotensi membantu kebutuhan daerah lain di provinsi ini.

“Kami baru bertugas kurang dari setahun di sini. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami bertekad memajukan pertanian Kalimantan Utara agar setara dengan daerah lain di Indonesia”, pungkasnya.

Padli/admin