87 ASN Ikuti MTQ Korpri Kaltara 2026, Siapkan Kafilah Terbaik ke Tingkat Nasional
TANJUNG SELOR – Sebanyak 87 aparatur sipil negara (ASN) dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter ASN sekaligus seleksi untuk menentukan kafilah terbaik yang akan mewakili Kaltara pada MTQ Korpri Tingkat Nasional.
MTQ Korpri yang dibuka secara daring pada Senin (13/7) tersebut diresmikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mewakili Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum.
Dalam sambutannya, Sekprov Denny menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengurus Korpri Kaltara, panitia pelaksana, dewan hakim, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sekprov menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual sumber daya manusianya.
“MTQ Korpri merupakan komitmen pemerintah dalam membina ASN agar tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat. Kompetensi harus berjalan seiring dengan integritas, etika, kejujuran, dan disiplin,” ujar Denny.
Ia menambahkan, tantangan birokrasi yang semakin kompleks menuntut ASN memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti amanah, keadilan, dan tanggung jawab dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di kalangan anggota Korpri se-Kaltara, MTQ ini juga menjadi ajang penjaringan peserta terbaik yang akan dipersiapkan sebagai Kafilah Provinsi Kaltara pada MTQ Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Di akhir sambutannya, Denny mengajak seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Ia juga berharap dewan hakim memberikan penilaian secara objektif, profesional, dan berintegritas sehingga mampu melahirkan wakil terbaik bagi Kaltara.
(dkisp)
