Setelah 27 Tahun, Nunukan Gelar Pelatihan Pramuwisata Berstandar Internasional
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mulai memperkuat sektor pariwisata dengan memberikan pelatihan kepada calon pramuwisata atau pemandu wisata, Selasa (3/11/2026).
Kepala Disbudporapar Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Bahkan, menurutnya, kesempatan pelatihan seperti ini menjadi yang pertama setelah 27 tahun Kabupaten Nunukan berdiri.
“Ini menjadi yang pertama setelah 27 tahun Kabupaten Nunukan berdiri,” ujar Sura’i.
Sebanyak 15 peserta dari wilayah Pulau Nunukan dan Sebatik mengikuti pelatihan yang menghadirkan tenaga ahli dari lembaga sertifikasi asal Balikpapan.
Pelatihan ini diarahkan untuk menghasilkan pramuwisata yang memiliki sertifikat berstandar internasional. Para peserta diharapkan mampu memberikan pelayanan profesional kepada wisatawan, mulai dari informasi destinasi, keamanan, hingga kenyamanan selama berkunjung.
“Pelatihan ini diarahkan untuk menghasilkan pramuwisata yang memiliki sertifikat berstandar internasional,” katanya.
Sura’i menjelaskan, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga kualitas pelayanan, transportasi, hotel, dan rumah makan.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga kualitas pelayanan, transportasi, hotel, dan rumah makan,” tuturnya.
Menurutnya, sektor pariwisata dan jasa memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Terlebih, Nunukan merupakan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang menjadi salah satu wajah NKRI. Karena itu, pelayanan kepada wisatawan, termasuk pengunjung dari Malaysia, perlu terus ditingkatkan agar mereka tertarik untuk kembali berkunjung.
“Nunukan merupakan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang menjadi salah satu wajah NKRI. Pelayanan kepada wisatawan harus terus ditingkatkan agar mereka tertarik untuk kembali berkunjung,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya dan segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lapangan.
Selain itu, para peserta diharapkan dapat mengajak masyarakat sekitar serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bersama-sama mengembangkan destinasi wisata di daerah masing-masing.
Dengan peningkatan kualitas pramuwisata dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Nunukan berharap potensi wisata daerah semakin dikenal, baik oleh wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
Padli/admin
