Sensus Ekonomi 2026: BPS Kabupaten Nunukan Terapkan Metode Baru “Ngibar” Demi Data Lebih Akurat

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di ruang pertemuan lantai 5, yang dihadiri oleh para pelaku usaha besar dan menengah dari berbagai wilayah, termasuk Nunukan dan Sebatik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi di daerah, dengan inovasi metode baru yang disebut “Ngibar” atau Mengisi Bareng.

Dalam wawancaranya, Dr. Iskandar Ahmadi menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus menyasar pelaku usaha skala besar dan menengah. Berbeda dengan pendataan biasa, metode Ngibar mengundang pelaku usaha hadir langsung untuk mengisi kuesioner dengan didampingi petugas BPS. “Tujuannya agar jika ada pertanyaan yang sulit dijawab, petugas kami langsung mendampingi. Kuesionernya pun hanya terdiri dari 23 pertanyaan, sehingga prosesnya cepat, cukup 30 hingga 60 menit saja,” ujarnya. Metode ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih presisi dan berkualitas tinggi.

Sebanyak 200 lebih pelaku usaha telah diundang, dan sekitar 20 hingga 30 persen di antaranya telah hadir berpartisipasi dalam tahap awal ini. Sementara itu, jadwal pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap: pendataan usaha besar dan menengah dimulai pada Mei, sedangkan pendataan usaha mikro dan kecil akan dimulai pada 16 Juni mendatang. Untuk usaha mikro dan kecil, petugas akan mendatangi langsung rumah atau lokasi usaha warga, dan setiap lokasi yang telah didata akan ditempeli stiker tanda telah disensus.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansah, AP, yang mewakili Bupati Nunukan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar rutinitas nasional, melainkan fondasi utama bagi penyusunan kebijakan daerah.

“Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai struktur dan potret ekonomi Kabupaten Nunukan. Data yang terhimpun akan menjadi bahan dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ke depannya. Oleh karena itu, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat memberikan data yang lengkap dan akurat, agar gambaran ekonomi Nunukan terlihat jelas dan tepat sasaran,” ungkap Juni Mardiansah.

Data hasil sensus ini nantinya tidak hanya mencatat aspek ekonomi, tetapi juga data sosial ekonomi masyarakat, sehingga menjadi rujukan lengkap bagi pemerintah dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah ke depan.

(Padli)