Resmikan Gedung Baru SMA Negeri 3 Nunukan, Gubernur Kaltara Harap Fasilitas Terawat Demi Kenyamanan Belajar

NUNUKAN – Sebuah babak baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan dimulai hari ini, Senin(25/05/2026).Gedung baru Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 3 Nunukan resmi dioperasikan bersamaan dengan peresmian fasilitas pendidikan lainnya, mencakup SMA Negeri 1 Semanggaris, serta sejumlah sarana prasarana pendukung bagi SMK dan SLB se-kabupaten ini.

Peresmian ini menandai berakhirnya masa keterbatasan ruang belajar yang selama ini harus ditempuh para siswa dengan menumpang di lokasi sekolah lain.

Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang meresmikan langsung gedung tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran fasilitas baru ini. Menurutnya, keberadaan gedung ini adalah jawaban atas kebutuhan ruang belajar yang layak bagi generasi muda Nunukan.

“Kita bersyukur hari ini dapat meresmikan gedung baru untuk anak-anak kita yang selama ini harus menumpang di sekolah lain. Kini, SMA Negeri 3 Nunukan telah memiliki rumah sendiri. Saya meminta seluruh warga sekolah untuk senantiasa menjaga dan merawat gedung ini, agar suasana belajar selalu terasa nyaman, baik, dan bersih,” tegas Gubernur Zainal usai acara.

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Ia mengungkapkan, total alokasi anggaran yang disalurkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Nunukan mencapai Rp24 miliar, angka yang dinilainya sangat luar biasa dan melebihi total aset sarana prasarana yang selama ini dikelola Dinas Pendidikan setempat.

“Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Nunukan mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Angka Rp24 miliar ini adalah bukti nyata perhatian besar terhadap dunia pendidikan kita. Harapan kami, dengan fasilitas yang semakin memadai ini, angka partisipasi pendidikan yang saat ini berada di angka 68% dapat terus meningkat setiap tahunnya. Mari kita rawat apa yang telah diberikan ini sebaik-baiknya,” ujar Hermanus penuh harap.

Bagi SMA Negeri 3 Nunukan sendiri, kehadiran gedung baru ini adalah momen yang sangat dinanti. Kepala Sekolah, Ibu Hidayati, S.Pd., menceritakan perjuangan sekolahnya yang telah berdiri selama tiga tahun namun harus berbagi tempat belajar dengan sekolah dasar di lokasi berbeda. Selama itu, kegiatan belajar mengajar pun terpaksa dilaksanakan pada siang hingga sore hari karena pagi harinya digunakan oleh sekolah dasar tersebut. Bahkan, angkatan pertama lulusan sekolah ini tidak sempat menikmati gedung baru yang kini berdiri megah.

“Kami sudah meluluskan satu angkatan, tapi mereka belum sempat merasakan belajar di gedung sendiri. Hari ini adalah momen bersejarah. Meski sudah diresmikan, kami baru akan mulai menempati gedung ini sepenuhnya pada awal Juni mendatang, setelah menyelesaikan ujian akhir semester genap di lokasi lama sekaligus mempersiapkan penerimaan siswa baru di sini,”ungkap Ibu Hidayati dengan mata berbinar.

Meski gedung baru sudah ada, Ibu Hidayati mengakui kapasitas ruang kelas saat ini masih belum sepenuhnya mencukupi untuk menampung seluruh siswa di tahun ajaran baru yang akan datang. Sekolah yang saat ini memiliki 8 rombongan belajar dengan jumlah siswa mencapai 305 orang dan didukung 19 tenaga pengajar serta 5 staf tata usaha ini, akhirnya menerapkan sistem belajar pagi dan sore untuk mengakomodasi jumlah siswa yang terus bertambah.

(Padli)