NUNUKAN – Personel Polsek Sebatik Barat bersama petugas penyuluh pertanian melaksanakan monitoring lahan jagung ketahanan pangan di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat.
Kegiatan monitoring dilakukan di lahan pertanian yang berada di Jalan Kampung Tellang RT 05 Desa Binalawan dengan melibatkan Koordinator Penyuluh Pertanian Wilker Sebatik Barat Sri Wahyuni, S.Pt., M.Ap., Bhabinkamtibmas Desa Binalawan Brigpol Wahyu R, serta staf PPL Sebatik Barat Ardiana.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung pada penanaman pertama mengalami pertumbuhan kurang maksimal akibat faktor kekeringan. Sebagian besar tanaman terlihat mengering sehingga berpotensi mengalami gagal panen.
Sementara itu, pada penanaman lanjutan ditemukan adanya serangan hama ulat yang berdampak terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Petugas mencatat sebagian besar tanaman terdampak hama, sedangkan sisanya masih dalam tahap perawatan dan pencegahan agar tidak mengalami kerusakan lebih luas.
Lahan ketahanan pangan yang dimonitor memiliki luas sekitar 0,5 hektare dengan menggunakan bibit jagung hibrida merk Hebat jenis ASA pada penanaman Kuartal I Tahun Anggaran 2026.
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, personel bersama petugas penyuluh pertanian juga berkoordinasi terkait langkah penanganan terhadap serangan hama ulat. Dalam waktu dekat, Tim dari Dinas Pertanian Kabupaten direncanakan akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap lahan yang terdampak.
Kapolsek Sebatik Barat IPTU Erikson Ricardo Marpaung, S.H., menyampaikan bahwa monitoring tersebut merupakan bentuk pendampingan serta dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sebatik Barat.
“Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan kondisi tanaman dapat terus dipantau dan mendapatkan penanganan yang tepat bersama instansi terkait sehingga lahan pertanian masyarakat tetap produktif,” ujarnya.
(*)
