Pemerintah Nunukan Lakukan Sosisalisasi Bersama Konsulat RI Tawau Tentang Zonasi Wilayah Perbatasan

Nunukan, Berandankrinews.com– Pasca kejadian Penangkapan Pembudidaya Rumput Laut Nunukan oleh Pihak keamanan Malaysia di perairan Perbatasan Indonesia – Malaysia yang terjadi beberapa waktu yang lalu, sehingga menjadi perhatian khusus bagi Dinas Perikanan Nunukan untuk menyelesaikan persoalan Zonasi di wilayah perairan perbatasan Indonesia – Malaysia.

Melalui Dinas Perikanan Nunukan bekerjasama dengan Kelurahan Nunukan Utara mengelar Sosialisasi dan Penyuluhan Petani Rumput Laut dan Nelayan Kabupaten Nunukan Tentang Tata Ruang Zonasi di Wilayah Perairan Perbatasan Indonesia – Malaysia di Aula Pertemua Kantor Kelurahan Nunukan Utara pada Jumat, (1/2/18) Kemarin.

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Utara yang di wakilkan Kepala Seksi Pengelolaan Hasil Laut Muh. Husni mengatakan ” pada tahun 2018 yang lalu sudah di terbitkan Perdagub akan tata ruang Zonasi Petani pembudidaya Rumput laut dan Nelayan sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Semoga adanya Tata Ruang Zonasi Petani Pembudidaya Rumput Laut dan Nelayan kedepannya, keamanan laut lebih baik lagi bagi Pembudidaya Rumput Laut di Nunukan,”Bebernya.

Komandan Satgas Mabes Polri di wakili Wadan Satgas Letkol Anwar pada kesempatan itu juga menyampaikam “kehadiran saya disini karena kejadian penangkapan Petani pembudidaya rumput laut di Nunukan beberapa waktu yang lalu, maka kami hadir untuk membantu. Kejadian ini sudah masuk di Rapinas TNI Polri, Kami juga sudah mendapat informasi sudah adanya Perdagub akan Ruang Zonasi Petani Rumput laut, jadi pihak-pihak yang terkait bisa melaksanakan patroli dan menjaga keamanan serta kenyamanan bagi Petani Pembudidaya Rumput laut di Nunukan.

Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini tidak ada lagi kejadian-kejadian seperti kemarin.

“Kita juga berharap seluruh petani agar dapat mengikuti aturan yang sudah di tentukan jika tidak kami akan tindak tegas sesuai aturan dan undang-undang,” Kata Anwar.

Turut Hadir perwakilan Konsulat RI Tawau, Kompol Ahmad Fadilan pada kesempatan itu menyampaikam pesan Kepada seluruh Masyarakat Indonesia khusunya di Nunukan agar tidak melakukan kegiatan Rumput lagi di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

Menurutnya kegiatan yang dilakukan diperbatasan itu melanggar Hukum, Jka ingin melakukan kegiatan di perairan perbatasan agar kiranya melengkapi dokumen-dokumennya. karena kejadian yang terjadi kemarin itu menjadikan pelajaran bagi petani rumput laut indonesia khususnya Nunukan.

Kami sampaikan per tanggal 21 Januari 2019 kemarin Kerajaan malaysia sudah mencabut permit/ ijin pengelolaan Rumput laut di Nunukan – Tawau, jadi jangan lagi ada kegiatan Rumput Laut di sana, ungkap Ahmad Fadilan.

Kegiatan Sosialisai dan Penyuluhan tersebut turut dihadiri Ditjen PSDKP, Dinas Perikanan Provinsi Kaltara, Dinas Perikanan, Bagian Pemerintahan, Bagian Perbatasan, Camat Nunukan, Dandim 0911 Nunukan, Kapolsek KSKP Nunukan, Basarnas Nunukan, KPLP Nunukan, Konsulat RI di Tawau, Toko Masyarakat, LSM dan para Petani Rumput laut serta Nelayan yang pernah diamankan di perairan Indonesia – Malaysia. (***)

Warga Lancang Bersatu Kerja Bakti Bersihkan Sungai

Nunukan, Berandankrinews.com–Puluhan warga RT. 05 Melaksanakan kerja bakti pembersihan sungai pangkalan di wilayah RT. 05 kelurahan Tanjung T
Harapan Kecamatan Nunukan, Jumat (1/2/19) Kemarin.

Kegiatan tersebut dibantu langsung Babinsa Sertu Rudianto dan Babinkamtibmas Brigpol Riswan, dan warga RT 08.

Salah satunya kegiatan tersebut menebang pohon serta mengali pinggiran sungai dengan alat seadanya dilakukan bersama-masyarakat Lancang, guna untuk keamanan bersama karena masyarakat setempat selalu melihat buaya berkeliaran disungai tersebut.

Selain itu sudah ada yang memakan korban disungai itu pada tahun 2018 lalu.

Ketua RT. 05 Ahmad Kahirul mengatakan, ini merupakan kerja bakti perdana yang saya lakukan bersama warga karena baru terpilih seminggu lalu.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan karena sungai tersebut merupakan jalur para petani rumput laut yang berada diwilayahnya untuk menuju laut.

“Ini kan jalur para petani rumput laut untuk melintas, kita bersihkan seperti pohon yang menutup jalur dan pandangan, biar lebih aman kita tebang semua pohon yang menutup pandangan tersebut,” Kata Ahmad.

Tambahnya, kita juga lakukan normalisasi sungai karena disitu ada buaya yang bersarang, jadi kita gali lubangnya biar buaya tersebut pindah, karena kita tidak ingin ada kejadian seperti tahun lalu, warga kita diseret buaya hingga meninggal.

Katanya, kita lakukan ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap alam dan juga ke masyarakat biar lebih nyaman bekerja.

Curi Laptop, Pelaku Curat di Ringkus Polisi

Nunukan, Berandankrinews.com–Satreskrim Polres Nunukan Amankan Pria bernama Herman (39) lantaran melakukan curat di rumah kost warga di Jl. Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasubag Humas Iptu Muhammda Karyadi dinunukan mengatakan, Pelaku Saat melakukan aksi pencurian disiang hari pada Hari selasa 29 Januari 2019 sekitar pukul 12.00 wita.

Salah satu rumah kost yang menjadi target pelaku dalam keadaan kosong, pelaku masuk kedalam kamar kost korban dengan keadaan tidak terkunci, beber Karyadi.

“Barang berharga milik korban berupa 1 unit netbook merk Acer 11″, 1 buah charger dan 1 buah modem warna hitam raib dibawa kabur pelaku,” Ungkap Karyadi, Jumat (1/2/19).

Herman yang merupakan warga Jl. Pembangunan ini kita amankan bersama barang bukti, pada hari Kamis 31 Januari 2019 di Jl. Sanusi blok 3, Kelurahan Nunukan Barat.

“Pelaku kita sudah amankanl bersama barang bukti di Mako polres Nunukan, menurut keterangan pelaku barang buktinya ini rencananya akan dijual,” Terang Karyadi.

Gubernur Minta Potensi Perikanan Lebih Dimaksimalkan

TANJUNG SELOR – Berandankri news.com – Salah satu sektor investasi yang berpeluang tumbuh baik di Kalimantan Utara (Kaltara), adalah perikanan dan kelautan. Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara, potensi sumber daya perikanan dan kelautan melingkupi beberapa sub sektor. Yakni, rumput laut, pertambakan, dengan berbagai komoditi perikanan yang ada,jum,at (01/02/19)

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, potensi perikanan yang tahun sebelumnya menyumbang nilai ekspor terbesar dari Kaltara seharusnya bisa lebih ditingkatkan lagi. Untuk itu, perlu ada pengelolaan yang lebih maksimal.

Sesuai data yang dilaporkan DKP Kaltara, kata Gubernur, potensi rumput laut di provinsi perbatasan ini diprediksi mencapai 256.900,5 ton. Potensi lain, lanjut Irianto yang didampingi Kepala DKP Kaltara H Amir Bakry, adalah pertambakan, yang tercatat mencapai luasan 129.080,10 hektare. Adapula potensi mangrove yang mencapai luasan 180.981,7 hektare. Kemudian garis pantai sepanjang 3.557,66 kilometer, serta terumbu karang mencapai 141,16 hektare dan laut (batas 12 mil) yang luasnya mencapai 731.642,77 hektare.

Dikatakan Gubernur, untuk garis pantai terpanjang berada di Kabupaten Bulungan. Panjangnya mencapai 2.056,39 kilometer. Lalu, Tana Tidung sepanjang 850,98 kilometer, Nunukan 547,69 kilometer, dan Kota Tarakan 102,6 kilometer. “Potensi garis pantai ini, dapat dimanfaatkan untuk beragam hal terkait perikanan dan kelautan. Salah satunya, pariwisata, pengembangan industri perikanan, dan lainnya,” kata Irianto. Sekaitan dengan pengembangan produktivitas sektor perikanan dan kelautan tersebut, Kaltara memiliki luasan tutupan mangrove. ( humas )

H.Suriansyah Hadiri Natal Bersama

H.Suriansyah saat hadir di perayaan natal bersama


TANJUNG SELOR – Berandankri news.com – H Suriansyah mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri Perayaan Natal Bersama TNI-Polri, PDKU dan Umat Nasrani Provinsi Kaltara, Rabu (30/1/19) malam.

Hadiri Natal Bersama, Sekprov Sampaikan Pesan Kedamaian

Natal adalah tentang sukacita dan damai. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang didiami berbagai suku dan agama juga diharapkan menjadi Daerah yang damai. Pesan ini disampaikan oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H Suriansyah, yang mewakili Gubernur Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri perayaan Natal Bersama TNI-Polri, Persekutuan Dayak Kalimantan Utara (PDKU) dan umat Nasrani Provinsi Kaltara di Gedung Pasparawi Tanjung Selor,

“Sebagai bagian dari NKRI dan memiliki kewajiban yang sama untuk Memelihara persatuan dan kesatuan, kita tidak boleh menganut paham Kesukuan/kedaerahan. Karena kita semua memiliki tugas dan tanggung Jawab yang sama untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian,” Ujarnya.

Dengan adanya damai, upaya menyejahterakan masyarakat dapat Terwujud. Untuk itu, menurut Sekprov, diperlukan peran dari TNI-Polri Dan masyarakat, khususnya masyarakat Dayak untuk menunjukkan Kualitasnya dalam upaya membangun masyarakat Kaltara.

Kegiatan natal bersama kemarin malam dihadiri umat kristiani dari Berbagai daerah di Kaltara. Acara menghadirkan artis Judika untuk Menghibur dengan lagu-lagu rohani, serta Pdt. Gilbert Lumoindong yang Menyampaikan pesan natal kepada ribuan umat Nasrani yang hadir. (humas)