TANJUNG SELOR – Di tengah upaya mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat
TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara,
Maros, Berandankrinews.com–Kodim 1422/Maros Laksanakan penyuluhan Pertanian kepada Masyarakat Desa Bontomatinggi di Aula Kantor Desa Bontomatinggi Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (17/3/19).
Kegiatan TMMD merupakan kegiatan fisik dan non fisik yang bertujuan untuk meningkatkan Kesejahteraan masyarakat dan Kemanunggalan TNI-Rakyat desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manai melalui kegiatan pembangunan infrastruktur Jalan dan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Adapun Penyuluh pertanian yang didatangkan langsung dari dinas pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Ir. M Nurdin M.si menghimbau agar masyarakat memperbanyak kegiatan penanaman tanaman keras hortikultura dengan jenis rambutan, durian, dan langsat dan tanaman lainnya, Hal ini dikarenakan desa-desa tompobulu daerah ketinggian yang menjadi penyangga atau reservoir untuk daerah aliran Sungai Maros.
M. Nurdin juga menghimbau agar kepala desa bontomatinggi segera mengajukan permohonan bibit tanaman tersebut untuk diberikan kepada masyarakat.
Dalam setiap kegiatan pertanian TNI Kodim akan melakukan pengawalan dalam rangka upsus pertanian untuk peningkatan produksi pangan di kabupaten Maros.
Dalam kegiatan ini warga yang hadir sangat menginginkan segera disalurkan bibit tanaman hortikultura tersebut mengingat saat ini masih musim hujan.
Hadir pada kegiatan tersebut: Kadis Pertanian Ir. M Nurdin M.si, Kabid Tanaman Pangan Hamril S.Hut, MP, KCD BPP Tompobulu Alim Bahri, Pasi Ter 1422 Kapten Czi M Ilyas, Kepala Desa Bontomatinggi, Khaerul, Para Kepala Dusun Desa Bontomatinggi Para kelompok Tani serta Masyarakat. (Irwan N Raju)
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama tim NDRC RRT usai pertemuan di Aula Gedung GADIS Pemprov Kaltara, Sabtu (16/3) sore
TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan agar para investor yang akan berinvestasi di Provinsi ini, lebih mengutamakan tenaga kerja. Meski tentunya dengan tetap melihat kriteria yang dibutuhkan.
Demikian
ditegaskan Irianto, menyusul semakin dekatnya realisasi investasi di Kaltara.
Utamanya terkait dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA), serta beberapa investasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional
(KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.
“Saya
selaku gubernur, meminta kepada para investor, untuk mengutamakan tenaga kerja
lokal. Tentunya yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia dan juga kriteria
yang diminta oleh perusahaan,” kata Gubernur usai menerima kunjungan delegasi
dari China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
di Gedung Gabungan Dinas Pemprov Kaltara, Sabtu (16/03).
Untuk
memenuhi kriteria dan persyaratan-persyaratan tersebut, Gubernur mengatakan,
Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan pusat melalui kementerian terkait
berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten. Yaitu dengan memberikan
pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara simultan.
“Kita
sudah membuat pelatihan untuk tenaga kerja di bidang konstruksi, yang
dilanjutkan dengan sertifikasi. Kita juga akan memberikan pelatihan di
bidang-bidang lain,” lanjutnya. Para investor, kata Irianto, pada dasarnya setuju, namun tetap harus ada
kualifikasi. “Khusus tenaga ahli, mungkin mereka tetap mendatangkan tenaga
kerja Indonesia atau bahkan asing. Tapi jumlahnya juga tetap harus proporsional,”
lanjut Gubernur.
Masih
berkaitan dengan tenaga kerja, Gubernur juga menginginkan adanya transfer ilmu
atau keahlian. Artinya, pemerintah provinsi akan memfasilitasi para tenaga
kerja lokal, untuk bisa belajar dengan para tenaga ahli yang miliki oleh para
investor. “Nantinya tenaga kerja local bisa menjadi pendamping para tenaga
ahli, sambil belajar. Ke depan juga, kita akan mengirimkan para lulusan SLTA
untuk mengikuti pelatihan khusus ke Lembaga-lembaga pelatihan, baik di
Indonesia maupun luar negeri. Ini semua untuk membangun daya saing tenaga kerja
kita,” tandasnya.
Sementara
itu, Gubernur yang didampingi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
lingkup Pemprov Kaltara, menerima rombongan delegasi tim National Development
and Reform Commission (NDRC) dari China, yang dipimpin oleh Mr Xu Xing, selaku
Development and Reform Commission Provinsi Zhejiang.
“Sebelum
pertemuan, mereka dengan didampingi oleh tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko)
bidang Maritim dan juga beberapa kepala OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltara,
telah melakukan tinjauan lapangan di lokasi Kawasan Industri dan Pelabuhan
Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi,” kata Irianto.
Kunjungan
ini, jelasnya, merupakan tindak lanjut dari program Regional Comprehensive
Economic Corridors Global Maritim Fulcrum-Belt and Road Initiative (GMF-BRI)
antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah China atau RRT. “Kunjungan tim
ini tadi, untuk melihat atau survei
langsung KIPI, guna memberikan evaluasi atau penilaian mengenai kelayakan KIPI
untuk masuk dalam proyek kerjasama antara Indonesia dan China,” ungkapnya.
Gubernur
mengatakan, sesuai informasi yang disampaikan oleh pihak Kemenko Maritim,
melalui kerjasama ini (Indonesia-RRT) akan ada 9 proyek yang dilakukan di
Indonesia. Dan nantinya akan difokuskan di dua provinsi. Yaitu, Sumatera Utara
dan Kaltara. “Harapan kita, nantinya ada tiga atau bahkan lima proyek yang
dilaksanakan di Kaltara. Nanti Pemerintah Indonesia yang menentukan,” ujar
Irianto.
Berkaitan
dengan progress KIPI yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN),
sesuai dengan Perpres Nomor 56 Tahun 2018, Gubernur menegaskan, dari sisi yang
sudah dicapai, progres yang sudah dilakukan Kaltara, telah banyak upaya-upaya
konkrit. “Semua capaian yang kita lakukan, sudah disampaikan ke pusat. Baik ke
Kemenko Maritim maupun Kemenko Peronomian. Sehingga ini akan menjadi
pertimbangan pemerintah nanti,” imbuhnya.
“Semua
ini memang perlu proses, dan perlu dukungan dari semua pihak. Untuk itu, saya
minta masyarakat perlu memahami, tidak mudah terprovokasi. Dengan harapan
investasi di Kaltara bisa terealisasi dengan baik, dan memberikan dampak untuk
kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” sambung Irianto.
Sebelumnya,
tim NDRC atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional-nya RRT, yang dipimpin
oleh Mr Xu Xing, selaku Development and Reform Commission Provinsi Zhejiang
melakukan tinjauan lapangan ke rencana lokasi KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi
dengan didampingi tim dari Kemenko Bidang Kemaritiman, Bappenas RI, dan Pemprov
Kaltara.
Di
rencana lokasi KIPI, tim NDRC RRT dalam program GMF-BRI ini, meninjau rencana pembangunan dermaga di
Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Lalu, destinasi wisata yang
dikembangkan Pemprov Kaltara di sekitarnya, dan jalan poros KIPI. “Yang
menyenangkannya lagi, tim juga mendapati adanya satu perusahaan asal RRT yang
telah beroperasi di wilayah KIPI. Industri ini berusaha di bidang pengepakan
udang kering,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kaltara Risdianto yang turut mendampingi tim NDRC
RRT.
Diketahui,
industri tersebut berdiri sejak setahun lalu dengan nama usaha, PT Muda Makmur
Sejahtera. “Saya baru tahu ini, dan sekaligus menjadi bukti bahwa KIPI sudah
mulai menarik investasi yang nyata. Insya Allah, akan masuk investasi lain yang
akan menghidupkan KIPI,” tutur Risdianto. (humas)
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna saat meninjau pembangunan Kanal Antarmoda Bandara Juwata Tarakan
TARAKAN – Berandankrinews.com – Menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor 600/984.1/PUPR-PERKIM/GUB perihal Permohonan Usulan Tugas Pembantuan Pembangunan Kanal Antarmoda Bandara Juwata Kota Tarakan Tahun 2019, baru-baru ini tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau lokasi dimaksud. Salah seorang tim itu, yakni Direktur Bina Ketatagunaan Sumber Daya Air (SDA) Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Fauzi Idris.
Dijelaskan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman
(DPUPR-Perkim) Provinsi Kaltara Suheriyatna, inti dari surat Gubernur Kaltara
tersebut adalah permohonan bantuan pendanaan pembangunan kanal antarmoda
Bandara Juwata Tarakan dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp
401.126.162.000. “Moda transporasi ini sifatnya menyatu untuk mengurangi waktu
tempuh perjalanan. Kanal ini kan terintegrasi langsung dengan Bandara Juwata
Tarakan,” kata Suheriyatna di Tarakan, Jumat (15/3) lalu.
Mendukung
usulan itu, sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara telah melaksanakan
sejumlah kegiatan. Di antaranya, studi kelayakan atau Feasibilty Study (FS),
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), dan perencanaan teknis atau
Detailed Engineering Design (DED) atas usulan program ini. “Juga sudah ada review
DED pembangunan kanal antarmoda ini. Pemprov juga telah melakukan pekerjaan
fisik berupa galian untuk membentuk kanal dalam 3 tahap,” jelas Suheriyatna.
Untuk
pekerjaan fisik tersebut, berupa saluran irigasi 1 kanal, dengan lebar atas 30
meter dan lebar bawah 20 meter serta tinggi 4 meter. Jenis konstruksinya,
galian tanah dengan panjang saluran 1.525 meter. Sementara, galian tanah dengan
alat berat dan ponton menghasilkan galian sebanyak 117.896,20 meter kubik.
Proyek ini secara total membutuhkan anggaran sekitar Rp 170,1 miliar. “Selain
APBD Kaltara, Pemprov Kaltara juga akan berjuang untuk mendapatkan dukungan
penganggaran dari APBN, baik Kemenhub maupun Kementerian PUPR,” urai
Suheriyatna.
Kanal
antarmoda ini saat terwujud nanti bakal menjadikan Bandara Juwata Tarakan
sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang memiliki fasilitas tersebut.
“Bisa jadi yang pertama di dunia. Sebab, sejauh ini saya belum melihat adanya
integrasi moda transportasi laut dan udara di bandara manapun di dunia,” tutup
Suheriyatna.(humas)
Direktur Bina Ketatagunaan SDA Ditjen SDA Kementerian PUPR dan Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna berfoto bersama TKPSDA WS Berau Kelai dan TKPSDA WS Sesayap, Jumat (15/3) pagi.
TARAKAN – Berandankrinews.com – Kebutuhan air bersih, ketahanan pangan, perubahan iklim global dan ketersediaan energi menjadi isu strategis nasional yang menjadi perhatian di Wilayah Sungai (WS) Sesayap. Sedangkan isu lokalnya, adalah degradasi lingkungan akibat maraknya perambahan hutan, penambangan pasir liar dan pertambangan batubara, minyak dan gas bumi (Migas); air baku, bencana banjir dan kerusakan pantai. Demikian disampaikan Direktur Bina Ketatagunaan Sumber Daya Air (SDA) Direktorat Jenderal (Ditjen) SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fauzi Idris pada Pengukuhan, Pembekalan dan Sidang Perdana Tim Koordinasi Pengelolaan SDA (TKPSDA) WS Berau Kelai dan WS Sesayap di Lotus Panaya Hotel, Kota Tarakan, Jumat (15/3) pagi.
Dipaparkan Fauzi,
kebutuhan air baku menjadi permasalahan utama masyarakat di Pulau Sebatik,
Pulau Nunukan, Pulau Tarakan dan Pulau Bunyu. “Di sisi lain, apabila pasokan
air berlebihan, mengakibatkan banjir. Di Tarakan misalnya, rerata dapat
terendam air hingga lulut orang dewasa. Di Malinau, hingga 2 meter selama 6
hingga 12 jam, dan di Nunukan hingga 1 meter selama 4 jam,” kata Fauzi.
Ditambah lagi, kerusakan pantai di WS Sesayap yang mencapai sekitar 35
kilometer, dan yang terbangun 2,813 kilometer.
Pun demikian, potensi
air permukaan tetap harus menjadi acuan utama pengelolaan air di WS Sesayap.
Sesuai catatan Ditjen SDA, potensi air permukaan di wilayah Kalimantan mencapai
28, 5 persen (792,4 miliar kubik per tahun) dari total potensi air pemukaan
nasional yang mencapai 2.783,2 miliar kubik per tahun. “Wilayah sungai menjadi
basis wilayah pengelolaan SDA. Alasannya, salah satunya untuk efisiensi dan
efektivitas pengelolaan,” ungkap Fauzi.
Dari itu, pemanfaatan
air tanah belum menjadi prioritas untuk saat ini. “Potensi air tanah di WS
Sesayap cukup banyak. Namun, kita juga harus memperhatikan dampak dari
pemanfaatannya itu. Seperti, apabila dieksploitasi berlebihan akan timbul
ekuifaksi dan lainnya, penurunan daya dukung lahan dan lainnya,” jelas Fauzi.
Diketahui, ada 13 DAS yang memiliki potensi cekungan air tanah (CAT) di WS
Sesayap. Seluruhnya bernama CAT Tanjung Selor.
Agar pengelolaan SDA
ini lebih terarah maka perlu dibentuk wadah koordinasinya. Yakni, TKPSDA.
“Alasannya, agar adanya keterpaduan tindakan untuk menjaga kelangsungan fungsi
dan manfaat air dan sumber air. Juga mengintegrasikan kepentingan sektor,
wilayah administrasi pemerintahan dan masyarakat pengguna atau pemilik
kepentingan,” timpal Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Anang
Muchlis.
Di Kalimantan, ada 2
WS yang dikoordinir BWS Kalimantan III. Yakni WS Berau Kelai dan WS Sesayap. WS
Sesayap, berada di Kalimantan Utara (Kaltara). Setiap TKPSDA diketuai Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
(Bappeda-Litbang) provinsi masing-masing. Sementara ketua hariannya, Kepala
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman
(DPUPR-Perkim) tingkat provinsi.(humas)
Berandankrinews.com – Solo — Front Pembela Rakyat (FPR) menggelar konsolidasi nasional pada Ahad, (17/03/2019) di Area Concert Hall De Tjolomadoe, Karanganyar Solo, Jawa Tengah yang dihadiri oleh sekitar tiga ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Usai acara konsolidasi ini, FPR menegaskan kembali dukungan resmi untuk paslon nomor urut 01 Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin serta mengajak kepada peserta untuk tidak lupa pada tanggal 17 April nanti agar berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencoblos pasangan nomor urut 01 karena apabila kita kalah dalam pilpres maka kekuatan besar dalam hal ini Amerika Serikat akan menguasai kembali negeri kita sebagai mana Amerika Serikat beserta konco-konconya menikmatinya selama 32 tahun.
Selaku Panglima tertinggi FPR, Nugroho Prasetyo menyampaikan ; “Mari kita bertarung secara fair dan sehat bukan malah mengancam bila calonnya nanti kalah, maka akan mengerahkan rakyat untuk ramai-ramai menduduki istana negara, ini kan nggak sehat buat pendidikan politik rakyat”.
“Kami akan siap mengawal kemenangan Pak Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 sampai titik darah penghabisan dan siap menerjunkan satgas kami ke istana negara guna menghadapi ancaman elemen lain yang akan mengerahkan massa apabila paslonnya kalah dalam pilpres,” tegas Nugroho dalam orasinya.
Sementara Petrodes M. Mega S. Keliduan S.Sos selaku juru bicara FPR menyatakan bahwa ancam mengancam bukanlah budaya politik kita dan itu jelas tidak bagus buat perkembangan demokrasi bangsa.
“Kita akan turunkan 3,2 juta relawan untuk mengawal dan mengamankan 800.000 TPS di seluruh Indonesia dan tanggal 27 Maret nanti kami akan mengadakan Apel Siaga Satgas di Manahan Solo yang insya Allah akan dihadiri langsung oleh Pak Jokowi,” pungkas Petrodes. (fri)