Pemprov Minta PLN dan Telkom Siaga di Hari H

PENGAWASAN : Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat memeriksa kesiapan peserta Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada Tahapan Masa Tenang Pemilu 2019 di Taman Berkampung, Kota Tarakan, Jumat (12/4).

TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com — Salah satu tantangan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), utamanya di Kabupaten Bulungan adalah kesinambungan pasokan listrik dan jaringan internet. Menyikapi masalah ini, Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie menginstruksikan kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Badan Kesbangpol) untuk berkoordinasi dengan pihak PT PLN (Persero) untuk tidak memadamkan listrik pada hari H hingga rekapitulasi penghitungan surat suara selesai dilakukan penyelenggara pemilu.

“Banyak kegiatan di hari H, utamanya di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang mengandalkan pasokan listrik. Mulai pengeras suara, hingga penerangan di TPS. Sebab, dikhawatirkan penghitungan surat suara di TPS bakal mencapai malam hari. Lantaran, banyaknya surat suara yang dihitung,” kata Gubernur, Minggu (14/4).

Dikabarkan juga bahwa pihak penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPUD Provinsi Kaltara pun berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk tidak melakukan pemadaman listrik di wilayah Bulungan selama proses pencoblosan berlangsung di tiap TPS. “Di Bulungan ini, menurut data KPUD Kaltara ada 436 TPS. Untuk itu, PLN diminta KPUD dan Pemprov Kaltara untuk dapat memastikan listrik aman selama proses pencoblosan hingga rekapitulasi penghitungan surat suara di TPS usai,” jelas Irianto.

Tak itu saja, Pemprov dan KPUD Kaltara juga meminta kepada pihak penyedia jasa layanan telekomunikasi, PT Telkom untuk dapat memberikan jaminan kestabilan jaringan internet selama puncak kegiatan Pemilu Serentak 2019 berlangsung. “Selain listrik, dalam pemilu kali ini, dibutuhkan juga kestabilan jaringan internet. Karena, laporan kegiatan di TPS, mulai pencoblosan hingga rekap penghitungan surat suara akan disampaikan secepatnya oleh pihak yang bersangkutan. Baik petugas TPS, maupun para saksi yang ada,” tutur Gubernur.

Diinformasikan, permasalahan kelistrikan dan jaringan telekomunikasi pada hari H Pemilu Serentak 2019 di Kabupaten Bulungan, juga telah disampaikan Pemprov Kaltara kepada KPU RI pada rapat koordinasi persiapan Pemilu Serentak 2019 di tingkat pusat, beberapa waktu lalu. “Di kesempatan itu, Pemprov meminta kepada KPU RI untuk memberitahukan kepada Direktur PLN dan PT Telkom agar siaga dalam pelaksanaan Pemilu untuk deteksi dan cegah dini persoalan di hari H,” urai Irianto.

Selain itu, Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan jujur. Hal tersebut disampaikan Irianto saat menjadi pembina Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada Tahapan Masa Tenang Pemilu 2019 di Taman Berkampung, Kota Tarakan, Jumat (12/4). “Sejauh ini, pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini berlangsung sukses dan damai. Di hari H nanti, saya juga berharap penggunaan hak pilih dapat terlaksana dengan baik dan jujur, bebas dari intervensi pihak manapun, termasuk money politic dan hoaks,” jelas Gubernur. Dalam pemenuhan haknya tersebut, Irianto berharap pemilih dapat memilih presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat yang terbaik, sesuai hati nurani masing-masing. (humas)

Kunlap ke Tarakan, Gubernur Tinjau Jalan dan Serahkan Bantuan Hibah

KEPEDULIAN : Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat meninjau perbaikan Jalan Lapangan menggunakan 1 unit eskavator bantuan Pemprov Kaltara, Jumat (12/4) siang.

TARAKAN – Berandankrinews.com — Pada kunjungan lapangan untuk yang kesekian kalinya ke Kota Tarakan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie melakukan sejumlah kegiatan, di antaranya penyerahan bantuan hibah dan peninjauan jalan.

Memenuhi janjinya setahun lalu, Gubernur pun menyerahkan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara senilai Rp 300 juta untuk pembangunan Masjid Darul Hikmah, Karang Anyar Pantai. Ini juga destinasi pertama Gubernur dalam kunjungan lapangannya di Tarakan. “Dana sebesar ini, saya harapkan dapat menuntaskan sejumlah kegiatan pembangunan di masjid ini. Meski tidak seluruhnya, namun sangat besar manfaatnya jika bantuan hibah ini dikelola dengan baik,” tutur Irianto usai penyerahan bantuan hibah di masjid tersebut, Jumat (12/4) pagi.

Bantuan serupa turut diserahkan Gubernur kepada sejumlah pengurus masjid dan organisasi kemasyarakatan di Tarakan. Yakni, bantuan hibah untuk organisasi kemasyarakatan, Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT) Kota Tarakan senilai Rp 200 juta, dan bantuan hibah untuk Persaudaraan Mualaf (Pemaaf) Kota Tarakan Rp 30 juta. Lalu, bantuan hibah pembangunan masjid kepada pengurus Masjid Darut Taqwa, Karang Anyar Pantai Rp 50 juta; kepada pengurus Masjid At Tauhid Rp 50 juta, dan bantuan hibah pembangunan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad  (DDI), Jembatan Besi, Kota Tarakan sebesar Rp 50 juta. “Semoga bantuan hibah ini dapat menjadi berkah, juga bermanfaat bagi penerima dan kemaslahatan umat,” ungkap Irianto.

Di sela kesibukannya, Gubernur juga berkesempatan meninjau perbaikan Jalan Aki Balak atau Jalan Lapangan, Kecamatan Tarakan Barat. “Menurut informasi warga, selama ini jalan tersebut belum pernah diaspal. Jadi, badan jalannya masih berupa tanah dan pengerasan. Atas permohonan warga, juga bentuk kepedulian Pemprov Kaltara melalui DPUPR-Perkim Kaltara membantu penyediaan 1 unit eksavator untuk membenahi jalan yang berlubang, mengurug dan menimbunnya. Kalau hujan, jalan ini gampang becek dan berlubang,” tutup Gubernur.(humas)

Pesan Gubernur Kepada Pemenang MTQ, Teruslah Berlatih!

SELAMAT UNTUK JUARA: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyerahkan Piala Tetap MTQ ke-4 Tingkat Provinsi kepada kafilah Bulungan sebagai juara umum, yang diwakili oleh Bupati Bulungan, H Sudjati.

TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-4 tingkat Provinsi Kaltara yang ditutup pada Jumat (12/04) malam lalu. Gubernur berpesan agar yang juara tidak lantas berpuas diri. Namun terus berlatih, dan belajar untuk mempersiapkan di event serupa tingkat nasional.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan pribadi, saya mengucapkan selamat kepada para pemenang dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltara. Selamat juga saya ucapkan untuk kafilah Kabupaten Bulungan yang menjadi juara umum,” ucap Gubernur saat menutup MTQ tingkat provinsi Kaltara yang berlangsung di halaman Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor.

Sesuai informasi dari LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kaltara, para juara di masing-masing cabang perlombaan, selanjutnya akan mempersiapkan diri melalui training center untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang  berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada bulan Juni nanti. “Saya optimis, ada qori dan qoriah maupun peserta dari Kaltara bisa lolos di STQ nanti, dan bisa ikut dalam MTQ tahun depan. Bahkan dapat meraih juara. Kuncinya, dengan terus belajar, menjaga kekompakan, kebersamaan, dengan semangat,” ujarnya.

Selain itu, kepada para juara dan juga para kafilah lainnya, Irianto berpesan, agar terus berlatih. Belajar dan terus belajar. Belajar Alquran, menurutnya, jangan hanya saat mau mengikuti MTQ. Namun merupakan kewajiban yang memang harus dilakukan oleh umat Islam. “Yakin ilmu yang kita pelajari, akan bermanfaat, bukan hanya bisa meraih juara, tapi juga untuk membangun karakter diri, dan yang terpenting dengan belajar dan memahami alquran akan membawa kita selamat dunia dan akhirat,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan, kepada masyarakat harus senantiasa bersyukur. Utamanya bagi warga Kaltara. Diharapkan terus bersyukur dan terus menumbuhkan semangat optimis. Sebagai provinsi baru, Kaltara bisa sejajar bahkan lebih maju dari provinsi lain di Tanah Air.

“Capaian yang sudah kita peroleh, semua atas kerja keras kita semua. Sebagai gubernur, saya bersama jajaran Pemerintah Provinsi tidak bisa meraih keberhasilan, tanpa ada dukungan dari masyarakat,” imbuhnya. Tak lupa, menghadapi Pemilu yang tinggal beberapa hari, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keharmonisan, menjaga kedamaian yang selama sudah terjalin di Kaltara.  “Mari kita senantiasa berdoa, agar Kaltara dan juga negeri ini selalu mendapat Rahmat dan Keberkahan Dari Allah SWT,” ujar Irianto.

Untuk diketahui, perhelatan MTQ tingkat dilaksanakan selama tiga hari di beberapa lokasi di Tanjung Selor. Kafilah dari Kabupaten kembali meraih juara umum, mempertahankan prestasi tahun sebelumnya. Disusul kemudian Kabupaten Nunukan sebagai juara II, Kabupaten Tana Tidung (Juara III) dan Tarakan serta Malinau, berturut-turut menjadi juara harapan I dan II.

“Apresiasi juga saya berikan kepada seluruh jajaran Panita MTQ, Dewan Hakim yang selama dua hari ini bekerja keras sehingga pelaksanaan MTQ ke-4 Tingkat Provinsi Kalimantan Tahun 209 di Tanjung Selor berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. (humas)

Cerminan Berharga Dari ‘Gonjang-Ganjing’ Pencoblosan Surat Suara di Malaysia

Berandankrinews.com — Jakarta — Berbincang dengan Farouk Abdullah Alwyni di rumahnya di Gambir Jakarta Pusat, Senin Sore, (15/04/19), tentang ‘Gonjang Ganjing’ pemungutan suara di Malaysia kemarin, telah menjadi viral di sejumlah media.

Model persoalan pencoblosan surat suara di Malaysia, berdasarkan info yang saya terima dari kawan-kawan di Malaysia sebenarnya sudah sering terjadi sejak pemilu-pemilu sebelumnya hal ini mengingat bahwa banyak para pemilih kita yang bekerja di ladang-ladang dan pabrik-pabrik yang tidak mudah terakses. Juga banyak dari pemilih ini tidak begitu peduli untuk berpartisipasi dalam pemilu.

Menurut Chairman Center for Islamic Studies in Finance, Economics and Development (CISFED) ini, terdapat tiga macam model pemilihan yang ada di luar negeri kali ini yakni model pemilihan langsung di Tempat Pemungutan Suara umumnya di KBRI dan KJRI, Kotak Suara Keliling, dan melalui Pos. Dan potensi penyalahgunaan bisa terjadi di mekanisme melalui pos, karena biasanya surat suara tersebut tidak sampai langsung ke para pekerja yang ada, melainkan ke para mandor dan/atau kepala perkebunan mereka. Disinilah transaksi bisa terjadi dimana surat suara tersebut bisa diperjual belikan, disatu sisi para pekerja yang ada tidak peduli untuk mengikuti pemilu sedangkan disisi lain, surat suara mereka menumpuk di para mandor dan kepala perkebunan tersebut, maka bagi sebagian pihak itu bisa menjadi bisnis tersendiri dengan menawarkan kesempatan pencoblosan kepada TimSes Presiden/Wapres ataupun Partai/Caleg.

Solusi dari persoalan tersebut perlu menyeluruh dengan benar-benar mengupdate pendataan warga Indonesia yang ada di Malaysia serta PPLN harus benar-benar memastikan surat suara yang ada benar-benar diterima oleh pemilih yang berhak dengan info yang jelas terkait data para pemilih. Mengingat model penyebaran warga Indonesia di Malaysia hal ini memang tidak mudah, tetapi paling tidak sudah harus dilakukan. Untuk indikasi kecurangan yang sudah terjadi maka surat suara tersebut otomatis harus dibatalkan papar Farouk yang saat ini tengah menyelesaikan studi doktoral riset (S-3) di University Sains Malaysia.

Kemudian tentang statement Ketua KPU yang berkata bahwa ‘Gonjang-ganjing’ pemungutan suara di Malaysia adalah biasa saja, maka jika benar Ketua KPU menyatakan hal tersebut, tentunya Ketua KPU tidak layak duduk diposisinya sekarang ini. Karena sebagai ketua KPU beliau harus memastikan dan berusaha seoptimum mungkin bahwa Pemilu, baik pemilihan Presiden maupun Legislatif, harus berjalan secara jujur dan adil. Dan saya pribadi mengecam keras jika benar Ketua KPU menyatakan hal tersebut, karena dengan itu beliau telah kehilangan legitimasi moralnya (moral legitimacy) sebagai Ketua KPU yang gaji dan segala fasilitas yang diberikan kepadanya adalah dibayarkan oleh rakyat, ujar Farouk yang juga Caleg DPR RI dari PKS nomor urut 6 Dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.

Kecurangan dalam Pemilu adalah satu bentuk pengkhianatan terhadap rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam konteks negara demokrasi, yang otomatis adalah pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Jadi jika Ketua KPU membiarkan ‘kecurangan’ itu terjadi maka Ketua KPU telah berkhianat kepada rakyat, bangsa, dan negara, pungkas Farouk. (fri)

Dandim 1407/Bone, Melepas Anggota Yang Memasuki MPP

BONE, Sulsel – Berandankrines.com – Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Mustamin, melepas 12 orang anggota yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP). Yakni 3 orang Perwira dan 9 orang Bintara. Pada kesempatan ini juga dilakukan pemberian piagam penghargaan dan cendera mata kepada Kapten Inf. Yusuf, Danramil 1407-04/Tellusiattinge, Kapten Inf. Samsul . B, Danramil 1407-21/Palakka, Kapten Inf. Sudirman Danramil 1407-03/Cenrana dan Peltu Amiruddin Babinsa Ramil 1407-07/TR bersama 8 orang lainnya.

“Atas nama pribadi dan satuan, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prajurit yang MPP dan patut kita bersyukur karena tidak semua Prajurit yang bisa mendapat penghargaan seperti ini” kata Dandim usai menjadi inspektur upacara di Aula Makodim Bane, Senin (15/04).

Dandim mengatakan Prajurit yang telah mengabdi selama puluhan tahun layak mendapatkan apresiasi. ‘’Sudah selayaknya prajurit menerima penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja dan pengabdian yang telah diberikan selama ini dengan baik kepada TNI dan khususnya kepada Kodim 1407/Bone” ungkapnya.

Dia juga meminta meskipun sudah pensiun, agar tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi. “Meskipun sudah pensiun, jalinan persaudaraan tidak boleh putus harus tetap dijaga,” harapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 1407/Bone Letkol Inf. Mustamin, Ketua Persit KCK Cabang XXV Dim 1407/Bone, Ny. Prepti R. Mustamin beserta pengurus, para Pasi dan Danramil sejajaran Kodim 140/Bone, beserta Perwira, Bintara Tamtama dan Ibu PNS Dim 1407/Bone.

Irwan N Raju
BIRO Kab. Bone