Melihat Pentingnya Aturan, Pemprov Gelar Pelatihan Teknis Penyusunan Regulasi

TARAKAN – Berandankrinews.com – Bekerjasama dengan Kantor Hukum Integrity (Indrayana Centre for Government Constitution and Society), pimpinan Prof Denny Indrayana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar pelatihan teknis penyusunan regulasi atau legal drafting, di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Dibuka langsung oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, pelatihan yang diikuti sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat eselon III di lingkup Pemprov Kaltara ini, dinilai sangat penting. Sebagai upaya melahirkan peraturan perundang-undangan yang harmonis dan tidak saling tumpang tindih. Sehingga menghasilkan peraturan yang berkualitas, dan bermanfaat.

“Penyusunan peraturan cukup sulit. Butuh proses panjang, dari hulu ke hilir. Mulai dari tahap perencanaan, penyusunan, pembasan dan pengesahan hingga pengundangan suatu memerlukan dukungan sumber daya yang mumpuni. Untuk itu lah, pelatihan ini penting dan strategis,” kata Gubernur saat membuka pelatihan tersebut di ruang pertemuan Swiss Belhotel Tarakan, Senin (06/05).

Disebutkan, ada 5 alasan kenapa Pemprov Kaltara perlu menyelenggarakan pelatihan teknis penyusunan legal drafting ini. Pertama, kata Gubernur, melihat sering terjadi disharmoni dengan regulasi yang lebih tinggi ,baik substansi maupun penyusunannya. Kedua, kurangnya pembinaan perancang peraturan perundang-undangan di daerah, di samping masih terbatasnya tenaga fungsional perancang peraturan.

“Alasan ketiga, hasil evaluasi Kemendagri terhadap produk hukum daerah ditemukan kelemahan dalam sisi ketaatan terhadap pedoman penyusunan pembuatan peraturan. Kemudian belum diperhatikannya azas pembentukan peraturan perundang-undangan, serta produk hukum daerah terlalu rumit dan tidak sederhana,” jelasnya. Dari pelatihan itu, diharapkan, draft aturan daerah yang dihasilkan nanti akan lebih baik dan memberikan manfaat.

Alasan keempat, lanjut Irianto, perlunya mengadakan pelatihan karena sesuai hasil evaluasi subtansi Kemenkumham, di mana diketahui produk hukum daerah bersifat menghambat / mempengaruhi investasi. Tak hanya itu, produk hukum daerah belum mengatur secara konkret kebijakan kelestarian daya dukung lingkungan hidup, khususnya terkait kerusakan dan pencemaran lingkungan, serta produk hukum daerah belum berorientasi kepada pelayanan publik.

“Oleh karenanya, melalui pelatihan ini akan dapat meningkatkan kapasitas SDM aparatur, penguatan strategi advokasi, serta peningkatan kualitas kebijakan dan peraturan.  Untuk itu lah, setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa membuat draft aturan yang baik dan benar,” kata Gubernur.

Bagaimana produk aturan yang benar itu? Pertama, sebutnya, produk kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang diterbitkan menjadi lebih berkualitas, kuat secara hukum dan memiliki nilai keberlakuan sosiologis yang tinggi. Kedua, lebih siap dan sigap dalam menghadapi kemungkinan adanya sengketa ataupun gugatan atas produk hukum yang dikeluarkan oleh Pemprov Kaltara. (humas)

Tingkatkan Vocational Skills Untuk Atasi Pengangguran dan Turunkan Kemiskinan

TARAKAN – Berandankrinews.com – Program peningkatan keterampilan tenaga kerja atau vocational skills, menurut Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie merupakan upaya terbaik untuk menyikapi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Utamanya, dalam menciptakan pekerja dan wirausahawan yang tangguh serta dapat mengantisipasi terus bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran. “Pelatihan, seperti program pemagangan dalam negeri yang digelar Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) bekerjasama dengan Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja) sedianya dapat lebih menekankan pada pembentukan keterampilan atau praktik yang kelak menjadi dasar keterampilan dalam berwirausaha,” tutur Gubernur.

Diungkapkan Gubernur, permasalahan yang dihadapi Kaltara saat ini, salah satunya adalah ketersediaan lapangan dan tenaga kerja. “Dari itu, pembangunan ketenagakerjaan di Kaltara ditujukan untuk melindungi tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Irianto.

Dipaparkan Gubernur, faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja ini memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. “Ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran yang pada giliran selanjutnya akan membawa dampak pada pembangunan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang semakin tidak menentu,” jelas Gubernur.

Dipastikan Irianto, Pemprov Kaltara akan selalu berupaya agar dapat lebih banyak melakukan program kegiatan untuk peningkatan kemampuan bekerja bagi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar atau tenaga kerja asing. “Kami berharap, kedepan dengan banyaknya investasi yang masuk di Kaltara dapat menggunakan tenaga kerja terlatih yang berasal dari tanah Benuanta,” ulas Irianto.

Di tempat terpisah, Kepala Disnaker Provinsi Kaltara Armin Mustafa mengatakan, jumlah pengangguran terus mengalami penurunan. Seperti pada 2017, jumlah penganggur tercatat sebanyak 18.315 orang dan menurun pada 2018 menjadi 17.797 orang. Dalam kurun waktu tersebut terjadi penurunan jumlah pengangguran sebesar 518 orang atau terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0.32 persen dari 2017 (5.54 persen) dan menurun pada 2018 (5.22 persen).

Lalu, dari 323,4 ribu orang yang bekerja pada Agustus 2018, status pekerjaan utama yang terbanyak adalah sebagai buruh atau karyawan yaitu sebanyak 174,6 ribu orang (53,98 persen), diikuti berusaha sendiri sebanyak 63,8 ribu orang (19,73 persen), pekerja keluarga atau tidak dibayar sebanyak 30,4 ribu orang (9,39 persen) dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 27,5 ribu (8,51 persen). Sedangkan yang terkecil adalah pekerja bebas di non pertanian sebanyak 7,0 ribu orang (2,17 persen). “Dalam menopang upaya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Kaltara ini, Disnaker mengacu pada UU No. 13/2013 tentang Ketenagakerjaan. Disini, kami juga mendorong terbangunnya kerja sama antara Disnaker provinsi dan kabupaten/kota dengan dunia usaha. Dengan tujuan utama, menciptakan tenaga kerja profesional, berkualitas, terlatih dan berpengalaman,” tutupnya. (humas)

Sambangi Kalimantan, Presiden Jokowi Tindaklanjuti Pemindahan Ibu Kota

Berandankrinews.com — Jakarta — Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa, 7 Mei 2019, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pulau Kalimantan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut keseriusan pemerintah dalam hal pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia.

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara beserta rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 09.00 WIB. Setibanya di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada pukul 11.55 WITA, Presiden Jokowi langsung menuju ke lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota tersebut.

Setelah itu, Presiden Jokowi beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Tengah. Rencananya, Presiden Jokowi akan bermalam di Kota Palangkaraya, untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja keesokan harinya. Di antaranya meninjau lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main terkait rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di hadapan para kepala lembaga tinggi negara saat acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, kemarin (6/5) sore.

“Kita serius dalam hal ini karena sejak 3 tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan juga dari sisi lingkungan,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Timur adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjutak. (fri)

With All Due Respect to
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Sat Intelkan dan Unit Ekonomi Polres Sinjai Monitoring Harga Sembako di Pasar

Sinjai (Sulsel), Berandankrinews.com–Sat Intelkam dan Unit Ekonomi Polres Sinjai Pantau Pasar Sentral Sinjai Jl.Persatuan Raya Kel.Bongki Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, Selasa (7/5/19).

Intelkam Polres Sinjai dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Ipda Alfian Mahajir, SH bersama Kanit Ekonomi Sat Intelkam Aiptu Amiruddin serta anggota unit ekonomi sat intelkam Polres Sinjai turun langsung memonitoring dan pengecekan stock serta harga sembako dan komoditas hasil pertanian di bulan suci Ramadhan 1440 H/2019 M.

Dari hasil monitoring dan pengecekan stock dan harga sembako dilapangan, dari data yang diperoleh harga eceran terbaru dipasaran dan beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat dan kebutuhan penting lainnya selama bulan suci Ramadhan.

Harga sembako seperti harga beras, sayur mayur dan daging sapi masih tetap dengan harga normal atau harga biasanya.

Sementara telur ayam, di pasar sinjai mengalami kenaikan sebesar 10% dari harga sebelumnya Rp. 25.000/ rak kini menjadi Rp. 35.000/raknya.

Sedangkan untuk harga cabai merah besar, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan sebesar Rp. 5.000/kg dari harga biasanya dan untuk bawang putih dan bawang merah kedua bahan pokok ini mengalami kenaikan sebesar Rp. 15.000/ Kg.

Salah satu pedagang, Yulhaidir (45) mengatakan, harga Ikan kering kerapu, Ikan kering sunu, Ikan teri kecil dibadrol dengan harga tinggi kisaran 10% dari harga sebelum memasuki bulan suci ramadhan, kenaikan ikan kering mencapai Rp.10.000 – 20.000/Kg, hal ini dipengaruhi kurangnya stock akibat cuaca musim hujan sehingga proses pengeringanya mempengaruhi ketersedian stock dipasaran dan juga tingginya permintaan kebutuhan ikan kering pada bulan puasa.

Sementara Ipda Alfian Mahajir, SH KBO Sat Intelkam Polres Sinjai mengatakan, hingga saat ini, kenakan harga dari beberapa sembako di pasar Sentral Sinjai masih batas normal begitu juga untuk stock masih stabil, dimungkinkan terjadinya kenaikan harga terjadi menjelang akhir puasa atau menjelang hari raya idul fitri nantinya.

Untuk mengantisipasi hal demikian agar dilakukan koordinasi dengan instansi vertical lainya, dengan membentuk tim terpadu bertujuan untuk melakukan pengawasan, dan pemantauan dilapangan secara berkala yang sifatnya mendadak (sidak) untuk mengantisipasi adanya penimbunan dan kenaikan harga secara sepihak dan kenaikan diatas harga kewajaran, tutur Ipda Alfian Mahajir. (Irwan N Raju)

Peletakan Batu Pertama Masjid Impian Masyarakat Wajo di Pintu Kawasan Wisata Danau Tempe

Wajo, Berandankrinews.com-Peletakan Batu pertama pembangunan “Masjid Cantik” yang dilakukan Bupati Wajo di Kawasan wisata Padduppa di Timoro Kelurahan Wiringpalannae, Senin (6/5/ 2019).

Wakil Bupati Wajo, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Unsur Forkompimda Wajo, Kepala OPD, Tokoh masyarakat, Pengurus Masjid dan masyarakat Timoro Kelurahan Wiringpalannae turut hadir dalam menyaksikan peletakan batu pertama.

Dalam sambutan Kadis Pariwisata, Andi Darmawangsah, menyampaikan beberapa simbol dari desain Masjid yang akan dibangun, yang peletakan batu pertamanya hari ini, kalau ditinjau dari Kearifan lokal Wajo, yang menyatakan bahwa Masyarakat Wajo adalah mayoritas muslim, nilai-nilai Bugis Wajo dengan 3 S (Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge).

Penampakan penampilan “Masjid Cantik” yang megah ini mengadopsi adat Suku Bugis , dengan fungsi lantai dasar Masjid yang akan dijadikan area sirkulasi perdagangan, sedang Lantai I akan menjadi ruang serba guna dan merupakan akses ke masyarakat umum, sedangkan untuk lantai II merupakan ruang Shalat, Mihrab dan operator, ungkap Kadis Pariwisata Andi Darmawangsah.

Dijelaskannya, luas area lantai dasar 2.200 meter persegi, Lantai I seluas 2.500 meter persegi dan Lantai II seluas 1.500 meter persegi dan ini bisa menampung jamaah sekitar 1.500 orang .

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa hajatan hari ini adalah akan mewujudkan mimpi kita.

“Kita mau mempersembahkan kepada masyarakat Wajo bangunan masjid yang akan menjadi kebanggaan Wajo dan akan menjadi Ikon Pariwisata yang akan dikenang sepanjang masa, yang juga intinya akan membangun masyarakat yang religi serta akan membangun ekonomi ummat,”Tutur Bupati

Lanjutnya, dalam 1 Ramadhan ini, akan menjadi tonggak awal pembangunan dari Masjid ini, mimpi kami dengan Wakil Bupati Wajo, ingin menjadikan tempat ini menjadi kawasan yang tidak kumuh dan menjadikannya kawasan wisata.

Di tempat ini akan ada suasana baru, dan ini akan jadi ikon wisata dengan latar belakang masjid, jadi sebelum wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara berkunjung ke Danau Tempe, mereka akan bisa berswa foto di pintu gerbang masuk Danau Tempe ini, kata Bupati.

Menurutnya, ini akan menaikkan ekonomi kerakyatan masyarakat Wajo, mulai dari Industri kreatif sampai ke pedagang kaki limanya.

Dia menyakini, nantinya masyarakat Wajo akan membuat produk dengan banyak keunggulan dengan produk-produk kreatifnya, serta masyarakat Wajo akan menghasilkan produk asli Sengkang dan akan dibuat pemasaran sendiri seperti Alfamart.

“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan Masjid ini bisa selesai, dan akan menjadi pintu gerbang destinasi wisata terpadu di kawasan Danau Tempe, akhirnya mari kita bahu membahu gerakan potensi kita, dan Insya Allah di awal Ramadan ini akan dilaksanakan pembangunannya,” ungkap Bupati Wajo.

Diakhiri acara di laksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati dan Wakil Bupati Wajo dan disaksikan seluruh jajaran Porkompimda Kabupaten Wajo, Tokoh- Tokoh masyarakat Wajo, Tokoh Agama serta beberapa dari Pengusaha
( Humas Pemkab Wajo ).