Gubernur Sulsel Dorong Media Lakukan Kontrol Sosial & Inovasi Terhadap Pemerintahan di Acara Bukber

MAKASSAR, Berandankrinews.com– Inisiator Pemerintah Propinsi Sulsel yang di hadiri dan di pimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah mendapat apresiasi Positif bagi seluruh kalangan insan pers dan pimpinan media di Makassar dalam rangkah mempererat silaturrahim antar pemerintah propinsi dan media yang di rangkaikan buka puasa bersama yang di gelar di Baruga Karaeng Pattingalloang tepatnya di Rumah Jabatan jalan Sungai Tangka (Jumat, 10/5/2019).

Meski dalam masa periode kepemimpina Nurdin Abdullah selaku Gunernur Sulsel di rasakan belum banyak perubahan yang signifikan oyang sudah berjalan kurang lebih sembilan bulan (10/9/2018) namun beliau terus mengajak para insan pers untuk bisa mejalin sinerjitas antara pemerintah daerah dan media.

“Media sebagai fungsi kontrol atau koreksi sangat di butuhkan demi mendorong kemajuan dan pemerataan pembangunan di setiap lening sektor khususnya di daerah Sulawesi Selatan”

Ia menyadari pentingnya eksistensi media dalam bidang informasi dan publikasi dalam mendukung kesuksesan program pemerintah “Saya yakin dan percaya tanpa peran media  apapun yang dikerjakan maka tidak berarti apa-apa,” kata Nurdin Abdullah.

Dalam sambutan terakhirnya Nurdin Abdullah mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada media yang telah berkontribusi dalam mengawal terciptanya pelayanan prima serta terwujudnya pemerintahan yang bersih. Ujarnya.

Hadir juga dalam acara tersebut Muballig yang juga mantan Anggota DPRD Mota Makassar Ustad H. Arifuddin Lewa di dampingi bagian humas Pempro Sulsel serta ratusan dari berbagai media atau insan pers yang hadir memadati gedung tersebut. (Irwan N Raju)

Aksi Heroik Personil Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Briptu Akhsan Amankan Orang Setres Mengamuk

Bone, Berandankrinews.com–Watampone Tanete Riattang Kab Riattang Barat Kabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan.

Sang hero, Briptu Akhsan

Saat melintasi jalan ahmad yani dengan mengendarai motor Yamaha NMAX warna pink Dimana saat seorang pengendara motor lain yang melintas hampir terjatuh dan sebuah mobil sedan putih hendak dihantam dengan balok kayu.

Dengan sigap Briptu Akhsan Unit Kompi 3 Batalyon C Pelopor langsung turun dari motornya dan mendekati lalu membujuk serta menenangkan Oknum warga yang stres tersebut, karena penyakitnya kambuh, H.Tanra (70) duda tua yang hidup seorang diri Warga jalan Jenderal Ahmad Yani.

Rumah pelaku

Kejadian seperti ini sudah tidak bisa dihitung lagi korban kekerasan dari pelaku, ini sudah banyak korbannya, hanya korban yang meninggal saja yang belum Ada sehingga mungkin itu lah yang menyebabkan terjadinya pembiaran pada Oknum ini.

karena setiap ada korban yang ingin mengadukan Hal ini , malah warga lainnya menyampaikan jika pelaku tersebut sakit kambuhan atau kadang menjadi orang tak waras tapi itu hanya berlangsung tak menentu.

Seharusnya pemerintah setempat dan Dinas sosial bersinergi untuk mencari solusi terbaik agar ini tak terulang lagi sehingga Warga Merasa hidup tenang , Aman damai dan kondusif bukan malah hidup dengan perasaan Was was

Terima kasih personil c pelopor ungkap Andi Syafri 45 tahun salah satu warga yang menyaksikan Aksi Personel batalyon C Pelopor Sat Brimobda Polda Sulsel, namun karena sedang bersama Anaknya dan kebetulan Hp lagi di charger jadinya Hanya bisa menyaksikan tidak bisa diabadikan

Ditempat terpisah Danyon Brimob C Pelopor , Kompol Nur Ichsan S. Sos Menjelaskan apa yang dilakukan oleh salah satu personilnya,,karena Brimob siap jadi barometer untuk keamanan warga masyarakat Indonesia umumnya dan Kab Bone khususnya urainya menutup pembicaraan pada awak media ini. (Irwan N Raju)

H.Abidin Bengnga Warga Soppeng Sukses di Tana Toraja

Tana Toraja, Berandankrinews.com–Slah satu warga Kabupaten Soppeng yang hijrah ke Kabupaten Tana Toraja 31 tahun lalu kini sukses di rantau.

H.Abidin yang lahir tahun 1953 di karuniai 4 orang anak dari istri tunggalnya HJ. Marhana yang keduanya asal Kabupaten Soppeng.

H.Abidin menuturkan , saya asli dari Mannagae Desa Belo Kecamatan Ganra dan ibu haji dari Desa Lompulle Soppeng , saat di Soppeng juga tinggal di jln H.Abd Muis Watansoppemg, tahun 1988 saya hijrah ke Tana Toraja ungkapnya.

“Awalnya saya jalan ke toraja cari peluang usaha, saya mulai menjual pupuk di pasar, lama kelamaan menjual lagi pakan ternak hingga mendirikan Usaha Dagang’ Aman Tani’ kata H.Abidin saat Berandankrinews.com berkunjung di kediamannya Jl.Tri Tura No.70 poros terminal Makale ( 11/5/2019).

Lanjutnya, dari situlah awalnya sampai saya mendirikan lagi Usaha Bengkel dan jual alat kendaraan (Usaha Aman Motor-red) yang sekarang sudah dua tempat usaha, satunya di kelola oleh anak saya.

H.Abidin yang juga pengurus Kerukunan Keluarga Soppeng yang aktif sebagai pengurus mesjid di toraja menjelaskan terkait dengan toleransi beragama di toraja sangat baik apa lagi Bupati Toraja juga merangkul umat muslim yang setiap tahunnya di adakan Buka Puasa Bersama di rumah Jabatan, jelasnya.

“Alhamdulillah saya selalu bersyukur dan berterima kasih jika ada sanak keluarga dari Soppeng bisa bertandang di kediaman kami, ada rasa bahagia rasanya seperti saat kontingen STQ Soppeng maupun tim Sontrak Soppeng dan lainnya saat ada kegiatan di Tanah Toraja,” tutupnya (***)

Bapelkes Kaltara Ditarget Tuntas Tahun Ini

= Pembangunan Tahap II Dianggarkan Rp 9 Miliar

TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com – Dimulai tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membangun gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Tahun ini, pembangunan gedung yang berlokasi di Jl. Rajawali, Tanjung Selor tersebut memasuki tahap kedua. Melalui APBD 2019 dialokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar, guna menuntaskan bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare itu.

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan sarana Bapelkes Kaltara bertujuan untuk menunjang pengembangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan. Di Gedung Bapelkes ini, nantinya, digunakan untuk berbagai kegiatan pelatihan bagi para tenaga di bidang kesehatan. Baik itu tenaga fungsional maupun profesi.

Karena belum ada, sejauh ini, kegiatan pelatihan masih dilakukan di Jakarta, bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Dan sifatnya berupa pelatihan yang terakreditasi.

Dengan adanya gedung Bapelkes ini, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemprov Kaltara nantinya akan dapat melakukan sendiri pelatihan yang terakreditasi. Sehingga selain efisiensi waktu, juga efisinsi biaya. Pelatihan nantinya juga diperuntukkan bagi tenaga kesehatan di kabupaten dan kota yang adi di Provinsi Kaltara. Bahkan sampai ke tenaga yang bekerja di puskesmas.

“Gedung Bapelkes ini untuk pelatihan kesehatan terutama pelatihan-pelatihan yang terakreditasi. Jadi tenaga kesehatan yang ikut pelatihan nantinya akan memperoleh akreditasi yang dikeluarkan oleh provinsi,” kata Gubernur, yang didampingi Kepala Dinkes Kaltara, Usman.

Terkait dengan penempatan tenaga pelatih di Bapelkes nantinya, lanjut Gubernur, telah dipersiapkan secara bertahap. Dinkes Provinsi Kaltara telah melatih tenaga Training Of Trainer (TOT) dan Management Of Trainer (MOT) terhadap sejumlah SDM yang dimiliki. “Jadi nanti akan ada tenaga dari kita sendiri seperti TOT, MOT dan fasilitator,” ujarnya.

Tahun ini, pembangunan Bapelkes oleh Dinkes Provinsi Kaltara memasuki tahap kedua. Dengan anggaran sebesar Rp 9 Miliar dari APBD Kaltara 2019, pembangunan lanjutan akan dimulai pada bulan ini, setelah sebelumnya selesai dilelang.

Gedung Bapelkes yang targetnya selesai dibangun tahun ini, direncanakan beroperasi pada 2020 mendatang ini, dibangun pada lahan milik Pemerintah Provinsi Kaltara dengan luas hamparan sekitar 5 hektare. Pada tahap pertama pembangunannya, Dinkes Provinsi Kaltara menganggarkan sebesar Rp 8,9 Miliar pada APBD 2018. Pembangunan fisiknya telah dimulai pada tahun 2018 dengan dengan ukuran 19 x 40 meter persegi, berlantai 2. Untuk fasilitasnya, gedung Bapelkes akan seperti gedung diklat yang memiliki ruang belajar, ruang olah raga dan asrama.

Gubernur yang beberapa waktu telah meninjau lokasi itu menjelaskan, keberadaan asrama akan sangat diperlukan karena sifat gedung Bapelkes yang diperuntukkan bagi pelatihan. Tidak menutup kemungkinan pelatihan yang diadakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dapat menggunakan gedung ini. Seperti Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltara.

Untuk diketahui, selain gedung Bapelkes, di lahan yang ada, akan dibangun pula sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya. Di antaranya, gedung balai pendidikan dan pelatihan terpadu dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara, gudang dan Laboratorium Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM). (humas)

GIZ Lakukan Tiga Proyek Pelestarian Lingkungan di Kaltara

TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com – Tim dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH atau GIZ melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan Lembaga Internasional asal Jerman yang bergerak di bidang lingkungan ini, berkaitan dengan beberapa proyek lingkungan yang sedang dilakukan di Kaltara.

“Kedatangan tim dari GIZ ini, untuk melihat proyek yang sedang berjalan di Kaltara. Saya berharap, kita bersama-sama memiliki satu tujuan yang panjang mengenai kerja sama di dalam proyek proyek GIZ ini,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) H. Suriansyah, saat menerima kedatangan tim GIZ di kantor Gubernur Kaltara.

Suriansyah mengatakan, saat ini GIZ terdapat 3 proyek yang sedang berjalan di Kaltara. Yakni di bidang kehutanan, perubahan iklim, SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), serta proyek rehabilitasi pengelolaan lahan gambut dan mangrove.

“Dari 3 kegiatan yang menjadi perhatian GIZ ini, kami berharap program GIZ ini dapat membantu mengembangkan SDM di Kaltara. Karena SDM kami memiliki kualitas untuk mem-backup yang berkaitan dengan lingkungan hidup, perubahan iklim dan kehutanan,” ujarnya.

Suriansyah menjelaskan, Tim GIZ membantu merealisasikan rencana aksi yang telah disusun, sebagai salah satu kewajiban Kaltara sejak menjadi anggota baru Governor’s Climate and Forests (GCF) Task Force atau Satuan Tugas Gubernur untuk Iklim dan Hutan pada Agustus 2016.

Rencana aksi itu, dalam rangka pelestarian lingkungan dan mengatasi pemanasan global dan mereduksi gejala perubahan iklim. “Meski Kaltara baru berusia 6 tahun, kontribusi kita terhadap Indonesia hingga internasional tidak diragukan, utamanya dalam menciptakan iklim yang lebih baik hingga pada dunia internasional,” ungkapnya.

Terkait lingkungan, hutan mangrove menjadi perhatian GIZ. Salah satunya, rencana pengembangan yang dilakukan di Desa Salimbatu Kabupaten Bulungan.

Suriansyah mengatakan, Tim dari GIZ yang dipimpin oleh Mr. Martin Hansen, selaku Country Director of GIZ Indonesia, ASEAN and Timor-Leste, juga akan melakukan kunjungan ke Salim Batu, melalukan pemetaan dan pengukuran gambut di wilayah food estate yang saat ini lokasi itu memang diusulkan sebagai kawasan ekosistem. (humas).