ResKal Edisi ke-43 Bahas Seleksi Ulang Direksi BUMD

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membentuk 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Yakni, PT Benuanta Kaltara Jaya dan PT Migas Kaltara Jaya. Untuk menjalankan kedua BUMD itu, Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) menggelar seleksi calon direksi BUMD. Dan, kini memasuki seleksi ulang. “Tahun lalu gagal mendapatkan direksi, jadi kita lakukan seleksi ulang. Hingga saat ini, baru satu orang yang menyatakan minat untuk mengikuti seleksi,” ujar Rohadi, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara saat menjadi narasumber Respon Kaltara (ResKal) edisi ke-43 di Kedai 99, Selasa (18/6).

Rohadi mengatakan, dasar hukum pembentukan BUMD mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah. “Berdasarkan PP No. 54/2017, dan sesuai dengan instruksi Gubernur Kaltara untuk melakukan seleksi calon direksi dan komisaris,” kata Rohadi.

Seleksi ulang calon komisaris dan direksi kedua BUMD itu, mengacu pada pasal 20 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018. Seleksi ulang, lanjut Rohadi, dilaksanakan mulai 11 hingga 25 Juni 2019. “Setiap perkembangan informasi seleksi mulai dari persyaratan umum calon direksi, dokumen persyaratan, ketentuan pendaftaran, tahapan seleksi, jadwal seleksi hingga dokumen kelengkapan calon direksi (Surat Pernyataan dan Daftar Riwayat Hidup) akan disampaikan melalui website resmi Pemprov Kaltara (https://www.kaltaraprov.go.id/pengumuman),” beber Rohadi.

Rohadi berharap, bakal calon direksi yang mendaftar adalah orang-orang yang bagus dan memiliki kemampuan memajukan BUMD dalam rangka menggenjot pendapatan daerah.

Sebagai informasi, PT Migas Kaltara Jaya akan menangani Participating Interest (PI) persen di bidang minyak dan gas bumi (Migas), sedangkan PT Benuanta Kaltara Jaya untuk melakukan usaha-usaha di luar sektor migas.(humas)

Politeknik Negeri Nunukan akan Diresmikan Menteri Ristek-Dikti

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Usulan untuk menjadikan Politeknik Nunukan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara mandiri akhirnya disetujui oleh Pemerintah, melalui Kementerian Riset dan Teknologi – Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti). Dijadwalkan, dalam waktu dekat PTN kedua di Kaltara itu, bakal diresmikan langsung oleh Menteri Ristek-Dikti, Mohammad Nasir.

Demikian informasi yang disampaikan Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof Adri Paton saat melakukan audensi dengan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Selasa (18/6). Selain Rektor UBT, turut hadir dalam audensi yang dilangsungkan di ruang rapat Kantor Gubernur itu, Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar) Tanjung Selor, Prof Abdul Jabarsyah. Mereka juga turut menyertakan para pembantu rektor, dekan dan beberapa dosen.

Beberapa hal tadi disampaikan dalam pertemuan itu. Pertama, Adri Patton melaporkan kepada Gubernur mengenai rencana kunjungan kerja Menteri Ristek-Dikti Mohammad Nasir ke Kaltara dalam waktu dekat nanti. Kedatangan Menristek akan meresmikan Politeknik Negeri Nunukan, juga meresmikan fasilitas Science Techno Park (STP) di UBT.

Kedua, disampaikan progress kegiatan pembangunan yang dilakukan di UBT. Di antaranya, ada pembangunan laboratorium dan beberapa fasilitas lainnya. Adri Paton menyebutkan, beberapa kegiatan sudah jalan. Ada yang mulai pemancangan, ada yang sudah tahap pembangunan.

Gubernur mengatakan, disetujuinya Polteknik Nunukan menjadi negeri merupakan kabar yang menggembirakan. Sekaligus sebagai jawaban upaya dalam mengusulkan status Politeknik Nunukan menjadi Politeknik Negeri yang berdiri sendiri.

“Usulan ini, kita sampaikan langsung ke Kementerian Riset-Dikti beberapa bulan lalu. Karena Pak Menteri berhalangan, ketika itu diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti Bapak Prof Dr Ainun Na’im,” kata Gubernur. Ketika itu, lanjut Irianto, dirinya dengan didampingi direktur Politeknik dan juga Rektor UBT mengusulkan agar Politeknik Nunukan yang selama ini masih di bawah Politeknik Negeri Samarinda dimandirikan atau ditingkatkan statusnya menjadi Satker Perguruan Tinggi atau Politeknik Negeri sendiri.

“Dan alhamdulillah, disetujui. Insya Allah tahun ini juga akan diresmikan. Usulan dinegerikannya Politeknik Nunukan ini kita sampaikan, bertujuan untuk mempermudah dan memperluas pelayanan. Utamanya, layanan untuk akses pendidikan tinggi di daerah perbatasan dan 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) seperti Kaltara. Juga untuk pemenuhan kebutuhan SDM, serta ketersediaan sarana dan prasarana,” urainya.

Selain Politeknik Nunukan, ketika itu juga Gubernur mengusulkan penambahan Program Studi (Prodi) S1 di UBT. Yaitu S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Akuntansi dan S1 Ners. “Alhamdulillah juga, tadi disampaikan Pak Rektor tadi, Kementerian Riset-Dikti telah menyetujui peningkatan kedua Prodi itu, dari sebelumnya D3 menjadi S1,” imbuh Gubernur.

Kemudian dari Universitas Kaltara, melalui Rektornya Prof Abdul Jabarsyah, dalam, audensi tersebut disampaikan perkembangan universitas yang berada di ibukota provinsi itu. “Alhamdulillah, perkembangannya cukup signifikan. Terutama terkait dengan proses akreditasi. Meski masih akreditasi C, poinnya yang belum terpenuhi tinggal sedikit lagi. Kita berharap, semua fakultas di Universitas Kaltara bisa berakreditasi B. Sehingga bisa bersaing dengan universitas-universitas lainnya di Indonesia,” kata Irianto.

Gubernur menegaskan, pihaknya memberikan perhatian besar terhadap keberadaan perguruan tinggi di Kaltara. Hal ini sebagai upaya kita dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Pemerintah Provinsi juga sangat mensupport. Meski dengan menyesuaikan kemampuan anggaran, serta kewenangan kita,” tandasnya. (humas)

Mundur dari Target, PLTMG Tanjung Selor Beroperasi Agustus

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menerima audensi jajaran manajemen PT PLN (persero) wilayah Kaltim-Kaltara, yang dipimpin oleh General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltim-Kaltara Djoko Dwijatno dan Muhammad Ramadhansyah, GM Unit Induk Pembangunan, Selasa (18/6). Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur Kaltara itu, mereka menyampaikan laporan mengenai kondisi kelistrikan dan progres pembangunan infrastruktur pembangkit di Kaltara.

Salah satunya dilaporkan dalam pertemuan tersebut, soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 2×7,5 Megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×7 MW di Gunung Seriang, Tanjung Selor, Bulungan. Disampaikan, kedua pembangkit tersebut akan dioperasikan tahun ini. “Untuk PLTMG 2×7,5 MW, mulai hari ini (kemarin, Red) sudah komisioning atau ujicoba mesin. Direncanakan akhir Juli atau paling lambat akhir Agustus sudah bisa dioperasikan,” kata Djoko di depan Gubernur. Sementara itu, PLTU di Gunung Seriang (Tanjung Selor), Malinau dan Nunukan disebut juga sudah bisa dioperasikan paling lambat akhir tahun nanti. “PLTU sekarang dalam proses pembangunan tahap akhir,” jelasnya.

Hal lainnya, dilaporkan tadi soal progres pembangunan jaringan transmisi dari Kaltim – Kaltara. Termasuk persoalan terjadinya pemadaman bergilir di Pulau Bunyu. PT PLN  telah memberikan jaminan, akan mendatangkan generator pengganti dari Pulau Sebatik ke Pulau Bunyu.

Rencananya, generator itu akan diberangkatkan dari Pulau Sebatik pada Selasa (18/6) kemarin, dengan menggunakan kapal. Sedangkan estimasi proses pemasangannya akan memakan waktu seminggu, hingga benar-benar normal beroperasi.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi, meski dinilainya kinerja PLN selama ini lambat. Dalam pembangunan pembangkit misalnya. Secara terbuka Irianto menyampaikan, bahwa proses pembangunan pembangkit listrik di Kaltara selama ini tergolong lambat. Dan hal itu perlu menjadi evaluasi bagi PLN, agar ke depan bisa bekerja lebih baik lagi.

“Seperti contoh PLTMG dan PLTU di Tanjung Selor. Ini sudah dimulai lama, dan sempat mangkrak. Kemudian ketika saya masih Pj Gubernur, saya sempat laporkan ini langsung kepada Presiden. Ketika itu langsung direspons dengan memerintahkan Ibu Rini, selaku Menteri BUMN. Ibu Rini juga saya ajak melihat langsung, hingga akhirnya menginstruksikan Dirut PLN untuk melanjutkan pembangunan. Dan sesuai instruksinya ketika itu, seharusnya akhir 2018 sudah bisa operasi. Jadi ini sudah mundur dari target yang diminta Ibu Rini,” ungkapnya.

Begitu pun dalam hal pembangunan transmisi. Dikatakan Gubernur, rencana pembangunan transmisi sudah dimulai sejak lama. Namun progresnya hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Itu (pembangunan transmisi) sudah rencana sejak 5 tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum kelihatan progress pembangunan transmisinya,” kata Irianto.

Mengenai persoalan listrik, Gubernur mengatakan, sangat memberikan perhatian serius. Kenapa listrik penting? Menurutnya, listrik sudah menjadi urat nadi dalam kemajuan suatu wilayah. Daerah akan sulit maju kalau listriknya kurang. Sebaliknya, sebuah wilayah akan cepat maju dan berkembang jika listriknya memadahi.  “Kalau soal listrik, saya sangat serius. Makanya saya agak keras. Setiap ada persoalan listrik, saya juga selalu komunikasi, baik dengan jajaran direksi di PLN Pusat maupun yang ada di wilayah. Bahkan kalau ada kesempatan langsung dengan Menteri BUMN, maupun ke Presiden. Tujuannya agar listrik di Kaltara semakin memadahi.  Karena kalau listrik aman, saya yakin pembangunan di Kaltara juga akan cepat maju. Termasuk pula dalam hal menarik investasi,” imbuhnya. (humas)

Meningkat dari 2018, Dipicu Meningkatnya Lapangan Usaha Infrastruktur

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Perekonomian di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2019 diyakini akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dengan range sebesar 6,92 hingga 7,32 persen (yoy). Meningkat dari tahun sebelumnya. Di mana secara keseluruhan pada 2018, pertumbuhan ekonomi Kaltara sebesar 6,0 persen  (yoy).

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyampaikan optimisme tersebut, berdasar Laporan Perekonomian Provinsi Kaltara Mei 2019 yang dirilis Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, baru-baru ini. Dikatakannya, dari dalam negeri, sesuai prediksi dan analisis Bank Indonesia peningkatan diperkirakan berasal dari lapangan usaha konstruksi. Ini sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan proyek strategis dan infrastruktur yang dilakukan sepanjang 2019. Salah satu proyek utama di Kaltara yaitu Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

“Perkembangan terakhir, pembebasan lahan telah dilakukan di seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan bendungan PLTA Tahap I yang seluas 200 hektar (ha) lebih dan telah ditetapkannya tenggat waktu untuk dinas dan instansi terkait dalam rangka percepatan pembangunan,” kata Irianto.

Pembangunan infrastruktur lainnya, lanjut Gubernur, adalah jalan perbatasan yang berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU dan PR), sepanjang 2019 akan dilakukan pembukaan jalan perbatasan di Kaltara sepanjang 126 kilometer. Lebih lanjut, konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh meningkat yang didorong oleh perbaikan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja seiring dengan pembangunan proyek strategis di berbagai wilayah di Kaltara. “Adanya momen Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang berlangsung belum lama ini juga mampu mendorong konsumsi swasta Kaltara di 2019,” ucap Gubernur.

Sejalan dengan itu, BI juga memperkirakan bahwa pelemahan ekonomi global bakal menjadi faktor penahan utama peningkatan perekonomian Kaltara pada 2019. “International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook periode Mei 2019 merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Dari semula 3,50 persen (yoy) pada periode Oktober 2018 menjadi 3,30 persen (yoy),” tutur Irianto.

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan melambat turut meningkatkan ketidakpastian pasar. Berbagai identifikasi menunjukkan pertumbuhan ekonomi dunia semakin konvergen melambat didorong revisi ekonomi AS, Eropa, Jepang dan Tiongkok yang keseluruhannya memperlihatkan tren perlambatan. “Perkembangan ini berdampak pada penurunan mayoritas harga komoditas dunia yang juga didorong oleh peningkatan pasokan dari AS,” jelas Gubernur.

Irianto menyebutkan, pada 2019, konsumsi dan investasi diperkirakan melambat disebabkan dampak stimulus fiskal yang mereda dan permasalahan struktural tenaga kerja. Antara lain, produktivitas

dan participation rate yang masih rendah. Kondisi ini menyebabkan tertahannya ekspansi sektor industri di tengah permasalahan trade war AS-Tiongkok yang masih terus berlanjut hingga triwulan II 2019 serta ketidakpastian kebijakan Trump di dalam negeri AS. Lebih lanjut, perlambatan ekonomi Tiongkok berlanjut seiring dengan dampak trade war pada ekspor, konsumsi domestik (terkait wealth effect), dan sektor industri.(humas)

Pornas XV Korpri, Kaltara akan Sertai 3 Cabor

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) rencananya akan mengirimkan 17 atlet untuk 3 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XV Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Provinsi Bangka Belitung, 1 hingga 15 November mendatang. 3 cabor itu, yakni bola voli putra, bulu tangkis dan catur. Ini disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Suriansyah saat memimpin rapat persiapan Pornas Korpri XV di ruang rapat Sekprov Kaltara lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (17/6).

Diungkapkan Sekprov, sejatinya ada 8 cabor yang dipertandingkan pada Pornas Korpri kali ini. Yakni, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, catur, bola voli, futsal, senam bugar Korpri dan maraton 10 K. “Pada 3 cabor yang disertai, Kaltara sudah pernah meraih prestasi. Yakni untuk catur dan bulu tangkis Pornas XIV meraih medali perunggu. Lalu bulu tangkis dan catur pada Pornas XV meraih medali emas,” kata H Suriansyah.

Jumlah atlet yang akan diturunkan pada Pornas Korpri kali ini, masih mungkin bertambah. “Masih ada ASN berkeahlian dan mampu bertanding pada sejumlah cabor tertentu. Dari itu, kepada semua OPD di Kaltara maupun kabupaten dan kota, sedianya dapat menggali kemampuan ASN-nya,” jelasnya.

Salah satu kendala dalam kesertaan Kaltara pada Pornas Korpri kali ini, adalah terbatasnya anggaran. Ini dipengaruhi dengan tingginya biaya transportasi, utamanya tiket pesawat dan hal lainnya. “Kemungkinan kita akan menggunakan anggaran OPD untuk menutupi keterbatasan anggaran tersebut,” urai Sekprov. Sekaitan dengan itu, rencananya Pemprov Kaltara akan menggelar rapat lanjutan untuk berkoordinasi dan mencari solusi mengenai kendala yang ada, salah satunya anggaran.(humas)