Festival Crossborder dibuka Meriah, Ini Pesan Bupati

Nunukan (Kaltara) – Festival Crossborder Nunukan kembali hadir di Nunukan, bertempat di area Gelanggang Olahraga (GOR) Dwikora Nunukan, acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE.,MM pada Sabtu (13/07).

Dalam sambutannya Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan bahwa salah satu tujuan diadakannya Festival Crossborder Tahun 2019 ini adalah merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian di perbatasan yang didorong dengan penyelenggaraan even even pariwisata.

“ atas terselenggaranya kegiatan ini, saya selaku pemerintah daerah kabupaten Nunukan mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari kementerian pariwisata republik indonesia. semoga dengan dukungannya ini kehadiran negara di perbatasan semakin dirasakan oleh masyarakat”, tutur Bupati Laura membuka sambutannya.

Laura berharap agar kerjasama yang baik dari semua lapisan masyarakat dalam berbagai tingkatan harus dioptimalkan guna suksesnya acara ini karena hal ini merupakan tanggung jawab bersama. dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan potensi yang dimiliki oleh kabupaten Nunukan bisa diexsplore lebih luas.

Lebih lanjut disampaikan bahwa berbicara tentang potensi daerah, kabupaten Nunukan ini adalah daerah yang memiliki berjuta potensi yang dapat dikembangkan. berada di perbatasan seharusnya bukan menjadi penghalang bagi kita untuk dapat berkembang. Laura mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk menanamkan dalam pola pikir bahwa predikat daerah perbatasan yang disandang ini adalah sebuah potensi luar biasa yang tidak dimiliki oleh semua daerah.

“Ada banyak yang bisa dikerjakan, mari bersama pemerintah daerah kita membangun semua sektor yang ada di kabupaten Nunukan ini, dengan komitmen yang kuat ini saya yakin kesejahteraan masyarakat kabupaten Nunukan dapat terus meningkat dan stigma negatif tentang daerah perbatasan dapat dipupus”, tambahnya optimis.

Menurut Laura, sumber daya alam, adat istiadat dan budaya, ekonomi perbatasan, kuliner masyarakat, sumberdaya manusia, dan masih banyak yang lainnya adalah contoh potensi yang dapat digali dan dikembangkan. Dengan adanya Festival Crossborder diharapkan agar dapat benar benar dimanfaatkan oleh semua pihak sebagai salah satu media untuk memunculkan potensi potensi tersebut.

“Dengan kemasan yang baik maka acara ini akan menarik bagi masyarakat yang ada di kabupaten Nunukan ataupun wisatawan yang ada di luar kabupaten Nunukan, bahkan wisatawan dari luar negeri tidak menutup kemungkinan tertarik apabila kita dapat mengemasnya dengan baik”, tuturnya lebih lanjut.

Di akhir sambutannya, Bupati Laura menyampaikan beberapa pesannya. Yang pertama adalah agar seluruh lapisan masyarakat mendukung pelaksanaan Festival ini.

“Mari jadikan festival ini sebagai salah satu destinasi wisata dan hiburan bagi kita semua, ajak seluruh sanak keluarga untuk menikmati aneka potensi yang ada, mari jadikan Festival Crossborder Nunukan tahun 2019 ini sebagai pestanya rakyat Nunukan”, imbuhnya.

Pesan yang kedua ditujukan kepada pihak penyelenggara dan dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga serta SKPD yang terlibat dalam kepanitiaan ini agar bersama – sama mensukseskan dan memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan acara.

“Koordinasi dan konsolidasi harus terus dikedepannya dalam mensukseskan kegiatan ini, keindahan alam semesta di Nunukan adalah sebuah keindahan yang tak bisa digapai hanya dengan kata – kata olehnya itu mari kita gali bersama”, tuturnya lebih lanjut.

Pesan yang ketiga, Bupati Laura berharap agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI agar tidak jemu jemunya mendukung kemajuan bidang pariwisata di kabupaten Nunukan ini.

“Dan terima kasih tak lupa saya sampaikan atas dukungan dan kerjasamanya yang intensif selama ini, kiranya kerjasama ini dapat terus kita jalin dan bahkan dikembangkan di kemudian hari, sebab kebahagiaan yang kita rasakan saat ini belumlah sempurna sebelum kita merasakan keindahan alam perbatasan”, tambah Laura.

Dan pesan keempat sebagai penutup, Laura berharap kepada para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar lokasi kegiatan.

Tampak turut hadir dalam acara pembukaan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Informasi Teknologi Sam Sriyono, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung, Konsulat RI di Tawau Sulistiyo Djati Ismojo, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Andi Muhammad Akbar, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Unsur Forkopimda Kabpaten Nunukan, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus,S.IP, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Robby Nahak Serang,S.H, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Drs. Syafarudin, dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Hiburan utama di panggung pada malam tersebut adalah tampilnya artis ibukota Uut Permatasari yang menghibur penonton dengan meriah. (HUMAS)

Pertama, Bupati Resmikan Tahfidz Anak Usia Dini

Nunukan (Kaltara)- Pentingnya pendidikan Al- Quran pada usia dini sebagai wadah generasi penerus di masa yang akan datang di kabupaten Nunukan dengan menghasilkan anak yang memiliki karakter yang baik serta mencintai Al-Quran, hal tersebut disampaikan oleh Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid SE MM saat meresmikan Yayasan Izzatul Quran Nunukan pada Senin (15/7) di Ruko Tanah Merah Lamhidjung

“Pendidikan Anak Usia dini Adalah pondasi Karakter, jika pondasinya kokoh maka seluruh unsur struktur bangunan diatasnya memiliki pijakan yang kuat,” ujarnya mencontohkan.

Hal itu juga akan terjadi sebaliknya, jika pondasi anak rapuh maka betapun setelah periode usia dini, maka bangunan pendidikan karakter itu akan mudah runtuh, sebagaimana perumpamaan bahwa otak manusia pada usia dini ibarat kapas yang mudah menyerap air yang tak mengenal apakah air tersebut air kotor maupun air yang bersih. Sehingga di masa usia dini adalah waktu tepat untuk mengenalkan dan menanamkan sikap-sikap positif yang bisa berguna di masa yang akan datang.

Laura menambahkan dengan keberadaan Yayasan Izzatul Quran untuk menumbuhkan dan mengembangkan segi-segi positif, membangkitkan bakat-bakat yang terpendam pada anak, meluruskan kecenderungan dari sifat yang tidak baik dengan mengarahkan akhlak yang terpuji, menguatkan keyakinan bahwa tujuan utama dari penciptaan manusia.

“Salah satu tugas orang tua dan pendidik adalah mengajarkan anak yakni pendidikan agama, salah satu yang dilakukan oleh orang tua dalam membiasakan pendidikan agama dengan mengajarkan anak membaca dan menghafalkan Al- Quran.

Ibu dua putri ini juga menyampaikan bahwa para pengajar dan orang tua untuk terus melakukan komunikasi dengan baik dan menjadi sangat penting untuk memantau perkembangan anak, karena terkadang para orang tua sibuk dengan pekerjaan sehari-harinya sehingga perkembangan anak terkadang terabaikan.

Sekretaris Yayasan Izzatul Quran, Netty ST menyampaikan Yayasan Izzatul Qur’an baru berdiri bulan ini, namun embrionya sudah berjalan sekitar dua tahun lebih yang lebih dikenal dengan Madrasah Qur’ani Nunukan telah melaksanakan beberapa kegiatan pendidikan atau pembinaan Islam, melalui pembelajaran Al Qur’an. Pertama yaitu BBQ khusus Dewasa yang telah diikuti sekitar 1000 masyarakat Nunukan hingga sebatik, Taqwa bina baca Al Qur’an untuk anak2 yang telah diikuti sekitar 300 pelajar usia TK hingga SMP selain itu juga membina anak-anak rohani islam (rohis) ditingkat SMA, kelas Bahasa Arab Berbakti, Terjemah Al Qur’an.

Disampaikan, Program TAUD SAQU Al Izzah ini merupakan yang pertama kalinya di Kaltara, dan telah berdiri lebih dari 100 cabang di berbagai tempat di Indonesia hingga di Malaysia hingga Australia. Program ini berjalan atas kerja sama Yayasan ‘Izzatul Qur’an Nunukan dengan Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, yang telah dikenal sebagai pusat pendidikan Al Qur’an di Indonesia. 

“Meskipun dengan kesederhanaan dan keterbatasan sekolah yang kami miliki saat ini, tidak menjadi hambatan untuk tetap menuntut ilmu karena keberhasilan utama pendidikan tidak sekedar dinilai karena ruang atau bangkunya, tapi adanya interaksi ilmu dan adab dari guru terhadap murid. Jiwa murid dan guru yang saling ikhlas dan bersemangat dalam belajar dan mengajar, menjadi kunci keberhasilan diterimanya ilmu, terlebih ilmu yang bersumber dan dihafal dari Al Qur’an,” ungkap Netty.

Netty menambahkan Yayasan izzatul Quran Nunukan founding mother nya yaitu Ustadz Bambang Galih setiawan SPd, Ustadzah Wardah dan Ustdazah Netti ST berawal dari hanya sebuah gerakan pemberantasan buta aksara dlm membaca alquran dgn sebuah organisasi dgn nama Madrasah Qurani Nunukan. 

“Dulunya selama dua tahun berjalan di gedung veteran eks. Gedung bioskop Lama, berkat dukungan dan support dari masyarakat dan jamaah sehingga dapat menggunakan gedung ini,” ungkapnya mengakhiri. (Humas)

Ketum ALB Berikan Apresiasi Kepada Kapolres Bone

Bone (Sulsel),- Tepat 11-mei – 2017 dua tahun yang lalu Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH Sik MSI MH menjadi orang nomor satu dijajaran polres Bone
Sebagai kapolres termuda di Indonesia saat itu dan baru menjadi kapolres setelah dibone ini adalah sebuah tantangan.

Culture budaya dengan Tagline Bone beradat masyarakat Bone yang masih kental bukan hambatan bagi AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH Sik MSI MH Untuk turun langsung menemui tokoh Agama, tokoh masyarakat, Tokoh Adat bahkan tokoh tokoh pemuda nya

Tidak butuh waktu lama kapolres Bone untuk menjadi buah bibir warga Kabupaten Bone umumnya dan kota watampone khususnya
Pendekatan Religius yang dilakukannya

Perlahan mendapatkan tempat dihati warga masyarakat Bone, komunitas preman pun beliau dekati lewat ceramah dan dakwah terkadang beliau mengajak personil polres Bone ikut dalam program Religiusnya dari mesjid ke mesjid

Kabupaten Bone yang begitu luas mencakup 27 kecamatan , beliau datangi satu persatu hingga tak terasa hingga seribuan mesjid yang telah beliau sholat didalamnya bersama warga masyarakat

Bukan Hanya warga masyarakat yang mengapresiasi keberadaan beliau di Bone bahkan pejabat pejabat lainnya ikut mengidolakannya, di setiap ada moment tak jarang pejabat yang melewatkan moment ini untuk sekedar selfy bersama beliau

Begitu pula terkadang jika ada Event terus kapolres Bone ada dalang Event ini akan di daulat untuk selfy selfy oleh ibu ibu dan anak anak muda

Surianto 35 tahun salah satu Aktivis Lsm Bone sangat bangga bisa berfoto serta bermitra dengan beliau ungkapnya saat dikonfirmasi awak media ini

Alfian T Anugerah Ketua umum Aliansi Lsm Bone memberi Apresiasi penuh kepada kapolres Bone dihari ulang tahun yang yang ke 42 tahun
Semoga tetap diberi kekuatan, kesehatan dan kalau bisa tetap kapolres di Bone

Hanya beliau kapolres yang mampu jadikan Bone Aman dan kondusif serta keimanan warga berubah dari gelap menjadi terang benderang ungkapnya
Dihubungi lewat sambungan WhatsAppnya. (Irwan N Raju)

APKLI DPD Kabupaten Bone Berikan Ucapan Ulang Tahun Kepada Kapolres Bone

Bone (Sulsel)- 42 tahun yang lalu tepatnya 15-juli – 1977 seorang bayi mungil lahir dari seorang wanita, Perlahan bayi ini tumbuh dan beranjak dewasa.

Dari sekolah dasar terus melangkah ke jenjang lebih tinggi dan Akhirnya masuk Akademi kepolisian hingga lulus dan ditugaskan dibeberapa tempat di wilayah Sumatera hingga kembali ke Sulawesi dan berlabuh dikabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan, Senin (15/7/19).

Tepatnya 11-mei – 2017 dua tahun yang lalu Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH Sik MSI MH menjadi orang nomor satu dijajaran polres Bone.

Culture budaya dengan Tagline Bone beradat masyarakat Bone yang masih kental bukan hambatan bagi AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH Sik MSI MH Untuk turun langsung menemui tokoh Agama, tokoh masyarakat, Tokoh Adat bahkan tokoh – tokoh pemuda nya.

Tidak butuh waktu lama kapolres Bone untuk menjadi buah bibir warga Kabupaten Bone umumnya dan kota watampone khususnya
Pendekatan Religius yang dilakukannya

Perlahan mendapatkan tempat dihati warga masyarakat Bone, komunitas preman pun beliau dekati lewat ceramah dan dakwah terkadang beliau mengajak personil polres Bone ikut dalam program Religiusnya dari mesjid ke mesjid

Kabupaten Bone yang begitu luas mencakup 27 kecamatan, beliau datangi satu persatu hingga tak terasa hingga seribuan mesjid yang telah beliau sholat didalamnya bersama warga masyarakat

Bukan Hanya warga masyarakat yang mengapresiasi keberadaan beliau di Bone bahkan pejabat pejabat lainnya ikut mengidolakannya, di setiap ada moment tak jarang pejabat yang melewatkan moment ini untuk sekedar selfy bersama beliau

Begitu pula terkadang jika ada Event terus kapolres Bone ada dalang Event ini akan di daulat untuk selfy selfy oleh ibu ibu dan anak anak muda

Sri Anha 35 tahun salah satu Aktivis kaki lima sangat bangga bisa berfoto dengan beliau ungkapnya diamini oleh teman temannya pada suatu Event dilapangan merdeka

Ditempat terpisah dihubungi melalui sambungan WhatsAppnya
Iwan Hammer
ketua DPD Asosiasi Pedagang kaki lima Indonesia Kab Bone
Mengucapkan selamat ulang tahun kepada bapak kapolres Bone semoga tetap diberi umur panjang. Dan Berkah dalam karir selanjutnya

Irwan N Raju
Kontributor Bone Sulsel

Satgas Pamtas Yonif 600 Modang Bantu Dua Rumah Ibadah di Perbatasan

Nunukan (Kaltara)- Personil Satgas Pamtas Yonif 600/Modang meski sibuk menjaga perbatasan namun tetap peduli terhadap masyarakat.

Salah satunya membantu Masyarakat di perbatasan didua rumah ibadah yakni Gereja Elsadai di Desa Sungai Limau, Sebatik dan Masjid Al Mujahidin Desa Harapan, Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Personel Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang merasa terpanggil ketika beribadah di Masjid dan Gereja diwilayah tugasnya.

Dengan peralatan yang terbatas dan bahan seadanya serta bantuan dari masyarakat dan Koramil setempat kegiatan instalasi Listrik di Gereja Elsadai dan pengecoran atap Masjid Almujaidin terlaksana dengan baik.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang Kodam VI/Mlw, Mayor Inf Ronald Wahyudi, Senin (15/7/19) menuturkan, Kegiatan seperti ini rencana akan terus di laksanakan dan menjadi agenda tetap Satgas karena mendapat respon positif dari masyarakat sekitar serta pada dasarnya TNI adalah anak kandung Rakyat.

Sementara itu, Pendeta Gereja Elsadai Justina Duma Sanggalo sangat bersyukur dengan kehadiran personil Satgas Pamtas 600/Modang yang membawa angin segar bagi masyarakat diperbatasan.

“Kehadiran Personel Satgas di sekitar Masyarakat memang di anggap angin segar bagi masyarakat sekitar karena sering menjadi promotor dalam gotong royong dan pembangunan” Ungkap Justina Duma Sanggola. (Red)