TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2025 menggelar rapat strategis dalam rangka
TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Literasi
Nunukan (Kaltara)- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 yang digelar oleh Kodim 0911/Nunukan di wilayah yaitu Sebatik tepatnya Desa Lapri dan Desa Seberang sudah memasuki hari kesembilan.
Menurutnya, pembangunan sasaran fisik dalam program TMMD ke – 105 kali ini berupa pembuatan jalan dan pembuatan jembatan dengan harapan hasil pelaksanaan TMMD ke-105 akan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasaran program TMMD.
Dengan adanya jalan dan jembatan yang dibuat akan sangat membantu masyarakat di lokasi TMMD yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga dapat membantu melakukan aktivitas bertani yang di mulai dari sejak tanam hingga pasca panen.
Pembangunan jalan dan jembatan sangat vital serta diperlukan petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Meskipun hasil panen berlimpah tanpa adanya akses jalan yang baik, petani tidak akan bisa menikmati hasil panen dengan maksimal.
“Hanya dengan pembangunan infrastruktur yang baik, petani akan meningkat kesejahteraannya, serta saya meyakini bahwa TMMD kali ini mampu meningkatkan kesejahterakan masyarakat,”ujar Arif. (Pendim 0911 Nunukan/Red)
NUNUKAN- Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-105 Kodim 0911/Nnk memberikan sosialisasi terhadap bahaya Radikalisme dan Terorisme kepada pelajar di SMA Negeri 1 Sebatik, Jum’at (19/7).
Sosialiasi tersebut disampaikan oleh Serka Rujito anggota Koramil 0911-02/Sebatik yang ikut dalam anggota Satgas TMMD di ikuti puluhan pelajar disekolah tersebut.
“Hal ini sebagai upaya pencegahan yang kita berikan kepada para pelajar agar mereka memahami dampak dan akibat tindakan terorisme yang dapat menggangu stabilitas keamanan Negara,”
Menurutnya, paham radikal menjadi hantu yang menyeramkan bagi masyarakat karena menginginkan perubahan secara cepat melalui tindakan ekstrim. “Seiring dengan kemajuan jaman, perkembangan radikalisme dan terorisme mengikuti pesatnya kemajuan teknologi. Sehingga jangkauannya mampu menembus lintas-lintas teritorial,” katanya.
Serka Rujito menambahkan, bahaya tindakan ekstrim ini biasanya di implementasikan dalam bentuk ancaman, teror dan tindakan anarkisme.
Yang perlu menjadi perhatian adalah gejala kebangkitan kelompok radikal kiri yang berideologi komunis. “Ideologi komunis ini masuk dari berbagai lini, mulai dari pada ormas, hingga pada lembaga Negara,” jelasnya.
NUNUKAN – Bukan hanya pembangunan yang dikebut Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0911/Nunukan, Satgas ini juga membangun komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat.
Hal tersebut terlihat di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, warga kini berkumpul dan saling bercengkrama setelah prajurit Satgas TMMD tiba. Mereka juga berkomunikasi dengan para prajurut. Ini berbanding terbalik dari kondisi seblumnya.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0911/Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif, S.I.P didampingi Pasiter, Kapten Inf Eko Dariyanto, (18/7/19) mengatakan, selama satu bulan pelaksanaan TMMD ke-105, para prajurit TNI tinggal dan menetap di wilayah tersebut. Tentunya jalinan keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan terbangun dengan bersama masyarakat.
“Ini salah satu langkah baik membangun komunikasi sosial (komsos). Karena, bukan hanya geliat pembangunan ditonjolkan. Tetapi, membangun kekuatan bersama rakyat, TNI kuat atas dukungan dari rakyat, TNI jauh lebih hebat dengan kepercayaan rakyat dan menjadikan TNI semakin profesional,” ujar Kapten Eko.(Pendim 0911/Nnk)
Sinjai (Sulsel)-Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 105 Kodim 1424/Sinjai bersama warga Tompobulu terus “berjuang” untuk membangun desa, terlihat dalam setiap pembangunan selalu bergotong royong dengan warga walau hujan yang turun hampir setiap hari tidak menyurutkan semangat anggota dan warga untuk terus menyiapkan lahan yang akan dibangun pada TMMD.
Sebagaimana diketahui, di kegiatan TMMD Reguler ke-105 Kodim 1424/Sinjai, salah satu kegiatan fisik utama adalah membangun jalan sepanjang 3.800 Meter dengan lebar 6 Meter. Jalan tersebut akan menghubungkan lalulintas warga dusun Balle ke dusun Bulo , sehingga diharapkan akan meningkatkan perekonomian mereka.
Perwira Seksi Teretorial (Pasiter) Kodim 1424/Sinjai Kapten Inf Muh Bakri H menambahkan, mengingat medan pembangunan jalan yang cukup sulit, diperparah dengan cuaca yang sering hujan, pihaknya harus menggelar Bhakti TNI untuk mempersiapkan segalanya.
Satgas TMMD dengan dibantu warga di lapangan terus mengerjakan jalan TMMD. Hal itu agar target jalan rampung seratus persen,” Kapten Inf Muh Bakri. (Irwan N Raju).
Berandankrinews.com — Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) telah melaksanakan pengangkatan advokat terhadap 45 calon advokat, yang baru saja dilantik dan tergabung dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI) di Ruang Bima, Lantai 2 – Hotel Bidakara, Jakarta, ba’da Jum’at, 19 Juli 2019. Prosesi pengangkatan dilakukan dalam sidang terbuka di Wilayah Hukum DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Presiden KAI, Adv. H. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, S.H., M.H., CLA, CIL, CLI, CRA selaku Ketua Majelis sidang, dengan 2 anggota majelis yaitu Adv. H. Aldwin Rahardian M., S.H., MAP, CIL, dan Adv. Henry Indraguna, S.H., CLA., CIL., yang keduanya menempati posisi sebagai Vice President KAI.
Unsur DPP KAI yang turut hadir diantaranya Sekretaris Umum Adv. Ibrahim Massidenreng, Bendahara Umum Adv. Yaqutina Kusumawardhani, Direktur Humas Adv. M. Junaedi, Direktur Bidang DikLat Adv. Agung Purnomo Sulistiyo, Ketua DPD KAI Jawa Barat Adv. Erwin B. Harist dan Ketua DPD KAI DKI Jakarta Adv. Nurdamewati Sihite. Kemudian tamu yang turut hadir diantaranya Bapak Abdul Wahab Joni, S.P., Bakal Calon Walikota Makassar 2019-2024 yang didampingi oleh penasehat hukumnya, Adv. Afret Tsuaidi, S.H. selaku advokat yang tergabung di OA KAI.
Sesuai dengan tradisi pengangkatan calon advokat baru di Organisasi Advokat KAI, mereka harus mengucapkan 7 Ikrar Advokat KAI, sbb :
Kami Advokat KAI setia kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kami Advokat KAI siap berjuang menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan.
Kami Advokat KAI bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi kehormatan dan etika sebagai Advokat.
Kami Advokat KAI berjiwa patriot dan ksatria serta pantang menyakiti sesama rekan sejawat.
Kami Advokat KAI senantiasa maju, modern dan terdepan dalam membangun peradaban baru Advokat Indonesia.
Kami Advokat KAI siap menangani kepentingan hukum klien tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama.
Kami Advokat KAI sanggup menjadi Advokat yang Officium Nobile.
Pengucapan ikrar ini dipimpin oleh Adv. Ruli Nugraha selaku peserta yang ikut dalam pengangkatan Advokat baru KAI.
Kemudian para advokat KAI yang baru dilantik tersebut memberikan hormat dan mencium bendera sangsaka merah putih dan Pataka KAI yang diiringi oleh lagu Pada Mu Negeri.
Sementara dalam pidato sambutannya, Presiden KAI mengatakan hendaklah para advokat KAI harus selalu waspada dan hati-hati, jangan sampai terjebak dalam sistim penegakan hukum di Indonesia, yang memang saat ini kondisinya belum sempurna. Kemudian, selaku Advokat KAI janganlah terlalu membabi buta dalam membela klien, contoh baru-baru ini terjadi penganiayaan oleh oknum advokat terhadap hakim yang sedang menjalankan tugasnya. KAI sungguh menyesalkan atas kejadian ini dan sangat mengecam keras gaya anarkisme terhadap sesama penegak hukum lain. Selaku pimpinan KAI, Presiden Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mempunyai keinginan supaya advokat Indonesia selaku bagian dari Catur Wangsa dalam Penegakan hukum bisa sejajar dengan para penegak hukum lainnya, seperti Kepolisian punya tempat Pusat Pendidikan (PusDik), Kejaksaan dan Kehakiman juga punya PusDik yang difasilitasi oleh negara. Semestinya kalo semua penegak hukum sebagai bagian dari Catur Wangsa, maka Advokat Indonesia pun harusnya mendapat fasilitas yang sama.
Presiden KAI berharap para Advokat KAI senantiasa meningkatkan keilmuan dan kemahirannya sehingga senantiasa siap berkompetisi yang sehat di dunia advokasi Indonesia, kapanpun dan di manapun.
Menurut M. Junaedi selaku Direktur Humas di sela-sela acara mengatakan prosesi pengangkatan advokat KAI kali ini lebih maju dan sempurna, karena para advokat baru yang ini langsung bisa membawa pulang SK Pengangkatan dan KTA mereka. (fri)