TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2025 menggelar rapat strategis dalam rangka
TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Literasi
Nunukan (Kaltara) – Dalam Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59 Tahun 2019 ini, momentum yang untuk meningkatkan profesionalitas aparat kejaksaan dalam melaksanakan tugas, khususnya Kejaksaan RI sudah melakukan pelatihan, untuk melatih, mengasah kemampuan dan keterampilan dari jaksa khususnya dalam penangganan perkara, kata Kajari Nunukan Fitri Zulfahmi, SH, Senin (22/7/19).
Selain mengasah ilmu pengetahuan, ilmu hukum, Kata Fitri, tetapi paling tidak kalah penting adalah mengenai etika dan moral yang perlu di tekankan kepada keluarga Adhyaksa semua.
“Semua penegak Hukum wajib berdasarkan rukun dan juga harus berdasarkan pada hati nurani,” jelas Kajari.
Adanya penekanan peningkatan sumber daya manusia yang memerlukan teknologi tinggi berkualitas dunia, Fitri Zulfahmi menuturkan, kita masih tetap mengacu pelatihan dan pendidikan, karena untuk mendapatkan informasi teknologi berkembang pesat tidak lain kita harus mengunakan juga Informasi dan teknologi itu juga.
“Artinya kejaksaan sudah siap membina, mendidik, mencetak generasi kejaksaan yang mahir terhadap informasi dan teknologi, jangan sampai kita, kejahatan-kejahatan mengunakan teknologi yang cukup beragam dan cukup kompleks kita ketinggalan, jadi perlu adanya pendidikan dan pelatihan,” ujar Fitri Zulfahmi.
Momentum hari Bhakti Adhyaksa ke-59 tahun 2019 ini, Fitri Zulfahmi mengatakan, penegakan hukum itu bukan hanya kewajiban dan kewenangan dari kejaksaan atau aparat hukum lainnya, tetapi peran serta dari Masyarakat yang mendapatkan informasi adanya tindak pidana yang bisa dilaporkan kepada penegak hukum yang mungkin dimulai dari penyidikan pidana umum di penyidik polisi, Bea cukai dan Lanal Nunukan.
“Kejahatan diperbatasan ini cukup kompleks mulai dari peredaran Narkoba, masuknya barang-barang terlarang, orang asing secara ilegal, atau orang kita yang keluar secara tidak resmi dari Indonesia ke Negara asing,” jelasnya. (Red)
Nunukan (Kaltara)- Festival Buah yang akan digelar pada Rabu (2347/19) di Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, kini Panitia Festival Buah telah mempersiapkan perlengkapan untuk festival buah 2019.
Festival buah yang mengangkat tema ‘Gebyar Buah Perbatasan’.
Ketua Panitia, Samsul Alam, Minggu ( 21/7/19) mengatakan, ini kami adakan karena kali ini dilihat banyak buah khususnya durian, jadi bisa kami adakan.
“Dilihat tahun ini lebih besar dibanding tahun kemarin, Ujarnya.
Samsul menuturkan, Festival ini bukan hanya buah durian saja nanti yang akan ditampilkan namun segala jenis buah-buahan yang ada saat ini.
“Seluruh kelompok tani yang ada di desa Maspul ini kami arahkan untuk menampilkan 7 jenis buah durian, seperti Durian Mentega, Durian Montong, dan Durian Susu, dan jenis lainnya yang dimiliki Masyarakat disini, untuk buah-buahan lainnya terserah dari mereka mau bawa atau tidak,” kata Samsul.
Lanjutnya, persiapan kami ya seperti ini membangun tenda, intinya kami akan maksimalkan sebaik mungkin untuk festival buah ini.
Samsul juga mengatakan, adanya kegiatan Festival buah ini berkat bantuan Kecamatan Sebatik Tengah dan Pemkab Nunukan.
“Dari Kecamatan Sebatik Tengah dan Dinas Ketahanan Pangan sangat mensupport dan membantu kita, Barusan tahun ini ada bantuan dari pemerintah,”ungkapnya.
Kemeriahan festival buah yang dilangsungkan nantinya dipastikan Samsul akan meriah dibandingkan tahun lalu.
“Intinya tahun ini kami yakin lebih meriah dibandingkan tahun lalu, meskipun undangan yang kita sebar hanya 200 undangan hal ini mengingat persediaan buah yang disiapkan teman-teman takutnya terbatas, karena buah yang disediakan hanya untuk dinikmati di festival saja bukan di bawa pulang. Adapun yang bisa dibawa pulang ya nanti bisa dibeli, karena sebanyak manapun durian ini pasti tidak bakalan cukup karena di Kabupaten saja sudah heboh, padahal undangan ke Kabupaten tidak banyak hanya saja dari mulut ke mulut ini,”ungkapnya.
Samsul berharap dengan digelarnya festival buah ini, dapat memajukan Gapoktan yang memiliki 6 kelompok tani yakni Anak Maspul, Putra Maspul, Cahaya Maspul, Sumber Sawit, Polewali dan Mamminasae.
“Harapan kita bisa memajukan Gapoktan dan kelompok tani yang ada di Desa Maspul, karena mungkin kelompok tani kami yang paling aktif dibandingkan kelompok lain yang ada di Desa maupun Kecamatan lain,”ungkap Samsul Alam. (Red)
Nunukan (Kaltara)-Tepat Jatuh pada tanggal 22 Juli 2019, Kejaksaan Negeri Nunukan menggelar upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 di halaman kantor Kejaksaan Nunukan, Senin (22/7/2019) pagi.
Selaku pimpinan upacara Kajari Nunukan Fitri Zulfahmi SH.
Turut hadir dalam upacara itu, Kasi Intel Jaksa Nunukan Bonar Satria Wicaksono, SH, Kasi Pidsus Jaksa Nunukan, Ali Mustofa, SH, Kasi Pidum Jaksa Nunukan, Andi Saenal Amal, SH, Kasi Datun Jaksa Nunukan, Nurhadi, SH, Kasi Barang Bukti, Haeru Jilly Rojah, SH, Jaksa Pratama, Jaksa Muda, jaksa fungsional, para staff jaksa, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dan pegawai, honorer serta Peserta magang.
Kajari Nunukan, Fitri Zulfahmi dalam membacakan Amanat Kejagung RI menyampaikan,
dalam suasana penuh kebanggaan setiap kali memperingati Hari bersejarah seperti ini, diirentang waktu usia yang ke- 59, Bhakti sepanjang sejarah perjalanannya, sudah barang tentu telah dewasa dan mematangkan diri, melakukan segala daya upaya yang dilakukan bersama.
Untuk itu marilah kita menjadikan hari bakti Bhakti Adhyaksa tahun ini sebagai moment untuk melanjutkan lebih tegas, menegaskan niat, menumbuhkan tekad dan semangat, mewujudkan keserasian, keselarasan dan kesimpangan diantara nilai keadilan, kebenaran dan kepastian melalui pelaksanaan penegakan hukum yang menjadi kewenangan, tugas dan tanggung jawab kita agar tanpa terkecuali dan tanpa perbedaan memberikan manfaat dan dapat dirasakan oleh pencari keadilan dan oleh segenap lapisan masyarakat.
Kita juga harus mampu dan mau secara jujur melihat kebelakang, melakukan evaluasi dan Intropeksi dengan semua kejadian dan apa yang telah kita lakukan selama ini. Prestasi dan hal-hal lain yang baik kita kerjakan demikian pula sebaliknya, hal-hal yang buruk dan kekurangan selama perjalanan yang kita hadapi.
Keseluruhan kepastian hukum segenap jajaran Kejaksaan perlu menegguhkan kembali komitmen untuk semakin meningkatkan pengabdiannya demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju, unggul, utuh, adil dan makmur.
Sebuah pernyataan senafas dengan semangat bangsa Indonesia yang sedang menyongsong perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-74 di Tahun 2019 ini, melalui seruan dan ajakan untuk maju bersama “Menuju Indonesia Unggul.
Dengan sejalan, bersesuaian dan bertautan dalam narasi besar visi “Indonesia
Maju” di mana tidak ada lagi rakyat yang terabaikan untuk dapat meraih mimpi, harapan dan cita-citanya.
Selain itu, Kajari Nunukan juga menyebutkan tiga hal penting dan besar yang perlu mendapatkan hasil bersama, yaitu,
Pertama, pentingnya komitmen dan konsistensi seluruh insan Adhyaksa untuk meningkatkan kompetensi, sikap pro aktif, produktivitas berkenaan dan mendorong optimalisasi pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab yang diemban, agar mampu berkontribusi positit dan maksimal sebagai bentuk pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Ketiga, Kejaksaan sebagai sebuah lembaga penegak hukum yang memiliki lebih dari 400 satuan kerja tersebar di seluruh wilayah, melalui berbagai program kerja dan kegjatan yang dilakukan harus mampu memposiskan di menjadi sumber inspirasi, pendorong semangat Kebangsaan, rasa nasionalis dan sikap patriotisme membela tanah air di kalangan masyarakat, yang dalam pemikiran, sikap dan tindakannya lebih mengutamakan kepentingan nasional dan keutuhan negeri. Dengan memiliki semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme itulah, segala bentuk keberagaman yang menyimpan berbagai perbedaan akan dapat dikelola dan dikemas dalam bingkai persatuan dan kesatuan yang menjadi modal dasar bagi akselerasi pembangunan.
Kedua, pentingnya membangun jati diri sebagai aparat penegak hukum dengan pola pikir terbuka, progresif dan visioner memandang jauh ke depan, mampu melakukan perubahan paradigma, memyesuaikan diri dengan setiap dinamika perkembangan, dengan tetap memperhatikan dan berjalan di atas koridor hukum sebagai dasar acuannya. Dengan demikian kita akan lebih percaya untuk mampu membuat inovasi melakukan berbagai terobosan dan tidak hanya bertahan di zona nyaman yang selama ini disinyalir menjadi tantangan terbesar bagi terciptanya organisasi adaptif yang lincah dan agle merespon ekspektasi dan kemajuan zaman, memahami dinamika kebutuhan pembangunan nasional, dan memahami aspirasi masyarakat, yang kesemuanya menuntut jawaban dan pemenuhan.
Usai pelaksanaan upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, dilanjutkan Ziarah dan penaburan bunga di Makam Pahlawan Jaya Sakti Nunukan. (Red)
Nunukan (Kaltara)-Sebuah pondok yang berada di Jalan Poros Sianak, Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, dilahap si jago merah, Minggu (21/7/19).
Pondok yang berukuran 15 Meter persegi tersebut terbakar sekitar pukul 13.05 Wita.
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Karyadi di Nunukan mengatakan, pondok yang terbakar merupakan milik Sudi (53) yang ditinggali seorang pemuda bernama Irwan Bin Hamma (24).
“Jadi Irwan ini sekitar pukul 09.00 bangun dari tidur dan langsung meninggalkan rumah tersebut menuju rumah temannya yang berada di Rt 04 desa Liang Bunyu untuk mencari makan, namun Irwan ini lupa mematikan obat nyamuk bakar yang dibakarnya sebelum tidur dan di letakkan di atas kertas,” Jelas Iptu Karyadi.
Dikatakan Iptu Karyadi, dari keterangan saksi mata, Dewi yang sedang duduk di teras rumahnya melihat ada api yang keluar dari pondok yang dihuni Irwan.
“Saksi memanggil beberapa Masyarakat termasuk ABK Kapal yang sedang sandar di dermaga dekat pondok tersebut dan langsung memadamkan api dengan menggunakan ranting kayu, tetapi api semakin membesar dan menyebar keseluruh pondok,” ungkap Karyadi
Masyarakat setempat yang turut membantu langsung menghubungi Irwan dan petugas pemadam kebakaran Binalawan serta Polsek Sebatik Barat, kata Iptu Karyadi.
Dari keterangan Warga Setempat Petugas Pemadam Kebakaran terlambat tiba dilokasi, sehingga rumah tersebut ludes terbakar.
“Api berhasil dipadamkan sekitar 13.40 setelah Pemadam Kebakaran Binalawan tiba dilokasi Kebakaran dibantu Masyarakat dan Personil Polsek Sebatik Barat,” ungkap Iptu Karyadi.
Atas kejadian kebakaran tersebut, Rumah beserta isinya berupa alat dapur, pakaian dan identitas Irwan serta 1 unit motor Honda Supra tanpa plat nomor polisi ludes terbakar.
“Untuk kerugian material belum dapat diprediksi, sementara masih dalam penyelidikan,”ungkap Iptu Karyadi. (Red)
Nunukan (Kaltara) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilaksanakan pada 23 Juli 2019 yang tinggal menghitung hari, kini Panitia Pilkades semakin sibuk melakukan persiapan menyambut Pesta demokrasi tingkat desa.
Seperti yang saat ini dilakukan panitia Pilkades Sungai Nyamuk telah mempersiapkan dengan matang segala bentuk atribut dan perlengkapan pilkades.
“Hingga saat ini ya kami panitia telah mempersiapkan seperti bimtek untuk petugas TPS telah dilaksanakan tadi sore,” kata Vina Karmila Ketua Panitia Pilkades Sungai Nyamuk.
Dia menambahkan, kami juga akan melakukan teguran kepada calon yang akan mengunakan ketahuan melakukan money politik.
Sementara itu, Panitia Pilkades Kecamatan Sebatik Timur, Amad Soderi mengatakan, terkait masalah Money Politik, mekanisme pemungutan suara dan mekanisme perhitungan suara sebenarnya untuk Pilkades kami berharap tidak ada praktek-praktek seperti ini.
Jikakalau pun dilapangan ditemui hal seperti itu Maka tugas kita bersama untuk menegur secara kekeluargaan, jika dianggap tidak bisa ditegur maka bisa melaporkan kepada Kecamatan sebagai pengawas Pilkades sebagaimana SK Bupati dan peran panitia pilkades Kecamatan dan Desa juga salah satunya adalah fungsi pengawasan ini.
“Tapi sekali lagi kita pendekatannya adalah azas kekeluargaan, semua bisa diselesaikan dengan musyawarah atau kekeluargaan,” jelasnya.
Lanjutnya, Fungsi Panitia Kecamatan salah satunya mengkoordinasikan semua tahapan Pilkades dengan TNI-Polri, berkaitan pengamanan sebelum dan saat pasca Pilkades.
Kita akan tugaskan Panitia Kecamatan untuk mengawasi setiap TPS dan adanya petugas Pengamanan sebanyak 4 orang per TPS dari unsur TNI, Polri, Sat Pol PP dan Pamsung diharapkan bisa menjalankan juga fungsi pengawasan, kita juga akan melibatkan anak-anak KKn Mahasiswa untuk ikut mengawasi.
Selain itu, panitia tingkat desa, para calon Kades, saksi dari masing-masing calon Kades, BPD dan PJ Kepala Desa juga hadir pada pemungutan suara di setiap TPS, ungkap Amad Soderi. (Dhian)