Satgas TMMD Kodim 1424/Sinjai Latih Siswa MAN 2 Bulupoddo PBB

Sinjai (Sulsel)- Personel Satgas TMMD ke-105 Kodim 1424/Sinjai memberikan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa MAN 2 Bulupoddo yang merupakan rangkaian program TMMD 105 non fisik yang dipusatkan dilapangan sepak bola Tompobulu, Rabu, (31/7/2019).

Selaku Dansatgas TMMD 105, Dandim 1424/Sinjai Letkol Inf OO Sahrojat,S.Ag., M.Tr (Han). menyampaikan, latihan ini bertujuan untuk membentuk karakter para siswa-siswi agar lebih disiplin dan memupuk jiwa nasionalisme.

“Kegiatan ini juga dikatakan sekaligus untuk membina para pelajar agar dapat mengenal kedisiplinan, loyalitas baik sejak dini,” katanya.

Dalam kegiatan ini, Kapten Inf Yambo memberi materi teori dan praktek peraturan baris berbaris kepada pelajar.

Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat para pelajar untuk melaksanakan latihan, kekompakan mereka tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi. Ungkapnya

“Pelatihan ini untuk menciptakan kader-kader terampil dan pintar serta mengenal bangsanya sehingga pada akhirnya terbentuklah generasi bangsa yang kuat baik secara fisik, mental, maupun pikiran,” tambah Dandim.(Irwan N Raju)

Dandim 1424/Sinjai Uji Coba Jembatan Gantung

Sinjai (Sulsel)-Satgas TMMD 105 Kodim 1424/Sinjai Bersama Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) telah menyelesaikan pembangunan jembatan di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, dan saat ini semnetara di lalui oleh Dandim 1424/Sinjai sebagai uji coba.

Pada potongan foto terlihat sedang melintasi jembatan tali (sling) di atas aliran sungai Tangka. Ada indikasi yang disorot camera adalah jembatan gantung yang baru selesai dibangun itu.

“Bila disorot dari jarak lebih jauh lagi mungkin akan tampak jembatan gantung yang siap dilalui,” ujar Dandim.

Alhamdulillah kata Mahmuddin Kepala Desa Tompobulu sangat bersyukur akhirnya jembatan gantung yang didambakan masyarakat Desa Tompobulu kabupaten Sinjai dan warga desa Bana kecamatan Bonto Cani Kabupaten Bone telah selesai,

Tinggal penggunaan jembatan gantung tersebut kapan di mulai, tinggal menunggu kesiapannya.(Irwan N Raju)

Personel Korem 141/Toddopuli Senam Barbel Jaga Kondisi Tubuh

Bone (Sulsel)- Senam barbel Oleh personel Korem 141/Tp, bertempat di Lapangan Apel Korem 141/Tp Jl. Jenderal Sudirman Watampone. Rabu (31/07).

Kegiatan diawali dengan Apel Pagi yang dipimpin oleh Pasi Intelrem 141/Tp Kapten Inf Andi Husni yang dilanjutkan dengan pemanasan dan pengecekan Denyut Nadi Oleh Bintara Jasrem 141/Tp .

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan keakraban dalam menjalankan tugas serta untuk menjaga keharmonisan dan kekompakan juga untuk meningkatkan kesegaran Jasmani agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar, sehingga nantinya bisa melaksanakan tugas dengan baik.

Selesai senam barbel dilanjutkan dengan olahraga umum Tennis di lap merdeka, Volly ball dan Futsal.(Irwan N Raju)

Layanan Terus Berbenah, Bikin Investor Semakin Betah

TANJUNG SELOR – Meski indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan perizinan lumayan baik, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara terus melakukan pembenahan.

Saat menjadi narasumber pada Talkshow Respons Kaltara, Selasa (30/7), Kepala DPMPTSP Kaltara Risdianto mengungkapkan, instansi yang dipimpinnya itu uterus menyusun strategi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pemberian perizinan.

“Sebagai salah satu OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kita harus punya cara yang luar biasa. Hal ini terus kita lakukan sebagai salah satu percepatan kualitas pelayanan,”jelas Risdianto di Kedai 99, Jalan Lembasung.

Apalagi, Kaltara terus didorong untuk mengundang isnvestor agar pertumbuhan ekonomi di provinsi termuda ini semakin membaik. Mengingat potensi yang dimiliki oleh wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia ini sangat strategis.

Risdianto menyebutkan, terdapat sejumlah sektor yang memiliki peluang besar untuk pelaksanaan investasi di Kaltara. Di sektor primer, terdapat pertanian, perikanan, perkebunan dan pertambangan. Sementara di sektor sekunder ada manufaktur serta industri, dan sektor tersier yang berkaitan dengan jasa.

Namun dari ketiga sektor itu, yang memiliki potensi besar ada pada sektor primer. Risdianto mengungkapkan ini harus dikelolah secara bijak agar memberikan manfaat kepada masyarakat. Pada triwulan pertama saja, realisasi investasi pada sektor primer ini sudah mencapai Rp 1,771 triliun dengan target Rp 2,1 triliun dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

“Kita optimis, yang ditargetkan BKPM RI kepada kita dapat terlaksana dengan baik. Artinya, perbandingan investasi itu sendiri sudah ada perubahan yang signifikan. Karena, seperti kita ketahui, pada tahun 2017 lalu ada peningkatan yang cukup signifikan,”jelasnya.

Kendati demikian, ada sejumlah tantangan ke depan dalam era persaingan global yang dihadapi daerah. Misal, kata Risdianto, adanya regulasi yang belum konsisten, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, kecepatan proses perizinan yang diaplikasikan harus disesuaikan. “Hingga saat ini OSS masih stagnan dalam proses perizinan, ini disebabkan adanya beberapa mekanisme perizinan yang tidak terkoneksi dengan pemerintah daerah,”jelasnya. (humas)