Wakil Bupati Wajo hadiri perlombaan senam lansia se Kecamatan Sabbang paru

WAJO – Wakil Bupati Wajo bersama Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo membuka serta menghadiri Lomba senam lansia se Kecamatan Sabbangparu, Selasa 13 Agustus 2019.

Sebagaimana diketahui lansia merupakan sebuah siklus hidup manusia yang hampir pasti dialami setiap manusia, yang kadang di artikan sebagai seseorang yang tidak berdaya dan tidak mampu beraktifitas.

Dan kalau dilihat di Kecamatan Sabbangparu lansianya sehat wal afiat, bugar, aktif dan produktif. Walaupun tidak dipungkiri bahwa semakin bertambah usia semakin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik jiwa seperti soal ekonomi dan sosial, komentar H. Amran, SE ketika berkunjung hari ini di Kecamatan Sabbangparu.

“Saya mengharapkan lansia jangan sekali-sekali dianggap sebagai beban, karena sesungguhnya juga dapat diberdayakan sebagai subjek dalam pembangunan, kesehatan hidup yang penuh asam dan garam, kerasnya perjuangan hidup, menempatkan para lansia bukan hanya sebagai orang yang dituakan, dan dihormati di lingkungannya, akan tetapi para lansia juga dapat menjadi agen, Siap bekerja untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah Wajo yang kita cintai di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” ungkap Wakil Bupati Wajo.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta lomba senam lansia dari 15 desa dan kelurahan di Kecamatan Sabbangparu, mari kita jaga kesehatan kita melalui lomba senam lansia ini,” H. Amran, SE menambahkan.

Lebih lanjut Wakil Bupati Wajo berpesan yang mengatakan bahwa untuk menjadikan lomba senam lansia ini selain sebagai ajang untuk menunjukkan prestasi, juga sebagai ajang silaturahmi, kalah dan menang dalam lomba adalah untuk pembuktian diri, sportivitas harus dijaga persatuan dan pembaharu di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan keluarga sehat baik jasmani maupun rohani.

“Saya mengharapkan melalui kegiatan ini, kita mampu mengembangkan budaya hidup sehat, dari gemar berolahraga sehingga tercipta tubuh dan jiwa yang sehat untuk membentuk sumber daya manusia yang sehat, sumber daya manusia unggul, sumber daya manusia yang kesatuan masyarakat Sabbangparu tetap kita kita Junjung tinggi,” harap H. Amran, SE diakhir sambutannya. ( Humas Pemkab Wajo )

Wujudkan Kepedulian Sosial, PPWI DPC Magetan Beri Santuan Anak Yatim

Magetan – Bangsa Indonesia merupakan kesatuan masyarakat yang terbentuk dalam sebuah tujuan yang sama. Salah satunya yaitu menjadi bangsa yang masyarakatnya mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” merupakan bunyi sila kelima dalam Pancasila yang menjadi pandangan hidup berbangsa.

Substansi sila tersebut mengamanatkan agar pemerintah mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran secara ekonomi bagi seluruh rakyat indonesia secara adil. Selain pemerintah, peran organisasi masyarakat (Ormas) juga sangat penting untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam segala bidang.

Hal tersebut ditegaskan dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, khususnya pasal 6, menyebutkan bahwa salah satu fungsi Ormas adalah pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan pelayanan sosial.

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Magetan, dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat, menggelar do’a bersama dan santunan anak yatim di dusun Sumuran, Desa Pojoksari Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin, 12/8/2019.

Ketua PPWI DPC Magetan, Iswahyudi, mengatakan Do’a bersama dan santunan ini merupakan program DPC PPWI Magetan bidang sosial yang digelar setiap bulan dengan tempat berpindah pindah. “Ini program rutin pengurus dan anggota PPWI Cabang Magetan, tiap bulan kita lakukan dengan tempat berbeda-beda,” kata Iswahyudi yang kerap dipanggil Satria.

Lebih lanjut ia mengatakan do’a bersama dan santunan hari ini (red – Senin, 12/8) dilakukan bersama undangan penerima santunan 34 anak yatim di dusun Sumuran.

“Kami melaksanakan doa bersama 34 anak yatim penerima santunan di dusun Sumuran,” imbuh Iswahyudi.

Ia berharap, Do’a yang panjatkan bersama anak yatim ini ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia pada umumnya agar negeri ini selalu aman dan damai dan seluruh anggota PPWI se Nusantara, khususnya Cabang Magetan agar selalu dalam lindunganNYA, Sehat dan rejeki melimpah,” ujar Ketua PPWI Magetan.

Selanjutnya, dalam hal ini juga PPWI Cabang Magetan senantiasa terbuka dalam segala bentuk saran, kritik dan arahan yang bersifat membangun untuk eksistensi PPWI Cabang Magetan. “Kami para pengurus dan anggota PPWI Magetan sangat terbuka dengan pemikian kritis dan masukan dari semua pihak, dalam pemberdayaan masyarakat,” pungkas pemuda Magetan yang enerjik ini

Kucurkan Rp 1,8 M untuk Bangunan Laboratorium Keswan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara mengucurkan Rp 1,8 miliar untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) di Jalan Sabanar Lama, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, alokasi anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dimana, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara mendapatkan alokasi DAK untuk bidang pertanian dan peternakan sebesar Rp 6 miliar yang salah satu peruntukkannya adalah pembangunan Laboratorium Keswan. “Setelah laboratorium kesehatan hewan rampung dibangun, akan dilengkapi dengan peralatan laboratorium, yang sebagiannya dibiayai dari dana alokasi khusus tahun anggaran 2019,” kata Irianto usai melakukan peletakkan batu bata pertama Laboratorium Keswan dan Kesmavet, Senin (12/8).

Berkaitan dengan pembangunan fisiknya, instansi terkait juga telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Keswan dan Kesmavet. Di mana pegawainya berasal aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Kaltara. “Ini untuk mendorong DPKP Kaltara dalam meningkatkan peranannya guna mendukung pembangunan peternakan di wilayah provinsi termuda ini, serta meningkatkan daya saing produk peternakan di beranda depan daerah utara negara Indonesia,” ucap Irianto.

UPTD Laboratorium Keswan dan Kesmavet sendiri, kata Irianto, mempunyai peran yang sangat strategis. Utamanya, di dalam menunjang pembangunan peternakan di Provinsi Kalimantan Utara melalui kegiatan deteksi dini atas kemungkinan munculnya wabah dan monitoring status penyakit hewan menular di wilayah ini. “Apalagi, wilayah kita berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Negara Bagian Sabah dan Sarawak, sehingga dengan terkendalinya penyakit hewan menular maka produktivitas ternak akan meningkat dan program pemuliaan ternak dapat tercapai,” jelas Gubernur.

Sedangkan, kegiatan dan program di bidang kesmavet juga penting untuk dilaksanakan demi mengamankan dan meningkatkan kualitas kesehatan dan keamanan pangan asal hewan. Kegiatan itu dapat dilakukan melalui pembinaan di pasar tradisional dan sentra produksi ternak, serta pengambilan sampel Kesmavet untuk diperiksa di laboratorium.

Selain itu, UPTD Laboratorium Keswan dan Kesmavet juga memiliki fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan di seluruh Kaltara. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara aktif dan pasif. “Artinya kegiatan secara aktif dilaksanakan dengan mengadakan surveilans dan monitoring ke lokasi untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data dan pengambilan sampel/specimen.

Sedangkan kegiatan secara pasif dilaksanakan dengan melakukan pengamatan, pengumpulan data dan pengambilan sampel/specimen yang diterima dari masyarakat maupun organisasi pemerintah/non pemerintah,” papar Irianto. Selain meletakkan batu bata pertama, Gubernur juga melakukan penyerahan sapi qurban kepada masyarakat setempat.(humas)

Pasca alami Kebakaran,Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Bulukumba Mulai di Renovasi

Bulukumba – Pasca mengalami kebakaran 31 Juli lalu yang mengakibatkan asrama santri Pondok Pesantren Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba sebanyak 3 gedung tak bisa lagi digunakan.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah, berbagai organisasi dan masyarakat mulai memberikan bantuan untuk renovasi gedung asrama yang ada. “Alhamdulillah sampai saat ini, bantuan dari ormas, instansi pemerintah dan masyarakat terus berdatangan seperti Polres Bulukumba, Kodim 1411, LIDMI, Stikes, Akbid, IMM, dan HILMI,” ungkap Supriadi Nasir kepala sekolah tingkat SMP.

Bangunan asrama santri yang rusak kini mulai di renovasi mulai dari bagian atap, pengecatan dinding dan pemasangan lantai. “Sampai saat ini renovasi asrama yang kebakaran masih sekitar 20%,” lanjutnya.

Supriadi Nasir mengajak kepada seluruh masyarakat agar memberikan bantuan untuk renovasi asrama santri yang terbakar. “Kami mengajak kepada masyarakat Bulukumba secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum untuk membantu renovasi asrama santri yang terbakar untuk mempercepat pembangunan agar aktifitas santri dalam menghafal Al-Qur’an bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.

Lebih lanjut, Supriadi Nasir berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuannya. “Terakhir kami ucapkan Syukron Jazakumullahu Khairon kepada para donatur yang telah membantu semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sesuatu yang jauh lebih baik,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Akbar

Komunitas Pengusaha Gaharu Orang Wajo di Probollinggo Mengundang Bupati Wajo

WAJO – Silaturrahim dengan Komunitas Pengusaha Gaharu Orang Wajo di Probolinggo yang dilaksanakan di rumah seorang tokoh gaharu dari Wajo yaitu Bapak H. Syamsu Alam yang merupakan juga ketua Asgarin Kota Probolinggo, Senin 12 Agustus 2019.

H. Syamsu Alam yang merupakan Pria Kelahiran Sulawesi ini dikenal sebagai Ketua Asgarin ( Asosiasi Gaharu Indonesia ) untuk wilayah Probolinggo yang menakhodai 5.023 pengusaha gaharu di Probolinggo.

Juga terkenal kemarin ketika terjadi gizi buruk di asmat papua dan dia mengirimkan ribuan ton beras kesana, sehingga beliau dikenal sebagai orang yang tinggi kepeduliannya. Dalam pernyataan dari komunitas pengusaha Gaharu yang juga diketuai oleh H. Syamsu Alam, menyampaikan kalau mereka siap membantu untuk mengawal 25 program Pemerintah di Kabupaten Wajo termasuk pembangunan Masjid Cantik di Wisata Padduppa.

Ketika kami konfirmasi via telepon ( WA ) H.Syamsu Alam menyampaikan bahwa dia sangat berterimakasih kepada Bupati Wajo beserta keluarga, atas kunjungannya di Kota Probolinggo Jawa Timur. “Kami merasa sangat terharu dan bangga, atas kedatangan Bupati Wajo, kami seperti seorang anak yang tinggal di perantauan yang sedang dikunjungi oleh Bapaknya,” ungkap H. Syamsu Alam.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dari 25 program Bupati Wajo, tentu membutuhkan banyak masukan untuk memperlancar terealisasi program tersebut 5 tahun kedepan.

“Kami sebagai masyarakat Wajo yang ada di perantauan juga mendoakan semoga Bapak Bupati diberikan kesehatan, kekuatan untuk bisa mewujudkan program program yang ada, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Wajo mulai dari pelayanan, ekonomi dan pendidikan,” ungkapnya diakhir percakapan. ( Humas Pemkab Wajo )