Kepala Loka Monitor Spectrum Frekuensi Radio Janjikan Benahi Jaringan Sering Roaming

Nunukan-Ketidak keseimbangan Jaringann antar dua Negara Indonesia dan Malaysia membuat masyarakat Nunukan selalu mendapatkan Jaringan roaming sehingga saat ingin mengakses internet ataupun melakukan panggilan, saldo akan terpotong.

Disaat roaming jaringan Malaysia Digi maupun Maxis selalu menutupi jaringan Telkomsel.

Kepala Loka Monitor Spectrum Frekuensi Radio Tanjung Selor Wilker Kalimantan Utara, Rahmat Budiharto mengatakan, untuk ketidak seimbangan Jaringan antara Indonesia dan Malaysia, kita akan melakukan pengukuran dulu, wilayah mana yang terkena roaming.

“Kita akan pastikan dulu berapa power dari sana yang masuk nanti setelah itu kita akan koordinasi ke operator ke penguna provider yang ada seperti Telkomsel,” katanya Rahmat, Jumat Malam 30/8/19

Karena semua ini ada dibagian operator juga, mana tahu operatornya kerja sama dengan Maxis atau Digi, ini yang akan kita pastikan dulu.

“Karena ini melibatkan Negara jadi kita juga untuk membicarakan masalah jaringan ini harus tahu data juga dilapangan,”jelasnya

Rahmat juga menuturkan, untuk mengidentifikasi membutuhkan waktu seminggu, apakah benar power dari jaringan Malaysia selalu tinggi ke Indonesia. Nanti kita akan sampaikan dalam forum pertemuan pada tanggal 10 -12 Desember 2019.

“Untuk Planning kita belum bisa pastikan, karena kita juga belum tahu. Karena kalau kita sampaikan ke pihak Malaysia tapi mereka akan data yang kita sampaikan takutnya tidak percaya, tapi intinya secepatnya kita akan tindaklanjuti,” tandasnya. (Red)

Menkominfo:Digitalisasi di Perbatasan Adalah Bukti Pemerataan Pembangunan

NUNUKAN – Pemerintah terus berupaya dalam membangun dari pinggiran, selain insfratruktur, sarana komunikasi adalah adalah salah satu dari kebutuhan di kawasan Perbatasan.

Dan untuk merealisasikannya, kini Pemerintah terus mengembangkan sarana digital (digitaliasasi) yang dengan hal tersebut bukan hanya akan mempermudah komunikasi namun juga diharap dapat memperkuat sendi-sendi kedaulatan.

Hal itu dituturkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada awak media di Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (30/8/2019).

Menurut Rudi, saat ini Pemerintah terus meningkatkan pelayanan dengan menambah quota jaringan pada titik-titik tertentu diwilayah perbatasan seperti di Nunukan.

“Ini adalah bentuk komitment Pemerintah dalam memberikan pelayanan publik sehigga warga di perbatasan dapat merasakan hal yang sama dengan masyarakat lain di Perkotaan,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Rudi, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) menyiapkan siaran digital yang akan di launching pada 31 Agustus 2019 bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Hal tersebut agar siaran digital di perbatasan sebagai upaya pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia. “Siaran digital diterapkan bagi masyarakat digital sebagai upaya mewujudkan target Nawacita,” ujarnya.

Dipilihnya wilayah Nunukan sebagai program pertama Digitalisasi Perbatasan karena di wilayah yang tersebut belum memiliki fasilitas 4G seperti halnya di wilayah Pulau Jawa.

Selain itu ditempat lainya Pemerintah akan terus membangun sarana dan prasana telekomunikasi di perbatasan mampu mencapai layanan fasilitas 3G.

Diketahui, saat ini siaran digital bagi masyarakat perbatasan telah tersedia fasilitas siar milik LPP TVRI yang berada di 17 lokasi perbatasan. Selain mencoba siaran digital di perbatasan Kalimantan, pemerintah akan mencoba melakukan siaran digital di Batam yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

Ketika disinggung mengenai terisolirnya masyarakat di wilayah Lumbis Ogong, Nunukan, Rudiantara menegaskan bahwa dalam hal menyediakan fasilitas pelayanaan publik, adalah kewajiaban Pemerintah. Sehingga ia memastikan bahwa masyarakat di Lumbis Ogong pun secara perlahan akan mendapatkan hak yang sama seiring dengan pembangunan sektor lain di wilayah tersebut.

Sementara itu Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat terhadap sarana informasi di wilayahnya. Tidak bisa dipungkiri, memang selama ini masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia seperti Lumbis Oging dan Krayan, banyak mengalami ketertinggalan dalam mendapatkan sarana komunikasi.

“Tapi dengan perjuangan semua pihak terutama Kemenkominfo, kita optimis bahwa ketertinggalan sarana komunikasi diwilayah itu akan dapat diatasi,” kata Laura. Sebelumnya, pada Jumat (30/8/2019) siang, didampingi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Irianto Lambrie, Rudiantara dari Nunukan terbang melihat Krayan yang merupakan salah satu Kecamatan terdepan antara wilayah lain yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Nunukan, Rudiantara selain meninjau beberapa fasilitas, utamanya yang berkaitan dengan prasarana telekomunikasi di Nunukan, saat berada di Krayan Menkominfo mendapat gelar adat Dayak Lundayeh yang disampaikan oleh 5 kepala desa setempat dan  mengecek akses internet di SMA 1 Krayan. (***)

Menteri Kominfo : Kita Fokus Bangun TIK di Perbatasan

Nunukan-Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengunjungi wilayah perbatasan yakni Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (30/8/19). Dalam kunjungannya Rudiantara meresmikan digital Tv Perbatasan.

Dalam perjalanannya, Menteri Kominfo bersama rombongan melalui Jakarta menuju Kota Tarakan kemudian melanjutkan ke Kecamatan Krayan kemudian Ke Kabupaten Nunukan mengunakan Pesawat, Jumat Sore (30/8/19).

Menteri Kominfo, Rudiantara mengatakan, kita membangun insfrastruktur TIK diperbatasan, salah satunya Kecamatan Krayan. Disana sudah dibangun kominfo ada 13 BTS.

“Akses Internet gratis sudah kita simpan di SMA Negeri 1 Krayan dengan kapasitas 12 Megabite. Intinya kita ingin anak-anak sekolah kita belajarnya juga mengunakan Internet bukan saja ujungnya UNBK tapi proses belajar mengajar,” Katanya.

Dia juga mengatakan, Kita perlahan-lahan 2G dan selalu yang baru itu harus ada sosialisasi literasi agar tidak kaget-kagetan. Karena teknologi juga sama teknologi yang lain seperti pisau bermata dua bisa digunakan masak tapi bisa juga melukai orang.

Dunia Digital ini kita tidak siap, seolah-olah kita ini Dewa, semua apa yang dipikiran kita dituangkan semua di ponsel, Padahalnya di dunia nyata tidak boleh di dunia mata boleh.

“Contohnya kita menjelek-jelekkan, dunia nyata tidak boleh, Dunia Maya seolah-olah didepan ponsel langsung tidak ada yang melarang atau tidak ada batasan ya suka-suka saja, ini yang harus kita jaga. Yang berkaitan dengan konten pornografi dan Hoax,” Ungkapnya.

Menteri Kominfo mengatakan, Launching Tv digital perbatasan ini juga pertama dilakukan launching Simolkas di perbatasan, Jakarta, Surabaya dan kota-kota besar lainnya belum.

“Kita fokuskan dulu di Nunukan, Batam dan Jayapura. Tv digitas ini kualitasnya lebih jernih dan nontonya lebih enak, jadi ngak semutan seperti tv analog yang ini smuft,” jelasnya. (Nirwan)

Kini Karpet dan Peralatan Rumah Tangga Bisa di Kirim Ke Luar Daerah asalkan Mengikuti Prosedur Bea Cukai

Nunukan-Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kupaten Nunukan memberikan izin kepada beberapa pengusaha Karpet dan Alat Rumah tangga asal Malaysia.

Tentunya melalui prosedur dan aturan yang ditetapkan Bea Cukai Nunukan.

Direktur CV Filzah, Jefri menuturkan bahwa barang miliknya berupa Karpet dan alat rumah tangga telah melalui prosedur sehingga mendapatkan surat persetujuan pengeluaran barang (SPPB).

“Barang saya itu dikeluarkan pada tanggal 16/8 tapi karena proses pemeriksaan fisik, pembayaran cukai, biaya masuk, PPH dan PPN itu membutuhkan beberapa hari, kalau sudah semua proses selesai barulah kita dikeluarkan surat persetujuan Pengeluaran barang (SPPB),” Jelas Jefri, Sabtu (31/8)

Sebagai dasar kita agar barang bisa di jual keluar daerah Nunukan, kemana pun yaitu harus memiliki Surat keterangan pengeluaran barang, kata Jefri.

Ia mengatakan, kalau kita mengimport, sebelum barang masuk dari Malaysia ke Nunukan kita melapor ke Bea Cukai. Semua barang yang kita bawa dimasukan atau dilaporkan untuk mendapatkan SPPB.

“Kita mengunakan agen pelayaran online, sebelum kapal yang kita gunakan masuk Malaysia, kita laporkan dulu ke Bea Cukai buat Output dengan kapal kosong, kemudian saat kapal ini kembali ke Nunukan atau inword, semuanya kita setor ke Bea Cukai baik manifest dan lainnya,” ujar Jefri.

Setelah itu, kata Jefri baru kita ajukan Pemberitahuan Import Barang (PIB), dari PIB maka keluar lah SPJM (Jalur Merah) untuk pemeriksaan fisik di Kapal. Sebelum bongkar kita ajukan surat izin bongkar kemudian izin bongkar diluar kawasan pabean.

“Dimana pun kita mau timbun itu bisa, yang penting kita sudah disetujui oleh Bea Cukai,” ungkapnya.

Jefri mengatakan, baru-baru ini kita juga mengirim 400 Bal karpet dan peralatan rumah tangga, ini barang resmi bukan selundupan karena kita angkut disiang hari bukan di malam hari.

“Dengan kita memasukan barang ini, kita bayar sekali jalan, jadi setiap kapal masuk dikeluarkan kode billing dan di bayar langsung di bank,” Tuturnya.

Sementara itu, Petugas Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Nunukan, Andi Badaillah mengatakan, Karpet yang dimuat atau milik Jefri tersebut telah memiliki dokumen PD dan Laporan Surveyornya semua lengkap.

“Saya sudah cek di aplikasi memang ada dan kemarin itu dilakukan pemeriksaan juga sama teman-teman Bea cukai, termasuk peralatan rumah tangga namun perlatan rumah tangga tidak perlu Laporan Surveyor, asalkan waktu masuknya diberitahukan ke Kami kapan datangnya dan mengunakan kapal apa, saat pembongkaran juga kami awasi kemudian kita PIB kan ” Ungkap Andi.

Saat Pemberitahuan import barang nantinya akan kita cocokkan, sesuai atau tidak, untuk pemeriksaan sendiri memakan waktu hanya tiga hari, yang memakan waktu pembongkarannya kurang lebih satu hari dan ditimbun di gudang importir.

“Karena di Nunukan belum ada tempat penimbunan sementara, jadi kita periksanya di gudang importirnya paling dua atau tiga hari sudah sama SPPB nya termasuk pembayarannya. Terkadang dari pihak importir belum membayar PIB nya maka tidak diproses lebih lanjut ,” jelas Andi.

Dikatakanya, untuk karpet 400 Bal itu jelas legal, resmi ada LS nya dan memberitahukan ke Kami, PIB dan SPPB nya juga ada.

“Jangan percaya informasi yang ada menyampaikan jika Karpet itu di selundupkan atau ilegal, jadi kapal tersebut datang ngak menentu pagi atau malam, memang malam datang namun kami mengawasinya siang saat pembongkaran. Mereka kan menunggu air pasang dulu baru masuk seperti di Jembatan bongkok, jadi kalau masuk malam atau subuh itu pengaruh dari air pasang atau surut ” ujar Andi. (Said Ali)

Bupati Wajo melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo, ini harapannya.

WAJO – Pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo, masa bakti 2019-2024 dirangkaikan dengan rapat kerja mewujudkan warga karang taruna yang berjiwa Smart, Sosial, Mandiri, Amanah, Responsif dan Terampil di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Jumat 30 Agustus 2019.

Laporan ketua panitia Karang Taruna Kabupaten Wajo yang menyampaikan beberapa hal dalam laporannya yang terkait pelantikan sekaligus rapat kerja ini, bagaimana setelah pelantikan ada kontribusi nantinya, juga sekaligus berterima kasih kepada ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang telah berkesempatan hadir dalam pelantikan ini.

Selanjutnya mengatakan kalau organisasi kepemudaan di Wajo sekarang ini sudah besar dan bagaimana nantinya bisa memotivasi dan berinovasi, juga pada kesempatan hari ini hadir dari Anggota DPRD Kabupaten Wajo dan Anggota DPRD terpilih di periode tahun ini, juga dari Perangkat Daerah Kabupaten Wajo, Polres Wajo, Kodim 1406 serta dari unsur organisasi kepemudaan yang juga turut hadir dalam acara ini.

Selanjutnya dibacakan formasi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Wajo oleh Sekretaris Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, mulai dari unsur pimpinan yang diketuai oleh Abdurrahim S.STP juga dari unsur Sekretaris, Bendahara dan ketua dari masing-masing Pokja serta anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Karang Taruna oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si yang didampingi oleh Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, bersama dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Wajo mengambil sumpah pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo periode kepengurusan 2019-2024 dengan hikmat dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera Panji Karang Taruna dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan Kepada Bupati Wajo dan selanjutnya dari Bupati Wajo menyerahkan kepada ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik pada hari ini.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja diambil sumpahnya Abd. Rahim S.STP, dimana dia memperkenalkan pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan mulai dari ketua sampai ke pengurus yang sempat hadir pada saat itu.

Dan dilanjutkan dengan mengatakan kalau seluruh Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Wajo menjadi pembina teknis di Karang Taruna Kabupaten Wajo dan mengatakan, bagaimana struktur yang besar ini, diharapkan nantinya bisa masuk di 14 Kecamatan , masuk sampai ke desa-desa bahkan sampai ke pelosoknya untuk bisa berkiprah di sana nantinya.

Dan ucapan terima kasih kepada Bupati Wajo, Wakil Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Perangkat Daerah dan kepada seluruh pengurus Karang Taruna yang baru saja dilantik.

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang mengatakan, kalau untuk pertama kalinya dia mengikuti pelantikan pengurus Karang Taruna yang terbesar yang pernah ada di Provinsi Sulawesi Selatan, dan ini juga merupakan bukti, kalau Bupatinya adalah sosok yang berjiwa muda serta potensial yang pernah ada, dan dia tidak akan pernah meragukan Karang Taruna Kabupaten Wajo, serta mengharapkan supaya tidak ada konflik interest di dalamnya karena Karang Taruna ini di dukung sepenuhnya oleh Bupati Wajo.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Wajo yang mengucapkan selamat datang kepada pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan di Bumi Lamadukelleng.

Sekaligus memperkenalkan sosok dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo ini, sebagai orang yang bisa nantinya memimpin Karang Taruna, karena dia mempunyai rekam jejak yang bagus, pernah menjadi ketua Kepmawa di masa kuliah dulu di tanah Jawa tepatnya di Yogyakarta.

Diharapkan nantinya Karang Taruna Kabupaten Wajo bisa mengawal program-program pemerintahan dalam beberapa program yang menjadi program unggulan, terkait mencetak 10.000 wirausahawan baru dengan program ini dimana Kabupaten Wajo ditunjuk oleh kemenpora RI sebagai percontohan yang ada di Indonesia.

Bisa mensuport dan mengawal program enterpreneurship ini agar bisa benar-benar hadir di Wajo, agar bisa mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran yang ada di Wajo, dan itu bisa dikawal dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke tingkat Desa, sehingga program unggulan ini bisa terlaksana dengan baik.

Juga terkait program bantuan kepada rumah tangga miskin, sebanyak 3.200 rumah tangga miskin dengan bantuan berupa ayam kampung super yang dilengkapi dengan kandangnya dan kalau ini bisa di kawal sampai tingkat Desa ini bisa menjadi spirit dan semangat, sehingga bisa terangkat kehidupan masyarakat, dari kehidupan mereka dari rumah tangga miskin bisa menjadi Sejahtera, sehingga bisa berinovasi dan akan support mereka.

‘Program integrated farming system sudah kita siapkan kawasan di uraiyan, untuk ditempati pelatihan kepada petani-petani kita, untuk mendapatkan keahlian, sebuah kawasan kita sulap yang terintegrasi mulai dari pertanian perikanan dan peternakannya,” Dr. H. Amran Mahmud menjelaskan.

Juga dikatakan kalau ada program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, program kesejahteraan masyarakat dari Perangkat Daerah, misalnya dari Koperasi, Tenaga Kerja dan Sosial bagi adik-adik yang mau bersungguh-sungguh dan ingin mensejahterakan kehidupannya.

“Kami sangat berharap kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus membina pengurus yang baru saja dilantik, pengurus Karang Taruna di Kabupaten Wajo, juga dengan program persuteraan kita, yang didukung oleh Bapak Gubernur, di mana program persuteraan ini bisa dikawal oleh Karang Taruna Kabupaten Wajo dan akhirnya ucapan terima kasih kami atas kesempatan dari pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang sempat hadir pada pelantikan pada hari ini,” harap Bupati Wajo diakhir sambutannya.

Dilanjutkan acara dengan penyerahan cenderamata dari Bupati Wajo bersama ketua tim penggerak PKK Kabupaten Wajo kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan secara simbolik kepada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seluruh anggota karang taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang hadir pada hari ini.

( Humas Pemkab Wajo ).