Korem 141 Toddopuli laksanakan upacara bendera peringatan puncak Haornas

BONE – Upacara Bendera dalam Rangka Puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke-36 Tahun 2019 bertempat di lapangan Apel Makorem 141/Tp Jl.Jenderal Sudirman Watampone, Dengan Irup Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho, S.Ip. Senin (09/09).

Adapun sambutan Menteri olahraga Iman Nahrawi yang intinya
Tema besar HAORNAS Tahun 2019 ini adalah “Ayo Olahraga, Dimana saja, Kapan saja”. Tema ini mengandung makna bahwa olahraga itu mudah karena dapat dilakukan dimana dan kapan saja, menjadi penting agar masyarakat tidak terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan difasilitas olahraga yang tersedia.

Pembangunan didalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita, berarti telah mendukung kebijakan Bapak Presiden tentang Resolusi Mental serta SDM Unggul Indonesia Maju.

Saya ucapkan rasa bangga kepada para pahlawan-pahlawan olahraga dan peraih penghargaan olahraga, semoga tetap sukses dengan perjuangannya didalam peningkatan prestasi dan peningkatan minat masyarakat untuk berolahraga kedepannya.

Selamat memperingati Hari Olahraga Nasional ke-36, semoga kedepan semua warga negara Indonesia tanpa kecuali dapat mencintai olahraga dan memposisikan olahraga sebagai pilihan dan gaya hidup sehat dan bugar.


Dan melalui peringatan HAORNAS kita kuatkan lagi olahraga prestasi untuk menuju pentas yang lebih besar yakni di Olimpiade dan Paralimpiade nanti.

“Jayalah Olahraga Indonesia”

Turut hadir pada kegiatan tersebut.
Para Dan Kabalakrem 141/Tp.
Para Kasi, Pasi Korem 141/Tp.
Personil Pama, Bintara, Tamtama, PNS, Korem 141/Tp.

Irwan N Raju
Kontributor Berandankrinews.com

Realisasi BSPS 2019, 2.534 Unit Rumah Warga Sudah Direhab

TANJUNG SELOR – Dari target 3.440 unit rumah warga kurang mampu di Kalimantan Utara (Kaltara) yang bakal direhab tahun ini melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebanyak 2.534 unit di antaranya sudah selesai dikerjakan. Dengan rincian 2.366 unit didanai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan 168 unit dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Kaltara.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pada 2019 ini melalui program BSPS, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 59,1 miliar untuk membantu rehab rumah warga kurang mampu di Kaltara. Dengan rincian, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 52,5 miliar. Sementara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara 2019 dialokasikan Rp 6,6 miliar.

Diungkapkan, sesuai informasi dari Satuan Kerja (Satker) Non Vertikal Tertentu bidang Perumahan Kementerian PUPR, dari anggaran sebesar 52,5 miliar yang dialokasikan tahun ini untuk program BSPS, terbagi dalam dua Surat Keputusan (SK). Yaitu, melalui SK I dialokasikan Rp 43,75 miliar melalui APBN, dengan target untuk merehab sebanyak 2.500 unit rumah di 4 kabupaten dan satu kota se-Kaltara. Disusul SK kedua, dianggarkan sebesar Rp 8,75 miliar. Sedangkan dari APBD dialokasikan sebanyak 440 unit. Total ada 2.940 unit.

“Untuk yang dari APBD realisasinya baru mencapai 38,2 persen atau baru sekitar 168 unit dari total alokasi tahun ini target 440 unit,” ujar Gubernur. Jika yang dari APBN terealisasi 2.366 unit, maka secara total sudah 2.534 unit.

“Dana yang diberikan ke warga berbeda-beda, sesuai dengan kondisi kerusakan atau seberapa besar rehab yang akan dilakukan. Besarannya antara Rp 10 juta hingga Rp 17 juta per KK (kepala keluarga) penerima manfaat,” terangnya.

Rehab rumah untuk warga kurang mampu melalui program BSPS ini, lanjut Gubernur, diberikan kepada masyarakat Kaltara sesuai kriteria yang telah ditentukan. Yaitu masyarakat yang berpenghasilan rendah, atau mempunyai keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak huni.

Irianto berharap, masyarakat Kaltara yang mendapatkan bantuan program ini, benar-benar yang membutuhkan. Untuk itu dalam pendataan dan verifikasi harus dilakukan secara teliti dan terbuka. “Jangan sampai salah sasaran. Yang menerima bantuan harus memang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Lanjutnya, pengawasan dan pendampingan juga perlu dilakukan. Dengan tujuan masyarakat yang menerima bisa memanfaatkan bantuan itu secara maksimal.

Gubernur mengatakan, program bantuan rumah ini merupakan upaya Pemerintah, baik pusat maupun pemprov Kaltara dalam mengentaskan kemiskinan. “Masih banyak masyarakat kita yang kondisi rumahnya kurang layak. Melalui program bantuan rehab rumah ini, diharapkan juga nantinya bisa membangkitkan kepercayaan diri masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, bantuan rehab rumah sendiri sudah berlangsung sejak 2016. Saat itu, alokasi bantuan rehab rumah yang terealisasi melalui APBN sebesar Rp 28 miliar untuk 2.509 unit rumah. Sempat terjadi penurunan realisasi di 2017 sebesar Rp 22 miliar, pada 2018 alokasi rehab rumah di Kaltara melalui APBN kembali meningkat. Begitu pun yang dari alokasi APBD, di 2017 realisasi rehab rumah sebesar Rp 4 miliar. Di 2018, Pemprov Kaltara mengalokasikan sebesar Rp 8,5 miliar lebih. Dengan rincian rehab rumah Rp 8,25 miliar dan bangun rumah baru sebanyak 10 unit sebesar Rp 300 juta. (humas)

10 Atlet Binaan PPLP Kaltara Raih Juara

TANJUNG SELOR – Sebanyak 10 atlet gulat binaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menyabet prestasi. Kali ini mereka sukses merebut juara pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) kategori Gulat Junior, Kadet dan Kelompok Umur (KU) se-Kaltim-Kaltara yang digelar di GOR Samarinda, 5 – 8 September 2019 lalu.  

“Kami ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini, juga sekaligus sebagai ajang tryout bagi para atlet gulat binaan PPLP Kaltara. Alhamdulillah, hasilnya atlet-atlet yang dibina melalui PPLP Kaltara sudah cukup bagus,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Haerumuddin.

Sebelumnya, tahun lalu tim gulat hasil binaan PPLP yang merupakan bentukan Dispora Kaltara ini, juga sukses meraih prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat antar pelajar. Ketika itu, kata Haerumuddin, berhasil menduduki peringkat ke-5 nasional. “Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan,“ tegasnya.

Harumuddin menyatakan, dari 10 orang atlet yang dikirim dalam ajang Kejurprov Gulat kategori junior, Kadet dan kelompok umum se-Kaltim-Kaltara 2019 itu, terdapat 9 atlet yang berhasil meraih medali. Yakni, 3 atlet meraih medali emas, tiga orang meraih medali perak dan 3 orang meraih medali perunggu.

“Tiga orang yang meriah medali emas, antara lain Yurike di Kelas Tanding 67 Kg Gaya Bebas asal SMP 2 Tanjung Selor. Kemudian Helberi di Kelas 48 Kg kategori Gaya Bebas Kadet asal SMKN 2 Tanjung Selor, dan Devien Kelas 60 Kg kategori Gaya Bebas Kadet asal SMP 2 Tanjug Palas,“ beber Haerumuddin.

Dikatakan, untuk 3 orang peraih medali perak, adalah Akmal asal SMA 1 Tanjung Selor di Kelas 74 Kg kategori Gaya Bebas, Indah, siswi SMAN 1 Tanjung Palas di Kelas 46 Kg kategori gaya bebas Kadet, dan Adelia dari SMA 1 Tanjung Palas di kelas 51 Kg dengan ketogori Gaya Bebas berasal.

Selanjutnya, untuk 3 orang yang meraih medali perunggu, antara lain Akbar di Kelas 55 Kg kategori Gaya Bebas, Febrional pada Kelas 66 Kg kategori Gaya Bebas, dan Ichlasul di Kelas 84 kg dalam ketegori Gaya Bebas.

Dari hasil prestasi yang diraih oleh atlet junior binaan PPLP Kaltara, Harumudin menyampaikan kabar gembira. Menurut informasi yang didapat, dua orang atlet pegulat itu, akan ditarik masuk dalam kejuaraan pra PON.

Karena itu, para atlet-atlet junior tersebut, akan disiapkan sebagai pelapis tim senior yang dalam waktu dekat akan melaksanakan Training Camp (TC) untuk persiapan menuju Pra-PON, mewakili Kaltara. “Informasinya ada dua orang dilirik unutk masuk dalam pra PON. Yaitu Yurike dan Adelia. Namun kami akan kemabli melakukan koordinasi untuk memastikannya. Karena untuk masuk dalam pra PON itu dilihat dari prestasi dan melihat dari peluang kelas yang mana paling dominan,“ ujar Harumuddin lagi.

Dikatakan, ke depan melalui PPLP yang dibentuk, proses pembinaan dan pelatihannya terus terprogram dengan baik. Sehingga pembibitan atlet olahraga di Kaltara bisa lebih maksimal. “Saya berharap kemampuan atlet junior ini akan terus meningkat dengan seiring berjalannya waktu. Kita juga akan selalu mengevaluasi hasil pendidikan dan pelatihan yang selama ini diberikan kepada para atlet di PPLP Kaltara,“ pungkasnya. (humas)

PDI P Nunukan Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati

NUNUKAN – Terhitung mulai Senin 9 September 2019 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nunukan secara resmi membuka penjaringan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Nunukan periode 2021-2025 yang akan diselenggarakan di Pilkada serentak 2020 mendatang.

Sekretaris Tim Penjaringan DPC PDI P Nunukan Tito Nurhayatno menuturkan bahwa hal tersebut dilaksanakan untuk meneruskan isntruksi Ketua Umum DPP PDI P Megawati Sukarno Putri. Menutnya, sebagai salah satu kepengurusan yang wilayahnya akan mengggelar Pemilihan Kepala Daerah, DPC PDI P Nunukan diwajibkan untuk berperan aktif dalam menghadirkan sosok-sosok Pemimpin yang membawa Nunukan pada kesejahteraan nantinya.

“Kami tegak lurus. Apa yang di instruksikan Bu Mega (ketua umum- red) itu yang kami jalankan. Dalam hal ini PDI P ingin memanggil putra putri Nunukan untuk berbakti kepada masyarakat sebagai Bupati dan Wakil Bupati melalui penjaringan ini,” tuturnya di Kantor DPC PDI P Nunukan, Jl. Sei Fatimah, Nunuakan, Senin (9/9/2019).

Mengenai mekanismenya, Tito menjelaskan bahwa bagi siapapun masyarakat Nunukan yang berminat untuk berkompetisi di Pilkada 2020 melalui Partai berlogo Banteng Mocong Putih itu, dapat mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPC PDI P Nunukan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Tidak ada kami punggut biaya. Bahkan materainya pun kami siapkan,” tandas Tito.

Sedangkan mengenai persyaratanya, Tito menjelaskan bahwa tak ada persyaratan khusus. Karena keputusan nantinya ada ditangan DPP PDI Perjuangan melalalui rekomendasi. Pihaknya hanya melakukan penjaringan untuk selebihnya nama – nama yang telah mendaftar akan digodok oleh DPP sebagaimana mekanisme yang pernah dilaluinya pada penjaringan – penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah sebelumnya.

“Kami hanya memfasilitasi. Keputusan tetap ada di tangan DPP dalam hal ini Ketua Umum,” ujarnya.

Lebih lanjut Tito mengungkapkan, bahwa penjaringan tersebut akan dilaksanakan mulai 9 hingga 15 September 2019. Namun bila dalam waktu 3 hari sebelum penutupan belum ada yang mengambil formulir, pihaknya akan melakukan ‘jemput bola’ yakni mendatangi tokoh-tokoh yang selama ini santer disebut oleh masyarakat sebagai calon pemimpin Nunukan.

Sebagaimana diketahui, saat beberapa nama yang digadang-gadang akan berkompetisi di Pilkada Nunukan 2020 mencuat ditengah masyarakat. Diantaranya Asmin Laura Hafid (Bupati Nunukan), Danni Iskandar (Ketua DPC Demokrat mantan Ketua DPRD Nunukan), Basri (Mantan Bupati Nunukan), Asmah Gani (Mantan Wakil Bupati Nunukan), Andi Mutamir (Anggota DPRD Nunukan) dan Nardi Aziz (Ketua DPC PBB Nunukan).

Terkait 6 nama tersebut, Tito tak menampik bahwa kesemuanya masuk dalam daftar tokoh yang akan didatangi dalam ‘jemput bola’ tersebut. Tapi ia juga menegaskan bahwa semua masyarakat mempunyai hak yang sama. Disisi lain, Tito juga mengakui bahwa Partainya tak mau berbusung dada dalam penjaringan mengingat saat ini DPC PDI P Nunukan hanya mempunyai 2 perwakilan di DPRD sedangkan syarat untuk maju sebagai kandidat Calon Bupati/Calon Wakil Bupati harus diusung oleh 5 Kursi DPRD.

“Kendati 6 nama tersebut secara popularitas berada di peringkat atas, namun tak berarti kans masyarakat lain tertutup. Apalagi politik itu dinamis. Hari ini disanjung, besok bisa saja tak dianggap. Pada intinya, kami membuka penjaringan ini untuk masyarakat Nunuakan dan akan mendapatkan peluang serta perlakuan yang sama dari kami,” pungkasnya.(***)

Kaltara Masuk Final Lomba Posyantek dan TTG Tingkat Nasional

TANJUNG SELOR – Prestasi membanggakan diraih oleh para innovator dari Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui inovasinya, dua wakil dari Kaltara berhasil masuk final pada lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan TTG (Posyantek) berprestasi tingkat nasional.

Dikabarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kaltara Wahyuni Nuzban, dua perwakilan Kaltara yang masuk babak final dalam lomba yang diadakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tersebut, antara lain pada lomba Posyantek berprestasi diwakili Posyantek Pilar Batas dari Sebatik, Kabupaten Nunukan. Sedangkan untuk lomba TTG, wakil Kaltara atas nama Suprapto, warga Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, melombakan alat buatannya, berupa Hot-Mixer Pembuat Paving Blok Limbah Plastik.

“Keduanya ini dianggap berhasil mengoptimalisasikan sumber daya sekitar, dengan menciptakan alat-alat yang dibutuhkan masyarakat. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, sosial dan budaya,” kata Wahyuni, saat urut mendampingi para peserta Lomba Posyantek dan TTG tersebut untuk paparan Final di Jakarta, Jumat (6/9). Sebelum terpilih mengikuti lomba tingkat nasional, kedua perwakilan Kaltara ini, telah melewati tahap seleksi melalui lomba serupa di tingkat provinsi Kaltara. 

Lomba ini, lanjut Yuni, digelar dengan tujuan untuk mendorong pengetahuan, keterampilan dan kemampuan masyarakat. Sehingga masyarakat lebih aktif dan berpikir inovatif dalam mengeksploitasi sumber daya alam di sekitarnya, bagi usaha meningkatkan pendapatan.

“Ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka pemasyarakatan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Juga sebagai upaya yang strategis dalam rangka meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada lomba yang sama pada 2018 lalu, innovator perwakilan Kaltara berhasl meraih 2 juara. Yakni juara II untuk lomba TTG tingkat Nasional dan juara harapan III untuk lomba Posyantek Berprestasi. “Semoga tahun ini kita mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi,” kata Wahyuni berharap. (humas)