Satreskrim Polres Nunukan Ungkap Kasus Prostitusi Anak Dibawah Umur

NUNUKAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan mengungkap kasus prostitusi anak dibawah umur,dibongkar Satreskrim Polres Nunukan, jumat (01/11/2019).

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro S.I.K MH melalui Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Ali Syuhadak mengatakan, dalam kasus ini, satu orang pelaku mucikari yang di amankan sekira pukul 22.30 wita semalam di salah satu hotel di kabupaten nunukan.

Pelaku mengiming-imingi dan membujuk korban untuk melayani tamu, kondisi ekonomi korban menjadi salah satu alasan mengapa ia menjadikan AD sebagai target sasaran.

AKP Ali Syuhada juga mengtakan,”dari pengakuan pelaku, ia memasang tarif Rp.1,3 juta rupiah kepada pria hidung belang, penawaran yang ia lakukan melalui komunikasi aplikasi chat WhatsApp,Perjanjiannya Rp.300.000 untuk pelaku, dan korban mendapat satu juta rupiah”jelasnya.

Dari pengakuan pelaku kepada penyidik, pelaku yang berisial APB (19) itu mengaku sudah beberapa kali melakukan bisnis esek-esek semacam ini.

“Ini kali ketiga dia melakukan hal itu, kami terus dalami karena tidak menutup kemungkinan jaringan ini banyak anak yang jadi korban, dan kita berharap tidak demikian”ujarnya.

AKP Muh Ali Suhadak, SH, MH menghimbau, khususnya yang memiliki anak perempuan yang beranjak remaja, agar bisa mengontrol jam keluar anaknya, jangan sampai membiarkan anaknya pulang sampai larut malam sehingga tak menjadi korban sebagaimana kasus ini.

“pelaku akan kita jerat UU nomor 88 tentang eksploitasi seksual anak dibawah umur, dengan ancaman pidana kurungan 10 tahun penjara” tegasnya.(wn/at)

Meski Hujan Deras, Guru di 5 Kecamatan Krayan Antusias Ikuti Pelatihan Peningkatan Mutu

NUNUKAN – Meski diguyur hujan deras, namun puluhan guru di 5 Kecamatan di Krayan sangat antusias mengikuti pelatihan peningkatan mutu guru di perbatasan yang digelar aula SMPN 1 Krayan, selama dua hari yakni Selasa (29/10/2019) hinggq Rabu (30/10/2019).

Pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kaltara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Nunukan, H. Junaidi.

Dalam sambutannya, Junaidi memberikan apresiasi tinggi kepada guru-guru yang ada di 5 kecamatan di Krayan. Sebab, para guru tetap hadir meski saat itu hujan terjadi di Krayan.

 

“Apalagi dengan rintangan dan medan di Krayan, mereka tetap hadir. Bahkan, ada salah satu guru yang berjalan kaki hingga puluhan kilo. Dia berangkat dari subuh,” terangnya Junaidi, Jumat (1/11/2019).

Setidaknya, kurang lebih 60 peserta yang merupakan guru-guru di 5 Kecamatan di Krayan, hadir dalam pelatihan ini. Guru ini berasal dari Kepsek SD, SMP, hingga SMA/SMK serta pengawas. “Jadi sangat antusiasi sekali. Karena jumlah guru yang hadir ini sangat banyak. Mereka sangat cermat mengikuti pelatihan,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, kata dia, diberikan pemaparan mengenai kebijakan sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Wilayah Perbatasan yang dibawakan oleh Dr. Jarwoko, M. Pd. Kemudian, sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah dibawakan oleh Drs. Hari Purwanto, M. Si dan Siklus SPMI dari Nurdin, S. Pd., M. Pd. “Peranan Rumah Belajar dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Rumah belajar untuk mendukung sarana prasana,” pungkasnya.

Reporter, Irwan/charles

Upacara penutupan Kegiatan PEACE IV (Penegak Pandega Aksi Ceria Ke 4)

Nunukan — Senin tanggal 01 November 2019 Pukul 08.15 Wita bertempat di Lapangan Upacara Makodim 0911/Nunukan, di jalan Ajimuda Desa Binusan Kecamatan,Nunukan,Kabupaten Nunukan,Provinsi Kalimantan utara telah dilaksanakan Kegiatan Upacara Penutupan Kegiatan PEACE IV (Penegak Pandega Aksi Ceria Ke 4) yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto selaku Inspektur upacara dan diikuti oleh Siswa Siswi Setingkat SMA se Kabupaten Nunukan kurang lebih sebanyak 400 Orang Siswa.

Turut Hadir pada upacara pembukaan, Dandim 0911/Nnk Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE, M. I. Pol, M. Tr. Han, KBO Binmas Polres Nnk Ipda Agus, Para Pengurus Kwarcab Nunukan, Para Guru Pembina Pramuka Se SMA Nunukan, Siswa Siswi peserta Pramuka 400 Orang.

Dalam amanat Dandim 0911/Nnk Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE, M. I. Pol, M. Tr. Damdim menekankan mengajak untuk bergabung menjadi prajurit dalam rekruitmen prajurit TNI AD tampa di pungut biaya.

“Anak-anak generasi muda harus tangguh mandiri dan kreatif serta inovatif dalam menghadapi modernisasi zaman,” ujaranya Letkol Czi Eko Pur Indriyanto.

Pada Pukul 08.45 Wita Kegiatan Upacara penutupan Kegiatan PEACE IV (Penegak Pandega Aksi Ceria Ke 4) telah selesai dilaksanakan.(Anto)

ANNIVERSARY 1 ST MEDIA BERANDANKRINEWS.COM DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT DAN NEGARA

BERANDANKARINEWS.COM, NUNUKAN (Kaltara) – Dalam rangka hari ulang Tahun Berandankrinews.com Anniversary satu tahun di jalan Daeng toba  gang kelapa RT 20 kelurahan Nunukan timur Kabupaten Nunukan kamis, (31/10/2019).

Turut hadir dalam rangka ulang tahun berandankrinews.com, beberapa media lokal, Kejaksaan Negeri Nunukan, perwakilan Kapolres Nunukan, polsek kskp nunukan, Kapolsek kota nunukan, Bea dan cukai nunukan, perwakilan Karantina Nunukan dan tokoh masyarakat.

Redaksi Berandankri news.com, Darwin A,md mengatakan, saya selaku pimpinan umum berandankrinews.com mengucapkan banyak-banyak terimah kasih atas kehadirannya dalam acara ulang tahunnya media kami yang pertama.

Ia juga menambahkan bahwa “semoga kedepanya kemitraan kita terus terjalin sampai kapanpun, kami berharap semoga kedepannya lebih baik lagi dan sukses selamanya,” jelas Darwin.

(Charles)

Penemuan Mayat Seorang Pria Yang Diduga Gantung Diri Dirumahnya

NUNUKAN  – Warga Nunukan dihebohkan dengan penemuan mayat yang diduga gantung diri dirumahnya sekitar pukul 08.00 wita, Rabu(30/20/2019).

Penemuan Mayat Ikbal Alias Ancu (45) Yang Diduga Gantung Diri  Dirumahnya.

Penemuan Mayat yang diduga  gantung diri tersebut, diketahui bernama Ikbal Alias Ancu (45) berjenis kelamin laki-laki, korban ditemukan di sebuah rumah Jalan Pesantren Hidayatullah Gang Maspul Rt. 07 Kelurahan Nunukan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Kejadian penemuan korban pertama kali diketahui oleh Tahliani (7) yang merupakan anak korban, yang pulang kerumahnya (awalnya dirumah tantenya) dan mendapati bapaknya Ikbal Alias Ancu (korban) telah dalam posisi bergelantungan dengan kondisi leher terikat tali yang diikat di pelafon rumah (gantung diri), kemudian anak korban Tahliani memberitahukan kepada  ibunya Jumatia (istri korban) bahwa bapaknya gantung diri dirumah. Setelah mendapatkan informasi Istri korban dan warga masyarakat langsung pergi melihat korban dilokasi kejadian, kemudian melaporkan kepihak kepolisian Nunukan.

Petugas kepolisian yang menerima laporan dari warga langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut keterangan anak korban Tahliani, bahwa dipagi harinya ia sempat melihat bapaknya Ikbal Alias Ancu (korban) membuat tali dirumahnya (yang digunakan untuk gantung diri) dan korban sempat menyampaikan pesan kepada anaknya dengan kata-kata “JAGA ADIKMU YA”.

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro S.I.K, MH mengatakan Informasi dari istri korban  Jumatia bahwa dirinya dan suaminya/korban  Ikbal Alias Ancu mengalami permasalahan rumah tangga dan sudah beberapa hari tidak tinggal serumah (Jumatia tinggal dirumah keluarganya) dan korban tinggal sendirian dirumahnya.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan / kejadian murni gantung diri yang diakibatkan depresi karena permasalahan keluarga,” ungkap Kapolres Nunukan  AKBP Teguh Triwantoro S.I.K, MH.

Ia juga menambahkan bahwa korban langsung dievakuasi korban ke RSUD Nunukan dan  melakukan  Visum mayat “Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit Nunukan untuk dilakukan Visum dan setelah dilakukan visum rencananya jenazah akan dibawa ke rumah duka untuk di semayamkan,ungkpanya.

Reporter (Anto/Charles Suban Hayon)