Bupati Wajo Launching Perdana Program Beasiswa Desa.

WAJO – Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, s.sos, M.Si bersama Rektor Institut Agama Islam Asadyah Sengkang Dr. H. M. Yunus Pasanreseng A. Paki, M.Ag, secara resmi melaunching untuk pertama kalinya penerimaan Mahasiswa baru program beasiswa khusus berbasis tokoh agama desa pada acara Rapat senat terbuka luar biasa IAI Asadyah Tahun Akademik 2019-2020 di Gedung Assa’adah Sengkang, 15 September 2019.

Berdasarkan laporan wakil rektor 1 bidang akademik, jumlah mahasiswa baru sebanyak 200 orang lebih yang terbagi dalam 6 program studi, termasuk Sebanyak 57 orang mahasiswa baru yang berasal dari 57 desa di Kabupaten Wajo dikukuhkan oleh rektor.
Mahasiswa tersebut akan menjalani perkuliahan selama kurun waktu 3 sd 4 tahun dan akan diasramakan di kompleks IAI Asadyah Sengkang.

Pada kesempatan tersebut, sebagai bagian dari Rapat senat trrbuka luar biasa, Bapak Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan sambutan selaku Bupati Wajo sekaligus menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul Birokrasi dan pemerintahan yang bersih.

Dalam orasi ilmiahnya, menyampaikan bahwa membangun pemerintahan yang bersih, perlu ditinjau dari berbagai sudut pandang, baik secara budaya, agama maupun aspek keilmuan. Sehingga diharapkan seluruh mahasiswa mampu menjadi pilar utama pembangunan, menjawab tantangan sekaligus bisa bersaing di era 4.0.


H. Amran Mahmud juga menyampaikan apresiasi kepada pihak IAI Asadyah Sengkang sebagai salah satu lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat wajo yang senantiasa intens dan fokus pada pembinaan akhlak, mental dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai islam. Dan secara umum mengapresiasi bahwa asadyah telah melahirkan banyak tokoh, baik pendidikan, dunia usaha maupun birokrat yang mampu berbicara pada level nasional.

Secara khusus, bapak bupati menaruh harapan besar kepada seluruh mahasiswa baru, terkhusus bagi mahasiswa program beasiswa berbasis tokoh agama desa agar secara serius dan bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu yang nantinya akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelopor kehidupan beragama di desa masing-masing.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Wajo, Rektor IAI Asadyah dan segenap civitas akademika, Ketua TP. PKK Kab. Wajo, pengurus besar asadyah pusat Sengkang, beberapa pimpinan bank, Kadis PMD beserta Camat dan Kepala Desa, serta Mantan Bupati Wajo ke 8 bpk Naharuddin Tinulu bersama istri yg pd kesempatan itu menyerahkan hibah pribadi berupa Ruang kegiatan belajar mahasiswa.(Humas)

Sikapi Kabut Asap,Andi Mutamir Minta Semua Elemen Duduk Bersama Untuk Temukan Solusi

NUNUKAN – Kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari belakangan bukan berkurang namun justru semakin menjadi. Tak hanya Sumetera dan Kalimantan bagian tengah, selatan dan timur saja, namun asap juga mulai menjalar ke wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.

Berbagai aktifitas, pelayanan penerbangan hingga kegiatan belajar mengajar pun terpaksa mengalami kendala akibat pekatnya asap kiriman ke wilayah paling utara di Pulau Kalimantan tersebut.

Bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan mengeluarkan edaran untuk meliburkan sekolah dengan pertimbangan kesehatan. Edaran yang disebar Kepala Dinas Pendidikan Nunukan H.Junaedi, S.H melalui aplikasi pesan tertutup tersebut ditujukan untuk semua sekolah SD,MI dan SMP/MTS sementara libur selama 2 hari Senin dan Selasa tanggal 16-17 September 2019.

“Kami meliburkan sekolah karena menjaga kesehatan dan udara sudah tidak sehat untuk wilayah kabupaten Nunukan,”ujarnya, Minggu (15/09/2019).

Sementara seorang tokoh Perbatasan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Nunukan Andi Mutamir menilai kejadian kabut asap kiriman yg terjadi di Kaltara merupakan tragedi yang harus disikapi bersama. Karena menurutnya kabut asap juga telah melumpuhkan sebagian besar aktivitas perekonomian di Kalimantan Utara.

“Fenomena kabut asap yang menyelimuti Tarakan dan Nunukan sangat menghambat aktivitas sebagian masyarakat,” tutur Andi kepada redaksi melalui telephone selulernya, Minggu (15/9/2019) malam.

Andi membenarkan bahwa kabut asap juga membuat aktifitas dan kegiatan penting lainya terganggu lantaran terhentinya sarana trasnsportasi. Andi mengungkapkan, banyak keluhan dari para pelaku bisnis di Makassar yang harus terpending lantaran tidak adanya maskapai yang melayani penerbangan Makassar – Tarakan dan sebaliknya.

“Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, akan berapa kerugian yang terjadi. Mulai dari pelaku usaha terutama UMKM dan kegiatan bisnis lainya?,” tandasnya.

Untuk itu, lelaki yang juga dikenal sebagai salah satu inteletual Nahdlatul Ulama tersebut meminta semua pihak turut menyikapi dan tak hanya menyerahkan tanggung jawab kepada Pemerintah semata. Nanun kepada Pemerintah Daerah, Andi meminta agar bersikap lebih reaktif misalnya dengan mengalokasikan Dana Bencana untuk kejadian ini.

“Kita harap Pemerintah Daerah yakni baik Pemprov, Pemkot dan Pemkab di Kaltara ini melalui OPD terkait bekerjasama dengan Instansi vertikal agar duduk bersama mencarikan solusi jangka pendek agar persoalan asap kabut kiriman ini tdk berdampak luas terhadap masyarakat,” ujarnya.

Selain itu Andi juga menghimbau kepada Perusahaan pemilik lahan, hendaknya menjadikan peristiwa kabut asap kali ini sebagai pembelajaran agar kedepan saat musim kemarau tidak lagi membakar lahannya. Andi mengingatkan bahwa membakar lahan apabila sampai menimbulkan kerugian pihak lain, maka pidana telah menanti.

Namun Andi tegas membantah bahwa kabut asap terjadi karena pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat lokal. Karena ia meyakini bahwa masyarakat lokal terutama warga di Pedalaman adalah golongan masyarakat yang sangat menjunjung tinggi kelestarian alam.

“Berpuluh tahun saya telah menetap di Kalimantan Utara. Saya tahu persis bagaimana saudara-saudara kita yang saat ini masih bermukim di pedalaman dalam memperlakukan alam terutama hutan, sehingga saya sangat yakin kabut asap ini bukan berasal dari aktifitas mereka,” pungkas Andi. (eddy/santry)

DPD APKLI Kabupaten Bone Apresiasi Paskas Bone Gelar Jajan Sambil Beramal 2019

BONE – Jajan Sambil beramal salah satu event yang akan digelar oleh PASKAS BONE pada bulan Oktober 2019 tempat pelaksanaan Event ini, Alun Alun kota Watampone eks pasar sentral Bone depan Mall BTC BONE

Berbagai lomba akan dilaksanakan diantaranya Cullynari & Clothing Lomba bedug Sesulsel Lomba sekab Bone Lomba Kaligrafi Sekab Bone, lomba menggambar Tingkat SD kelas 3-6 Lomba mewarnai Tk – SD kelas 2

Lomba nyanyi pelajar dan umum, Fashion Show muslim & Muslimah klasifikasi cilik, pelajar dan Umum Jamming session Aneka games Dan lain lainnya Jelas ketua panitia pelaksana Asnal bersama Andi bayu dan Panitia lainnya Minggu, 15-09-2019

Lanjut , Event ini akan diikuti oleh 50 tenant dan Juga melibatkan Para PKL di kota Watampone, sebagai bentuk kepedulian terhadap pedagang kaki lima Indonesia khususnya kab Bone

Ditempat terpisah Ketua DPD Asosiasi pedagang kaki lima Indonesia Kab Bone Iwan Hammer , mengapresiasi Kegiatan yang akan digelar oleh PASKAS BONE ini, kegiatan ini perlu mendapat dukungan dan Perhatian dari pemerintah sebagai perwujudan Pemberdayaan PKL dan juga lebih mengenalkan Maksud dan Tujuan PASKAS BONE itu

bagaimana lebih mengenalkan komunitas ini dimasyarakat Bone umumnya dan Sulsel khususnya ungkapnya saat dikonfirmasi langsung oleh awak media ini , diwarkop 23 samping Rumah jabatan bupati Bone

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Bone, Polres Bone, kodim 1407 Bone, Dinas perpustakaan Kab Bone

Sponsor dari kegiatan ini : IWO SOPPENG , Jelajahindonesiaonline.com, Berandankrinews.Com, Sulselinfo, Mediainfota.com, Cakrawala.info, lintaslima.com

Irwan N Raju Biro Bone

Dan Sub Satgas – 2 Karhutla Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan

Barabai Kalsel. Dan Sub Satgas-2 Pencerahan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Nur Rohman Zein,S.E.,M.M turun langsung padamkan kebakarani,pada Minggu (15/9).

Kebakaran lahan atau semak belukar tepatnya di desa Mandingin (belakang Hotel Madani) RT. 01 RW. 01 kecamatan Barabai kabupaten Hulu Sungai Tengah sekitar 0,5 Hekatare.

Dengan sigap Dan Sub Satgas-2 Pencerahan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Nur Rohman Zein,S.E.,M.M bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah kab HST H. Budi Hariyanto S.Kep, M.M, anggota Satgas Karhutla, Gabungan Bakar, Satpol PP HST, Tagana HST dan warga masyarakat sekitar lokasi kebakaran memadamkan api.

Kurang dari satu jam api dapat dipadamkan dan lakukan lokalisir agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Usai pemadaman lahan Letkol Inf Nur Rohman Zein,S.E.,M.M menghimbau kepada warga masyarakat jangan lagi bakar lahan, sekecil apapun api kalau ditinggalkan akan menjadi besar dan dapat membahayakan kita semua.

Terlebih lagi lokasi kebakaran sangat dekat dengan lokasi pemukiman masyarakat. Ayo kita bersama-sama perangi kabut adap yang menyelimuti Hulu Sungai Tengah ini dengan cara tidak lagi membakar hutan dan lahan, agar Bumi Murakata yang kita cintai ini terbebas dari asap,”pungkasnya.(pendim1002).

Peduli Kabut Asap, Kecamatan Sebatik Timur dan Desa Sungai Nyamuk Bersama RS Pratama Gelar Aksi Peduli

Nunukan-Pemerintah Desa Sungai Nyamuk dan Kecamatan Sebatik Timur bekerja sama dengan Rumah Sakit Pratama Sebatik mengelar Aksi Sosial Peduli Kabut Asap dengan pembagian masker kepada masyarakat Sebatik.

Pantauan Berandankrinews.com, di lokasi Kebalen Jaya, Sungai Nyamuk, Tim gabungan Aksi Sosial Peduli Kabut Asap memberikan dan memasangkan masker kepada masyarakat yang berjalan kaki maupun berkendara, Minggu (15/9/19).

Terhitung sebanyak 1.500 Masker yang telah diberikan (30 kotak ) untuk Masyarakat.

Direktur Rumah Sakit Pratama Sebatik, Dr Kanda menuturkan, Sesuai instruksi bupati, nomor surat 93/338/setda-humpro/IX,2019 tentang kabut asap, kita harus mewaspadai dampak kiriman polusi kabut asap, karna ada kondisi dimana berdampak terhadap kesehatan masyarakat terutama Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA),

“Kepada nelayan dan pengendara harus berhati-hati karena jarak pandang bisa menyebabkan kecelakaan dan hilang arah, selain itu sebagai manusia kita harus mendoakan semoga bencana kabut asap ini bisa segera teratas,” kata Dr. Kanda.

Camat Sebatik Timur, Wahyudin mengatakan, kepada warga sebatik timur agar kiranya Waspada, potensi ancaman penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Dia menuturkan, yang kita lakukan bekerja sama dengan pemerintah Desa Sungai Nyamuk dan Rumah Sakit Pratama mengajak masyarakat untuk melindungi diri dari dampak buruk asap yang saat ini menganggu lingkungan dan ganguan pernapasan.

Berikut langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari gangguan, 1.pernapasan,Kurangi aktivitas luar rumah yang tidak perlu.

2.Gunakan masker saat berada d luar rumah.

3. Selalu menjaga asupan cairan dalamm tubuh.

4.Budayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

5.Pastikan makanan di cuci bersih untuk mencegah terkontaminasi asap kabut. (Dhian).