AMAN Kaltara Ingatkan PT.KHL Tidak Menjadikan Masyarakat Sebagai Tamu Di Tanah Air Sendiri

Nunukan – Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) seharusnya tak terjadi apabila pihak Investor benar – benar memahami fungsi adanya investasi di suatu daerah. Tak terkecuali PT. Karang Djoeang Hijau Lestari (KHL) yang menanamkan investasinya sebagai Perusahaan Perkebunan Sawit.

“Namun kenyataannya, sejak 2009 silam Konflik Lahan Masyarakat Adat Agabag di 5 Desa Kecamatan Sebuku, Nunukan, Kaltara sampai saat ini tak kunjung usai,” ujar Ketua AMAN Provinsi Kalimantan Utara, Yahenes, Kamis (8/4).

Puncak, ungkap Yohanes, konflik terjadi pada Desember 2020,yang mana 17 orang oleh Pihak Managemen PT.KHL ke Kepolisian atas dugaan melakukan pencurian.

Tuduhan bahwa warga setempat telah mencuri buah sawit, menurut Yohanes adalah hal yang sangat melukai perasaan masyarakat. Pasalnya, masyarakat yang meyakini memanen buah di tanah miliknya sendiri.

Foto:Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Kalimantan Utara, Yohane

” Hal tersebut tentu akan berbeda jika buah sawit yang dipanen itu di lahan lain ,” katanya.

Sebagai bukti sanggahan bahwa lahan yang saat ini diklaim PT.KHL sebagai HGU nya tersebut, Masyarakat Bebanas,Lulu,Melasu Baru,Tetaban dan Desa Sojau,telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan haknya.

Pada tahun 2012,telah dilakukan Hearing di DPRD Kabupaten Nunukan,namun juga sampai hari ini belum terselesaikan.

Selanjutnya pada 11 Februari 2021 juga dilaksanakan Hearing di DPRD Kabupaten Nunukan,yang mana tuntutan Masyarakat Adat adalah sbb ;

1.Meminta agar PT.KHL untuk Segera mencabut Laporan atas 17 orang yang dilaporkan ke Polres Nunukan,

  1. Menuntut agar Kampung/Desa,Situs-Situs Budaya,serta tanah Adat,dan tanah2 Komunal masyarakat yang masuk dalam HGU PT.KHL untuk di Inclup,
  2. 1.000 Meter kiri dan kanan jalan Kabupaten/Provinsi untuk dikeluarkan dari Kawasan HGU.

“Semua ini juga belum mendapatkan Solusi dari Pihak terkait. Lalu pada Kunjungan Kerja Wamen ATR/BPN Bapak.Surya Tjandra ke Kabupaten Nunukan tempo hari,” papar Yohenes

Padahal Materi Pembahasan dalam FGD tersebut adalah terkait Konflik Lahan Masyarakat dengan PT.KHL. Dan kesimpulan akhir pada FGD tersebut adalah penyelesaian secara mediasi.

Wamen meminta kepada para Pihak agar bisa di Mediasi oleh Pihak Pemerintah,dan anggota DPD RI Dapil Kaltara secepatnya agar konflik tersebut tidak berlarut-larut,supaya tidak akan merugikan antar pihak,dan

“Dalam kesempatan itu, Wamen ATR/BPN RI juga meminta agar PT.KHL untuk mencabut Laporan terhadap 17 orang masyarakat Adat,” ujar Yohanes

Tak hanya itu, ungkap Yohanes, Wamen ATR juga berharap agar Polres Nunukan dapat menghentikan roses Penyidikan Hal tersebut karena menurut Surya Tjandra, penyelesaian sengketa tak mesti harus melalui jalur Hukum.

Surya Tjandra dalam kesempatan itu juga menyampaikan kesanggupannya untuk segera berkoordinasi dengan Kapolda dan Gubernur Kalimantan Utara atas konflik tersebut

Sementara terkait Overlap Lahan Masyarakat Adat dengan HGU PT.KHL tersebut, akan disampaikan kepada mitra-mitra Kementerian ATR/BPN seperti Kementerian LHK.

“Namun niat baik dan Usaha yang ditempuh oleh Masyarakat Adat Agabag 5 Desa dikecamatan Sebuku ini hanya sia-sia dan terabaikan, kami melihat, tidak ada sama sekali itikat baik dari PT.KHL ,’ sesal Yohanes.

Bahkan pada hari kamis 1 April 2021, menurut Yohanes, ada lagi Surat Panggilan ke-2 dari Polres Nunukan terhadap 2 Masyarakat Adat warga Desa Bebanas.

“Kami sangat mengharapkan PT.KHL dan Pihak Terkait sesegera mungkin untuk mengakhiri/menyelesaikan Konflik tersebut,jangan sampai membuat Masyarakat semakin tersakiti dan memaksa keadaan.Karena mana,Janji awal PT.KHL mendirikan perkebunan Sawit ini adalah untuk Meningkatkan Kesejahteran Masyarakat bukan Justru sebagai alat untuk Mengkriminalisasi Masyarakat. Kami juga mengingatkan kepada PT. KHL untuk tidak menjadikan masyarakat Adat sebagai tamu di tanah airnya sendiri,” tegasnya. (Eddy Santry)

Pansus DPRD Nunukan Monitoring Dan Evaluasi Proyek Pendidikan di Sebatik

Nunukan – Anggota Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nunukan Tahun Anggaran 2020 DPRD Kabupaten Nunukan, melaksanakan monitoring dan evaluasi proyek pendidikan berupa bangunan SD, SMP, dan rumah guru di Sebatik.

Anggota Pansus dalam tiga kelompok daerah pemilihan (Dapil). Untuk Dapil Sebatik, empat orang anggota DPRD Nunukan masing-masing H Saleh, H Andi Mutamir, Hj. Nikmah, Hamsing dan Andre Pratama meninjau beberapa lokasi kegiatan fisik yang dilaksanakan pada 5 kecamatan pulau Sebatik.

Khusus bidang pendidikan, kegiatan fisik berjalan sesuai rencana dengan kualitas pekerjaan baik, hanya terdapat kekurangan pada bagian finishing, hal ini menjadi cacatan bagi kontraktor untuk memperbaiki.

“Ada beberapa sekolah SD dan SMP di Pulau Sebatik melakukan renovasi Ruang Kelas Belajar (RKB),  sebagian kegiatan itu dikerjakan swakelola,” kata Andre Pratama pada Niaga Asia, Selasa (06/04).

Anggota DPRD Nunukan Monitoring proyek pendidikan di Sebatik.(foto: Istimewa)

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Nunukan tahun 2020 mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp 300 miliar, sebagian kegiatan dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR

Penggunaan DAK bidang pendidikan lebih banyak diperuntukan bagi RKB, pagar dan lapangan upacara, sedangkan untuk pengadaan meja kursi dan papan tulis disiapkan pemerintah daerah lewat APBD.

“Renovasi RKB tidak dilengkapi mebeler, tapi pengadaan bisa diusulkan lewat DAK sesuai laporan kebutuhan sekolah,”  kata Andre.

Dalam pembangunan RKB dan sarana sekolah lainnya menggunakan DAK, pemerintah pusat meminta syarat legalitas lahan berupa sertifikat kepemilikan dan inilah yang menjadi kendala di seberapa sekolah.

Perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia sangat  baik,  sejumlah sekolah-sekolah bangunan Inpres di Pulau Sebatik,  kini telah berubah menjadi gedung permanen.

“SDN 005 Desa Binalawan mendapatkan anggaran renonasi 3 RKB, sekolah ini sebelumnya berbahan kayu bangunan Inpres,” ujarnya.

Tidak sebatas RKB, tahun 2020 pemerimtah pusat melalui DAK membangun pula 4 unit rumah dinas guru SMPN 1 Sebatik Barat. Anggaranya yang mencapai Rp 778.000 itu telah terealisasi 100 persen.

Kucuran ratusan miliar untuk sektor pendidikan diharapkan dapat menjadi pemicu sekolah lebih meningkatkan lagi mutu pendidikan, meski saat ini hampir semua sekolah masih melaksanakan belajar daring.

“Ada belasan proyek renovasi SD dan SMP di Pulau Sebatik, mulai dari SKB, peralatan labotorium sampai pembangunan toilet,” pungkasnya *(ADV)

120 Siswa Didik Polri Pengiriman Nununukan Siap divaksinasi Covid-19

NUNUKAN – Bertempat di Aula sebatik Polres Nunukan Siswa Didik Bintara Polri 2020/2021 pengiriman asal Nunukan siap menerima Vaksin tahap kedua ( Rabu/7/2021)

Seluruh Siswa Didik Bintara ini Rencananya akan di Kembalikan ke Salah satu SPN di Jakarta untuk mengikuti Pendidikan Lanjutan setelah beberapa bulan dikembalikan ke Wilayah masing- masing

Hari ini sebanyak 120( seratus dua puluh) Siswa Didik kembali menjalani Vaksinasi tahap ke-2 2 sebelum mereka di Berangkatkan ke SPN di Jakarta pada tanggal 16 April 2021 untuk menyelesaikan Program pendidikan Pembentukan sampai dengan Pelantikan Nantinya Tutur Kabag Sumda Polres Nunukan AKP Alyadi

Dipastikan kondisi para Siswa yang akan mengikuti Vaksinasi hari ini dalam keadaan Fit sehingga pemberian Vaksinasi tahap ke-2 berjalan Lancar

Menurut Tim Vaksinasi Urkes Polres Nunukan SDR Akbar( Banum Urkes polres Nnk) mengatakan” Bahwa sebulum di lakukan vaksinasi ,seluruh Siswa akan di lakukan screening dan interview terlebih dahulu oleh Tim vaksinasi

Screening tersebut meliputi Pendataan Identitas, pengecekan suhu badan, tensi dan Pemberian Vaksinasi,” tutur Akbar

Kapolres Nunukan AKBP SYaiful Anwar,Sik mengatakan,” membenarkan tentang kegiatan hari ini di Aula sebatik polres Nunukan yaitu pemberian Vaksinasi tahap ke- 2 bagi siswa Didik Bintara Polri yang rencananya akan di berangkatkan ke SPN di Jakarta untuk menyelesaikan pendidikan Kembali pada tanggal 16 April 2021,” tutur Syaiful Anwar

Humas Res Nnk

Lasalipu daeng Marakka Pemberian gelar adat Kapolda saat kunjungi Musium Arajange Bone

Bone-Berandankrinews.com
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs. Merdisyam melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (6/4/2021). Dalam kunjungannnya, Kapolda Sulsel didampingi Ketua PD Bhayangkari Sulsel Ibu Shanty Merdisyam, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan dan para PJU Polda Sulsel lainnya.

Dalam kesempatan mengunjungi Rujab Bone di Jl Petta Ponggawae, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Kapolda dan rombongan disambut Bupati Bone Bone Dr A Fahsar M Padjalangi dan dilakukan upacara adat Seperti dengan Prosesi Teddung Pulaweng, Tarian Pa’duppa, Prosesi Angngaru, dan Pengalungan bunga kepada Kapoda Sulsel dan Ibu Kapolda

Pantauan Awak media, terlihat juga dalam penyambutan, payung kuning persegi dijunjung empat lelaki mengiringi langkah Kapolda dan Ibu Shanty Merdisyam di atas bentangan kain putih menuju pintu masuk ruangan. Dan Bupati Bone Dr A Fahsar M Padjalangi turut bersama mengiringi.

Selain itu juga tampak sejumlah pejabat ikut menyambut, seperti, Kapolres Bone, Danrem 141 tp Bone ,Forkopimda Kab.Bone, para perwira Polres None dan ibu, dan para Kapolsek jajaran Polres Bone.

Saat di Di Museum Arajange kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs.Merdisyam diterima sebagai tamu kehormatan oleh Bupati Bone dan tokoh adat kabupaten Bone.

Dan diberikan nama tamu penghormatan yaitu “Lasalipu Daeng Marakka” yang artinya “pemimpin yang mampu memberikan perlindungan keamanan, ketertiban masyarakat pemberani, bijaksana, cekatan dan lincah dalam mengambil tindakan.

Pemberian gelar Tamu Kehormatan oleh Bupati Bone ditandai dengan pemasangan sarung sutera, jas tutup adat Bone, songkok Recca’, dan Kris di Museum Arajange, Kompleks Rujab Bupati Bone.

Saat Ditemui, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan yang juga turut mendampingi Kapolda Sulsel menjelaskan kunjungan Kapolda Sulsel ke Rujab Bone dalam rangka memperkuat sinergitas Polri dan Pemda Bone dalam upaya mewujudkan Kamtiibmas yang kondusif di Kab. Bone.

Diketahui, Kedatangan Kapolda Sulsel ini terkait kunjungan kerja (kunker) di Mapolres Bone untuk melihat langsung kondisi Polres Bone. Selain itu, Kapolda Sulsel juga dijadwalkan menghadiri Acara Hari Jadi Kab. Bone ke 691

Ril Muhammad Ishak Hammer

Tak Sampai 3 Jam, Relawan Posko Bersama Peduli NTT di Nunukan Mampu Galang Dana Sebanyak Rp. 27,8 Juta

Nunukan – Tak memperdulikan terik Matahari, Puluhan Relawan dan aktivis sosial Nunukan dari Posko Bersama Peduli Bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) berkonsentrasi di beberapa titik jalan protokol di Kota Nunukan, Selasa (6/4).

Dengan menjadikan para pemakai jalan sebagai obyek donatur, mereka melakukan aksi penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana Banjir Bandang yang melanda 10 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi NTT.

Donasi yang terkumpul pun terbilang spektakuler. Pasalnya, hanya 2 jam 40 menit yakni sejak pukul 15:00 WITA hingga pukul 17:40 WITA, total donasi yang mereka kumpulkan mencapai RP. 27. 889.000 + 1 Ringgit Malaysia. Sehingga total donasi keseluruhan sejak aksi penggalangan dana pada Senin 5 April 2021, terkumpul sebanyak Rp. 36 juta.

Koordinator Posko Bersama, Abu Saman mengapresiasi masyarakat Nunukan yang telah berdonasi. Menurutnya, dari jumlah donasi yang terkumpul adalah sebuah bukti bahwa masyarakat Nunukan sangat tinggi empati dan kepeduliannya terhadap penderitaan sesama.

Foto: Relawan dari Posko Bersama Peduli NTT melakukan aksi penggalangan dana di Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (6/4)

“Alhamdulillah, dari donasi yang terkumpul, kita juga dapat melihat tingginya sikap Solidaritas masyarakat Nunukan terhadap saudara-saudaranya yang terkena musibah,” tuturnya, Selasa (6/4)

Lebih lanjut Abu Saman mengungkapkan , rencananya bantuan yang telah terkumpul akan didistribusikan langung ke lokasi bencana. Namun ia menyatakan, sambil tetap melakukan penggalangan dana, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama mengenai pendistribusian bantuan tersebut.

‘Kita terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Namun kita juga telah siapkan Relawan apabila nantinya bantuan harus didistribusikan langsung,” jelasnya

Diketahui, selain menerima penyaluran donasi dalam bentuk uang, Posko Bersama juga menerima bantuan dari masyarakat berupa pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan makanan instan. Sebagaimana terpantau, bantuan berupa makanan dan pakaian layak pakai mulai berdatangan di Posko Bersama yang beralamat di Jl. RA Kartini, Nunukan.

Sementara dampak dari Banjir Bandang di NTT sendiri, hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang meninggal dunia dan sebanyak 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

“(Meninggal dunia) Dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa (6/4

Sementara itu jumlah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958 orang, Rote Ndao 672 jiwa (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

“Orang hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21,” kata Raditya menambahkan.

“Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT,” kata Raditya.

Raditya menyebut bencana dipengaruhi cuaca buruk berupa siklon tropis. Kondisi tersebut berdampak di delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

BNPB turut mencatat kerugian materil yang diakibatkan cuaca ekstrem di NTT ini antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

Kerusakan tersebut dengan rincian di Kota Kupang 10 unit rumah rusak sedang dan 657 unit rumah terdampak. Kemudian di Kabupaten Flores Timur 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak dan delapan unit fasum rusak berat. Sementara di Kabupaten Malaka, 1.154 unit rumah terdampak dan 65 fasum terdampak. Di Kabupaten Ngada 4 unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang dan satu fasum terdampak. (Eddy Santry)