Panglima TNI Pastikan Semua Awak KRI Nanggala 402 Gugur

Jakarta – Sambil berurai air mata, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kesedihan yang mendalam terkait tenggelamnya kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala 402.

Dalam konferensi pers,  Minggu (15/4) tersebut,  Panglima menyatakan bahwa semua awak Nanggala-402 telah gugur.

“Dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI, prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali. Atas nama seluruh prajurit dan keluarga besar TNI, selaku panglima TNI saya sampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit yg gugur. Semoga Tuhan Yang Maha besar memberikan keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan,” tutur Panglima

KRI Nanggala 402 (Foto: Istimewa)

Lenih lanjut Panglima mengungkapkan bahwa kepastian gugurnya seluruh awak kapal itu ia sampaikan, setalah mendapati laporan dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bahwa KRO Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian.

KSAL Laksamana Yudo Margono mengatakan bahwa KRI Nanggala telah ditemukan di perairan Bali. Di mana jaraknya 1.500 yard ke Selatan dari letak tenggelamnya kapal pertama kali dengan kedalaman 838 meter.
Dia menyebut bahwa KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian.

“Terdapat bagian-bagian KRI Nanggala. Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian yang tadi disampaikan panglima TNI,” pungkasnya.

Berikut daftar nama 53 para awak KRI Nanggala 402 yang gugur tersebut:

1. Heri Oktavian – Letkol Laut (P) -Komandan KRI Nanggala-4022.

2.Eko Firmanto – Mayor Laut (P)

3. Wisnu Subiyantoro – Mayor Laut (T)

4. Yohanes Heri – Kapten Laut (E)

5. I Gede Kartika – Kapten Laut (P)

6. Muhadi – Lettu Laut (P)

7. Ady Sonata – Lettu Laut (P)

8. Imam Adi – Lettu Laut (P)

9. Anang Sutriatno – Lettu Laut (T)

10. Adhi Laksmono – Letda Laut (E)

11. Munawir – Letda Laut (P)

12. Rhesa Tri – Letda Laut (T)

13. Rintoni – Letda Laut (T)

14. M Susanto – Letda Laut (P)

15. Ruswanto – Serka Bah

16. Yoto Eki Setiawan – Sertu Bah

17. Ardi Ardiansyah – Sertu Ttu

18. Achmad Faisal – Sertu Kom

19. Willy Ridwan Santoso – Sertu Kom

20. M Rusdiyansyah – Sertu Eko

21. Ryan Yogie Pratama – Sertu Eki

22. Dedi Hari Susilo – Sertu Mes

23. Bambang Priyanto – Serda Bah

24. Purwanto – Serda Kom

25. Eko Prasetiyo – Serda Kom

26. Harmanto – Serda Ttu

27. Lutfi Anang – Serda Ttu

28. Dwi Nugroho – Serda Atf

29. Pandu Yudha Kusuma – Serda Ede

30. Misnari – Serda Eta

31. Setyo Wawan – Serda Saa

32. Hendro Purwoto – Serda Lis

33. Guntur Ari Prasetyo – Serda Mes

34. Diyut Subandriyo – Serda Lis

35. Wawan Hermanto – Serda Lis

36. Syahwi Mapala – Serda Lis

37. Wahyu Adiyas – Serda Lis

38. Edi Wibowo – Serda Lis

39. Kharisma D.B – Kopda Eta

40. Nugroho Putranto – Kopda Tlg

41. Khoirul Faizin – Kopda Mes

42. Maryono – Kopda Trb

43. Roni Effendi – Klk Eta

44. Distriyan Andy P – KLK Eta

45. Raditaka Margiansyah – KLS Isy

46. Gunadi Fajar R – KLS Isy

47. Denny Richi Sambudi – KLS Nav

48. Muh Faqihudin Munir – KLS Mes

49. Edy Siswanto – KLS NavNon ABK

50. Harry Setyawan – Kolonel Laut (P) – Dansatsel

51. Irfan Suri – Letkol Laut (E)

52. Whilly – Mayor Laut (E)

53. Suheri – PNS

Pewarta: Eddy Santry


Bupati Nunukan Serahkan 35 Buku Nikah Saat Safari Ramadhan

Nunukan – Di sela Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 1442 Hijriyah di Kecamatan Tulin Onsoi, Jumat (23/4), Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid secara simbolis menyerahkan dokumen administrasi kependudukan berupa buku nikah, Kartu keluarga dan Akte Kelahiran kepada 35 pasangan suami – istri yang mengikuti sidang isbat nikah di Kecamatan Tulin Onsoi.

Sidang Isbat perkawinan tersebut merupakan layanan jemput bola yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Pengadilan Agama dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Bupati Laura dalam kesempatan itu menyampaikan sidang isbat nikah merupakan pelayanan jemput bola yang diberikan kepada pasangan suami – istri yang sudah menikah secara adat atau secara agama, tetapi belum tercatat secara resmi di dalam dokumen negara.

Pelayanan sidang nikah isbat itu, menurut Laura, akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah.

“Ini merupakan terobosan yang sangat baik karena pemerintah langsung mendatangi masyarakat yang membutuhkan. Dengan pelayanan ini, masyarakat akhirnya bisa memiliki memegang dokumen yang sangat dibutuhkan untuk mengurus segala sesuatunya,” kata Laura.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Nunukan, Muhammad Ridho menyebutkan bahwa sebetulnya ada 38 pasangan suami – istri yang mendaftar untuk ikuti siding isbat nikah, namun yang memenuhi syarat hanya 35 pasangan.

“Dari 38 pasangan suami – istri yang mendaftar, terdapat 3 pasangan yang tidak memenuhi syarat karena berbagai alasan, yaitu ada satu pasangan tidak hadir, satu pasangan ditolak oleh pengadilan, dan satu lagi pasangan dinyatakan status perkawinannya dicabut,” kata Muhammad Ridho.

Disamping menyerahkan dokumen administrasi kependudukan, Bupati Laura dalam kesempatan itu juga membagikan sembako kepada 50 warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Tulin Onsoi, (ADV*)

Bupati Nunukan Bagikan Sembako Saat Safari Ramadhan

Nunukan – Jika pada bulan Ramadhan tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak melaksanakan Safari Ramadhan ke wilayah – wilayah kecamatan karena alasan untuk mencegah penyebaran covid – 19, maka tahun 2021 ini Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid memutuskan untuk melaksanakan Safari Ramadhan meskipun masih berada dalam suasana pandemi covid – 19.

Kecamatan Tulin Onsoi merupakan wilayah yang pertama dikunjungi oleh orang nomor satu di Kabupaten Nunukan ini pada Jumat (23/4).

Bersama suami tercinta H. Andi Muhammad Akbar Djuarzah, Laura didampingi oleh beberapa pejabat tinggi di Pemerintah Kabupaten Nunukan, antara lain Asisten Administrasi Umum H. Asmar.

Seperti biasanya, Safari Ramadhan bersama Bupati Laura kali ini berlangsung dalam suasana yang cukup santai.

Bupati Laura bersama rombongan bahkan melaksanakan buka puasa di rumah H. Mursalin, tokoh masyarakat di Desa Harapan, Kecamatan Tulin Onsoi.Bupati juga berkesempatan menyerahkan bantuan sembako kepada puluhan warga kurang mampu.

Dalm kesempatan tersebut,Bupati Nunukan juga menyerahkan secara simbolis dokumen administrasi kependudukan kepada 35 pasangan suami istri yang melaksanakan sidang isbat nikah.

Kepada masyarakat muslim di Tulin Onsoi, Bupati Laura tidak lupa mengajak agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak ibadah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. (ADV*)

Pemkab Nunukan, DJP Dan DJPK Tandatangani Kerjasama Optimalisasi Pemungutan Pajak

Nunukan – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid SE.MM secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah antara DJP (Direktorat Jenderal Pajak), DJPK (Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan) dan Pemda Nunukan tahap III tahun 2021, yang terhubung melalui video conference di ruang pertemuan VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Rabu (21/04).

Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyampaian data informasi keuangan daerah dan mengoptimalkan pengawasan bersama atas kepatuhan wajib pajak, pelaksanaan pertukaran dan pemanfaatan data dan informasi perpajakan, data perizinan atau informasi lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Pajak Suryo Utomo melalui video conference dari Aula Nagara Dana Rakca, Gedung Radius Prawiro DJPK

“Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah secara bersama-sama melakukan pengawasan terhadap wajib pajak, dan ini merupakan langkah awal ikhtar kita dalam meningkatkan penerimaan pajak demi menuju Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang”, ujar Dirjen Pajak Suryo Utomo saat memberikan sambutannya.

Menurut Suryo Utomo, pemerintah daerah diminta segera benahi tata kelola Aset Daerah yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan program atau kegiatan peningkatan pelayanan perpajakan kepada masyarakat, meningkatkan pendampingan dan dukungan kapasitas di bidang perpajakan, serta meningkatkan pengetahuan serta kemampuan aparatur di bidang perpajakan. Melalui kerja sama bersama para pemerintah daerah, DJP berharap dapat menerima sumber data yang penting untuk pengawasan kepatuhan pajak.

Sebaliknya, menurut Suryo pemerintah daerah juga akan menerima data dari DJP untuk kepentingan pengawasan daerah. DJP mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas partisipasi para kepala daerah baik gubernur, bupati, dan walikota yang telah mendukung kerja sama optimalisasi pengumpulan pajak pusat dan pajak daerah.

Pada kesempatan ini otoritas pajak juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DJPK yang telah bersedia memfasilitasi kerja sama dengan para pemerintah daerah ini.

“Pajak merupakan sumber utama penerimaan pemerintah pusat dan daerah yang digunakan bukan saja untuk pembangunan fisik, melainkan juga untuk menolong masyarakat berpenghasilan rendah dan program kesejahteraan sosial yang sangat dibutuhkan khususnya pada masa pandemi”, ujar Suryo.

Kabupaten Nunukan mendapatkan kesempatan melakukan penandatangan PKS pada sesi ke 8 bersama dengan Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Natuna, Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Paser, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. (ADV*)

Tampil Bersama 2 Menteri, Bukti Nama Laura Mulai Diperhitungkan

Nunukan – Kiprah dan eksistensi Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid sebagai kepala daerah perempuan berusia muda dengan sederet prestasi ternyata mulai diperhitungkan di kancah nasional. Hal itu terlihat dari dipilihnya nama Asmin Laura Hafid sebagai pembicara dalam webinar tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Media TEMPO dan Universitas Terbuka (UT). Selain Laura, kedua webinar tersebut juga menghadirkan nara sumber perempuan – perempuan tangguh di berbagai bidang.

Dalam webinar bertema “Menghapus Kesenjangan Gender di Dunia Kerja” yang diselenggarakan oleh Media TEMPO, Selasa (20/4), Laura tampil bersama Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Ida Fauziah, Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya, Program Officer ILO – Indonesia Lusiani Julia, serta Founder dan CEO LSPR Prita Kemal Gani. Dipandu oleh moderator wartawan dan editor senior TEMPO, Martha Warta Silaban, dalam webinar tersebut para narasumber saling berbagi pengalamannya dalam meniti karier hingga mencapai level top manajemen di bidangnya masing – masing.

Di kesempatan itu, Laura menyampaikan bahwa dirinya berhasil menduduki posisi bupati karena saat ini tidak ada gap lagi antara laki – laki dan perempuan di bidang politik.

“Undang – undang memberi peluang dan kesempatan yang sama kepada laki – laki dan perempuan untuk meniti karier di bidang politik, asalkan punya kemampuan, memenuhi syarat, dan diinginkan oleh masyarakat maka tidak ada yang tidak mungkin,” kata Laura.

Sementara dalam webinar bertema “Equal Opportunity, atau Akses Terhadap Kesetaraan Kesempatan”, yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT), Kamis (22/4), Laura tampil bersama Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriyani, dan Bupati Brebes Idza Priyanti. Webinar tersebut diikuti oleh kurang lebih 3 ribu orang, yang sebagian besar adalah para mahasiswa UT di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pada kesempatan itu, Laura menyampaikan bahwa kesuksesan seorang perempuan tidak harus diukur dari seberapa banyak materi yang dimiliki, atau seberapa tinggi posisi atau jabatan yang berhasil diraihnya, namun sukses perempuan diukur dari seberapa banyak perempuan itu memberi manfaat bagi keluarganya dan orang – orang di lingkungannya.

Menurutnya, saat ini hampir tidak ada lagi bidang atau peluang yang tertutup bagi seorang perempuan untuk berkiprah dan berprestasi. Mengutip kata – kata bijak Michele Obama, Laura mengatakan : “Sebagai wanita, anda tidak memiliki batasan apapun untuk meraih sukses”. (ADV*)