HUT BPN Soppeng Ke-53 Harap KKN dan Pungli di Bersihkan

Soppeng (Sulsel), Berandankrinews.com-Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Soppeng meriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-53, yang dilaksanakan dikantor BPN jl.Salo Tungu, Kabupaten Soppeng, Sulsel. Selasa (2/10).

Acara yang dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang diadakan oleh BPN diantaranya membawa balon dari garis star menuju garis finish dan berbagai perlombaan lainnya.

Berbagai perlombaan yang diadakan oleh PNS Badan Pertanahan Nasional

Adapun acara HUT itu, BPN Soppeng memberikan Tema KKN serta Pungli harus dibersihkan dalam pelaksanaan menyangkut Pertanahan.

“Acara HUT BPN ke 53 kami laksanakan dengan mengangkat Tema KKN dan Pungli harus dibersihkan dalam pelaksanaan yang menyangkut pertanahan dikabupaten Soppeng” ujar T. Yusniar, SH Kepala Badan Pertanahan Nasional saat di ruang kerjanya.

Ia berharap BPN Soppeng dapat memberikan pelayanan yang prima
Kepada seluruh instansi dan masyarakat soppeng.

Penulis: Ifin

16.732 Warga Mengungsi di 24 Titik Akibat Gempa dan Tsunami

Donggala (Sulteng), Berandankrinews.com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memberikan informasi terbaru gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

Dalam rilisnya, jumlah korban akibat gempa dan tsunami hingga Minggu (30/9/2018) sudah 832 orang meninggal dunia. Terdiri dari 821 di Kota Palu, 11 orang di Kabupaten Donggala.

“Korban meninggal dunia disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa dan akibat tsunami,” kata Sutopo

Sutopo menyampaikan korban yang meninggal dunia segera dimakamkan secara layak setelah dilakukan identifikasi melalui DVI, face recognition dan sidik jari.

Data korban di DVI Polda Palu hari ini korban mulai dimakamkan secara massal untuk menghindari timbulnya penyakit.

Sementara data korban luka berat tercatat 540 orang dan dirawat di rumah sakit. Sementara jumlah pengungsi sudah mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik.

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi.

Korban diduga masih tertimbun bangunan runtuh, dan daerahnya belum dijangkau oleh Tim SAR.( Tribun Timur)

Korban Gempa dan Tsunami Kehabisan Stok Makanan

Donggala (Sulteng), Berandankrinews.com-Korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah mulai kehabisan stok makanan. Maka untuk memenuhi kebutuhan, mereka mengambil stok makanan di toko-toko yang ditinggal pemiliknya.

Tak hanya toko makanan, warga juga sudah kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih menyediakan BBM pun menjadi incaran warga.

Saat tim Media mengabadikan peristiwa tersebut di SPBU di jantung kota Palu, warga sempat melarang hal tersebut, Minggu (30/9/2018) siang.

Salah satu warga Palu yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku, hal tersebut sudah terjadi sejak Sabtu (29/9/2018) malam

Korban gempa menyerbu Sppu

Warga tidak hanya menyasar toko-toko dan SPBU, tapi warga yang diketahui masih terbilang muda juga menguras isi mesin ATM di beberapa titik di Palu.

Hingga berita ini diturunkan, hal tersebut mereka lalukan karena mereka masih kesulitan mendapat makanan.(Tribun Timur)

Siswa SMA Muhammadyah Galang Dana Untuk Sulawesi Tengah

Nunukan (Kaltara), Berandankrinews.com- Puluhan siswa SMA Muhammadyah di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, menggalang dana untuk korban bencana alam di Donggala, Sulteng. Para siswa melakukan aksinya dengan turun ke jalan-jalan untuk mengumpulkan dana dari pengguna jalan.

“kami lakukan yang semestinya seorang pelajar melakukan kepada saudara-saudara di sulawesi tengah, untuk mengalang dana dengan aksi peduli kami sebagai ikatan Muhammadyah untuk bangsa dan Negara terutama saudara kita yang kesusahan di sulteng” jelas Rizaldi Alwan selaku kordinator saat ditemui didepan pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka. Sabtu (29/9).

Rizal menambahkan kami lakukan pengalangan dana demi ke Ukhuan kami sebagai seorang pelajar di Indonesia khususnya saudara muslim.

Siswa SMA Muhammadyah saat mengalang dana di pelabuhan

Aksi penggalangan rencananya akan dilakukan selama dua hari

“kita lakukan aksi ini selama dua hari, hari ini dan insya allah besok kita akan turun lagi” ujar Rizaldi

Siswa SMA Muhammadyah itu melakukan aksinya di Empat titik yakni Pasar baru, Alun-Alun, Bahyangkara dan Pelabuhan Tunon Taka.

“Aksi yang kami lakukan ini berada di Empat titik yakni di Pasar baru, Alun-alun, Bhayangkara dan di pelabuhan Tunon Taka”, Ungkap Rizaldi

Harapannya dengan adanya aksi pengalangan dana tersebut, Masyarakat Nunukan bisa ikut memberikan bantuan sumbangan dan Doa kepada korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

“semoga dengan aksi kami ini, masyarakat Nunukan bisa memberikan bantuan sumbangan dan doa kepada saudara kita di Sulteng, semoga saudara kita yang disulteng semoga Allah merahmati, dan menghapus dosa-dosa saudara kita disana dan dengan aksi ini bisa membentuk jiwa kami untuk bisa membantu sebagai seorang pelajar”, ujar Rizaldi.

Penulis: OV

Kapolres: Nunukan Bukan Darurat Narkoba Tetapi Jalur Peredaran Narkoba

Nunukan (Kaltara), Berandankrinews.com-Terkait semakin maraknya peredaran narkoba diwilayah perbatasan NKRI khususnya di Kabupaten Nunukan yang salah satunya menjadi tempat transitnya barang haram tersebut menjadi pertanyaan datangnya barang haram itu asalnya dari mana.

Kapolres Nunukan AKBP. Jefri Yuniardi, SIK

Kapolres Nunukan AKBP. Jepri Yuniardi saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (28/9) mengatakan Dugaan bahwa  Bandar Besar Narkoba ada di Tawau Sabah Malaysia  bahwa Tindak Pidana Narkotika yang ditangani oleh Polda Kaltara  khususnya di Polres Nunukan semua bermuara pada Jaringan Internasional ditawau Sabah Malaysia.

Ia menambahkan bahwa bandarnya ada di Sabah Tawau, Malaysia karena setiap kasus narkotika ditangani oleh Polres Nunukan, pelaku nya menyebut barang Bukti Sabu-Sabu berasal dari Sabah Tawau, Malaysia .

Jefri menuturkan kasus yang paling menonjol adalah Kasus Tindak Pidana  Narkotika  terbukti  sudah 75 Kasus dengsn jumlah tersangka sebanyak 110 orang dari 106 Warga Negara Indonesia (wni) sementara Warga Negara Asing (wna) 4 orang  dari Jumlah Barang Bukti (BB) Narkotika Jenis Sabu-Sabu Sebanyak 54 Kilo gram.

Dengan opini yang beredar di Kabupaten Nunukan yakni Nunukan darurat Narkoba

Kapolres menjelaskan bukan darurat Narkoba tetapi  jalur masuknya Narkoba  sesuai fakta  yang telah kita tangani dan kita ungkap.

“defenitifnya seperti apa, jika dikatakan Marak atau Gawatnya dimana.  Pelaku 90%  berasal dari luar Nunukan, jadi dapat kita simpulkan  bahwa sebenarnya Pelaku ini berasal dari luar Nunukan. Lanjutnya Nunukan bukan tempat beredarnya Narkotika akan Tetapi Nunukan dikenal Sebagai Lintasan Jalur Peredaran Narkoba” pungkas Jefri.

salah satunya adalah sulitnya melakukan penyelidikan karena semua barang haram tersebut berasal dari Negeri Sabah Tawau, Malaysia dan tidak akan mungkin kita masuk  ke Negara orang, diperlukan prosedur yang cukup panjang dan itu urusan Pimpinan kita berkewajiban melaporkan dan Juga kita berbenturan dengan kondisi dimana bahwa suplay barang itu berasal dari  Sabah Tawau, Malaysia.

Ia menuturkan  yang selalu kita ungkap jaringan Internasional hanya sebatas kurir dan pengedar.

“selama ini hanya sebatas kurir dan pengedar yang selalu kita ungkap, Sementara pemilik alias bandar besarnya berada di Malaysia yang sangat sulit kita jangkau”, ungkap Jefri.

Ia menambahkan jika jaringan Internasional di kalimantan Utara saat ini belum ada.

“sementara ini belum ada yang kita temukan kalau ada pasti kita ungkap karena kita komitmen narkoba harus diberantas sampai keakar-akarnya, lanjutnya Kalau di Indonesia  paling sebagai penerima  barang atau pembeli barang, tetapi pemilik besarnya, sumber barang haram itu adalah Jaringan internasional yang berada di Malaysia”, tambahnya

Ia berharap, terbentuknya Kapolda Kaltara kinerja kepolisian khususnya di kabupaten Nunukan semakin terus maju dan membaik dan semakin mudah  menjalin Kerjasama dengan Pihak Malaysia.

” berbagai upaya yang kita lakukan  diantaranya langsung kita melakukan komunikasi oleh Aparat kepolisian di Raja Malaysia baik melalui Intansi setingkat Polres di Tawau maupun dengan melalui LO dan Polis Malaysia, Ungkapnya.

Kesatuan Polres Nunukan diketahui belum mengimbangi jumlah penduduk dan luasnya Belum mencukupi seperti yang dikatakan Jefri.

“olehnya itu setiap tahun
dilalukan perekrutan Putra-putri Nunukan, untuk mengantisipasi pencegahan setiap saat dilakukan sosialisasi kemudian juga penegakan Hukum untuk menambah personil dipos-pos yang khususnya daerah yang memang  rawan menjadi pintu masuk Narkoba yang berasal dari Sabah Tawau, Malaysia. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa memberi dampak yang positif sangat luas sehingga Narkoba dinunukan  bisa benar benar teratasi  dengan Maksimal”, jelasnya

Penulis: Yusuf Palimbongan/OV