Danrem 141/Toddopuli Menerima Paparan RGB Latihan Taktis dan Teknis Intel Korem 141/Toddopuli.




Watampone -Berandankrinews.com. Danrem 141/Toddopuli. Brigjen TNI Djashar Djamil S.E, M.M menerima paparan RGB Latihan Teknis dan Latihan Taktis Tim Intel Korem 141/Toddopuli, bertempat di Ruang Rapat M. Yusuf Makorem 141/Tp. Jalan Jend. Sudirman Kel. Manurungge, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone. Selasa 19/07/2022

Kapenrem 141/Tp. Mayor Arm Arfan Towasi mengemukakan, “Dalam rangka mempertajam ilmu Intelijen para anggota Tim Intel Korem 141/Toddopuli akan melaksanakan Latnis dan Lattis Intel Kegiatan yang akan dilaksanakan selama kurang lebih sepuluh hari ini bertujuan untuk mengasah kemampuan para anggota Intel sehingga didalam pelaksanaan tugasnya dapat berhasil dan sukses. Apa yang di ajarkan itu yang dilatihkan dan dilaksanakan. “Ucap Kapen.

Dalam Paparan, Danrem 141/Tp. Brigjen TNI Djashar Djamil S.E M.M, Menekankan,” Penyelenggara latihan agar berperan secara aktif sehingga seluruh rangkaian latihan ini dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar sesuai rencana yang telah dirancang, laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh agar sasaran latihan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal, perhatikan faktor keamanan personel, materiil dan kegiatan selama melaksanakan latihan. “Tutur Danrem.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Para Kasi Kasrem 141/Tp, Para Kadisjan dan Pasi Korem 141/Tp, Dandenma Korem 141/Tp. Mayor Inf Alfred Tonak. A. Md, Para Perwira Bintara dan Tamtama.

(Penrem 141/Tp)

Anak Muda Motor Penggerak Ekonomi Bangsa

TANJUNG SELOR – Saat ini penduduk usia produktif di Kalimantan Utara didominasi oleh penduduk usia muda dan prima (generasi Z dan Y/milenial).

Berbagai masalah yang ada pada generasi muda harus segera diatasi agar mereka bisa berkontribusi maksimal sebagai motor penggerak ekonomi bangsa.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, penduduk Kaltara tahun 2020 didominasi penduduk usia produktif, meliputi mereka yang berusia 15 – 64 tahun.

Prosentase penduduk usia produktif Kaltara pada tahun 2020 mencapai 70,13 persen. Atau lebih dari dua per tiga penduduk dari total penduduk.

Gubernur Kalimantan Utara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum mengungkapkan, dominasi penduduk usia produktif tersebut sudah terjadi sejak tahun 2010. Saat itu, prosentase usia produktif Kaltara sebesar 64,89 persen.

“Dengan demikian, selama 10 tahun, penduduk usia produktif telah meningkat sekitar 5,24 persen,” kata Gubernur saat mengurai data statistik, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, meningkatkan penduduk pada usia produktif merupakan sinyal positif memasuki bonus demografi. Dipaparkannya, bonus demografi merupakan kondisi perubahan struktur umur penduduk sebagai akibat dari proses transisi demografi, yaitu penurunan angka kelahiran dan angka kematian.

“Penurunan angka kelahiran akan menyebabkan penurunan jumlah penduduk umur kurang dari 15 tahun, yang kemudian diikuti dengan penambahan penduduk usia produktif 15-64 tahun sebagai akibat banyaknya kelahiran di masa lalu,” jelas Gubernur.

Di mana banyaknya penduduk usia produktif menawarkan berbagai peluang menarik. Meski demikian, bonus demografi layaknya pisau bermata dua.

“Karena itu, peluang yang ada harus bisa dimanfaatkan. Sehingga munculnya bonus demografi harus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kaltara,”terangnya.

Bonus demografi biasanya hanya terjadi satu atau dua dekade saja. Karena dengan berjalannya waktu, penduduk lansia akan terus bertambah, sehingga rasio ketergantungan akan meningkat kembali.

Dari proyeksi penduduk 2015-2045, struktur penduduk di Provinsi Kalimantan Utara hingga tahun 2045 masih akan didominasi penduduk usia produktif.

Walaupun demikian, provinsi ke 34 ini juga harus bersiap menuju ageing population, karena proporsi penduduk lansia juga terlihat mengalami peningkatan.

“Ketika bonus demografi usai, jumlah penduduk berusia lanjut (lansia) akan bertambah dan mengalami fase penuaan penduduk (ageing population),” terang Gubernur.

Perubahan struktur usia penduduk memiliki implikasi besar bagi perekonomian nasional, regional dan global. Di mana penuaan populasi dan perlambatan pertumbuhan penduduk akan menyebabkan stagnasi ekonomi.

“Kapasitas fisik, preferensi, dan kebutuhan individu akan berubah seiring dengan bertambahnya usia mereka,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mendapatkan bonus demografi secara optimal, diperlukan berbagai kebijakan yang tepat pada tiga kategori penduduk, yaitu usia anak, usia produktif, dan lansia.

Ia berharap seluruh stakeholder dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota bisa memahami jika anak merupakan aset yang menentukan kehidupan bangsa di masa depan.

Sumber daya manusia unggul harus disiapkan sejak dini, sebab itu pelindungan terhadap anak mutlak harus dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Potensi yang luar biasa tersebut harus diimbangi dengan upaya-upaya mengatasi kesenjangan investasi pada anak-anak dan generasi muda. Seperti melalui peningkatan kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, dan bidang lain yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan,” jelasnya.

Sedangkan pada bidang pendidikan, ia meminta agar dinas terkait agar mampu menekan angka putus sekolah. Anak-anak yang putus sekolah dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti anak-anak yang terpaksa bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, minat untuk bersekolah rendah, perhatian orang tua yang kurang, maupun fasilitas belajar yang kurang mendukung.

Kesehatan anak juga perlu menjadi perhatian pemerintah, salah satunya adalah permasalahan stunting.
Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

“Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, termasuk di Kaltara, ini juga menjadi ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa,”jelasnya.

Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Anak yang saat balita mengalami stunting, dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas produktivitasnya saat dewasa kelak.

Ini juga dapat menjadi ancaman pada era bonus demografi di Kalimantan Utara.
“Karena itu, perencanaan dan persiapan yang matang dalam dunia pendidikan, dukungan kesehatan, serta terpenuhinya hak-hak anak akan membentuk generasi yang berdaya saing. Selain itu juga menjadi investasi yang bernilai tinggi bagi pembangunan Provinsi Kalimantan Utara pada masa mendatang,” jelasnya.

Gubernur juga mengingatkan perangkat daerah terkait agar kesempatan emas dari adanya bonus demografi yang datang perlu dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, instansi pemerintah daerah perlu merumuskan dan kemudian mengimplementasikan berbagai kebijakan yang pro dengan pembangunan kualitas manusia, khususnya pada penduduk usia produktif.

“Ketenagakerjaan merupakan salah satu masalah pembangunan yang paling krusial. Peran penduduk usia produktif dalam ketenagakerjaan harus terus ditingkatkan. Untuk itu, kualitas penduduk usia produktif yang bekerja perlu terus ditingkatkan,” bebernya. (dkisp)

Pemuda Perbatasan jadi Garda Terdepan Memberantas Narkoba

NUNUKAN – Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum mengapresiasi inisiasi pemuda Kabupaten Nunukan dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Kaltara. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Nunukan, di Hotel Laura, Senin (18/7) malam.
Menurutnya, dengan adanya lembaga kepemudaan seperti KNPI dapat menjadi filter dari hal negatif. Karena itu, ia mengapresiasi agar roda organisasi kepemudaan dapat segera terbentuk hingga pada level kecamatan.
“Kita berharap agar semuanya dapat memberikan kontribusi positif terhadap daerah, salah satunya melalui organisasi kepemudaan,”kata Gubernur.
Ia menjelaskan, dalam perspektif pembangunan bangsa dan negara, peran pemuda tidak dapat dipandang sebelah mata. Hal itu terlihat pada sejarah perjuangan bangsa sebelum Indonesia merdeka. “Para pemuda turut berperan besar dalam perjuangan maupun dalam mengisi kemerdekaan,”katanya.
Belajar dari sejarah tersebut, Gubernur berharap agar para pemuda di Kabupaten Nunukan dan Kaltara dapat meresapinya. Dengan tujuan agar para pemuda selalu bangkit lebih kuat dengan menjaga persatuan dan kesatuan. “Di tangan saudara-saudara para pemudalah, masa depan pembangunan daerah, bangsa dan negara,”jelasnya.
Ia yakin program kerja yang akan dicanangkan oleh DPD KNPI Kabupaten Nunukan akan melahirkan pemuda-pemudi yang berprestasi. Dan mengangkat harkat dan martabat kehormatan bangsa dalam upaya memperkokoh ketahanan nasional.
“DPD KNPI Kabupaten Nunukan dan organisasi kepemudaan lain, sejatinya merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan. Saya berharap saudara-saudara juga dapat berperan aktif untuk ikut mengatasi permasalahan pemuda seperti kenakalan remaja, narkoba dan hal negatif lainnya. jalankanlah roda kepengurusan ini dengan baik dan selalu jaga hubungan silaturahmi hingga tercipta pengurus yang solid,”tuntasnya. (*)

RAKER DWP IAIN BONE, REKTOR: “Amui Seddi Proker yakko Mammukka”




Bone-Berandankrinews.com
Setelah dikukuhkan, Pengurus Dharma Wanita Prsatuan (DWP) IAIN Bone bersama anggota melakukan rapat kerja tahunan di Kebun Seribu Jati Bainang, Ahad (17/7/2022)

Ketua DWP IAIN Bone Ny. Mardhati Syahabuddin dalam arahannya berharap agar melalui organisasi DW para anggota dapat mengembangkan diri, saling bahu membahu, sama-sama belajar dan bersinergi dalam melaksanakan proker organisasi.

“Dalam lini organisasi dibutuhkan saling bahu-membahu, sama-sama belajar dan bersinergi menjalankan amanah. Saya berharap melalui organisasi DW menjadi wadah bagi ibu-ibu mengembangkan diri,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Rektor, ia memyampaikan bahwa melalui wadah DWP ibu-ibu bisa berprestasi, berinovasi dan bersinergi megulik potensi diri
“Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri, silahkan berinovasi, berprestasi,

jangan cuma kaya konsep tapi harus kaya praktek, perlihatkan prestasi. Tunjukkan bahwa ibu DW juga bisa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa buatlah program yang mendukung visi misi Rektor.
“Amo seddi mo yang penting mammukkai,” ujarnya lagi.

Danrem 141/Tp Perintahkan Personel Jajaran Agar Manfaatkan Lahan Demi Ketahanan Pangan.




Watampone -Berandankrinews.com. Upacara Bendera 17- san pada Bulan Juli dengan Inspektur Upacara ( Irup ) Danrem 141/Toddopuli. Brigjen TNI. Djashar Djamil S.E, M.M bertempat di Lapangan Apel Makorem 141/Tp. Jalan Jend. Sudirman Kel. Manurungngee, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone. Senin 18/07/2022

Upacara Bendera dilaksanakan dengan Petugas Upacara Personel Denpom XIV/1 Bone, adapun peserta Upacara terdiri dari Personel dan PNS Korem 141/Tp serta Balak Korem 141/Tp.

Adapun amanat Kasad yang dibacakan oleh Danrem 141/Toddopuli yang intinya sebagai berikut Pada apel Komandan Satuan ( Apel Dansat ) bulan Juni 2022 yang dilaksanakan di gedung Akademi Militer Magelang, ada beberapa hal yang telah disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat diantaranya, tingkatan naluri Intelejen,

Prajurit harus menguasai Medan Operasi Tipologi Budaya dan Karakteristik wilayah masing-masing, Laksanakan pembinaan Personil secara terukur untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,

melakukan revisi terhadap Doktrin yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan saat ini, Prajurit harus membantu menyukseskan program pemerintah dalam membantu kesulitan masyarakat. “Perintah Kasad

Apa yang telah disampaikan Kasad agar benar-benar dipedomani dan segera ditindaklanjuti oleh seluruh Komandan Satuan jajaran TNI AD serta tersosialisasikan hingga tingkat paling bawah.

Kita juga telah menyelenggarakan seminar TNI AD ke-6 yang diselenggarakan di Seskoad beberapa waktu lalu, Tim Pokja dan Narasumber telah mencoba mengidentifikasi permasalahan dalam penyelenggaraan Operasi Militer Matra Darat, Tim juga telah menawarkan rumusan konsep Doktrin operasi militer Matra Darat yang diharapkan mampu menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis terhadap ancaman di masa kini dan di masa depan

Sebagai alat Negara TNI AD akan terus mendukung program-program pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan hal-hal yang telah dilakukan oleh TNI AD, salah satunya dalam mengawasi kelangkaan minyak goreng bukanlah intervensi terhadap bidang-bidang lain namun semata-mata merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah mengatasi persoalan sosial agar Negara kita terhindar dari krisis seperti yang terjadi di Negara lain

Selanjutnya pada saat Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) di Daerah Istimewa Yogyakarta Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) telah dilaksanakan pengukuan Kepala Staf Angkatan Darat sebagai Papak Asuh. Hal ini menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI AD untuk membantu program-program pemerintah, Saya harap para Komandan Satuan dapat ikut serta menjadi pihak asuh anak Stunting di wilayahnya masing-masing.

Hal lain yang juga ingin saya sampaikan pada kesempatan ini adalah rentannya Negara kita terhadap berbagai bencana alam yang salah satu adalah bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutlah khususnya di wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan. Karhutla telah menjadi bencana luar biasa yang dapat terdampak kepada lingkungan hidup dan ekosistem termasuk dampak lainnya di bidang sosial ekonomi. “Imbuhnya

Dalam rangka pencegahannya saya perintahkan kepada seluruh Prajurit TNI AD khususnya berada di kewilayahan untuk bersinergi melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan Instansi terkait untuk bersama-sama menanggulanginya. Laksanakan deteksi dini patroli Mandiri dan patroli terpadu bersama Polri, Polisi kehutanan, Pemerintah Daerah serta masyarakat. “Tutur Kasad dalam amanatnya.

Laksanakan sosialisasi kepada masyarakat dirikan posko siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan apel siaga serta pelatihan bagi Prajurit dan masyarakat itulah upaya-upaya penting untuk bermanfaat yang dapat kita lakukan untuk di lingkungan kita sekaligus mampu memberi solusi.

Danrem 141/Tp menambahkan agar lahan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ketahanan Pangan agar dikerjakan bersama sama dengan masyarakat untuk membantu ekonomi masyarakat di wilayah masing masing. “Tutup Danrem 141/Tp

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Perencanaan Korem 141/Tp. Kolonel Inf Drs. Nelson Bahtiar Sarwedy S. S.E, Para Kasi Kasrem 141/Tp, Para Dankabalakorem 141/Tp, Para Kadisjan dan Pasi Korem 141/Tp, Para Perwira Bintara dan Tamtama jajaran Korem 141/Toddopuli.

(Penrem 141/Tp)