Hasan Basri Minta Masyarakat Lokal Dilibatkan dalam Mengembangkan Pariwisata

JAKARTA – Memahami cagar budaya tidak dapat dilepaskan dari pemahaman kebudayaan yang dirajut manusia untuk mengada di dunia.

Terdapat tiga komponen wujud kebudayaan yaitu: (1) suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya; (2) suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat;, dan (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung DPD RI, Jakarta, (5/09/2022).

“Meski pada hakikatnya, cagar budaya di perwujudan ketiga, namun tidak terlepas kaitannya dengan wujud pertama dan wujud kedua,” kata Ketua Komite III DPD RI saat memimpin rapat.

“Karena, dalam cagar budaya tercermin nilai-nilai peradaban dari suatu bangsa yang akan membentuk karakter, sekaligus pula merefleksikan adanya tindakan berpola di masyarakat yang kemudian berwujud menjadi cagar budaya sebagai bentuk fisiknya,” lanjut Hasan Basri.

Hasan Basri yang akrab di sapa HB menyampaikan secara konstitusional, terdapat urgensi untuk memastikan kelestarian cagar budaya yang diterapkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Ada beberapa arti penting dari Cagar Budaya, jika merujuk pada konsiderans menimbang dari UU No. 11 Tahun 2010, Cagar Budaya merupakan kekayaan budaya bangsa, yang perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan nasional untuk kemakmuran rakyat dan lain-lain,”

Lebih jauh, Senator asal Kalimantan Utara, Hasan Basri menilai, akselerasi pertumbuhan sektor Cagar Budaya harus disertai peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan harus melibatkan masyarakat lokal.

“Setiap pelestarian budaya mesti berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Karena budaya selain sebagai sumber nilai dan identitas bangsa, dapat menjadi komoditas yang berperan penting dalam peningkatan ekonomi,” kata Hasan Basri.

Menurut Hasan Basri, keseimbangan antara upaya pengembangan lokasi wisata dan pelestarian warisan budaya yang menjadi objek wisata harus bisa dilakukan secara bersamaan.

“Karena warisan budaya merupakan representasi dinamika manusia yang diteruskan melalui nilai kehidupan, norma, sejarah, arsitektur, ritual, dan pola hidup suatu kelompok masyarakat,” jelas HB.

Menurut Hasan Basri, diperlukan pelestarian cagar budaya yang berkelanjutan agar kita mampu menggali setiap nilai yang melekat dengan sejarah dan perkembangan bangsa, dan juga menjadi akselerator sektor pariwisata.

Dalam upaya pelestarian itu, ujar Ketua Komite III DPD RI, penting untuk melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya.

“Edukasi yang berkelanjutan terhadap para pemangku kepentingan dan masyarakat lokal terkait pengelolaan kawasan pariwisata dan cagar budaya, merupakan langkah penting dalam upaya menyeimbangkan antara upaya pelestarian cagar budaya dan akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata nasional,” kata Hasan Basri.

Dalam rapat yang digelar secara luring, kegiatan rapat dihadiri oleh Ketua dan Anggota Komite III DPD RI, Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta Gatot Ghautama, dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, dan tamu undangan yang lain. (**)

Slogan Kodam XIV/Hasanuddin “6K DI HATI KITA”




Makassar -Berabdankrinews.com. Resmi menjabat Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han), Melauncing Slogan Kodam XIV/Hasanuddin, bertempat di Balai Prajurit M. Yusuf Jl. Jend. Sudirman. Senin, (5/09/2022).

Launching Slogan Kodam Hasanuddin tersebut dilakukan disaat acara Lepas Sambut Pangdam XIV/Hasanuddin, yang dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara serta para pejabat utama TNI dan Polda.

Slogan Kodam XIV/Hasanuddin yakni *”6K DI HATI KITA”* :

1. *Karakter*.
2. *Kapabilitas*.
3. *Kontemporerisasi*.
4. *Kekompakan*.
5. *Kesemestaan*.
6. *Kerakyatan*.

Pada kesempatan ini, orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini menjelaskan bahwa makna dari “6K DI HATI KITA” yakni “K” yang pertama *Karakter*, merupakan platform seluruh Prajurit Kodam Hasanuddin dimanapun berada dan patut menjadi contoh.

“Selanjutnya adalah *Kapabel*, “Saya ingin kita semua memiliki kecakapan dan profesional karena negara sudah memberikan amanah dan pekerjaan dan kita harus laksanakan jangan asal-asalan, buang anggaran negara tapi hasilnya tidak ada,” Tegasnya.

Adapun *Kontemporer* lanjut Jenderal bintang dua, ini mengatakan, “kita harus mengikuti perkembangan, harus inovasi, harus produktif, harus punya inspirasi untuk menghadapi tantangan teknologi saat ini”, Jelasnya.

Lanjut Pangdam mengatakan, ke empat adalah *Kompak*, dimana itu dimaknai sebagai bentuk kerjasama terhadap seluruh elemen pemerintah “Saya berjanji untuk bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa yang ada di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara dan mendukung tugas pemerintah daerah dan Pak Kapolda,” Bebernya.

Kemudian *Kesemestaan*, “dengan perkembangan saat ini, kita harus bisa bekerjasama dengan komponen bangsa lain, potensi yang ada di Sulawesi harus bisa diberdayakan menjadi kekuatan, baik geografi, demografi maupun kondisi sosial,” Tandasnya.

Yang terakhir *Kerakyatan*. “Kita dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat, apa yg kita lakukan untuk rakyat. Keberadaan kita harus bersama-sama rakyat, karena bagaimanapun TNI adalah rakyat, dan harus bisa bermanfaat untuk rakyat, jadi kita harus dicintai dan mencintai rakyat,” Tutupnya.

Penandatanganan Prasasti SAE oleh Bupati Nunukan, SAE LaNuka didukung Penuh oleh Pemda

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) meresmikan Tugu Mandau di SAE Lapas Nunukan , selasa (05 /09/2022).

Peresmian ini diawali dengan berkunjung ke tugu mandau, untuk menuju ke lokasi tersebut harus melalui kurang Lebih 101 anak tangga. Setelah melihat tugu mandau bupati Nunukan membubuhkan tandatangan di prasasti didampingi FORKOPIMDA.

Bupati Nunukan mengapresiasi apa yg telah di upayakan kalapas Nunukan yaitu terwujudnya sarana asimilasi dan edukasi sebagai tempat wisata di Nunukan yg mana ikon SAE tersebut adalah tugu mandau sebagai refresentasi kearifan lokal.

Setelah peresmian Asmin laura didampingi kalapas dan FORKOPIMDA melaksanakan panen kangkung pada lahan perkebunan Lapas yang berada di Kebun Sarana Asimilasi Edukasi Lapas Nunukan.

Asmin Laura, berujar tanaman kangkung yang sedang dipanen merupakan hasil dari pembinaan lapas nunukan yang telah dilakukan kepada WBP. Ia juga mengapresiasi kalapas nunukan beserta jajaran mensukseskan program pemerintah dalam hal ketahananan pangan di kabupaten nunukan

Kalapas Kelas IIB Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa menyampaikan terimakasih kepada bupati Nunukan disela kesibukannya berkenan yang meresmikan tugu mandau ini dan melakukan panen kangkung bersama forkompimda. Wayan menambahkan Perkebunan merupakan salah satu program pembinaan yang ada di Lapas.

“Ada berbagai program pembinaan di Lapas Nunukan, baik pembinaan kemandirian maupun kepribadian, salah satunya yakni pembinaan kemandirian perkebunan. WBP dilatih secara professional dalam bercocok tanam, dari mengolah lahan, menanam sayur, merawatnya, hingga memanen hasil dari tanaman yang telah ditanam,” ujar Wayan.

Kalapas berharap kedepannya WBP memiliki keahlian yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat nanti.

“Keterampilan perkebunan ini sebagai bekal bagi WBP saat mereka kembali ke masyarakat nanti. Kemudian Untuk Sae ini semoga bisa menjadi destinasi wisata di kabupaten nunukan ,” tutup Wayan.

Humas Lapas Kelas IIB Nnk/Rendfbsym

Komite III Usulkan Kenaikan Harga BBM Dilakukan Secara Bertahap

JAKARTA- Ketua Komite III DPD RI, Hasan Basri mengusulkan kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) seharusnya dapat dilakukan secara bertahap.

“Saya sudah usulkan, kenaikannya jangan sekaligus agar tidak terasa. Kalau naiknya langsung banyak, nanti masyarakat yang terkejut. Karena, kita baru saja beranjak dari pandemi,” kata Hasan Basri.

“Jika melihat trend jangka panjang, harga bahan bakar bersubsidi pasti naik. Namun, perlu waktu untuk penyesuaian. Misal 10 persen, lalu 20 persen, supaya tidak mengejutkan dan menimbulkan gejolak di masyarakat. Atau bisa juga dilakukan penaikan seribu/dua ribu,” kata Hasan Basri pada Senin (05/9/2022).

Menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter jadi Rp 10.000 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter. Pertamax non subsidi dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Hasan Basri menilai, jika mempertimbangkan harga minyak internasional saat ini, sudah pasti masih disubsidi. Namun, menurutnya ia melihat daya beli masyarakat, harga itu masih memberatkan masyarakat.

Hasan Basri yang akrab disapa HB, menyampaikan penyesuain harga BBM yang ditempuh oleh pemerintah memang tidak dapat dihindari.

Hal itu untuk menghindari dampak negatif lebih besar, yaitu krisis dan bangkrutnya APBN, seperti dalam kasus pemerintah Amerika Serikat yang terganggunya likuiditas keuangan.

Lebih jauh, Hasan Basri mengingatkan kepada pemerintah, sangat penting menjaga inflasi untuk kehidupan masyarakat. Jangan sampai Indonesia mengalami lonjakan inflasi seperti negara lain.

Meski demikian, Alumni Fakultas Hukum Universitas Borneo, Hasan Basri menyadari jika penyesuaian subsidi ini memang tidak mudah bagi pemerintah.

“Apabila pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, banyak anggaran belanja negara yang harus dikurangi. APBN bebannya berat sekali sehingga harus realokasi,” kata Hasan Basri.

“Kalau dipaksakan bisa, tapi semua hal dikurangi. Pembangunan dan berbagai kegiatan. Tahun ini pemerintah masih bisa defisit tiga persen. Kalau defisit naik tajam, harus utang. Ini jadi beban di masa mendatang,” lanjut Hasan Basri.

Senator Muda asal Kalimantan Utara mengatakan bahwa APBN itu berfungsi bukan hanya untuk subsidi BBM, melainkan untuk memitigasi dampak pandemi COVID-19 dan untuk memulihkan perekonomian nasional.

Keinginan pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM tentu, kata dia, berdasarkan banyak pertimbangan. Bukan sekadar menjaga stabilitas APBN, melainkan juga memacu kesejahteraan masyarakat (public spending) dan kesiapan dukungan anggaran bagi penyelesaian masalah lainnya.

Besaran anggaran subsidi Rp500 triliun, menurut dia, adalah jumlah yang sangat besar. Dengan uang sebanyak itu, pemerintah dapat membangun banyak infrastruktur.

Selain skema bertahap, hal lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi permintaan BBM terutama di kota besar. Masyarakat diminta menggunakan transportasi umum untuk mobilitas dalam dan antarkota.

“solusinya adalah, perbanyak titik pemberhentian dan subsidi untuk sektor transportasi,” tutup Hasan Basri.

Nunukan Juara Umum Kejuaraan Menembak Malinau Open

MALINAU – Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) mengadakan kejuaraan Malinau Open pada tanggal 3-4 September 2022 di lapangan Tembak Brimob Malinau.

Kejuaraan ini diikuti oleh berbagai atlit menembak dari berbagai daerah salah satunya adalah dari PERBAKIN Nunukan.

Nunukan berhasil menjadi juara umum menembak kelas PCP Multirange 18-41 m dengan menyabet posisi 1, 2 dan 3.

Emas diraih Galang Rizky Wira Laga pelajar SMAN 1 Nunukan, Perak diperoleh Izzah Kasih Valeria pelajar SMPN 1 Nunukan Selatan, sedangkan Perunggu didapatkan oleh Muhammad Sandi Putra Yudha pelajar SMAN 1 Nunukan yang mana ketiga Atlet tersebut dari Karima Shooting Club.

Masih ada 1 kelas Benchrest hari ini yang belum dipertandingkan, juga banyak kelas bagi atlit senior yang akan digelar, baik itu senapan api pistol maupun senapan laras panjang.

(Nam)