Mantap Dandim 1407/Bone bergerak cepat langsung beraksi di wilayahnya Usai dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Deputi Lalitbang BKKBN RI Prof. drh. M. Rizal M. Damatik, MRep.Sc.





Watampone -Berandankrinews.com. Usai dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Deputi Lalitbang BKKBN RI Prof. drh. M. Rizal M. Damatik, MRep.Sc., PhD Dandim 1407/Bone bergerak cepat langsung beraksi di wilayah Kodim 1407/Bone.

Seperti yang di laksanakan hari ini, telah di lakukan pencanangan TNI Manunggal Bangga Kencana- kesehatan terpadu Tahun 2022 yang di hadiri langsung oleh Deputi Lalitbang BKKBN RI di dampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, bertempat di Klinik Denkesyah Bone, Jl. Merdeka, Kab. Bone. Rabu (14/09/22).

Dihadapan Prof. drh. M. Rizal M. Damatik, Dandim 1407/Bone Letkol Inf Moch. Rizqi Hidayat melaporkan kegiatan yang di laksanakan hari ini sebagai wujud komitmen dalam mendukung program bangga kencana melalui TNI manunggal KB Kesehatan dengan ikut melibatkan seluruh komponen baik ulama, tokoh masyarakat hingga peran remaja.

“Kegiatan ini akan berlangsung sampai tanggal 30 september 2022 di 47 fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Bone dengan target 5633 akseptor dan ini tidak lepas dari peran aktif kita semua, dalam kegiatan ini kita bekerjasama dengan BKKBN Bone dan menerjunkan langsung Babinsa yang ada di koramil jajaran kita bersama Bidan desa serta Kader BKKBN yang ada di Desa-desa” Tungkas Dandim 1407/Bone.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kodim 1407/bone ini menjelaskan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting maka kami tentu akan selalu melakukan pendampingan untuk memberikan edukasi sehingga dengan cara seperti itu diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan pertambahan jumlah anak stunting di daerah ini dan tentunya dengan senantiasa berkomunikasi dengan instansi terkait.

Di Akhir laporannya Dandim Bone mengajak seluruh komponen masyarakat, mari kita bersama-sama membangun komitmen untuk bekerja melalui aksi nyata dalam menangani stunting. Dalam hal ini, setiap komponen masyarakat harus berperan aktif untuk ikut berkontribusi memberikan bantuan terhadap para penderita stunting. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang dilakukan secara lintas sektoral.

Dalam sambutannya, Deputi Lalitbang BKKBN RI Prof. drh. M. Rizal M. Damatik, MRep.Sc., PhD mengapresiasi langkah yang di lakukakn oleh TNI khususnya Kodim 1407/Bone yang bergerak cepat TNI terkhusus dalam kegiatan Manunggal KB Kesehatan yang di selenggarakan hari ini.

“ini merupakan bentuk partisipasi dan komitmen TNI dalam ikut menyukseskan program banga kencana, TNI mitra BKKBN yang potensial karena memiliki Babinsa yang tersebar diseluruh desa sehingga bisa berkaloborasi dengan pemerintah setempat maupun bidan desa, dan hari ini kita dapat liat antusiasme ibu-ibu yang hadir dan ikut pelaksanaan KB” Tutup M. Rizal M. Damatik.

Rehabilitasi Akses Jembatan Kembali Dilakukan Warga Mansappa

NUNUKAN – Melalui swadaya masyarakat, warga Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan mulai melakukan perbaikan jembatan yang rusak untuk akses umum, Selasa (13/09/22).

Jembatan Mansappa merupakan salah satu akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari terutama untuk usaha rumput laut yang sebagian besar menjadi mata pencaharian warga.

Selaku ketua RT 8 daerah Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan, Nurfuadi mengatakan “Dari tahun 2006 jembatan ini dibangun hingga digunakan pada tahun 2009 belum ada rehabilitasi dari Pemerintah Daerah untuk jembatan ini, beberapa kali perbaikan hanya dari swadaya masyarakat sendiri” tuturnya.

“Kami berharap pemerintah bisa melihat kami disini, karena sudah beberapa kali mengajukan perbaikan jembatan ke musrembang dan tidak ada tanggapan. Ketua RT sebelumnya juga sudah mengajukan untuk rehab jembatan dari tahun 2015 tapi tetap tidak ada respon sampai sekarang” tambahnya.

Untuk panjang jembatan Mansappa tersebut mencapai 24 meter dan akibat kerusakan yang terjadi, sudah banyak yang mengalami musibah kecelakaan.

(Tika/Wan)

 

Seriusi KIHI, Gubernur Kunjungi JIIPE Gresik

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang berlokasi di Tanah Kuning – Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur.

Keseriusan itu terlihat saat mantan Wakapolda Kaltara ini mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur belum lama ini.

Gubernur menilai kawasan JIIPE dapat dijadikan role model pembangunan kawasan industry di Kaltara. Jika dibandingkan dengan KIHI, luas lahan yang ada di kawasan JIIPEE hanya 1.800 hektare.

“Perencanaan yang ada di kawasan ini sungguh luar biasa, semua sudah terintegrasi. Dan saya yakin ini proyek strategis yang cukup bagus karena dapat menarik investor untuk masuk di kawasan ini,” kata Gubernur

“Saya mengajak bersama beberapa kepala dinas untuk melihat bagaimana kawasan ekonomi khusus yang ada di Gresik ini bisa mungkin kita kolaborasikan pelaksanaannya nanti di KIHI,”sambungnya.

Sama halnya dengan di kawasan JIIPE, Gubernur menyebut di KIHI akan dibangun pabrik baterai, nikel, solar cell. Seiring berjalannya waktu pengembangan KIHI juga akan terus dilakukan.

Untuk itu langkah cepat dapat diambil dengan diiringi pembangunan pelabuhan niaga. Diketahui, pelabuhan yang ada dan memadai hanya di Kota Tarakan. Teranyar, pelabuhan di Pulau Bunyu dibangun melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perhubungan.

“Mudah-mudahan mendapatkan hasil yang baik dari studi banding ini untuk bisa kami buat suatu kawasan khusus juga. Meskipun tak seluas JIIPE untuk pelabuhan yang baik,” jelas Gubernur.

Hasil kunjungan tersebut, kata Gubernur akan kembali dibahas bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, total luasan lahan 30.000 Ha yang disiapkan, saat ini tengah berproses pembebasan lahan yang sudah berjalan sekitar 60 persen.

Turut hadir mendampingi Gubernur Kaltara, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kaltara, Bustan, Plt. Kadis Perhubungan, Andi Nasuha dan Plt. Kepala Bappeda, Helmy. (dkisp)

Dikukuhkan Sebagai BAAS, Pangdam Hasanuddin Siap Laksanakan Amanah






Makassar -Berandankrinews.com. Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han)., dan Ketua Persit KCK PD XIV Hasanuddin Ny. Desi Totok Imam, dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

Pengukuhan orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini dilakukan oleh Kepala Deputi Balitbang BKKBN Nasional, M. Rizal Damanik, bertempat di Balai Pertemuan Hasanuddin Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar. Selasa (13/09/2022).

Pada kesempatan ini, Pangdam menyebut amanah yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan dengan maksimal disertai komitmen dan harapan, semoga semua bisa tercapai sesuai yang ditargetkan.

Bahkan Mayjen Totok juga mengatakan, pihaknya bersama jajaran Kodam Hasanuddin akan bersama-sama dalan melaksanakan komitmen dari amanah ini.

Selain Pangdam dan Ketua Persit KCK PD XIV Hasanuddin, Danrem dan Dandim di jajaran Kodam Hasanuddin juga dikukuhkan sebagai BAAS.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami dan seluruh jajaran Kodam Hasanuddin akan berkomitmen kerja keras mendukung program pemerintah dan mencapai standar minimal nasional 24,4 persen. Saat ini di wilayah Kodam Hasanuddin masih berada pada angka 27 persen,” Tuturnya.

“Ada 325 ribu lebih angka stunting di Sulsel dan 481 anak asuh. Semoga bisa menurunkan angka stunting seperti yang diharapkan. Masalah stunting bukan masalah kita sendiri tapi masalah nasional dan bahkan internasional. Sehingga penanganannya harus bersama-sama,” Sambungnya.

“Kami komitmen untuk laksanakan yang terbaik dengan memberdayakan potensi yang ada, sehingga target 2024 bisa tercapai. Bersama-sama kita gas poll,” Tandas Pangdam.

Di tempat yang sama, Kepala Deputi Balitbang BKKBN Nasional, M. Rizal Damanik menjabarkan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang (tumbang) bayi akibat kurang gizi secara kronis.

Lebih lanjut berbicara stunting jika dikaitkan kurang gizi, tidak berarti hanya persoalan kebutuhan pangan dan kesehatan saja. Tetapi banyak faktor yang meliputi kejadian stunting. Dikenal dengan faktor sensitif dan faktor spesifik. Air bersih menjadi salah satu persoalan. Masih banyak masyarakat dari 34 provinsi belum bisa mengakses air bersih. “Dibutuhkan konvergensi lintas sektor dan antisipasi berbagai pihak dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Indonesia,” Ujarnya.

Senada dengan deputi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Andi Rita Mariani, pengukuhan BAAS menjadi bagian dari aksi run fasting penurunan stunting diungkapkannya, angka stunting yang masih berada di atas angka nasional, yaitu sebesar 27,4 persen.

Pangdam Hasanuddin : Kita TNI Di Wilayah Kodam XIV/ Hsn Tetap Solid dan Kompak





Makassar -Berandankrinews.com Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han)., mengatakan tak memiliki pengaruh apapun terhadap kinerja seluruh prajurit TNI terkait pernyataan salah seorang Komisi I DPR RI. TNI di wilayah Kodam XIV/Hsn tetap solid san satu komando.

Hal tersebut diungkapkan usai dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang dilakukan oleh Kepala Deputi Balitbang BKKBN Nasional, M. Rizal Damanik, bertempat di Balai Pertemuan Hasanuddin Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar. Selasa (13/09/2022).

Orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini mengatakan, tak memiliki pengaruh apapun terhadap kinerja seluruh prajurit TNI. Karena semua matra yang ada di TNI, baik Darat, Laut dan Udara ditegaskannya masih sangat solid dan kompak.

“Kami TNI di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, baik Angkatan Darat, Laut maupun Udara serta Kepolisian, tetap solid dan kompak dalam tugas yg dilaksanakan. Saya Pangdam, Kasdam, Danrem, Asintel dan Dandim semua solid dan kompak, dalam melaksanakan tugas pokok, untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” Tuturnya.

Pangdam juga memastikan profesionalisme selalu menjadi penekanan dalam menjalankan tugas pokok.

“Kita sudah memiliki tugas pokok sendiri. Jadi jika ada berita dari luar, silahkan saja. Tetapi kami di Kodam Hasanuddin, tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, yaitu menjaga keamanan, kesejahteraan dan keselamatan wilayah. Itu menjadi arahan dan penekanan Kasad dan Panglima TNI,” Jelasnya.

“Semua prajurit menjalankannya dengan solid dan kompak antara darat, laut, udara dan kepolisian. Berbagai program dan kegiatan kita lakukan bersama, termasuk olahraga,” Ujarnya.

Seperti diketahui, Kodam Hasanuddin di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Totok, menitik beratkan slogan “6K DI HATI KITA”, yang mencakup Karakter, Kapabel, Kontemporer, Kompak, Kesemestaan dan Kerakyatan. Slogan ini menjadi pedoman, visi dan misi setiap prajurit Kodam Hasanuddin dalam menjalankan tugasnya. Mayjen Totok, di sejumlah kesempatan, slogan ini menjadi bagian penjabaran dari arahan pimpinan TNI AD.

Dalam penjabarannga mantan Danpussenarmed ini mengatakan, Karakter, mengingatkan agar setiap prajurit menjadikan agama sebagai patokan dalam hidup dan tetap pada koridor Sumpah Prajurit dan Sapta Marga serta merupakan platform bagi setiap prajurit dimanapun berada. Kapabel atau kecakapan, terkait profesionalisme prajurit dan ASN dalam pekerjaan dan mampu menciptakan solusi. Kontemporer, mencakup kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Kompak, bermakna bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dan senantiasa menjaga komunikasi.

Sedangkan Kesemestaan, berkaitan memberdayakan keunggulan dari kondisi geografi, demografi dan sosial di negara, sebagai potensi wilayah. Dan Kerakyatan, menjadi tujuan dan cita-cita, yaitu terkait kecintaan terhadap rakyat, untuk bagaimana kesejahteraan rakyat menjadi tujuan dari apapun yang dilakukan oleh TNI.