Fraksi PPN Tanyakan PAD Nunukan Menyusut

NUNUKAN– Fraksi Perjuangan Persatuan Nasional meminta pemerintah penjelasan pemerintah daerah terkait asumsi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023.

Hal ini disampaiakan Juru Bicara, Fraksi PPN Joni Sabindo melalui rapat paripurna ke 2 Masa Sidang I 2022-2023, Selasa (1/11) di ruang rapat paripurna Kantor DPRD Nunukan.

Ia mengatakan, PAD mengalami penurunan signifikan sebesar 15.88 persen dibandingkan tahun anggaran 2022 sebelum perubahan.

“ Mohon Penjelasan dari pemerintah daerah mengenai penurunan tersebut,” kata Jon Sabindo.

Selain itu, Fraksi PPN juga menilai bahw pemerintah daerah terhadap penyusunan RAPBD 2023 masi tergantung pada dana perimbangan pusat.

Menurutnya, ketergantungan ini rentan terhadap pergerakan ekonomi yang dinamis dan perubahan kebijakan pemerintah.

Fraksi PPN mengusulkan, sebagai antisipasi dalam pencapaian pendapatan yang ditargetkan dalam APBD tahun 2023, Pemkab Nunukan dituntut cerdas dan kreatif menghasilkan dan mengelola sumber pendapatan daerah.

“ kami juga mengingatkan agar pemerintah terus mengupayakan oprmalisasi dan pemberdayaan BUMD, ini diharapkan dapat menambah penerimaan pendapatan Daerah,” lanjutnya.

Sektor strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2023, kata Joni Sabindo, adalah sector kesehatan.

Pemerintah Daerah masih menghadapi sejumlah tantangan salah satunya angka kematian bayi  termasuk penyakit menular.

Pelayanan OPD juga masih menjadi sorotan Fraksi PPN, Pemerintah Daerah harusnya menjawab keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan dan terjawab dalam APBD 2023 melalui pengalokasian anggaran.

RAPBD 2023 yang akan dilaksanakan tahun depan diharapkan dapat menjadi instrument dalam mewujudkan visi misi kabupaten Nunukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Optimisme terhadap beragam dinamika tentu lambat laun akan pemerintah daerah lewati, tentunya instens melakukan koordinasi baik DPRD Nunukan maupun antar OPD Nunukan.

(Humas DPRD Kab.Nnk)

Jawaban Pemerintah Daerah Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD Nunukan

NUNUKAN– Jawaban Pemerintah Daerah tehadap pandangan Umum Fraksi DPRD Nunukan tentang Rancangan Perda APBD 2023 diundangkan melalui rapat paripurna ke 4 masa Sidang I 2022-2023, Rabu (02/11) di ruang rapat paripurna Kantor DPRD Nunukan.

Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, M.Si menyampaikan dan menjelaskan tanggapan Fraksi fraksi terhadap APBD 2023, yang diawali dari Pemandangan Umum Fraksi Partai Hanura.

Pada prinspnya pemerintah daerah terus berkomitmen meningkatkan target PAD disegala sektor.

Jawaban Pemerintah atas PU Fraksi Partai Hanura.

Secara umum taret PAD Nunukan meningkat baik dari sektor pajak daerah maupun retribusi daerah dari 11 jenis pajak wewenang pemerintah. Namun beberapa jenis target pendapatan tidak berlaku untuk setiap tahunnya.

Pemerintah daerah tetap memperhatikan hibah dan bantuan sosial, kriterianya paling sedikit peruntukannya secara spesifik telah di tetapkan.

Hal ini juga tidak bersifat wajib dan tidak mengikat serta tidak terus menerus setiap tahun anggaran, kecuali badan lembaga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

“ Yang wajib adalah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib dan urusan pilihan setelah yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Hanafiah.

Pemerintah Daerah Fokus pada sasaran prioritas pembangunan, yang mengarah dan mengacu pada sinkronisasi tema pembangunan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah.

Hal ini terkait dengan standar pelayanan minimal sehingga dapat mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi daerah.

Jawaban Pemerintah atas PU Fraksi Partai Demokrat.

Mekanisme Pemulihan Ekonomi dan Penanganan dampak inflasi, Pemerintah daerah telah melakukan sinkronisasi program strategis dalam mengantisifikasi inflasi di daerah.

Melalui program yang beersentuhan langsung dengan masyarakat meliputi Operasi pasar,  Penambahan Subsidi SOA barang, baik Udara  maupun sungai.

Begitu pula dengan sentra pertanian dan perikanan yakni penguatan petani dan nelayan tangkap, pembudidaya melalui program bantuan Sapras, Bansos, dan bantuan UMKM yang berjalan tahun ini menggunakan APBD.

Selain itu, Pemeirntah daerah juga mendorong pelaku usaha, UMKM di bidang pendidikan  dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pelaku usaha agar dapat bersaing.

“ Kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terus dilakukan agar industri atau usaha ekonomi kreatif dapat berkembang menjadi penopang ekonomi daerah,” ungkap wakil Bupati Nunukan.

Jawaban Pemerintah atas PU Fraksi PKS.

Pemulihan dan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya di bidang pertanian, perikanan dan UMKM dalam rancangan APBD 2023 menjadi prioritas dan perhatian pemerintah daerah.

Termasuk kebutuhan air bersih, infrastruktur jalan di setiap desa dan kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Begitu juga dengan kesejahteraan ASN, Gaji Honorer, Guru, Dokter dan tenaga medis akan menjadi perhatian pemerintah daerah dengan mempertimbangkan anggaran yang ada.

Jawaban Pemerintah atas PU Fraksi PPN.

Pemerintah daerah sepakat  bahwa pertumbuhan ekonomi, investasi, inflasi dan kondisi ekonomi masyarakat harus berproses.

Hingga tahun ini pemerintah terus mengawal kebijakan nasional  untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi global.

Terkait penurunan PAD 15,88 persen pada sector pajak BPHTB, karna pajak tersebut bersifat situasional artinya pada 2022 ditargetkan 30 milyar disebabkan salah satu perusahaan akan melakukan perpanjangan HGU dan tidak wajib bayar BPHTB.

Pemerintah Daerah juga menjelaskan alternatif desa atap menuju desa lubok saat ini belum tersentuh pembangunan jalan.

Hal ini membutuhkan pembiayaan besar, pemerintah akan berupaya mengusulkan anggaran melalui jalur Dana Alokasi Khusus (DAK)

Sedangkan jalan dari tetaban menuju desa sujau sudah masuk dalam RAPBD 2023 yang memprioritaskan rekonstruksi jalan simpang kunyit ke sujau merupakan jalan poros menghubungkan akses ke desa desa yang menghubungkan tetaban.

“ Sebagaimana harapan kita semua, semoga APBD  2023 yang akan datang mampu meningkatkan kesejahteraan demi terwujudnya  visi misi Kabupaten Nunukan,” lanjut Hanafiah.

Jawaban Pemerintah atas PU Fraksi GKP.

Alokasi APBD 2023 untuk setiap perangkat daerah ditentukan berdasarkan target kinerja pelayanan publik OPD untuk mendukung prioritas pembangunan daerah dan tidak dilakukan berdasakan pertimbangan pemerataan antar perangkat daerah.

Pengalokasian anggaran khususnya bidang penddikan dan kesehatan sudah memperhatikan mandatory spending atau pengeluaran Negara yang sesuai dengan peraturan perundangan, untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi di daerah.

“ Terkait pokok pikiran yang disampaikan gerakan karya pembangunan, selama ini pemerintah daerah tetap memperhatikan dan secara tegas telah diatur dalam SIPD yakni sistem yang digunakan untuk menyampaikan pokok pokok pikiran anggota DPRD.” kata Hanafiah.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Nunukan, Hj. Leppa, didampingi Wakil Ketua DPRD Nunukan, Saleh, SE, Burhauddin S.HI dan dihadiri anggota DPRD Nunukan, Forkopimda dan OPD Kabupaten Nunukan.

(Humas DPRD Kab.Nnk)

Fraksi PKS : Target PAD Harus Lebih Tinggi Dari Tahun Sebelumnya.

NUNUKAN – Meski mengapresiasi kenaikan dana transfer dan bagi hasil dalam Rancangan APBD 2023.

Namun Fraksi PKS menilai bahwa target PAD 2023 harusnya lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Diketahui PAD 2023 ditargetkan sebesar Rp. 110 Milyar, malah turun hingga Rp. 130 Milyar lebih atau 15,88 persen dari tahun 2022.

” Adanya penurunan ini kami berharap agar pemerintah daerah mengoreksi dan mengevaluasi target tersebut,” kata Juru Bicara Fraksi PKS, Andre Pratama menyampaikan pemandangan umum Fraksi, Selasa (1/11) di Kantor DPRD Nunukan.

Adanya peningkatan dan penerimaan dana transfer dalam RAPBD 2023, perlu menjadi perhatian pemerintah terutama efisiensi anggaran.

Sebagai catatan, saran dan masukan untuk pemerintah daerah, Fraksi PKS meminta untuk fokus pada sejumlah sektor pembangunan.

Utamanya terkait, Pemulihan dan peningkatan Ekonomi masyarakat khususnya, Pertanian, Perikanan dan UMKM.

Selain itu, hal yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat adalah pemenuhan kebutuhan air bersih disetiap kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Demikian juga peningkatan tunjangan penghasilan ASN dan gaji honorer termasuk Guru, Dokter dan Tenaga Medis.

(Humas DPRD Kab.Nnk)

Peduli Sesama, Kapolres Sinjai Berikan Bantuan Ke Pondok Pesantren


Sinjai -Berandankrinews.com. Kapolres Sinjai Akbp Rachmat Sumekar, S.Ik.,M.Si yang diwakili oleh Kasat Binmas Polres Sinjai Akp Fatahuddin B, SH., M.Hum didampingi anggotanya melakukan aksi sosial dengan berbagi rezki berupa menyalurkan bantuan sembako ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Markas Al- Islami Darul Istiqamah, jalan Bulu Lohe, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Kedatangan Kasat Binmas Polres Sinjai bersama rombongan disambut langsung oleh pimpinan pesantren Ustadz Fadlullah Marsuki. Selasa (1/11/2022).

Kegiatan tersebut dalam rangka mempererat hubungan tali silaturahmi dengan tokoh agama. Dan pada kesempatan ini Kasat Binmas Polres Sinjai menyerahkan langsung bantuan berupa sembako sebagai bentuk rasa sosial dan dukungan Polres Sinjai, kepada pengurus dan penghuni pondok pesantren, mengingat pesantren darul istiqamah mengasuh anak- anak yang menimba ilmu agama islam.

Kapolres Sinjai Akbp Rachmat Sumekar, S.Ik.,M.Si melalui Kasat Binmas Polres Sinjai Akp Fatahuddin B, SH., M.Hum mengatakan bahwa bantuan ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama terlebih kepada anak yang menuntut ilmu agama di pesantren
Darul Istiqamah ini. Ujarnya.

“Mudah- mudahan dengan bantuan ini, sedikit membantu pihak pesantren yang mengasuh anak- anak yang sedang menimba ilmu agama islam. Katanya.

“Apa yang kami berikan mudah- mudahan dapat membantu dan bermanfaat untuk anak-anak di pondok pesantren.”Ucapnya.

Ini adalah bentuk Kepedulian Polisi dalam hal ini Polres Sinjai kepada Para Santri, Mudah-mudahan bantuannya bermanfaat dan berkah “Tuturnya.

Selain itu, kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menambah silahturahmi antara Polres Sinjai dan pondok pesantren Al- Markas Al- Islami Darul Istiqamah tentunya. Tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Binmas Polres Sinjai juga mengajak untuk mendukung terciptanya kondusifitas di wilayah Kabupaten Sinjai dan waspadai informasi yang tidak diketahui kebenaran. Tutupnya.

Fraksi GKP : Alokasi Anggaran APBD 2023 Prioritas Mandatory Spending

NUNUKAN – Fraksi Gerakan Karya Pembangunan menyampaikan saran ke Pemerintah Daerah agar pengalokasian anggaran tetap meprioritaskan Mandatori Spending untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial ekonomi di daerah.

“ ini merupakan pengeluaran wajib yang harus dipenuhi pemerintah daerah,” kata Juru Bicara Fraksi GKP, Hj Nursan SH menyampaikan pemandangan umum fraksi, Selasa (1/11) di kantor DPRD Nunukan.

Fraksi GKP juga menyarankan implementasi alokasi anggaran belanja daerah terbagi secara proporsional ke seluruh kecamatan di kabupaten Nunukan.

DPRD Nunukan menyampaikan saran dan pendapat berupa pokok poko pikiran berasal dari kegiatan reses atau penjaringan aspirasi masyarakat.

Pokok pikiran tersebut memiliki payung hukum yakni pasal 54 huruf (a) Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan Peraturan DPRD tentang tata tertib.

Melalui Pokok pikiran ini DPRD membantu pemerintah membangun daerah, karena menurut pengamatan Fraksi ini, masih banyak wilayah di Kabupaten Nunukan belum bahkan tidak tersentuh Program Pemerintah.

“ Kita semua berharap rancangan peraturan daerah ini dapat menjawab kebutuhan, masalah, tantangan dari kondisi saat ini dan yang akan datang,” lanjutnya.

Karena itu RAPBD 2023 tersebut dapat menjadi instrument dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Nunukan.

(Humas DPRD Kab.Nnk)