Pemkab Nunukan Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Longsor Krayan, Bantuan BNPB Mulai Didistribusikan Lewat Udara

756613036_1353814770234825_6879389999240107257_n

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari menyusul bencana hidro-meteorologi berupa tanah longsor yang memutus total akses jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan dan Long Layu.

Hal tersebut di sampaikan Wakil Bupati Nunukan Hermanus, saat melepas penerbangan pesawat yang membawa Bantuan berupa sembako di Bandara Nunukan menuju Krayan Selatan ( Long Layu ), Jum’at 24 Juli 2026.

​Bencana tersebut terjadi karena tingginya intensitas curah hujan menyebabkan akses jalan lingkar Krayan—satu-satunya jalur darat penghubung antara Long Bawan dan Krayan Selatan (Long Layu)—terputus total.

​Berdasarkan data terkini, terputusnya akses transportasi darat tersebut berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Long Layu, yang mencakup: Kurang lebih ​1.507 jiwa yang terdampak atau

​460 Kepala Keluarga (KK).

​Wakil Bupati Nunukan menegaskan bahwa Pemkab Nunukan memberikan atensi penuh terhadap keselamatan dan ketersediaan logistik warga. Pemkab juga berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) serta Pemerintah Pusat untuk penanganan pasca bencana.

​”Secara kewenangan dampak sosial, Pemkab Nunukan memiliki peran utama. Namun, untuk status jalan lingkar Krayan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi. Saat ini Pemkab terus berkoordinasi agar ada penanganan jangka pendek di masa darurat serta penanganan jangka panjang yang permanen,” tegas Wakil Bupati Nunukan Hermanus.

Pada kesempatan ini, mewakili Bupati Nunukan, Wabup Hermanus menyampaikan ucapan terima kasih dari Pemerintah Kabupaten Nunukan kepada BNPB yang telah membantu dan merespon cepat dengan mengirimkan bantuan logistik untuk mqsyarakat terdampak bencana di Kecamatan Krayan Selatan.

​Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kolonel Purn. Agus Marsanto, menyampaikan bahwa BNPB menyalurkan bantuan logistik senilai kurang lebih Rp 200 juta dengan total bobot mencapai 4 ton lebih.

​Bantuan logistik yang disalurkan meliputi:

​Paket Sembako (Bahan Pokok), ​Susu,

​Paket Hygiene Kit (Peralatan Kebersihan).

​Mengingat jalur darat tidak memungkinkan untuk dilalui, pengiriman bantuan dilakukan penuh melalui jalur udara menggunakan pesawat komersial (carter)

​”Meskipun biaya transportasi udara cukup tinggi, ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk membantu masyarakat di wilayah perbatasan. Keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga Krayan Selatan adalah prioritas utama kami,” ungkap Kolonel Agus.

Lebih lanjut, ​Pengiriman barang dilakukan secara bertahap dalam beberapa kali penerbangan (sorti) dari Nunukan menuju Krayan Szlatan karena keterbatasan kapasitas angkut armada udara.

​Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Nunukan H. Asmar menjelaskan bahwa masa tanggap darurat 14 hari ini akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca di lapangan dan koordinasi bersama BMKG.

” ​Jika distribusi logistik belum terserap secara menyeluruh atau kondisi cuaca memburuk, masa tanggap darurat akan diperpanjang. Di sisi lain, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltara terus dimaksimalkan untuk langkah perbaikan teknis jalan pascabencana.” Jelasnya.

(PROKOMPIM)