Cuaca Tak Menentu, Ketua IDI Nunukan dr. Sholeh Wanti-wanti Waspada Demam Berdarah Hingga Campak

IMG_20260718_143539

NUNUKAN – Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini meningkatkan risiko penyakit menular. Ketua IDI Kabupaten Nunukan, dr. Sholeh Rauf, M.Kes., meminta masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh gejala awal penyakit.

Menurut dr. Sholeh, peralihan musim antara hujan lebat dan kemarau panjang memicu munculnya penyakit infeksius. Kasus yang paling banyak tercatat di Nunukan saat ini adalah Demam Berdarah Dengue DBD.

“Sebagai dokter anak, saya ingin mengingatkan para ibu: jika anak sudah demam selama dua hingga tiga hari, jangan ditunda dan jangan ditangani sendiri di rumah. Segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan, termasuk cek darah jika diperlukan,” tegas dr. Sholeh, Sabtu 18 Juli 2026.

Ia memperingatkan, penanganan yang terlambat pada DBD yang sudah disertai pendarahan sangat berisiko tinggi hingga mengancam nyawa.

Selain DBD, saat ini juga mulai banyak ditemukan kasus campak morbili dan cacar air.

dr. Sholeh mengingatkan orang tua untuk terus melengkapi jadwal imunisasi anak. Vaksinasi disebut sebagai perlindungan terbaik, meskipun penyakitnya tampak sepele.

“Kami khawatir jika gejala awal dianggap biasa. Tiba-tiba kondisi anak menurun drastis, kejang, atau bahkan tidak sadarkan diri saat sampai di rumah sakit,” ujarnya.

Langkah paling mendasar untuk menjaga kesehatan adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS secara rutin sesuai 10 indikatornya.

Pihaknya berharap Dinas Kesehatan bersama jajaran Puskesmas dan rumah sakit terus bersinergi menyosialisasikan hal ini, agar masyarakat Nunukan senantiasa terlindungi dari berbagai penyakit.

Padli/admin