Cek Kesehatan Gratis (CKG) Program Astacita Berjalan di Nunukan, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

IMG_20260716_181639

NUNUKAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari delapan sasaran prioritas atau Astacita Presiden Prabowo Subianto terus digalakkan di Kabupaten Nunukan.

Program ini sudah dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia sejak Februari 2025, namun capaian partisipasi masyarakat di daerah ini dinilai belum maksimal sehingga perlu penyebaran informasi yang lebih luas.

Kepala Puskesmas Nunukan, Ika Bihandayani, menjelaskan dalam wawancaranya pada kesempatan ini bahwa tujuan utama program ini adalah mengajak masyarakat tidak menunggu hingga jatuh sakit untuk memeriksakan diri, melainkan mulai melakukan deteksi dini terhadap risiko penyakit yang mungkin ada dalam tubuh.

“Banyak orang merasa sehat dan tidak mengeluh apa-apa, padahal saat diperiksa ternyata ditemukan risiko penyakit. Semakin cepat diketahui, semakin cepat ditangani,”jelas Ika saat wawancara, Kamis (16/7/2026).

Dengan begitu rantai penyakit bisa kita putus lebih awal, biaya pengobatan menjadi lebih ringan, dan tentu saja lebih banyak nyawa yang bisa kita selamatkan. Inilah mengapa program Bapak Presiden ini sangat penting bagi kita semua, khususnya warga Nunukan.

Syarat dan Cara Mengikuti Program
Ika menegaskan, masyarakat tidak perlu mencari kartu khusus untuk mengikuti CKG. Syarat utamanya adalah sudah terdaftar dan memiliki status kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif, baik yang dibiayai pemerintah maupun peserta mandiri.

“Yang penting nomor kepesertaan aktif, tidak harus membawa kartu fisik. Cukup menyebutkan nomornya atau menunjukkannya lewat gawai sudah bisa dilayani,”tegasnya.

Pemeriksaan dapat dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, mulai dari Puskesmas, klinik swasta, hingga rumah sakit secara berjenjang.

Apabila penanganan belum tuntas di tingkat pertama, pasien akan dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap sesuai kebutuhan.

Untuk memulainya, masyarakat disarankan mengakses aplikasi SatuSehat, kemudian mengisi formulir skrining mandiri secara elektronik. Di dalamnya terdapat pertanyaan sederhana seputar kebiasaan makan, aktivitas fisik, hingga riwayat kesehatan yang bisa dijawab sendiri dengan mudah. Setelah data terisi, petugas akan menghubungi untuk menentukan jadwal kunjungan.

Bagi warga lanjut usia, yang tidak terbiasa menggunakan teknologi, atau tidak memiliki perangkat gawai.

“Anda tetap memiliki hak penuh untuk mendapatkan layanan ini. Cukup datang langsung ke Puskesmas atau klinik penyelenggara, petugas khusus sudah disiapkan untuk membantu seluruh proses pendaftaran hingga selesai,”Jelasnya.

Pihaknya mengakui sosialisasi terkait syarat dan tata cara ini belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Warga diimbau untuk aktif mencari informasi melalui akun media sosial resmi Puskesmas maupun fasilitas kesehatan swasta di sekitar wilayah masing-masing, agar manfaat program ini bisa dirasakan secara merata demi terwujudnya masyarakat Nunukan yang lebih sehat dan sejahtera.

Padli/admin