Diguyur Hujan, Pembukaan Perkemahan Penegak Pendega Aksi Ceria (PEACE) VIII Gerakan Pramuka Nunukan 2025 Berjalan Lancar

NUNUKAN – PEACE VIII Tahun 2025 ini dilaksanakan sebagai ajang pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Se-Kabupaten Nunukan di alam terbuka dalam rangka menjalin silaturahmi, berbagi informasi, menambah pengalaman dan wawasan kebangsaan serta meningkatkan daya saing dalam kegiatan yang dikemas dalam berbagai perlombaan. 

Di Bumi Perkemahan Mansapa dan diiringi ritik-rintik hujan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri hadir membuka secara resmi kegiatan PEACE VIII Gerakan Pramuka Tahun 2025. Rabu (20/8/25).

Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nunukan, H. Irwan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) dan jajaran pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Nunukan yang telah melaksanakan legiatan perkemahan ini.

“Saya bangga, karena minat dan antusiasme anak-anak SMA/SMK dan para remaja untuk mengikuti kegiatan perkemahan ini ternyata masih sangat tinggi,” ungkap Irwan dalam sambutannya.

H. Irwan juga menyampaikan bahwa menjadi anggota Pramuka artinya siap untuk belajar hidup susah, belajar hidup mandiri, dan belajar bekerja sama dengan orang lain, serta siap memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk kepentingan orang lain, bangsa dan negara.

“Kepada anak-anakku sekalian, saya berpesan agar mengikuti kegiatan perkemahan ini dengan penuh semangat, dengan gembira, dengan kompak. Jaga kedisiplinan adalah kunci sukses yang paling besar dalam kehidupan,” ujarnya.

Peserta Kegiatan PEACE VIII Gerakan Pramuka Tahun 2025 ini berasal dari 15 Sekolah SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari SMAN 1 Nunukan, SMAN 2 Nunukan, SMKN 1 Nunukan, SMAK Frateran Santo Gabriel Nunukan, SMAN 1 Nunukan Selatan, SMAN 2 Nunukan Selatan, SMAIT Ibnu Sina Nunukan, SMAN 1 Sebatik, SMK Nurul Iman Sebatik Timur, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMKN 1 Sebatik Barat, SMKN 1 Tulin Onsoi, SMAN 1 Sebuku,SMAN 1 Sembakung, SMAN 1 Lumbis.

Diakhir acara, Bupati H. Irwan menyematkan tanda penghargaan Lencana Pancawarsa kepada 45 orang pengurus Kwarcab Nunukan, dan Tanda Penghargaan Pramuka Garuda Tahun 2025 serta Sertifikat Kepada 36 anggota pramuka penggalang.

 (PROKOMPIM)

Wakil Bupati Nunukan Buka Turnamen Sepakbola di Mansalong

NUNUKAN _ Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S. Sos membuka Turnamen Sepakbola dalam rangka memeriahkan HUT Ke – 80 RI yang ditandai dengan tendangan pertama dari Wakil Bupati Hermanus di Lapangan Sepak Bola Aji Kuning Mansalong Kecamatan Lumbis, Senin (18/8/2025). 

Turnamen bergengsi tersebut diawali dengan persembahan tari – tarian dari Putra Putri Mansalong dan persembahan Marching Band Gaung Perbatasan SMA 1 Lumbis yang sempat memukau para penonton.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Hermanus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat Lumbis serta seluruh sponsor yang telah melaksanakan turnamen sepak bola tersebut serta menyampaikan pesan untuk semua peserta.

“Jadikan pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi dan junjung tinggi sportivitas antar semua pemain,” pesannya.

Lebih lanjut Hermanus menyampaikan bahwa turnamen sepak bola ini bukan sekadar pertandingan untuk mencari kemenangan, tetapi lebih penting lagi adalah menanamkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan cinta tanah air yang ditumbuhkan bersama.

“Kegiatan ini juga membuktikan bahwa semangat juang, persatuan, dan kecintaan terhadap NKRI tidak mengenal batas, Selain itu, dengan berkumpulnya seluruh tim kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan mengokohkan sinergi antarlembaga dan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati menegaskan bahwa yang diutamakan dalam turnamen ini adalah kebersamaan dan sportivitas.

“Dalam pertandingan ini, yang terpenting adalah bagaimana kita bermain dengan baik, menjalin persahabatan, serta menjaga silaturahmi antar tim. Semoga pelaksanaan ini berjalan lancar, sukses, dan penuh keakraban,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Hermanus menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini dengan baik. Ia berharap turnamen ini dapat memberikan warna dan makna baru dalam perayaan HUT Kemerdekaan tahun ini, serta dilaksanakan secara berkelanjutan, lebih meriah, dan terstruktur sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Hermanus juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi aktif menyukseskan seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan dengan penuh semangat.

Usai membuka secara resmi, Hermanus kemudian melakukan penyerahan Bola kepada Wasit Utama dan melakukan tendangan pertama yang langsung disambut oleh tim yang bermain pada babak pertama yaitu tim PSBTI FC bertemu dengan Porsesa Kalid C.

(PROKOMPIM)

263 Siswa SD, SMP, SMA Menerima Bantuan Beasiswa PIP Program Aspirasi Anggota DPR RI  Wabup Hermanus : Terima Kasih Pak Deddy Sitorus

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri acara Serah Terima Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Program Aspirasi Anggota DPR RI yang bertempat di Aula SD Fransico Yasinta Sei Sembilan. Selasa (12/8/25).

Dalam sambutannya Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan pada kesempatan ini ada beberapa hal terkait dengan beasiswa PIP Program Indonesia Pintar.

Hermanus mengatakan program ini merupakan aspirasi dari anggota DPR-RI Bapak Deddy Sitorus yang selalu memberikan perhatian yang khusus kepada kita khususnya Kabupaten Nunukan.

“Sebagai Kabupaten yang memang berada di garis perbatasan yang pertama kami sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Deddy Sitorus yang sudah terus melakukan terobosan – terobosan yang luar biasa dalam berbagai aspek bidang, bukan hanya pendidikan tetapi terkait dengan pelayanan dasar beliau memperjuangkan baik itu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik”, ungkap Hermanus.

Menurut Hermanus, Anggota DPR RI Deddy Sitorus telah berjuang memberikan sentuhan penuh kepada masyarakat Kabupaten Nunukan yang ada di 232 desa 8 kelurahan 21 kecamatan kurang lebih 217 ribu jiwa masyarakat Kabupaten Nunukan.

“Kedepannya kami melakukan berbagai upaya termasuk penataan baik itu tata kelola Pemerintahan, tata kelola keuangan dan kecepatan pelayanan dasar, ini sesuai dengan kewenangan yang telah di atur dalam Undang undang 23 tahun 2014”, tambahnya.

Hermanus mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan saat ini fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar yang memang menjadi kewenangan secara undang – undang. Kedepan pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pemerataan pelayanan dasar kepada semua warga Indonesia yang berada di Kabupaten Nunukan.

“Kemudian kedepannya juga kami perlu memohon bantuan di pemerintah pusat agar terkait dengan keberadaan konsekuensi Kabupaten Nunukan yang berada di garis batas negara, artinya memang kami mengharapkan agar kebijakan khusus afirmasi itu di pertahankan oleh pemerintah pusat agar kami di Kabupaten Nunukan ini dengan keterbatasan kewenangan keterbatasan anggaran yang hanya mengandalkan Undang Undang 23 kami tentu kesulitan berkaitan dengan perbatasan”, tambahnya.

Dikatannya, berkaitan dengan daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan mendapatkan berbagai dampak karena memang sebagai pintu transit, pintu keluar masuk warga Nunukan yang masyarakatnya kadangkala ada keluhan.

” Termasuk kemudian dengan itu kami merasakan dampak sosial terkait dengan stunting, narkoba dan lain-lain sebagianya. Jadi inilah yang menjadi persoalan kami Kabupaten Nunukan yang memang berbeda dengan Kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Utara. Kami pintu masuk sehingga semestinya menjadi urusan negara, suka tidak suka kami harus menghadapi karena memang berada secara sosial di Kabupaten Nunukan”, ungkapnya.

Lanjut Wakil Bupati Nunukan Hermanus pada kesempatan ini menyampaikan hal ini sebagai pesan kepada pemerintah pusat dari warga Nunukan karena ada beberapa pintu pintu perbatasan, diantaranya di Sebatik, pintu di pulau Nunukan, di Krayan, di Lumbis Hulu, jadi pintu – pintu ini terbuka.

” Banyak dampak yang dirasakan, termasuk anak-anak kita banyak juga di Malaysia, dari warga Indonesia di kebun sawit yang memang tidak mendapat pelayanan pendidikan, bahkan ada secara administrasi penduduk mereka tidak punya identitas, memang kedepan menjadi persoalan kami terus melakukan koordinasi terkait dengan masalah ini kedepan”, ucapnya.

Pada kesempatan ini Hermanus juga menyampaikan pesan kepada para orang tua untuk dapat menjauhi dan menghindari narkoba . “saya mendapatkan data dari BNN di pulau ini terkait dengan narkoba, bahkan ada dari anak SD dan SMP. Ini menjadi fenomena permasalahan, mari kita jaga anak anak kita jangan sampai mereka masuk dalam masalah narkoba”, harap Wabup Hermanus.

Dalam sambutannya Anggota DPR RI Deddy Sitorus mengatakan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu merupakan mimpi dari partai PDI Perjuangan dari jaman Bung Karno. Dulu Bung Karno sering turun ke kampung-kampung mengajari anak-anak menulis dan membaca.

Ketika tahun 2014, lanjut Deddy menjelaskan PDI Perjuangan memenangkan Pemilu, Pemerintah mengeluarkan program yang namanya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan seterusnya yang dijadikan program pemerintah yang berkelanjutan dan kali ini diteruskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Deddy kalau tahun-tahun sebelumnya di Kalimantan Utara bisa diperjuangkan 8.000 sampai 10.000 PIP, tahun ini karena anggarannya diturunkan maka makin sedikit lagi.

“Saya berpesan kepada wali murid penerima bantuan, agar beasiswa ini benar-benar dipergunakan untuk pendidikan anak dan jangan sekali – kali digunakan untuk kebutuhan lain”, pesannya.

Deddy juga mengatakan beasiswa ini adalah hak anak. Karena pendidikan adalah modal paling utama bagi sebuah bangsa untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Untuk tahap pertama ini kita akan menyerahkan beasiswa kepada siswa sebanyak 263 penerima dengan rincian 164 siswa SD, 51 siswa SMP dan 48 siswa SMA. Adapun besaran beasiswa adalah untuk siswa SD hingga Rp.450.000,-, untuk siswa SMP sebesar Rp.750 .000,- dan untuk siswa SMA sebesar Rp.1.800.000,-

Lanjut dikatakan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah inisiatif pemerintah untuk memberikan bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu di seluruh Indonesia. Penyerahan beasiswa PIP di SD Fransisco Yasinta Nunukan menjadi momen penting, menunjukkan komitmen pemerintah dan perwakilan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan penyerahan beasiswa PIP ini akan memberikan dukungan finansial kepada siswa dan orang tua, yang dapat meringankan beban biaya pendidikan. Dengan adanya beasiswa ini, akan ada peningkatan akses pendidikan bagi siswa yang kurang mampu, sehingga dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Dengan melibatkan 2 Bank (BRI dan BNI) untuk pencairan, siswa penerima dapat lebih mudah mengakses dana beasiswa. Hal ini menjadi langkah positif dalam memperlancar proses administratif, namun perlu diwaspadai adanya potensi kendala dalam pencairan, seperti informasi yang kurang jelas kepada para penerima.

Dari sambutan Kepala Dinas Pendidikan Achmad mwnyapaikan bahwa Ir Deddy Sitorus merupakan sosok yang tanpa kenal lelah selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara khususnya pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Menurut Akhmad, salah satu yang diperjuangkannya adalah beasiswa Program Indonesia Pintar atau PIP yang sebentar lagi akan diserahkan secara simbolis.

“Kami berharap agar bea siswa ini benar – benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak agar yang telah diperjuangkan oleh Bapak Deddy Sitorus tidak sia – sia”, harap Akhmad menyampaikan.

(PROKOMPIM)

Plt. Kemenag NTT Serahkan Izin Operasi 3 Madrasah Dan 2 RA Di Kab. Lembata

LEMBATA – Penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Madrasah/RA di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lembata diselenggarakan pada 07 Agustus 2025 bertempat di Madarasah Aliyah (MA) Nurul Hadi Leubatang, Desa Leubatang, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, NTT

Dikatakan Oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kemenag, Provinsi Nusa Tenggara Timur “H.Ishak Sulaiman, S.Ag” Terdapat 2 RA dan 3 Madrasah yang menerima SK Izin Operasi serta menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas segala persiapan dalam penyelenggaraan kegiatan

“Tadi ada 5 yang menerima SK yang terdiri dari RA Nur Ilahi Kulu, RA Ibnu Hajar Bean, MTs S An Nur Wowong, MTs S Gustika Raja Labala, dan MA Nurul Hadi Leubatang” Tutur Sulaiman

“Terimakasih kepada semua pihak, baik yayasan serta lembaga Madrasah sendiri yang telah mengkondisikan situasi ini, ini momentum yang strategis bagi kita sebagai upaya untuk membangun komitmen dalam melakukan pembinaan pendampingan dan pengurusan Madrasah kita kedapan jauh lebih baik” Sambungnya

Sebagai Plt. Kanwil Kemenag Provinsi NTT, “H. Sulaiman Ishak” menambahkan Pihak Madrasah cukup intens membangun komunikasi dan koordinasi terkait kondisi di masing-masing Madrasah/RA serta dalam dalam proses pengadministrasian tidak ada hambatan sehingga dalam tempo 6 Bulan dapat diterbitkan SK Izin Operasi Madrasah/RA

Sulaiman berharap ada kolaborasi yang selalu dibangun kuat oleh pengelola yayasan dan kepala Madrasah serta masyarakat lingkungan di sekitar lingkungan Madrasah untuk terus meberikan dukungan dalam rangka membuat Madrasah tetap bertahan memiliki mutu dan prestasi yang baik serta memberikan dampak yang baik di tengah-tengah masyarakat

Indra Lawetoda (Tim Redaksi)

Wisuda ke 9, STIT Ibnu Khaldun Nunukan Luluskan 68 Wisudawan dan Wisudawati

NUNUKAN – Sebanyak 68 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Khaldun Nunukan resmi dikukuhkan pada Wisuda ke-9 yang digelar di Aula Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (3/8/2025).

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Akhmad, turut hadir dan menyampaikan sambutan pada momen sakral tersebut.

Turut hadir dalam acara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah XI Kalimantan Dr. H. Asikin Nor, M.Ag, Ketua Yayasan STIT Ibnu Khaldun H. Muhammad Pahmuddin, Ketua STIT Ibnu Khaldun Bakhrul Ulum, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nunukan, unsur Forkopimda, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Akhmad, ia mengawali dengan kutipan dari Kyai Haji Bahaudin Nursalim atau Gus Baha:

“Hidup ini adalah tantangan. Begitu keluar dari satu masalah, maka akan datang masalah yang baru, begitu seterusnya.”

Mengaitkan dengan hal itu, Bupati menyampaikan bahwa para wisudawan dan wisudawati telah menyelesaikan satu fase penting dalam hidupnya—yakni pendidikan tinggi—dan kini bersiap menghadapi tantangan baru di tengah masyarakat.

“Entah itu mencari pekerjaan, melanjutkan studi ke jenjang S2, atau menempuh pilihan hidup lainnya, semua membutuhkan keyakinan, keterampilan, dan ketekunan,” ujar Akhmad.

Bupati juga mengingatkan bahwa meski para wisudawan lulus dari perguruan tinggi kecil di pulau perbatasan, masa depan tetap terbuka lebar.

“Percayalah, masa depan yang cerah bukan hanya milik alumni kampus besar seperti UGM atau ITB, tapi juga milik kalian—lulusan STIT Ibnu Khaldun Nunukan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa gelar sarjana hanyalah salah satu syarat menuju kesuksesan, namun yang terpenting adalah karakter, kompetensi, dan keberanian menghadapi kerasnya kehidupan.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga disampaikan kepada para dosen dan civitas akademika STIT Ibnu Khaldun yang telah berperan dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.

“Tidak ada yang instan di dunia ini. Jika hari ini STIT Ibnu Khaldun baru dikenal, saya yakin suatu saat akan menjadi kampus Islam kebanggaan masyarakat Kaltara dan sekitarnya,” kata Akhmad optimis.

Kepada para orang tua, Bupati berpesan agar tidak membebani anak-anak mereka dengan tuntutan berlebihan.

“Nikmati setiap prosesnya, percayalah semua akan indah pada waktunya,” pungkasnya.

(PROKOMPIM)