Tinjau Dapur MBG di Sebatik Tengah, Wamendagri Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Nunukan

NUNUKAN – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiharto mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menangani kasus keracunan yang diduga akibat Makan Bergizi Gratis yang terjadi beberapa hari lalu.

Apresiasi tersebut disampaikan Bima Arya saat mengunjungi dapur MBG di Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah (4/10), seusia dirinya mendampingi rombongan Komisi II DPR – RI meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Bupati Nunukan H. Irwan Sabri ikut mendampingi mantan Walikota Bogor dua periode tersebut.

“(kasus keracunan) ini merupakan pelajaran bagi kita semua agar tidak main-main dengan pengelolaan makanan ini. Standar keamanan dan pengelolaan makanan harus benar – benar diperhatikan secara serius,” kata Bima.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan menegaskan kembali komitmenya untuk memperkuat pengawasan dan memastikan kualitas makanan yang akan disajikan kepada anak – anak terjaga kualitasnya.

(PROKOMPIM)

Bertemu Komisi II DPR- RI, Bupati Irwan Sampaikan Usulan Prioritas, dan Laporkan Kasus Keracunan MBG di Sebatik

NUNUKAN- Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menghadiri pertemuan dengan Komisi II DPR – RI yang sedang melakukan reses kunjungan kerja di wilayah Provinsi Kaltara. Pertemuan dilaksanakan di Swissbell Hotel Tarakan, Jumat (3/10), dan turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Paliwang, SH., M.Hum, Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes, serta Jajaran Forkopimda di Kaltara.

Dari DPR-RI, hadir antara lain Anggota DPR Asal Pemilihan Kaltara Dedy Sitorus, dan beberapa anggota DPR komisi II yang lain. Wakil Menteri Dalam Negeri Aria Bima juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan kerja DPR – RI ini akan focus pada beberapa persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, yaitu masalah rencana pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) yang menimbulkan gejolak di beberapa daerah, masalah pengelolaan BUMD yang sebagian besar belum professional, serta masalah yang terkait dengan isu – isu pertanahan dan reforma agrarian.

Sementara Bupati Irwan Sabri dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah aspirasi dan usulan strategis, mulai dari pembangunan jalan antara Krayan dan Malinau, pembangunan jalan di wilayah Lumbis, pembangunan embung di Gang Limau, dan pembangunan marine techno park.

Terkait dengan pemotongan dana TKD, Irwan menyampaikan bahwa pemotongan dana TKD sangat berdampak dalam menentukan kebijakan pembangunan.

“Pengurangan TKD yang dulunya sekitar Rp. 950 triliun menjadi hanya sekitar Rp. 690 triliun benar – benar membuat kami harus pintar – pintar dalam menentukan skala prioritas dalam pembangunan,” kata Irwan Sabri.

Selain usulan prioritas dalam kesempatan itu, bupati juga sempat melaporkan kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru – baru ini terjadi di Kecamatan Sebatik.

“Sekitar 2 hari yang lalu ada anak-anak kita di Pulau Sebatik yang keracunan MBG, kurang lebih 145 orang. Saya turun langsung ke lapangan, dan melihat langsung penanganannya, alhamdulaillah besoknya mereka (korban keracunan) sudah bisa pulang. Saya juga minta agar dihentikan dulu dapurnya, sambil dilakukan evaluasi,” jelasnya.

Setelah pertemuan di Tarakan, rombongan DPR – RI ini keesokan harinya rencanannya akan melanjutkan peninjauan lapangan di wilayah Sebatik.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Dukung Duta GenRe Ikuti Ajang Tingkat Provinsi

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyatakan dukungannya kepada Dwi Arya Ananda dan Zahra Nurul Izzah yang akan mewakili Kabupaten Nunukan dalam Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Provinsi Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) tahun 2025.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Bupati saat menerima keduanya di ruang kerjanya, Jumat (26/9/2025). Ia berharap keduanya dapat meraih hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Nunukan di tingkat provinsi.

Diana Latief, SKM, dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjelaskan, ajang apresiasi Duta GenRe tingkat provinsi ini akan berlangsung di Samarinda pada 2–5 Oktober 2025. Kompetisi tersebut akan mempertemukan duta putra dan putri terbaik dari Kaltim dan Kaltara.

“Dukungan Bupati menjadi penyemangat bagi Duta GenRe Nunukan untuk tampil maksimal dan membawa nama baik daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Nursidah, S.Sos., M.Sc., dari BKKBN Perwakilan Provinsi Kaltim-Kaltara yang juga pembina dan pendamping Duta GenRe Nunukan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah positif bagi generasi muda.

“Duta Generasi Berencana adalah ajang positif dan wadah penting bagi pemuda Nunukan dalam membangun masa depan positif dan berkontribusi bagi Indonesia Maju 2045,” jelasnya.

Ajang tahunan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Ajang tahunan ini merupakan acara yang berskala nasional dengan tujuan memberikan apresiasi bagi kesertaan pemuda pemudi sebagai generasi Indonesia dalam merencanakan masa depan mereka secara positif, terhindar dari Narkoba, tidak melakukan seks pra nikah serta menyadari pentingnya kesehatan reproduksi” ujar Nursidah.

Untuk diketahui Dwi Arya Ananda berasal dari sekolah SMAN 3 Nunukan dan Zahra Nurul Izzah berasal dari SMAN 1 Nunukan Selatan.

Keduanya ditetapkan sebagai pemenang Duta Genre Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2025 berdasarkan keputusan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan Nomor: 440/102/SK/Dinkes P2KB/VI/2025

(PROKOMPIM)

Piala Gubernur Kaltara Jadi Ajang Jaring Bibit Unggul Catur

TARAKAN – Turnamen Catur Piala Gubernur Kalimantan Utara kembali digelar tahun ini. Ajang ini menjadi wadah bagi para pecinta dan komunitas catur untuk menyalurkan hobi sekaligus menguji kemampuan bertanding secara lebih kompetitif.

Ketua Panitia Turnamen, Sahadan, S.Kom menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mencari bibit-bibit unggul pecatur di Kaltara. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari menggerakkan roda perekonomian hingga memperluas promosi olahraga catur.

“Turnamen catur ini diadakan untuk menjadi wadah para pecinta catur dan komunitas catur menyalurkan hobi, kreativitas, dan ketangkasan. Tetapi tujuan utamanya adalah mencari bibit unggul pecatur di Kaltara,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Panitia menargetkan 150 peserta dan hingga kini sudah menerima 126 pendaftar dari lima kabupaten/kota di Kaltara. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga catur kian diminati oleh masyarakat di berbagai kalangan.

Untuk kategori lomba, panitia menghadirkan catur standar dan catur kilat (blitz) dengan sistem Swiss. Sistem ini dipilih agar peserta bisa bertanding melawan banyak lawan sekaligus menambah pengalaman bertanding. Kelas peserta dibagi berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga kategori umum, bukan berdasarkan kelompok umur.

Sahadan menambahkan, peserta umum wajib memiliki KTP domisili Kaltara, sementara pelajar cukup menunjukkan kartu pelajar atau surat keterangan sekolah. Pendaftaran umum dikenakan biaya, sedangkan pelajar dibebaskan dari biaya pendaftaran.

“Peserta juga diwajibkan mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama perlombaan berlangsung,” jelasnya.

Turnamen ini merupakan kali kedua digelar setelah sukses tahun sebelumnya. Panitia berharap, agenda tersebut bisa menjadi kegiatan tahunan mengingat antusiasme yang tinggi dan manfaat positif yang dihasilkan.

Apresiasi juga datang dari Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltara, Norhayati Andris. Ia menilai event ini sejalan dengan misi Percasi dalam membina sekaligus mencari talenta-talenta baru di daerah.

“Artinya pemerintah turut mencari bibit-bibit atlet muda, atlet junior di bidang catur untuk Kalimantan Utara. Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan ini,” tuturnya.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap para juara nantinya akan menjadi motivasi tambahan bagi atlet junior agar terus mengasah kemampuan. Hal ini diyakini bisa melahirkan prestasi yang membanggakan baik untuk diri sendiri maupun daerah.

“Kalau ada perhatian dari pemerintah, itu akan menjadi semangat bagi atlet-atlet junior kita. Dari hobi bisa menjadi kebanggaan orangtua bahkan bisa mengukir prestasi,” tambahnya.

Ia juga berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara terus berinovasi dengan menghadirkan lebih banyak event serupa. Dengan begitu, peluang untuk melahirkan atlet unggulan di bidang catur semakin terbuka lebar dan Kaltara dapat diposisikan sebagai salah satu lumbung atlet catur di Indonesia. (*)

Solidaritas Mahasiswa Politeknik Nunukan Terjalin di Malam Bina Akrab

NUNUKAN – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terasa dalam kegiatan Malam Bina Akrab (MBA) yang digelar oleh mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Nunukan.

Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal sekaligus menumbuhkan solidaritas antarangkatan. Kegiatan ini berlangsung di Embung Sungai Fatimah mulai tanggal 19-20 September 2025.

Wakil Direktur I Politeknik Negeri Nunukan, Andi Syarifuddin, S.E., M.Si sangat mendukung dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta mahasiswa yang terlibat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antarmahasiswa, tetapi juga membangun rasa persaudaraan yang kuat untuk menghadapi tantangan perkuliahan di masa depan.

“Solidaritas dan kekompakan adalah modal besar bagi mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap tumbuh semangat kebersamaan yang dapat mendukung proses belajar dan kehidupan kampus,” ujar Andi Syarifuddin.

Selain diisi dengan berbagai penampilan kreatif mahasiswa, acara ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari para senior. Mereka memberikan gambaran tentang dunia perkuliahan hingga persiapan menghadapi dunia kerja. Hal tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa baru untuk menambah wawasan sekaligus motivasi.

Dengan adanya kegiatan Malam Bina Akrab ini, Politeknik Negeri Nunukan menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki solidaritas dan rasa kekeluargaan yang kuat. 

(Martin/*timredaksi*)