SIWO PWI Bakal Gelar Pelatihan Jurnalistik di Tingkat Cabor KONI

NUNUKAN – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan bakal menggelar pelatihan jurnalistik, Sabtu (29/6/2024) di Ballroom Hotel Lenfin. 31 Cabang Olahraga (Cabor) dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nunukan dijadwalkan mengikuti kegiatan ini.

Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah mengatakan, kegiatan ini dipersiapkan SIWO untuk mendorong Cabor-Cabor dibawah KONI Nunukan, memiliki kemampuan untuk mengolah tim publikasi di internal mereka.

“Program ini merupakan komitmen SIWO membantu KONI Nunukan dalam menyebarluaskan informasi olahraga ke tengah masyarakat. Hal ini penting sebagai bentuk keterbukaan dan pemenuhan hak informasi kepada publik,” ucap Alamsyah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Asrullah menjelaskan, tiap-tiap cabor diminta mengutus tim publikasi mereka mengikuti kegiatan ini. SIWO PWI selanjutnya akan memberikan pelatihan dasar-dasar menulis, pembuatan press release dan fotografi.

Menurut Asrullah, output kegiatan ini adalah, tim publikasi cabor bisa secara mandiri mengolah dan menyebarluaskan informasi kegiatan mereka secara mandiri.

“Saluran publikasinya bisa beragam. SIWO PWI akan memfasilitasi informasi kegiatan cabor melalui website resmi PWI Nunukan atau melalui sosial media official masing-masing cabor,” kata Asrullah.

Informasi seputar olahraga secara umum sangat dibutuhkan masyarakat. Informasi dimaksud meliputi, pertandingan-pertandingan resmi pada tingkat regional maupun nasional. Selain itu, informasi dari kalangan cabor diharapkan menjadi pintu masuk bagi calon-calon atlet prestasi di daerah.

(adm)

Sambut HANI, BNNK Nunukan Gelar Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/TK/RA Sederajat

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) nunukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan kab. Nunukan bersama Kementrian Agama kab.Nunukan menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/RA dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kantor BNNK Nunukan, Sabtu (15/06/2024) pagi.

Diketahui Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 26 Juni.

Selaku Humas BNNK Nunukan dan Ketua Panitia lomba, Zainal menyampaikan bahwa tujuan lomba yakni untuk menanamkan hidup sehat tanpa narkoba dimulai dari sejak usia dini.

“Ingin menanamkan bahwa hidup sehat tanpa narkoba harus dimulai sejak dini, sejak sekecil mungkin, sejak sebelum sekolah dasar, dimana harus menjauhi narkoba,” ujar Zainal.

Lebih lanjut, Ia menuturkan terdapat 107 peserta dari PAUD/TK/RA se-pulau Nunukan.

“Antusias peserta luar biasa karena awalnya pendaftaran 100 tapi karena banyak yang mau jadi kami maksimalkan di 107 peserta dan itupun kami banyak menolak dari beberapa sekolah karena kuotanya sudah terpenuhi,” tuturnya.

Kemudian, Zainal menjelaskan bahwa peserta tidak dipungut biaya apapun dan perlengkapan sudah disiapkan oleh BNNK serta terdapat beberapa hadiah yang diberikan.

“Tentu para peserta kita tidak pungut biaya apapun, dan juga perlengkapan sudah kita siapkan mulai dari pensil warna dan lain-lain, itu juga bisa mereka bawa pulang,” terang Zainal.

“Kita juga berterima kasih kepada para sponsor yakni Travel Haji dan Umrah PT.Annur Kaltara Arafah, Bank Kaltimtara, Bank BRI dan Bank BSI atas terselenggaranya kegiatan dan juga hadiah uang tunai dan souvenir para pemenang dari juara 1 hingga harapan 3,” sambungnya.

Pesan masyarakat juga disampaikan oleh Zainal, dimana tetap hidup sehat tanpa narkoba dan wujudkan Indonesia bersih narkoba.

“Pesan kita kepada masyarakat tetap hidup sehat tanpa narkoba dan wujudkan Indonesia bersih narkoba dimulai dari diri kita, keluarga kita dan lingkungan sekitar kita,” pesan Zainal.

Bersama dengan itu, salah satu guru  peserta dari SPS PAUD Manusela kab.Nunukan, Intani berharap agar kegiatan selalu digelar oleh BNNK.

“Kita berharap agar kegiatan seperti ini selalu berkelanjutan, dan juga BNNK Nunukan selalu bergandengan tangan dengan kami PAUD-PAUD dengan tidak hanya dalam lomba mewarnai tapi juga lomba-lomba yang lain, dimana dengan tujuan mengembangkan kreatifitas anak,” harap Intani.

Intani juga berpesan kepada orang tua anak usia dini agar menjauhkan hal-hal yang berbau narkoba sejak anak usia dini.

“Pesan saya jauhi narkoba sejauh-jauhnya, dan komunikasi anak ke orang tua lebih diintenskan, lebih perhatian ke anak, baik dari teman pergaulan dan lingkungan, dan itu semua harus dimulai dari anak usia dini,” tutup Intani.

(meri,neni/nam)

KPU RI Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Keterwakilan Perempuan Pasca Pemilu 2024 di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) bersama dengan KPU Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) segmentasi pemilih perempuan di Ballroom Hotel Laura, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (14/06/2024) siang.

Sebelumnya Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota legislatif kabupaten/kota, provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah dilakukan pada 14 Februari 2024.

Selaku Fungsional Muda Humas dan Pustaka pada Sekretariat Jenderal KPU RI, Asep Hasan menyampaikan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas partisipatif pemilih.

“Acara sosialisasi dan pendidikan dapat terus berkelanjutan maka KPU perlu melakukan terobosan dalam upaya meningkatkan partisipatif memilih lewat kegiatan ini untuk daerah 3T,” tutur Asep Hasan.

Kemudian, Ia juga mengatakan bahwa jumlah peserta sebanyak 100 orang.

“Kegiatan ini mengundang peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari segmen perempuan dan perwakilan dari pengurus partai politik,” terangnya.

Terdapat beberapa tujuan utama KPU dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan, dimana diantaranya meningkatkan literasi masyarakat terkait pemilu dan demokrasi terkhusus pada daerah 3T, lalu memberikan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk aktif pada tahapan pasca Pemilu, terakhir, meningkatkan kesadaran masyarakat partisipasi pemilih secara berkelanjutan menyongsong Pilkada 2024.

Bersama dengan itu, Ketua KPU Nunukan, Riko Ardiansyah menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tahun ini untuk Kabupaten Nunukan digelar dengan segmentasi keterwakilan perempuan.

“KPU selalu mencoba menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan seperti ini, dan kegiatan ini juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia tapi dengan segmen yang berbeda, khusus di Kabupaten Nunukan itu terfokus pada keterwakilan perempuan pada pasca Pemilu 2024,” kata Riko Ardiansyah.

Lalu, Ketua KPU Nunukan juga mengatakan bahwa keterwakilan perempuan untuk pemilih di Kabupaten Nunukan berdasarkan data sebanyak 47 persen dari jumlah keseluruhan.

“Berdasarkan data DPO4, cuman kita belum bisa merilis data terbaru dikarenakan belum masuk tahapan coklit, tetapi berdasarkan data yang sudah ada itu sebanyak 47 persen keterwakilan pemilih perempuan di kab. Nunukan,” ujar Ketua KPU Nunukan.

Terlihat kegiatan sosialisasi dan pendidikan dari KPU RI, menghadirkan 3 narasumber diantaranya Komisioner KPU kab. Nunukan, Muhammad Rusli, Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) provinsi Kaltara, Yohanes dan Akademisi kab.Nunukan, Hasna, S.Pd., M.Pd.

(neni,meri/nam)

O2SN Tingkat Provinsi Resmi Dimulai, Gubernur Dorong Sportivitas Peserta

TARAKAN – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA, SMK, dan SLB tingkat Provinsi Kalimantan Utara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) DR. (HC). H. Zainal A. Paliwang, M.Hum. di SMAN 1 Kota Tarakan, Rabu (5/6).

Sejumlah 130 atlet akan berlaga di O2SN tingkat provinsi dengan rincian 50 peserta dari jenjang SMA, 49 peserta dari jenjang SMK, dan 31 peserta dari jenjang SLB.

Ragam cabang yang akan dilombakan pada tahun ini terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok SMA dan SMK akan mengikuti lomba atletik (panca lomba), renang, bulutangkis, silat, dan karate.

Kelompok kedua yaitu SLB akan mengikuti cabang lomba boce, bulutangkis, balap kursi roda, lari 100m, lompat jauh, catur, lempar turbo, dan tenis meja.

O2SN akan digelar mulai tanggal 5-7 Juni 2024 untuk jenjang SMA dan SMK dan 12-14 Juni 2024 untuk jenjang SLB yang semua lokasi perlombaan akan berpusat di Kota Tarakan diantaranya Stadion Datu Adil untuk cabang atletik, kolam renang Lantamal XIII untuk cabang renang, Padepokan IPSI untuk cabang silat, Lapangan Bulutangkis SMKN 2 Tarakan untuk Cabang Lomba Bulutangkis SMA/SMK.

Sedangkan untuk Bulutangkis SLB digelar di Lapangan Bulutangkis Cobra untuk cabang bulutangkis SLB.

Untuk karate di Aula SMAN 1 Tarakan untuk cabang karete. Dan SLBN Tarakan untuk lomba lain jenjang SLB.

Sesaat sebelum membuka olimpiade, Gubernur berpesan kepada seluruh peserta dan pendamping agar selalu menjaga sportivitas lantaran O2SN bukan hanya sekedar ajang perlombaan, namun juga membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan memiliki integritas.

“Setiap perlombaan ada menang dan kalah, maka tolong jaga sportivitas karena ini tidak hanya tentang kompetisi, tapi juga membentuk karakter siswa,”katanya.

Pembukaan tersebut disaksikan oleh seluruh peserta lomba, pendamping, dewan juri, dan panitia lomba. Hadir diantaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara sekaligus ketua panitia, H. Sudarsono, S.E., M.Pd., Ketua MKKS dan Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Kaltara.

(dkisp)

 

 

KI Kaltara Usulkan 50 Persen Perempuan Sebagai IA IKIP 2024

TANJUNG SELOR– Komisi Informasi Kalimantan Utara mengusulkan 50 persen perempuan sebagai Informan Ahli Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) 2024.

Wakil Ketua Komisi Informasi Kalimantan Utara, Niko Ruru mengatakan, dari 10 orang IA IKIP yang diusulkan kepada Komisi Informasi Pusat, 5 diantaranya perempuan.
“Nama- nama yang kami usulkan merupakan hasil penjaringan yang dilakukan Kelompok Kerja Daerah (PokjaDa) Kalimantan Utara IKIP 2024, selama seminggu ini,” ujarnya, Jumat (31/5/2024).

Niko yang juga Ketua PokjaDa Kalimantan Utara IKIP 2024 mengatakan, 10 orang IA IKIP ini terdiri dari 2 orang masing- masing unsur yaitu pemerintah daerah atau badan publik, masyarakat sipil, akademisi, pelaku usaha dan jurnalis.

Lima perempuan yang diusulkan sebagai IA IKIP itu masing- masing Yuni Satriyani dari unsur pemerintah atau badan publik, Norjannah dari unsur masyarakat sipil, Kartini Maharani Abdul dan Cancy Alexiana dari unsur akademisi dan Eka Sukmadewi dari unsur pelaku usaha.

Lima IA IKIP lainnya, Seno Aji Wijanarko dari unsur pemerintah atau badan publik, Syafaruddin dari unsur masyarakat sipil, Agus Susanto dari unsur pelaku usaha serta Gazalba dan Victor Ratu dari unsur jurnalis.
“Kami berharap 10 nama yang diusulkan bisa segera ditetapkan oleh Komisi Informasi Pusat,” katanya.

Niko menjelaskan, saat melakukan penjaringan, PokjaDa Kalimantan Utara IKIP 2024 punya pertimbangan subjektif memilih perempuan sebagai IA IKIP 2024.

“Diantaranya perempuan cenderung lebih objektif dalam memberikan penilaian,” ujarnya.

Menurut pria yang berlatar belakang jurnalis dan masyarakat sipil ini, hampir semua kebijakan pemerintah berdampak terhadap perempuan.

“Sehingga untuk menghadapi dampak yang diterimanya, perempuan termasuk kelompok yang banyak memerlukan akses informasi,” ujarnya.

Atas dasar pengalaman inipula, pihaknya yakin perempuan- perempuan yang menjadi IA IKIP 2024 memiliki pemahaman yang baik dan objektif memberikan penilaian mengenai keterbukaan informasi publik di Kalimantan Utara.

“Kami yakin mereka mampu bersikap objektif dan independen,” katanya.
Tahun lalu berdasarkan survei IKIP, Kalimantan Utara berada pada kategori sedang dengan skor 76,06.

Niko menjelaskan, IKIP dilaksanakan Komisi Informasi Pusat dengan tujuan memotret lebih jauh, bagaimana para stakeholder yang terdiri dari badan publik, pelaku usaha dan masyarakat bisa melaksanakan dan memanfaatkan prinsip dasar keterbukaan informasi untuk memastikan terpenuhinya hak dasar warga negara.

“Indeks disusun untuk menganalisis 3 aspek penting,” ujarnya.
Cakupannya, kata dia, pertama kepatuhan badan publik terhadap Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kedua, persepsi masyarakat terhadap UU KIP maupun haknya atas informasi, sedangkan ketiga, kepatuhan badan publik terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi terutama kepatuhan dalam melaksanakan putusan sengketa informasi publik untuk menjamin hak masyarakat atas informasi.

(*)