Bupati Laura Hadiri Malam Grand Final Pemilihan Duta Baca Daerah Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2024            Bupati : Jadilah inspirator, motivator, sekaligus pendorong bagi gerakan gemar membaca di masyarakat.

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menghadiri acara Grand Final Pemilihan Duta Baca Daerah tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2024 yang dilaksanakan di Paras Perbatasan dan merupakan salah satu rangkaian HUT Kabupaten Nunukan ke-25, Rabu (07/08).

Bupati Laura pada sambutannya mengatakan bahwa pemilihan duta baca daerah merupakan kegiatan yang sangat positif untuk merangsang dan meningkatkan minat membaca masyarakat, khususnya minat baca di kalangan pelajar dan generasi muda.

Seperti yang diketahui bersama, minat baca di kalangan masyarakat Indonesia sampai saat ini masih sangat rendah, bahkan termasuk yang paling rendah di dunia. Berdasarkan data dari UNESCO, dari 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang memiliki rajin membaca.

Maka dari itu, Laura berharap kehadiran duta baca daerah ini bisa menjadi inspirator, motivator, sekaligus pendorong bagi gerakan gemar membaca di masyarakat.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk mulai meluangkan waktu, meskipun sebentar saja untuk membaca. Biasakan anak – anak kita untuk datang ke perpustakaan atau toko – toko buku, supaya sejak dini mereka mulai terbiasa untuk membaca buku”, ucap Laura.

Laura turut berharap perpustakaan daerah yang ada dapat di manfaatkan sebaik – baiknya karena koleksi buku – bukunya cukup lengkap, mulai dari buku – buku dongeng, buku ilmu pengetahuan, buku – buku agama, bahkan buku tentang resep – resep masakan pun tersedia, maka sayang jika fasilitas itu tidak dimanfaatkan dengan baik.

Berikut juara lomba duta baca daerah tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2024 :

Juara 1 Rahimah, Kecamatan Sebatik

Juara 2 Nurfitriyana, Kecamatan Sebatik Tengah     

Juara 3 Nurhidayah, Kecamatan Sebatik   

Harapan 1 Juliana, Kecamatan Tulin Onsoi 

Harapan 2 Mahdina, Kecamatan Sebatik Timur                            

Harapan 3 Evia, Kecamatan Lumbis

Setelah pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dilanjutkan dengan pengukuhan dan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan peserta meraih juara 1.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Hadiri Puncak Acara Hari Anak Nasional. Bupati Laura : Para orang tua agar terus mengawal tumbuh kembang anak-anaknya.

NUNUKAN – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 Tahun 2024 yang awalnya akan dilaksanakan didepan tugu Dwikora beralih ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) yang berada dekat dengan Tugu Dwikora tersebut, dikarenakan kondisi cuaca hujan sehingga acara tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di tempat terbuka. 

Tidak menyurutkan semangat ratusan Anak TK dan Paud yang diboyong oleh guru dan orang tuanya menuju kantor dinas perpustakaan dan kearsipan, tetap dengan semangatnya mengikuti seluruh rangkaian acara hingga akhir, pada Senin pagi (05/07).

Kegiatan yang awalnya dikemas di ruang terbuka ini bertujuan untuk silaturrahmi antara guru TK/PAUD dan peserta didik dan untuk menguji keberanian, kreatifitas dan inovasinya dalam pembelajaran yang didapatkan di sekolah.

Bupati Laura dalam sambutannya mengatakan Hari Anak Nasional merupakan momen yang sangat spesial untuk seluruh anak di Indonesia mengingat bahwa anak adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa harus dijaga dan dilindungi hak- haknya. Selain itu, anak adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan.

“Salam sayang dan hangat dari saya, selamat memperingati Hari Anak Nasional, kalian adalah anak-anak yang nantinya akan meneruskan perjuangan Bangsa ini, Anak Indonesia menjadi harapan kita, Alhamdulillah kita dapat melaksanakan hari anak Nasional sebagai bentuk semangat kita yg menjadi harapan-harapan kita semua, Insyaallah semua anak-anak kita ini nantinya akan berhasil sesuai dengan cita-cita anak-anak semua , Aamin” harap Bupati.

Laura juga mengajak para orang tua agar terus mengawal perkembangan anak-anaknya, Laura juga berharap agar peran orang tua bisa menjadi garda terdepan mengawal anak-anaknya, agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Di kesempatan yang sama Bunda PAUD Kabupaten Nunukan Hj. Sri Kustarwati Hanafiah mengatakan anak adalah penerus bangsa, anak adalah ujung tombak bangsa ini.

“Ini adalah saat yang dianggap tepat untuk meningkatkan kepedulian seluruh warga Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Melalui kepedulian dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, serta memastikan segala hal yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita secara optimal,” jelasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan bekerjasama dengan Forum PAUD Kabupaten Nunukan serta Mitra PAUD Se-kabupaten Nunukan telah melaksanakan peringatan HAN ini dengan berbagai lomba, diantaranya : Lomba Mewarnai yang diikuti 82 anak, lomba menggambar yang diikuti 100 anak, lomba Fashion Show diikuti 122 anak, lomba menyanyi diikuti 36 anak dan lomba Tari Kreasi Daerah diikuti 23 Lembaga PAUD.

Adapun peserta Anak Usia Dini yang diundang pada kegiatan hari ini adalah perwakilan 6 Anak dan seluruh pendidik dan Tenaga Kependidikan dari 75 PAUD yang ada di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Sebanyak 614 peserta yang terdiri dari peserta didik 227 dan guru 487 yang keseluruhan pesertanya diwajibkan menggunakan baju adat.

(PROKOMPIM)

Rangkaian HUT Kabupaten Nunukan ke-25, Gerak Jalan Indah Tetap Meriah Walau Diguyur Hujan

NUNUKAN –  Dimulai dengan hitungan dan ayunan bendera permulaan oleh Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, kegiatan Gerak Jalan Indah dalam rangka HUT Kabupaten Nunukan ke-25 digelar di jalur garis start, Alun-Alun Nunukan, Sabtu (03/08/2024) pagi.

Sempat diguyur hujan, Gerak Jalan Indah tetap berlangsung dengan baik dan meriah hingga akhir, dimana terlihat antusias masyarakat yang tetap memadati jalur kegiatan tersebut.

Terdapat 74 peserta yang terdiri dari kategori SD Putra sebanyak 13 regu, SD Putri 18 tim, SMP Putra dengan 15 kelompok, SMP Putri sejumlah 13 regu, lalu tingkat SMA Putra sebanyak 5, SMA Putri 3, serta kategori umum sejumlah 9 regu.

Kemudian, jalur yang dilalui oleh peserta yakni mulai dari Alun-Alun Nunukan – Jl. Ahmad Yani – Jl. Bhayangkara, Jl. Pahlawan, Jl. Tanjung (Pasar Yamaker) hingga finish di Tanah Merah.

Selaku Wakil Bupati Nunukan, Hanafiah mengatakan digelarnya Gerak Jalan Indah merupakan satu hal positif bagi masyarakat dan juga peserta.

“Gerak Jalan ini bisa terlihat bahwa sangat mendapatkan antusias dari masyarakat, saya pikir ini hal yang positif karena ini adalah sesuatu yang perlu dibentuk atau dilatih, dimana secara tidak langsung itu adalah bentuk pendidikan terhadap anak-anak kita dalam hal kerjasama serta kedisiplinan,” tutur Hanafiah saat ditemui pada jalur garis finish Gerak Jalan Indah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Nunukan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan tidak terlepas dari sinergitas TNI/Polri yang telah mendidik para peserta.

“Ini kan melibatkan bapak-bapak kita dari TNI/Polri yang mendidik anak-anak kita dan untuk melatih para peserta artinya sinergitas juga terbentuk dengan masyarakat ataupun dengan bagian pendidikan melalui mungkin persiapan latihan peserta yang tidak mudah dan tidak sebentar,” tutur Wakil Bupati Nunukan.

Selain masyarakat yang memadati jalur Gerak Jalan Indah, terdapat beberapa UMKM yang juga turut meramaikan agenda tahunan tersebut.

Berdasarkan hal itu, Hanafiah menuturkan bahwa selain hiburan untuk masyarakat, acara juga berdampak pada perekonomian terutama UMKM.

“Dan tidak kalah pentingnya bahwa kegiatan ini berdampak pada UMKM yang tentu menikmati hasilnya, karena kita tau banyak masyarakat yang membutuhkan makanan ataupun minuman pada saat menonton gerak jalan,” sebutnya.

Terakhir, Hanafiah berharap kepada masyarakat agar terus berpartisipasi ataupun antusias dalam penyelenggaraan kegiatan seperti ini.

“Kita berharap kedepan, kita membutuhkan partisipasi masyarakat karena kita tau untuk membangun daerah dibutuhkan oleh semua pihak bukan hanya dari pemerintah, termasuk kita juga menghimbau kepada para perusahaan yang berada di Nunukan untuk turut meramaikan kegiatan seperti ini, jadi bukan hanya untuk anak sekolah tapi kalangan swasta juga bisa ikut,” ungkap Hanafiah.

Bersama dengan masyarakat, para peserta juga antusias mengikuti kegiatan Gerak Jalan Indah, dimana terlihat dari busana hingga variasi gerakan yang beraneka ragam dipertintonkan untuk warga.

Adapun pengunguman pemenang dan pemberian piala Gerak Jalan Indah dalam rangka HUT Kab. Nunukan ke-25, akan digelar pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2024 di Paras Perbatasan.

(nam/nam)

Turut Semarakkan HUT Kabupaten Nunukan ke-25, Warga Tionghoa Hibur Masyarakat Dengan Atraksi Barongsai

NUNUKAN – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nunukan menggelar penampilan atraksi tarian tradisional Barongsai sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT Kab. Nunukan ke-25 di Paras Perbatasan, Jl. Lingkar, Kec. Nunukan Selatan, Kab. Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (01/08/2024) malam.

Penampilan tersebut dipertunjukkan oleh Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Tarakan, dimana sebelumnya melakukan training di Sarawak, Malaysia untuk persiapan mewakili provinsi Kaltara pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara (Sumut).

Selaku anggota PSMTI Kab. Nunukan, Susanto mengatakan bahwa sangat bahagia dapat menghibur masyarakat sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT Nunukan.

“Bersyukur kemarin FOBI Tarakan ada agenda di Malaysia untuk persiapan PON, sehingga saat kembali ke Indonesia melalui Nunukan, kita minta mereka untuk menghibur masyarakat sekaligus juga untuk menyemarakkan momen HUT Kabupaten Nunukan ke-25,” ucap Susanto.

Lebih lanjut, Susanto menyampaikan rasa syukur bahwa dapat menghibur masyarakat Nunukan dengan Barongsai setelah beberapa tahun tidak digelar.

“Saya sangat terkejut melihat penonton yang begitu banyak, bayangkan setelah sekian tahun baru lagi kita bisa menikmati hiburan Barongsai seperti ini, saya juga berterima kasih kepada warga dan Pemda yang telah memberikan ruang untuk kami,” terangnya.

Ia juga berharap pada event lain nantinya, Pemda Kab. Nunukan bisa mengundang kembali guna menjadi hiburan untuk masyarakat.

“Kita mohon kepada Pemda, karena mungkin Pemda sendiri yang bisa memanggil FOBI untuk event lain kedepannya, dimana nanti kami yang akan fasilitasi karena untuk memanggil mereka ini pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan kedepan, kalau memang Pemda mengundang, kami akan persiapkan atraksi yang lebih, dimana dengan menggunakan tiang dan sebagainya,” ungkap Susanto yang juga merupakan Ketua Kerukunan Umat Beragama Konghucu Kab. Nunukan.

Adapun atraksi Barongsai mempertontonkan tarian dengan 3 kostum singa yang masing-masing berwarna merah, kuning dan putih yang dimana memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa.

Bersama dengan itu, salah satu anggota FOBI Tarakan, Selvi mengungkapkan bahwa antusias masyarakat sangat luar biasa.

“Kita memang sering tampil, tapi untuk malam ini antusias masyarakat disini luar biasa sekali, kompak, ya walaupun menunggu agak lama tetapi mereka tetap setia menunggu untuk menonton,” kata Selvi.

Lalu, penabuh drum FOBI Tarakan tersebut juga berharap agar PSMTI Kab. Nunukan dapat mengembangkan atlet Barongsai sendiri.

“Harapannya PSMTI Nunukan bisa mengembangkan Barongsai jadi semakin besar juga Barongsai ini, karena Barongsai juga sudah masuk di cabang olahraga atlet, dimana itu merupakan sebuah prestasi juga untuk masyarakat Nunukan, dan kami juga jika Nunukan butuh pelatihan Barongsai, pasti kami akan bantu,” ujar Selvi.

Diketahui FOBI Tarakan telah menorehkan beberapa prestasi dimana salah satunya pada tahun 2019 menjuarai kompetisi Barongsai Internasional di Surabaya dengan mengalahkan tim asal Cina, Malaysia serta negara lainnya.

Adapun pada atraksi Barongsai di Paras Perbatasan, terlihat antusias ratusan masyarakat Nunukan yang memadati sekitaran panggung utama untuk menyaksikan tarian tradisional Tiongkok tersebut.

(nam/nam)

Guna Optimalisasi P4GN dan Pelayanan Masyarakat, Kepala BNNK Nunukan Proyeksikan Perencanaan Pos di Perbatasan

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan akan terus melakukan inovasi dalam memerangi narkoba hingga melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

Hal tersebut terutama pada pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di daerah Kab. Nunukan.

Tentu dalam mewujudkan P4GN, sebuah inovasi, perencanaan dan pengawasan harus dilakukan pada setiap sektor di wilayah perbatasan Republik Indonesia – Malaysia terkhusus daerah wilayah 3 Kab. Nunukan.

Berdasarkan itu, Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H berencana melakukan inovasi dengan membangun pos pelayanan P4GN di Perbatasan.

Pos pelayanan di daerah Perbatasan merupakan salah satu program Anton Suriyadi Siagian pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator, guna pelayanan BNNK Nunukan yang lebih baik kedepannya.

Selaku Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian menjelaskan latar belakang sehingga munculnya program tersebut.

“Saya memiliki proyeksi untuk BNNK kedepan, mengingat Kab. Nunukan merupakan daerah yang penuh dengan perairan dan juga berbatasan langsung dengan negara Malaysia, sehingga potensi-potensi jalur yang tidak terpantau oleh aparat penegak hukum (APH) akan ada, maka dari itu saya memproyeksikan membangun pos pelayanan P4GN di daerah Perbatasan,” ucap Anton Suriyadi Siagian saat ditemui di Kantor BNNK Nunukan, Kamis (25/07/2024).

Kemudian, Ia mengatakan program pos P4GN juga dilatar belakangi oleh biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat luar pulau Nunukan disaat memiliki keperluan di BNNK.

“Juga saya memikirkan bagaimana masyarakat yang berada di daerah perbatasan yang memiliki keperluan tidak perlu lagi harus ke Kantor BNNK Nunukan, dimana berkaitan dengan akses yang mudah diperoleh oleh masyarakat, apalagi biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat disana untuk jauh-jauh ke BNNK itu tidak sedikit,” tuturnya.

Lalu, Kepala BNNK Nunukan memproyeksikan bahwa seluruh pelayanan, akan dilakukan juga di pos pelayanan P4GN tersebut.

“Tentu dengan pos pelayanan P4GN ini, selain terdapat seluruh pelayanan keperluan masyarakat, juga akan memudahkan masyarakat untuk melapor apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika, lalu BNNK Nunukan dalam hal ini, mau mendekatkan diri kepada masyarakat, dimana untuk lebih mengenal BNN, tidak merasa takut dan was-was tapi bagaimana bersahabat dengan BNNK Nunukan,” terang Kepala BNNK Nunukan.

Program proyeksi pos pelayanan P4GN oleh Anton Suriyadi Siagian direncanakan dibangun melalui akses darat di wilayah Perbatasan yakni daerah Kecamatan Sebuku dan Pulau Sebatik.

Menurutnya, Anton mengungkapkan rencananya di wilayah tersebut dikarenakan beberapa alasan yakni maraknya kasus penyalahgunaan narkoba serta jalur perbatasan yang sering dilakukan untuk peredaran narkoba.

“Pertama jalur akses di daerah Sebuku itu bisa diakses melalui jalur darat pulau Kalimantan, juga berbatasan langsung dengan Malaysia, kedua, tingginya penyalahgunaan di kedua daerah itu, ketiga, banyaknya jalur tikus yang tidak dapat dipantau oleh APH, keempat dikarenakan Sebuku dan Sebatik merupakan wilayah yang memiliki Desa terbanyak, kita ada mobil sosialisasi yang akan datang ke setiap desa untuk memberikan informasi dalam penyalahgunaan narkotika,” ungkap Anton.

Bersama dengan itu, Anton menyebutkan sejumlah pelayanan yang akan dilakukan pada pos P4GN diantaranya sosialisasi, layanan hingga informasi terkait rehabilitasi, pendeteksian dini, pengaduan dan surat keterangan hasil narkotika untuk masyarakat.

Namun, menurutnya pada layanan rehabilitasi hanya dilakukan pemberian informasi serta pemberlakuan akses rawat jalan, sedangkan untuk rawat inap dilakukan di Balai Rehab Kota Samarinda.

“Pelayanan tentu akan ada sosialisasi, rehabilitasi, dimana rehab rawat jalan dan rawat inap, tetapi untuk rawat inap tidak dilakukan di pos melainkan di balai rehab yang ada di Samarinda, dan juga pengetahuan tentang rehabilitasi untuk masyarakat, karena selama ini kebanyakan masyarakat mengetahui bahwa penyalahguna itu dipenjara padahal tidak, kita hadir untuk melakukan pengobatan dalam konteks rehabilitasi,” kata Anton.

Dibangunnya pos pelayanan P4GN, tentu tidak terlepas dari sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, dimana harus menjalankan program di pos tersebut dengan baik.

Terkait hal itu, Anton berharap kepada seluruh pegawai BNNK Nunukan dapat berdedikasi dalam menjalankan kinerja program pos.

“Kita harap kepada pegawai, mungkin seluruh keluarga pegawai berada di Nunukan tapi itu tidak menghambat langkahnya untuk mencapai karir yang diinginkan, tentu dedikasi yang kita harapkan, dimana value seorang pegawai dilihat dari itu,” imbuhnya.

Tak luput, harapan juga disampaikan untuk masyarakat, dimana turut hadir berperan aktif disaat program pos pelayanan P4GN terwujud nantinya.

“Harapannya masyarakat dapat berperan aktif yakni hadir di pos pelayanan untuk mendapatkan informasi ataupun pelayanan walau bukan jam kerja, lalu masyarakat lebih dapat mempertahankan diri agar tidak tergoda penyalahgunaan narkoba karena yang saya lihat selama ini, masyarakat disana sangat minim informasi dampak dari bahaya penyalahgunaan narkoba terutama untuk diri sendiri,” harap Kepala BNNK Nunukan.

Terakhir, Kepala BNNK Nunukan yang kerap disapa Pak Anton, menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah Kab. Nunukan untuk mendukung BNNK Nunukan, bukan hanya dalam bentuk bantuan anggaran tetapi membantu mengkampanyekan program BNNK Nunukan dalam P4GN di garda terdepan.

(nam/nam)