Tensi Tinggi dan Penuh Drama !, Lanto FC Juarai Turnamen Sepakbola Bupati CUP 2024

NUNUKAN – Salah satu rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Nunukan ke-25 yakni turnamen sepakbola Bupati CUP 2024 resmi ditutup di Stadiun Sei Bilal Nunukan, Minggu (21/07/2024) malam.

Turnamen yang sebelumnya dibuka pada 21 Juni lalu, kini resmi ditutup oleh Bupati Laura, dimana mempertemukan partai final antara Lanto FC berhadapan dengan Pongtiku FC.

Pada babak pertama, pertandingan berlangsung sengit hingga peluit tanda turun minum dibunyikan skor masih imbang 0-0.

Lalu pada babak kedua, perlawanan adu serang kedua tim berlangsung alot hingga akhirnya drama terjadi saat Lanto FC berhasil melesatkan gol pertama pada pertandingan tersebut.

Akibat gol tersebut, seluruh pemain dan official Pongtiku FC melayangkan protes keras terhadap wasit, dimana mereka menganggap gol itu kontroversial sehingga pertandingan sempat terhenti selama 15 menit.

Namun akhirnya, wasit yang bertugas menegaskan gol tersebut dan selang berakhirnya pertandingan Lanto FC kembali melesatkan gol, dimana akhirnya Pongtiku FC harus puas menempati posisi juara kedua dan menerima keunggulan Lanto FC dengan skor 2-0.

Bersama dengan itu, Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid memberikan selamat kepada sang juara dan juga semangat kepada tim yang belum berhasil.

“Saya ucapkan selamat untuk sang Juara, untuk yang belum berhasil jangan patah semangat, teruslah berlatih untuk hasil yang lebih baik, saya juga ucapkan terima kasih dan apresiasi untuk seluruh peserta yang telah bermain sportif pada seluruh pertandingan,” tutur Bupati Laura.

Tak lupa, Bupati Nunukan tersebut juga mengucapkan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara beserta stakeholder terkait yang turut mengsukseskan kegiatan turnamen sepakbola Bupati CUP 2024.

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara, para wasit, pihak keamanan, tim medis yang mana dalam 1 bulan ini telah bekerja keras mengawal pertandingan ini dengan baik,” terang Bupati Nunukan.

Ia berharap agar turnamen sepakbola Bupati CUP terus berlanjut di setiap tahunnya sebagai event rutin.

“Harapan saya semoga turnamen sepakbola Bupati CUP dapat terus berlanjut sebagai event tahunan dalam rangka prestasi dan mencari bibit-bibit unggul yang akan mewakili daerah kita pada event provinsi maupun nasional dalam hal olahraga sepakbola,” harapnya.

Sementara itu, dibalik euforia turnamen Bupati CUP 2024, sebuah berita duka datang dari dunia persepakbolaan Nunukan, dimana salah seorang pemain senior yang kerap disapa Bang Tahir, tutup usia akibat serangan jantung saat mengikuti pertandingan pada kategori U-40.

Berdasarkan hal tersebut, Bupati Laura menyampaikan rasa duka cita kepada mendiang dan keluarga Almarhum.

“Saya pribadi, keluarga dan mewakili pemda kab.Nunukan turut berduka cita dan semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan keikhlasan dan ketabahan,” imbuhnya.

Adapun berikut para juara, top skor, pemain terbaik turnamen sepakbola Bupati CUP 2024 pada kategori U-40 dan umum :

– U-40
1. U-38 A
2. U-38 B
3. Medica FC
4. Persalis FC
Master Of Legend – H. M. Tahir (Alm)
Top Skor – Hasri (Medica FC)

– Umum
1. Lanto FC
2. Pongtiku FC
3. Gapindo FC
Pemain Terbaik – Santoso (Lanto FC)
Top Skor – Irman (Perseto FC)

Tim Fair Play – Pongtiku FC
Penonton Terbaik – Mentari

“Kami Pimpinan Beserta Segenap Kru Radio Berandankri dan Media Berandankrinews.com Turut Berduka Cita yang Sedalam-Dalamnya kepada Almarhum H. M. Tahir, Semoga Amal Ibadah Beliau Diterima di Sisi Allah SWT dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan, Aamiin”.

(nam/nam)

Silaturahmi 4 Negara Serumpun, Pembukaan Iraw Adat Tidung Borneo Bersatu ke-3 Berlangsung Meriah

NUNUKAN – Bertempat di Rumah Adat Suku Tidung Impong De Lunas Insuai, Desa Binusan, Pergelaran pembukaan Iraw Adat Tidung Borneo Bersatu ke-3 berlangsung dengan meriah, Sabtu (20/07/2024) malam.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari tersebut juga merupakan salah satu rangkaian agenda HUT Kabupaten Nunukan ke-25.

Empat negara serumpun suku tidung yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina turut meramaikan acara dengan total sebanyak 2.500 tamu.

Selaku Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid mengatakan bahwa kegiatan pesta Iraw adalah agenda silaturahmi serta guna mempertahankan budaya adat suku tidung.

“Tentu tujuannya untuk bersilaturahmi dan juga bagaimana kita mempertahankan budaya adat suku tidung,” ujar Laura.

Lebih lanjut, Bupati Laura mengatakan selain itu, kegiatan ini menimbulkan efek domino dari sisi ekonomi dan pariwisata.

“Dari sisi ekonomi, kita menyaksikan bersama-sama tumpah ruah masyarakat, ada ribuan yang datang, bukan hanya dari Nunukan sendiri tetapi ada dari negara tetangga,” terang Bupati Laura.

Kemudian, Ia juga menambahkan bahwa kedepan agenda Iraw akan kita agendakan sebagai event rutin dengan anggaran APBD.

“Kedepan kegiatan Iraw ini akan kita lanjutkan terusmenerus setiap tahunnya agar menjadi event daerah dengan anggaran APBD, dan kita akan usahakan bagaimana Iraw ini bisa menjadi event Nasional,” tutur Laura.

Terlihat rangkaian pembukaan Iraw diwarnai dengan tari-tarian adat suku tidung dari sanggar tari lokal maupun mancanegara, hingga Bupati Laura bersama unsur Forkopimda pun turut menari pada tari Jepen massal dan tari Semajau.

Bersama dengan itu, selaku Ketua Pelaksana dan juga pemangku adat suku Tidung Nunukan, H. Surai menjelaskan makna dari event Iraw tersebut.

“Iraw itu artinya pesta rakyat atau perayaan, yang mana pada zaman dulu selalu diadakan disaat terdapat pesta panen raya ataupun acara-acara besar yang diadakan oleh kerajaan,” sebut H. Surai.

Menurutnya para peserta ataupun tamu undangan yang hadir bertambah dari tahun sebelumnya.

“Yang hadir itu sekitar 2.500 orang, dimana membludak dibandingkan dengan tahun lalu, dimana saudara-saudara kita datang apalagi yang di Malaysia itu bukan hanya di Sabah tetapi yang di Semenanjung juga turut hadir,” sebutnya.

Lalu, H. Surai juga menuturkan bahwa selama Iraw berlangsung, terdapat beberapa agenda yang akan digelar yakni tari-tarian, perlombaan hingga seminar budaya.

“Besok kita akan memulai dengan tari-tarian, lalu olahraga tradisional, perlombaan dan juga ada seminar budaya adat leluhur tidung, guna mempertahankan budaya adat suku tidung, dimana akan menghasilkan sebuah rekomendasi berbagai budaya yang musti dilestarikan.

Terakhir, Ia berharap kepada Pemda untuk memperhatikan gelaran kegiatan budaya adat serta berterima kasih kepada seluruh masyarakat adat yang hadir.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat bukan hanya dari suku Tidung tetapi suku lainnya juga yang turut hadir, tentu kami berharap kepada pemerintah baik itu daerah, provinsi ataupun pusat, dapat lebih memperhatikan kegiatan seperti ini, dikarenakan ini merupakan cerminan budaya kita bangsa Indonesia,” terangnya.

Selain Bupati Laura, turut hadir juga Wakil Bupati Nunukan, Hanafiah, unsur Forkopimda Kab.Nunukan, instansi vertikal Kab.Nunukan, pimpinan BUMN dan BUMD Kab.Nunukan, Ketua Adat Suku Tidung Sabah, Dato Sri Hj. Sahran dan Hj. Untai, Presiden Persatuan Pengamal Adat Sabah Sunduan Nabalu, Shalmon Sanangan, Ketua pertumbuhan Komunitas Adat Tidung Sabah, Datu Amra beserta rombongan, Pusat Latihan Guru Sekolah Adat Sunduan Nabalu, Hj. Kurnia, Ketua Majelis Adat Tidung Tausug Filipina, Dato Jatta beserta rombongan, rombongan Delegasi Tidung Brunei Darussalam, rombongan Delegasi Tidung Semenanjung Malaysia, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Rongka Sambulinggi, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta masyarakat yang memadati rumah adat Impong De Lunas Insuai.

(nam/nam)

FOPI Nunukan Gelar Turnamen Petanque Antar Pelajar

NUNUKAN – Turnamen Petanque antar pelajar tingkat Kabupaten Nunukan yang digelar oleh Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Nunukan. Turnamen resmi dibuka langsung Wakil Ketua KONI Nunukan, Faisal Aziz di lapangan Petanque SMAN 1 Nunukan, Rabu (17/6/2024). 

Ketua Panitia Sugiartono, S.Pd menyampaikan turnamen antar pelajar ini mengangkat tema ‘Satu Boka Sejuta Keluarga, Satu Bosi Sejuta Prestasi’. Total peserta yang ambil bagian sebanyak 17 orang. Kemudian, dari 17 peserta terbagi dalam empat pool dan berlangsung selama lima hari.

“Untuk peserta, ada beberapa sekolah, diantaranya. SMAN 1 Nunukan, SMAN 2 Nunukan, SMK, ada juga dari SMAN 1 Nunukan Selatan, SMAN 2 Nunukan Selatan bahkan ada pelajar SD yang terlibat dalam perlombaan ini”, ucap Sugiartono.

Lebih lanjut Sugiartono menjelaskan, pada turnamen petanque antar pelajar ini mempertandingkan kategori singel putra, putri. Dan semua peserta akan dipertemukan.

Untuk diketahui, olahraga petanque adalah salah satu cabang olahraga yang baru di Kabupaten Nunukan. Dengan digelarnya turnamen tersebut diharapkan olahraga petanque ini bisa familiar lagi di masyarakat sehingga bisa terus berkembang.

“Ini olahraga baru di Nunukan, semoga bisa familiar lagi di masyarakat sehingga makin banyak generasinya,” harapnya.

Meskipun cabor baru, Sugiartono tak menampik bahwa atlet petanque Nunukan sudah ada yang bermain hingga di kanca Nasional yang sudah bertanding di Bali.

“Beberapa atlet ada juga kami bawa ikut bertanding di open turnamen, bersaing dengan atlet dari Jawa Timur, Samarinda dan Bontang. Hanya saja kami tembus di 8 besar saja,” terangnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Nunukan, Sularno, S.Pd, menyambut baik penyelenggaraan pertandingan ini. Karena para peserta dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi. Selanjutnya, dapat menjadikan cabor petanque ke depan menjadi lebih baik di Kabupaten Nunukan.

“Sebagai tuan rumah, kami dari pihak sekolah tentunya sangat mendukung kegiatan ini. Semoga para peserta lebih sukses, mantapkan prestasinya sehingga atlet cabor petanque Nunukan bisa kejenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Wakil Ketua KONI Nunukan Faisal Aziz yang membuka secara resmi turnamen petanque tingkat pelajar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FOPI Kabupaten Nunukan yang telah berupaya mencari bibit atlet potensial usia sekolah atau pelajar untuk regenerasi atlet petanque Kabupaten Nunukan.

“Melalui turnamen petanque ini, dapat menjadi langkah nyata bersama untuk lebih memicu majunya olahraga petanque di daerah. Mengingat olahraga ini merupakan olahraga baru yang belum begitu banyak dikenali dan digemari oleh masyarakat,’ tutupnya.

(tim)

Puluhan Wartawan Siap Berlaga di Porwakab ke-I PWI Nunukan

NUNUKAN – Puluhan wartawan dari berbagai media di Nunukan dipastikan bakal ikut berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Kabupaten (Porwakab) ke-1 yang diselenggarakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan.

Dua cabang Olahraga yang dipertandingkan yakni Badminton dan Futsal secara resmi akan diselenggarakan pada, 12 hingga 14 Juli 2024 mendatang.

Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah mengatakan, bahwa sejauh ini persiapan pelaksanaan Porwakab pertama di Nunukan dan Kaltara itu telah mencapai 90 persen. Di mana, Kamis (11/7/2024) pihak panitia penyelenggara telah melangsungkan Technical Meeting (TM) dengan menghadirkan pengurus dan komisi wasit baik dari Persatuan Badminton Seluruh Indonesia (PBSI) Nunukan dan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Nunukan.

“Kita sudah memberikan pemahaman kepada setiap peserta agar pelaksanaan Porwakab pertama ini dapat berjalan dengan fair play, profesional dan yang tidak kalah penting adalah terwujudnya rasa kebersamaan serta kekeluargaan sesama wartawan,” ujar Alamsyah.

Dikatakan Alamsyah, kegiatan Porwakab ke-I PWI Nunukan ini juga mendapat dukungan penuh dari PBSI Nunukan, AFKAB Nunukan serta Komisi Wasit Nunukan. Di mana, tiga organisasi tersebut juga turut terlibat dalam pelaksanaan Porwakab ke-I, baik pra even, pelaksanaan even maupun pasca even nantinya.

“Tentu kita berharap teman-teman peserta yang sudah terbagi di bagan pertandingan pada TM, dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kami juga ingin berterima kasih kepada PBSI, AFKAB dan Komisi Wasit yang sudah terlibat langsung dalam TM kita serta berkontribusi menyusun bagan pertandingan juga,” ujarnya.

Ketua PWI Kaltara Nicky Saputra menyampaikan apresiasinya kepada jajaran PWI Nunukan yang telah secara aktif terlibat dalam kegiatan keolahragaan khususnya mematangkan persiapan sejumlah atlet SIWO yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV di Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatang.

“Tentu ini langkah yang baik atas inisiatif dan gebrakan program teman-teman di PWI Nunukan. Kami di PWI Kaltara tentu sangat mengapresiasi kinerja teman-teman. Terus bangun sinergitas yang baik dengan semua pihak terutama dengan KONI Nunukan sebagai induk organiasi olahraga di Nunukan,” ucap Nicky.

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Kaltara, Eliazar Simon juga turut menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Porwakab ke 1 Nunukan ini. Dia berharap agar semua peserta Porwakab bisa menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.

“Kami di SIWO PWI Kaltara mengapresiasi SIWO PWI Nunukan yang sudah menggelar Porwakab. Dengan sudah menggelar kegiatan, maka SIWO PWI Nunukan sudah mulai menunjukkan eksistensi sebagai bagian dari PWI Nunukan dan sebagai anggota fungsional di KONI Nunukan. Apalagi SIWO PWI Nunukan belum setahun terbentuk. Semoga digelarnya Porwakab menjadi cikal bakal bagi SIWO PWI Nunukan untuk lebih aktif berkegiatan, ujarnya

Dia juga berharap Porwakab yang diselenggarakan juga bisa menjadi ajang persiapan bagi PWI Nunukan untuk mendukung penyelenggaraan Porwanas maupun Porwada II Kaltara nantinya.

Terpisah, Ketua Panitia Pelaksanaan Powarkab ke-I PWI Nunukan Asrullah menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil TM untuk Cabor Badminton akan menurunkan tiga cabang pertandingan yakni, Tunggal Putri dengan enam orang peserta, Tunggal Putra dengan 13 orang peserta dan Ganda Putra 10 pasangan.

Sementara untuk Futsal sendiri telah dibagi dengan tiga tim, di mana setiap timnya akan diisi oleh delapan hingga sembilan pemain.

“Jadi untuk Futsal dengan jumlah komposisi pemain kita hanya buka tiga tim. Sementara untuk Badminton kita buka tiga cabang pertandingan juga yakni, Tunggal Putri, Tunggal Putra dan Ganda Putra,” beber Asrullah.

Asrullah berharap, setiap tim tetap mentaati setiap aturan dan prosedur jalannya pertandingan sehingga pelaksanaan Porwakab ke-I ini dapat berjalan dengan baik, tanpa adanya kendala sedikit pun.

“Semoga pelaksanaan besok (Jumat, 12/7/2024) bisa berjalan dengan baik, dan semua teman-teman dapat memberikan pertandingan yang menarik sehingga Powarkab ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan keakraban sesama insan pers di Nunukan,” pungkasnya.

(Tim)

Kontingen Cabor Karate Kab.Nunukan Sabet 4 Medali Pada O2SN Kaltara Tingkat SD dan SMP

TARAKAN – Atlit siswa cabang olahraga (Cabor) Karate kontingen kabupaten Nunukan berhasil meraih 2 medali emas dan 2 perak pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kalimantan Utara (Kaltara) tingkat SD dan SMP yng diselenggarakan di kota Tarakan, Kamis (11/07/2024).

Pada hari sebelumnya, perhelatan olimpiade resmi dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Kaltara, Drs. Teguh Henri Susanto bersama dengan seluruh atlit kontingen kabupaten/kota se-Kaltara di SMA 1 Tarakan.

Adapun peraih medali emas tersebut diantaranya atlit siswa putra tingkat SD yakni Gian Alexis Gracio berasal dari SD Negeri 003 Nunukan dan tingkat SMP Putra, Kazuya Aqilah Ryuu asal sekolah SMPN 1 Nunukan.

Sedangkan peraih medali perak yaitu atlit siswa putri tingkat SD atas nama Yunika Belly asal sekolah SDN 001 Nunukan Selatan dan pada tingkat SMP, Rafikawati dari SMPN 1 Nunukan Selatan.

Selaku anggota pengurus Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) kab.Nunukan, Rohtania menyampaikan bahwa seluruh siswa atlit cabor karate kontingen Nunukan berhasil mendapatkan medali.

“Kita berhasil dapat 4 medali, dimana pada putra dapat 2 emas dan putri 2 perak, jadi seluruh siswa ataupun atlit kita yang ikut, semuanya mendapatkan mendali,” kata Rohtania.

Penilaian O2SN Kaltara tingkat SD dan SMP cabor Karate dilakukan dengan akumulasi keseluruhan nilai dari kategori “Kata” dan “Kumite”.

Berdasarkan hal itu, Rohtania menyebutkan jumlah nilai yang didapatkan oleh atlit siswa cabor Karate kontingen kab.Nunukan.

“Kalau untuk yang emas, Gian berhasil unggul dengan total nilai 14 unggul 2 poin dari peringkat 2, lalu Kazuya dengan total poin sama yakni 14,” sebutnya.

“Untuk perempuan, tingkat SD, Yunika Belly dengan total poin 6 tertinggal jauh dari peringkat 1 dengan poin 20, kemudian tingkat SMP, Rafikawati dengan poin 6 juga,” sambungnya.

Lebih lanjut, anggota pengurus FORKI kab.Nunukan tersebut menjelaskan bahwa 2 atlit siswa dari Nunukan berhasil lolos seleksi O2SN Nasional dengan raih medali emas.

“Atlit siswa yang mendapatkan emas, Gian dan Kazuya dipastikan lolos seleksi Nasional untuk O2SN tingkat SD dan SMP nantinya,” ucap pengurus FORKI Nunukan tersebut.

Berikut daftar para peraih medali cabor Karate O2SN tingkat SD dan SMP Kaltara :

– SD Putra
1. Gian Alexis Gracio (SDN 003 Nunukan)
2. Arnoldus Nanga (SDN 034 Kampung Bugis)
3. Syawal Alhafiz (SDN 001 Bunyu)

– SD Putri
1. Juliana Matruty (SDN 014 Gunung Belah)
2. Yunika Belly (SDN 001 Nunukan Selatan)
3. Naadira Adizah Mumtaza (SDN 006 Tanjung Palas)

– SMP Putra
1. Kazuya Aqila Ryuu (SMPN 1 Nunukan)
2. Rakasiwi Ezar Rivano (SMPN 9 Tarakan)
3. Guntur Gunawan (SMPN 6 Tana Tidung)

– SMP Putri
1. Claudia Erpa Tonapa (SMPN 9 Tarakan)
2. Rafikawati (SMPN 1 Nunukan Selatan)
3. Alethea Queen (SMPN 1 Malinau Kota)

(*)