Nunukan-Adanya Pembayaran Nota tagihan barang non dokumen yang dikeluarkan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Nunukan tahun 2019.
Rencananya akan direvisi atau diubah kembali pihak pelindo dari Nota tagihan Non dokumen menjadi Nota tagihan Perpaket.
Manager Operasional Pelindo IV Nunukan, Damsi saat mengklarifikasi kembali terkait Nota tagihan non dokumen tersebut.
“Kalau orang berpendapat lain tentang nota tagihan non dokumen itu, Nanti kita akan rubah kembali nota tersebut menjadi terpaket bukan lagi non dokumen dan bulan depan kita pastikan sudah terganti,” kata Damsi, Senin (19/8/19).
Lanjutnya, ini juga nanti akan kita laporkan ke kantor pusat harus dirubah, saya juga sudah sampaikan ke GM terkait ini harus dirumah namanya namun tagihan tetap.
Dia juga mengatakan terkait barang non dokumen untuk pelindo di sub-sub bagian sudah ada dikategorikan, baik barang yang berdokumen atau non dokumen.
“Barang yang non dokumen itu seperti barang dari kapal dimuat ke truk, ini yang perorangan,” ungkap Damsi. (Red)
Nunukan-Apel Sinergitas kenal pamit Komandan Lanal Nunukan di Lapangan Tribrata Polres Nunukan, Polda Kaltara, Senin (19/8/2019).
Apel Sinergitas di ikuti Pasukan dan personil gabungan perwira Lanal dan Polres satu pleton, gabungan pleton Bintara dan Tamtama Lanal Nunukan, Staf Polres Nunukan, Lantas Nunukan, Reskoba , Reskrim , Intel, serta Brimob kompi C.
Pejabat Komandan Lanal lama Letkol Laut( P) M. Machri Mokoagow, MM. M.Tr Hanla dan Komandan Lanal yang Baru Letkol Laut (P) Anton Pratomo, SE, M Tr Hanla sebelum naik di mimbar Apel mendapat Pengalungan Bunga dari Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Sik, MH.
Bertindak sebagai Komandan apel Danki Brimob Kompi Pelopor Iptu Budi Utomo, Inspektur Apel Sinergitas tiga Pejabat, Kapolres Nunukan, Dan Lanal Lama dan Dan Lanal Baru berdiri satu Mimbar Upacara.
Dalam Amanat Apel Sinergitas Sambutan Pertama disampeikan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Trusay, Sik.MH menuturkan bahwa, hubungan yang Harmonis yang terus di jalin Antara KAPolres denganDanv Lanal Lama Letkol Laut Machri Mokoagow menunjukkan Soliditas selama 9( sembilan ( bulan saya menjabat, boleh di kata Kantor Polres Ini juga Kantor nya Pak Dan Lanal, jadi saya berharap Dan Lanal yang Baru LetKol Laut Anton PRATOMO tidak Sungkan- sungkan untuk datang ke Polres, “Tutur Kapolres
Sambutan Kedua disampaikan Danlanal lama Letkol Laut (P) M. Machri Mokoagow mengatakan, terkesan dengan acara Apel Sinergitas dalam rangka kenal pamit ini terjadi selama kepemimpinan Kapolres AKBP Teguh Triwantoro, Sik, MH.
Dia juga bersyukur selama Dinas di Nunukan hubungan dengan Polres sangat Harmonis, bahkan kerja keras selama pelaksanaan Pilpres dan pileg Polri dan TNI sangat Solid sehingga wilayah Kaltara khususnya kabupaten Nunukan merupakan Wilayah teraman dalam penyelenggaraan Pemilu serentak.
Pada kesematan itu, ketiga disampaikan Komandan Lanal Baru Letkol Laut (P) Anton Pratono, SE, M.Tr Hanla, menuturkan Saya akan meneruskan hubungan antara Lanal dengan Polres yang sudah Harmonisasi ini dan saya cukup senang karena bisa ketemu dengan Kapolres.
“Beliau leting saya angkatan 99, saya akan sering berkunjung ke Mapolres Nantinya,” Tutur Letkol Anton
Usai Apel Sinergitas Di lanjutkan dengan foto bersama antara Kapolres, Danlanal lama dan yang baru.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama seluruh personil gabungan lanal, Polres dan Brimob kompi Pelopor. (Humas)
Nunukan-Pembukaan lomba peringatan HUT RI ke-74 sekaligus perayaan HUT Desa Binusan Ke 16.
Kegiatan HUT RI digelar secara bersamaan dengan HUT Desa Binusan yang di buka langsung Kepala Desa Binusan, Rudi Hartono di lapangan olahraga Sei Fatimah, Minggu (18/8/2019) kemarin.
Pembukaan tersebut dimeriahkan pesta Rakyat, mulai dari Pemotongan Tumpeng dan beberapa tarian daerah dari Sanggar Busak Malay, kreatifitas Anak SDN 009 dan persatuan bela diri Pagar Nusa. Acara tersebut di hadiri langsung mantan Kepala desa Binusan, M Untung, Babinsa, Babhinkamtibmas dan para tokoh masyarakat.
Adapun kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Dengan semangat proklamasi 17 agustus 1945, Mari kita semangat menumbuhkan rasa jiwa sosial terhadap generasi pemuda pemudi untuk desa Binusan yang lebih maju’.
Dalam sambutan Kepala desa Binusan, Rudi Hartono mengatakan bahwa dalam rangka HUT RI ke – 74 ini Pemerintah Desa Binusan sangat menginginkan kepada seluruh Masyarakat Sei Fatimah dan Binusan serta seluruh peserta turnamen, untuk mensukseskan pesta rakyat dengan mengikuti acara perlombaan yang disediakan Karang taruna Serumpun Desa Binusan.
Dengan menjunjung tinggi sportifitas, tentu acara ini daat berjalan dengan tertib, aman dan damai, tutur Rudi
“Marilah kita bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk ikut berjuang membangun bangsa dan negara dengan berjiwa Patriotisme dan Nasionalisme,” katanya.
Pada akhir sambutan, kepala Desa Binusan resmi membuka perayaan HUT Republik Indonesia ke 74 sekaligus hari ulang tahun desa Binusan ke 16 tahun.
“Dengan ini saya buka perayaan HUT RI ke 74 sekaligus hari jadi Desa Binusan ke 16 tahun, Bismillahirohmanirohim acara ini resmi di buka,” ucap Rudi Hartono.
Pada kesempatan pembukaan lomba, ketua panitia, Ajeng Firginia Nandari mengatakan bahwa, beberapa perlombaan yang kami adakan yaitu, Tarik Tambang, makan kerupuk, lari karung, dan pukul balon.
Selain itu, kata Ajeng, kita juga adakan lomba game pubg, Sepak bola, volly ball dan bulu tangkis.
“Kegiatan ini kita laksanakan mulai hari ini sampai bulan depan karena menunggu sepak bola, kemungkinan tiga minggu kedepan,” ujarnya.
Dia berharap dengan kegiatan perayaan HUT kemerdekaan RI Ke 74, semoga menjadi ajang silahturami, meningkatkan rasa nasionalisme terhadap pemuda-pemuda yang ada di desa Binusan.
“Tetap menjaga sportifitas dalam perlombaan dan juga terus menjaga kekompakan,” tandasnya. (Red)
Nunukan-Dalam HUT Republik Indonesia ke 74 , Lapas Klas II B Kabupaten Nunukan memberikan remisi kepada 463 Warga Binaan Lapas.
Kepala Lapas Klas II B Nunukan, Pujiono Slamet mengatakan, Jumlah Warga Binaan Lapas Klas II B Nunukan saat ini berjumlah 1.123 orang yang terdiri dari tahanan 238 orang dewasa, 12 orang perempuan dan satu anak, sedangkan jumlah warga binaan atau narapidana 776 orang dewasa, 86 Wanita dan 10 Anak.
“Dari Narapidana yang berjumlaj 872 itu yang mendapatkam remisi sebanyak 463 orang, terdiri dari kasus narkoba 257 orang, pidana umum 206 orang,” ungkap Pujiono.
Sedangankan yang mendapatkan RU-1 atau Remisi tidak bebas yang berkisaran dari 1-5 bulan sebanyak 455 orang dan yang mendapatkan RU-2 atau langsung bebas sebanyak 8 orang, jelasnya.
“Mereka yang bebas telah berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan baik kepribadian dan kemandirian yang ada dilapas ini secara aktif turut serta dan memenuhi persyaratan perundang-undangan,” tandas Pujiono. (Red)
Nunukan- Upacara Hari proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Porsas, Sabtu (17/8/2019) pagi tadi, dilangsungkan secara mendadak oleh warga dari RT 18, 15,16 dan 21 Kelurahan Nunukan Timur.
Hal tersebut dibenarkan oleh ketua RT 18, Hasanuddin Conding, bahwa upacara proklamasi tersebut dilaksanakan secara mendadak.
“Kegiatan ini secara dadakan dilakukan, ini permintaan masyarakat kemarin mereka yang merancang dan memberikan usulan. Karena kemauan mereka, ini kita laksanakan apa adanya,” ujar Hasanuddin.
Seperti yang kita lihat tadi, pemasangan banner baru dirikan, gladi bersih baru dilakukan, jadi sangat dadakan, kata Hasan.
Meskipun secara dadakan, Dia berharap kedepannya kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahunnya. “Kita berharap upacara seperti ini Masyarakat lebih peduli lagi,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga, dr. Jamri Pranata menuturkan, sebagai masyarakat saya melihat antusias dan anomi Masyarakat sangat besar.
“Apapun itu kita akan dukung, walaupun Pemerintah juga kurang menyentuh, tapi karena Masyarakat ini juga pengen merasakan upacara atau merasakan hari kemerdekaan ini dengan meriah ditingkat Rt,” kata Jamri.
Disini masyarakat yang datang ada dari beberapa rt untuk melaksanakan upacara kurang lebih 100 orang dan itu sangat membuktikan masyarakat ini masih punya rasa cinta terhadap tanah air, tuturnya.
Menyoal tentang pemerintah kurang menyentuh, Jamri menjelaskan jika jaman dulu setiap 17 agustus pasti meriah, sejak masih kecil dulu ada namanya lapangan Poran.
“Jadi ini rohnya hilang, tempat permaian atau tempat berkumpul masyarakat Nunukan itu sudah tidak ada, itu yang saya katakan hilang,” jelas Jamri.
Lanjut Jamri, dulu sempat pindah ke Tanah Merah tetapi hilang juga, sekarang tidak tahu kemana sudah masyarakat.
“Semangat kita mengebu-gebu tetapi fasilitas yang berkurang, masyarakat tidak tahu mau kemana cari hiburan. Kalau dikota besar orang bilang lahan untuk bermain sudah tidak, di Nunukan pun sama demikian, jadi tolong jika pemerintah mendengar bisa dipikirkan bahwa kita tidak membutuhkan taman dan tuguh tetapi kita butuh tempat berkumpul dan bermain,”ungkap Jamri. (Red)