Terima Audiensi PT PLN EG, Gubernur Siap Resmikan Regasifikasi LNG di Tarakan

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Abdul Muis, S.H., M.Sc., menerima audiensi PT PLN Energi Gas (PLN EG) di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (7/10) malam.

Gubernur Zainal menyambut baik lawatan Plt. Direktur Utama PT PLN EG, Edwin Bangun beserta jajaran dalam rangka meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus meresmikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG (Liquefied Natural Gas) di Tarakan.

“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya proyek regasifikasi yang dilaksanakan di Kota Tarakan dan telah berkontrak dengan PT Kayan LNG supaya suplai gas ini lancar kedepannya,” buka Gubernur Zainal.

Dalam proyek tersebut, pihak PT PLN EG menunjukkan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyerapan tenaga lokal yang total pekerjanya berjumlah 39 orang, 25 orang diantaranya merupakan tenaga kerja lokal.

“Termasuk penggunaan tenaga kerja lokal saya apresiasi juga, karena telah membantu pemda dalam mengurangi angka pengangguran di Tarakan,” bebernya.

Rencananya peresmian fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG akan dilaksanakan tanggal 13 Oktober 2025 mendatang, dan akan menjadi langkah kongkret antara Pemerintah Daerah Kaltar dan PT PLN EG dalam pemerataan energi listrik di Bumi Benuanta.

“Saya sampaikan terima kasih atas pembangunan fasilitas yang cukup membantu masyarakat Kaltara khususnya masyarakat Tarakan, sukses terus dan mari kita berkolaborasi serta bersinergi untuk hal-hal yang baik bagi masyarakat Kaltara,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Gubernur Zainal telah lama menyatakan dukungannya terhadap upaya PT PLN melakukan transisi energi dari bahan bakar minyak ke gas. Hal ini diharapkan dapat memenuhi pasokan listrik yang ada di Tarakan dan akan berlanjut ke daerah lainnya di Kaltara.

(dkisp)

Festival Budaya Irau ke-11 dan Hari Jadi Malinau ke-26, Wagub Harapkan Malinau Menjadi Tonggak Pembangunan di Kaltara

MALINAU – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si hadiri prosesi adat Timug Pensaluy oleh tetua adat Tidung untuk menyambut tamu mengawali rangkaian acara seremonial pembukaan Festival Budaya Irau Malinau ke-11 dan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Malinau Tahun 2025, di Lapangan Padan Liu Burung (7/10) pagi.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekretaris Badan Nasional Perbatasan Republik Indonesia Komjen Pol Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE., M.H., Wakil Bupati Malinau Jakaria, SE., M.Si., Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, SE., MM., Bupati Kabupaten Tana TIdung Ibrahim Ali, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi maupun Kabupaten serta tokoh adat, pemuda dan agama.

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Festival Budaya Irau ke-11 yang rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 7 hingga 26 Oktober 2025 ini.

“Selamat Ulang Tahun ke-26 kepada Kabupaten Malinau. 26 tahun bukan waktu yang singkat, dalam rentang waktu tersebut Malinau telah tumbuh menjadi Kabupaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing di perbatasan serta menjadi bagian penting dalam pembangunan di Kaltara” ucap Wagub Ingkong.

Wagub menekankan acara ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi wujud nyata masyarakat Malinau dalam melestarikan budaya dan kearifan local yang telah menjadi identitas kuat di Bumi Intimung ini.

Lebih lanjut, menurutnya Festival Budaya Irau ini bukan hanya sekedar pesta budaya, tetapi bentuk penghormatan bagi warisan leluhur dan perayaan atas keberagaman yang menyatukan masyakarat terkhusus di Malinau dan Kaltara secara umum.

Mengusung tema “Malinau: Negeri Sang Pengendali Air, Kaltara Terang, No Indonesia Gelap” dan subtema “Dari Malinau Menyala Harapan Menuju Kaltara Maju, Indonesia Emas”, festival ini mengandung pesan semangat bahwa dari Malinau, cahaya harapan untuk masa depan Kaltara dan Indonesia.

“Festival ini menjadi ruang promosi potensi wisata dan kekayaan budaya daerah serta media memperkenalkan Malinau ke tingkat nasional maupun internasional sebagai wilayah perbatasan yang kaya dan harmoni” tutup Ingkong.

Diiringi oleh cuaca yang bersahabat, acara ini menampilkan tarian kolosal yang diikuti oleh seribu (1000) penari, di bagian akhir prosesi tari masal ini diiringi juga oleh Grup Band Slank asal Jakarta di rencanakan malam ini akan tampil untuk menghibur warga Malinau.

(dkisp)

Gubernur Ajak Masyarakat Kaltara Dukung Pembangunan Sekolah Garuda

Gubernur Ajak Masyarakat Kaltara Dukung Pembangunan Sekolah Garuda

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang, SH., M.Hum menyatakan Peluncuran Skolah Garuda adalah langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya di provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia ini.

“Peluncuran Sekolah Garuda baru ini adalah bukti nyata komitmen kita semua dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, terlebih di daerah-daerah yang mungkin sulit dijangkau,” kata Gubernur dalam acara Pengenalan Program Sekolah Unggulan Garuda berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Kaltara, Rabu (8/10).

Dia menyebutkan program Sekolah Garuda ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk penyeimbangan dan perluasan akses berprestasi serta akselerasi pengembangan talenta sains dan teknologi Indonesia sesuai Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Sekolah Garuda merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat dan program strategis nasional yang tertuang dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Gubernur Zainal mengajak seluruh pihak terkait, mulai dari orang tua, guru, serta masyarakat setempat untuk bersama-sama mendukung perkembangan pendidikan di daerah ini.

“Mari kita jadikan Sekolah Garuda ini sebagai tempat yang mendorong semangat belajar dan membentuk karakter yang tangguh pada anak-anak kita, untuk mewujudkan Provinsi Kalimantan Utara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Kaltara dan jajarannya, karena akan dibangun Sekolah Unggul Garuda dan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kaltara.

“Di perbatasan tanah air ini kita berharap anak-anak tidak lagi mengagumi tetangganya tetapi mengagumi negerinya sendiri. Insyaallah semua mata akan berpaling ketempat ini, karena ini adalah sekolah yang betul-betul andal. Sekolah Rakyat bukan main hebatnya apalagi Sekolah Garuda.,” ujarnya.

Menag Nasaruddin menegaskan Sekolah Garuda ini diperuntukkan untuk pemimpin-pemimpin bangsa masa depan. “Karena yang masuk di sekolah ini akan di kaderisasi betul agar bisa menembus perguruan tinggi terkemuka di dunia, seperti Harvard University,” pungkasnya.

Acara dirangkaikan dengan penampilan konsep (Showcast) denah dan rancangan pembangunan Sekolah Unggul Garuda, lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon lokal di lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda di area Kota Baru Mandiri (KBM).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Dirjen Sains dan Teknologi,, Kemendikti Saintek, Prof Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Hj. Rahmawati Zainal A. Paliwang, S.H., Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kaltara, Herman SH dan Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., Ketua DPRD Provinsi Kaltara H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md, jajaran unsur Forkopimda Provinsi Kaltara dan jajaran kepala OPD Pemprov Kaltara.

(dkisp)

SMSI, Gerakan Kolektif Menjaga Marwah Pers Digital

JAKARTA-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bukan sekadar wadah organisasi, tetapi gerakan kolektif untukmenjaga marwah pers nasional di ranah digital.

Demikian Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., Guru Besar Bidang Hukum Kebijakan Publik yang juga Ketua Dewan Pembina SMSI dalam sambutannya ketika membuka dialog nasional bertema “Media Baru: Peluang dan Tantangannya”.

Dialog nasional yang mengambil tempat di Kantor SMSI Pusat, Jalan Vereran, Jakarta, dan diperluas dengan aplikasi zoom berlangsung Selasa, 7 Oktober 2025.

“Kita ingin memastikan transformasi media berjalan dengan etika, akurasi, dan keberpihakan pada
kebenaran serta kepentingan publik,” kata Harris Arthur Hedar dalam pembukaan dialog.

Hadir sebagai pembicara selain Ketua Umum SMSI Firdaus, juga Ketua Dewan Pakar SMSI, Prof. Yuddy Chrisnandi, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, dan pembicara lainnya seperti Dr. Abraham Samad, Prof. Henry Subiakto, Hersubeno Arif, dan Ilona Juwita,

Menurut Ketua Dewan Pembina Harris, SMSI harus terus berupaya:
⁃ Mendorong literasi digital bagi
masyarakat dan ekosistem media,
⁃ Memperjuangkan perlindungan hukum bagi jurnalis dan perusahaan media siber, serta.
⁃ Meningkatkan kompetensi teknologi dan bisnis media.
⁃ Menjaga sinergi dengan pemerintah, Dewan Pers, dan pemangku kepentingan lainnya.

“ Saya berharap dialog ini melahirkan pemikiran tajam dan rekomendasi konkret, baik untuk SMSI sendiri maupun bagi dunia media siber Indonesia,” tuturnya.

Tentu yang juga sangat penting bagaimana kita menghadapi derasnya konten user generated, algoritma platform global, serta tantangan etik dan hukum. Bagaimana media siber tetap menjadi watchdog demokrasi sekaligus adaptif terhadap perkembangan industri.

“Kita harus menjadikan SMSI rumah besar bagi media siber yang kredibel, berdaya, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Akhir kata, saya mengapresiasi kerja keras
panitia, Dewan Pakar, dan seluruh pengurus SMSI atas penyelenggaraan forum penting ini.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai pijakan memperkuat kualitas media siber Indonesia, agar
tetap tangguh, adaptif, namun tidak kehilangan jatidiri dan tanggung jawab sosialnya.

Terkait tema yang dipilih dalam dialog ini, bagi SMSI yang mempunyai ribuan perusahaan media siber, fenomena ini menghadirkan dua sisi.

Pertama peluang besar untuk memperluas jangkauan, mempercepat distribusi informasi,dan memperkuat demokratisasi pengetahuan.

Dan kedua, tantangan serius berupa arus disinformasi, hoaks, polarisasi opini, serangan siber, dan tekanan model bisnis media yang terus berubah.

Sebagai Dewan Pembina, saya memandang, Dialog Nasional ini menjadi momentum penting bagi SMSI untuk memperkuat kapasitas strategis media siber Indonesia, agar tetap independen, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di era platform digital global.

(*)

Wakili Bupati, Plt. Sekda menghadiri Upacara HUT TNI Ke – 80 Jabbar : Selamat Ulang Tahun TNI, TNI Lahir dari Rakyat Untuk Rakyat 

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan Plt. Sekda Kabupaten Nunukan, Ir. Jabbar bersama Forkopimda Nunukan mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Makodim 0911 Nunukan, Minggu (5/10/2025).

HUT TNI Ke-80 ini mengusung tema “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju”,

Dalam upacara tersebut Komandan Satgas Pamtas RI – Malaysia Letkol. (Kav) Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P., M.I.P bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara adalah Kapten (Kav). Yudika Anggoro Putra.

Seusai upacara, Jabbar menyampaikan Dirgahayu TNI yang ke-80 tahun 2025. “Kita tahu bahwa TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI lahir dari Rakyat dan untuk rakyat,” kata Jabbar.

Sementara dalam Amanat Panglima TNI yang dibacakan Inspektur Upacara menegaskan bahwa tema hari ulang tahun pada peringatan kali ini mencerminkan tekad TNI untuk menjadi kekuatan pertahanan negara yang Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA) dalam menghadapi dinamika global dan tantangan masa depan.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juge menegaskan 5 pesan penting bagi seluruh prajurit dan ASN TNI, yaitu memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, menjaga soliditas dan kemanunggalan dengan rakyat, meningkatkan kewaspadaan, menjunjung tinggi integritas, serta melaksanakan tugas dengan keikhlasan demi kepentingan bangsa dan negara.

(PROKOMPIM)