Baznas Melalui Unit Pengumpulan Zakat Launching Program “Satu RT Satu Amil

NUNUKAN – Bertempat di halaman kantor kelurahan Nunukan Timur, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) gelar program “Satu RT Satu Amil” bersama dengan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVIII 2023 tingkat Kecamatan Nunukan, Jumat (17/02/2023) malam.

Seperti diketahui zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Mewakili Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M., Ph.D, Kabag Kesra Setda, H. Tuwo mengatakan bahwa “Gerakan ini pertama kali dinunukan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat melalui inovasi ini para pembayar zakat akan memilki akses yang lebih mudah” ujar Tuwo.

Bersama dengan itu, ketua Baznas Kab. Nunukan, Ustadz H. Zahri Fadli, menyampaikan “Alhamdulillah, camat Nunukan melakukan inovasi yang sangat cemerlang, melalui UPZ yang mana adalah sayap dari pusatnya yakni Baznas melaunching program ‘Satu RT Satu Amil’ dimana menjadikan kemudahan dalam berzakat, juga potensi nunukan itu sangat besar salah satu contoh masyarakat kecamatan Nunukan dengan rumput lautnya yang besar, misalkan 1 ton, seratus ribu berbagi bisa menjadikan 500 juta per bulan untuk zakat” ucap Fadli.

 

Terlihat gelaran dihadiri oleh kepala bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda, H. Tuwo mewakili Bupati Nunukan, Camat Nunukan, Hasan Basri S.I.P, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nunukan, Ustadz H. Zahri Fadli, Polres Nunukan, Danlanal Nunukan yang diwakili Palaksa, Dandim 0911/Nunukan diwakili oleh Danramil, Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 621/Manuntung, unsur FORKOPIMDA, FORKOPIMCAM, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nunukan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nunukan, Ketua Dewan Masjid Indonesia Nunukan, Kepala Pelaksana Bencana Daerah Nunukan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Nunukan, para Lurah dan Kades se-kecamatan Nunukan, Tim Penggerak PKK kecamatan dan kelurahan, serta kafilah MTQ.

(Ika/Dhin)

Pangkas Biaya Tinggal 440 Ribu Rupiah Saja, Program Bantuan Sambungan Air PDAM Diluncurkan di Setabu

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menghadiri acara Sosialisasi Pengembangan Sambungan Rumah Bantuan Tarif dan Kemudahan Pembayaran Tagihan Air Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan. Sosialisasi tersebut digelar di Kantor Desa Setabu, Sebatik Barat, Jumat (17/02).

Tampak turut hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara H. Andi Muhammad Akbar, Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan sekaligus Dewan Pengawas PDAM Serfianus, Forkopimda Nunukan, Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Masdi, anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Hj. Nikmah, Kepala Dinas PU Abdi Jauhari, Kepala Desa Setabu Rambli serta masyarakat Desa Setabu.

Bupati Laura pada sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara tersebut sebagai wujud nyata dari komitmen pemerintah bersama Perumda Tirtataka Nunukan untuk pemenuhan air bersih di Pulau Sebatik khususnya di Kecamatan Sebatik Barat.

Selanjutnya, Laura mengatakan bahwa masalah air bersih merupakan salah satu hal yang penting bagi kehidupan, dimana setiap hari dibutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya.

Disamping itu, pemerintah Kabupaten Nunukan sangat memperhatikan akan kebutuhan air bersih masyarakatnya dengan senantiasa berkomitmen dan berusaha meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait air bersih. Pemerintah juga terus berusaha meningkatkan kapasitas melalui pembangunan embung dan IPA untuk mencukupi kebutuhan air bersih warganya.

Menurut Laura, masyarakat Sebatik, khususnya di Kecamatan Sebatik Barat dan Desa Setabu patut bersyukur dengan adanya program ini, karena melalui upaya pemasangan sambungan PDAM di wilayah tersebut masyarakat mendapatkan manfaat yang maksimal serta kualitas kesehatan dapat lebih meningkat.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Perumda Tirtataka atas kinerja baiknya selama ini dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, terutama yang ada di Pulau Sebatik sehingga kebutuhan masyarakat akan air bersih bisa tercukupi. Saya berharap dukungan masyarakat dapat juga diberikan agar program ini bisa berjalan lancar dan berkesinambungan”, tambahnya.

Di akhir sambutannya, Laura berpesan kepada masyarakat Desa Setabu agar memanfaatkan sebaik-baiknya dalam penggunaan air PDAM dengan bijaksana serta selalu menjaga kebersihan lingkungan sehingga kualitas kesehatan dapat meningkat jauh lebih baik.

Pada kesempatan yang sama pula, Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Masdi mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi tersebut guna mengembangkan pelayanan terkait air minum yaitu penambahan sambungan bantuan kepada masyarakat. Program tersebut merupakan bantuan Bupati Kabupaten Nunukan sebagai bentuk perhatian terkait air minum.

“Mereka cukup membayar Rp. 440.000,- maka mereka sdh dapat menikmati air bersih yang meterannya sampai depan rumahnya. Biasanya pemasangan reguler Rp. 2.200.000,-. Sebenarnya bantuan ini gratis untuk bahannya tetapi upah tenaga kerja saja yang dibayar. Inilah bentuk perhatian pemerintah daerah kita bagaimana masyarakat bisa merasakan air bersih khususnya di Sebatik Barat ini”, tutur Masdi.

Selanjutnya, di akhir acara Bupati Nunukan beserta seluruh tamu undangan melakukan peninjauan lokasi rumah warga yang telah terpasang meter air sekaligus pembukaan kran oleh Bupati Laura.

(PROKOMPIM)

Tak Perlu Rujuk Keluar, Kini RSUD Nunukan Bisa Lakukan Pelayanan Bedah Mulut dan Maksilofasial

NUNUKAN – Guna optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Nunukan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan sudah bisa melakukan pelayanan bedah mulut dan maksilofasial hingga tahap operasi, Kamis (16/02/2023).

Sebelumnya RSUD Nunukan sulit untuk melakukan pelayanan bedah mulut dan maksilofasial dikarenakan keterbatasan tenaga medis terkhususnya dokter spesialis bedah mulut.

Selaku Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman L, M.Kes., Sp.OG menyampaikan “Alhamdulillah di tahun ini kita sudah kedatangan dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang memang dulu kita sekolahkan, dan sudah melakukan operasi dengan hasil lumayan bagus, dan akhirnya masyarakat Nunukan tidak perlu lagi kesulitan untuk pelayanan bedah mulut dan maksilofasial” ujar Dulman.

“Harapannya kehadiran spesialis bedah mulut dan maksilofasial akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Nunukan dikarenakan letak geografis kita sehingga akses sangat sulit serta juga RSUD Nunukan selalu bergiat untuk memberikan rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan, bukan hanya RSUD tapi mungkin nanti kita berdayakan di RS di wilayah wilayah terutama untuk penyakit penyakit yang dibutuhkan penanganannnya” sambung Dulman.

Pada pagi hari, pertama kalinya RSUD Nunukan telah melakukan pelayanan operasi bedah mulut dan maksilofasial terhadap pasien dengan keluhan pencabutan gigi bungsu dan berlubang tanpa rasa sakit sehingga dilakukan pembedahan dengan anestesi (bius) umum sesuai izin dari pasien.

Bersama dengan itu, selaku dokter spesialis mulut dan juga yang telah melakukan operasi bedah mulut dan maksilofasial pertama di RSUD Nunukan, drg. Muhammad Arfah. R, Sp.BMM mengatakan bahwa “Operasi yang kita lakukan yaitu pembedahan pencabutan gigi bungsu dan berlubang dengan anestesi umum, Alhamdulillah berjalan dengan baik” ucap Arfah.

Dokter Arfah juga menjelaskan perbedaan antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial, “Yang membedakan kita dengan dokter gigi umum yang bukan spesialis bedah mulut dan maksilofasial khusus pencabutan gigi yakni tindakan kita yang lebih ke pembedahan, kemudian biasanya melakukan pembukaan tulang dan ditutup dengan jahitan, sedangkan diluar itu cakupan bedah mulut itu di regio mulut dan wajah seperti pasien bibir sumbing, masalah tumor di rongga mulut juga semisal ada kecelakaan di rahang dan sebagainya, serta itu semua bisa dilakukan oleh kita di RSUD Nunukan” lanjut Arfah.

“Alhamdulillah dengan dukungan manajemen dan Bapak Direktur, untuk kelengkapan alat pelayanan bedah mulut dan maksilofasial sudah dilengkapi semuanya sehingga kita bisa laksanakan semua pelayanan bedah mulut dan maksilofasial di RSUD Nunukan dan harapannya masyarakat Nunukan tidak perlu lagi jauh mencari pelayanan bedah mulut dan sekelas pejabat publik saja mempercayakan kita untuk menangani pembedahan gigi dan mulut karena pasien operasi kita adalah salah satu pejabat publik dinunukan jadi harapannya masyarakat lebih terbuka untuk mempercayakan pelayanan bedah mulut dan maksilofasial ke RSUD Nunukan” tutup dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial RSUD Nunukan.

(Neni/Nam)

Siap Dan Waspada, Dandim 0911/Nunukan Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Di Wilayah

NUNUKAN – TNI-Polri di Kabupaten Nunukan menegaskan komitmen kesiapan bersama dalam upaya kesiapsiagaan mengantisipasi bencana di wilayah Perbatasan Indonesia Malaysia.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frabtesca saat Apel Gabungan TNI-Polri dalam rangka siaga bencana yang digelar di Halaman Subdenpom VI Nunukan Jalan Mulawarman Kelurahan Nunukan Tengah Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (15/02).

“Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan serta sinergitas TNI-Polri dalam mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Nunukan”.

Dandim mengatakan wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 21 Kecamatan ini tentu memiliki potensi bencana alam baik dikarenakan faktor cuaca dan hal yang terus dialami yakni banjir diwilayah Kecamatan Lumbis dan Sembakung akibat dari meluapnya air sungai dari negara tetangga Malaysia.

Komandan Kodim juga menyatakan bahwa unsur TNI di wilayah akan bersama-sama dengan Polri dalam membantu masyarakat dengan tenaga dan penyediaan sarana apabila terjadi bencana.

“TNI-Polri akan bersama -sama terjun kelapangan tidak hanya berkolaborasi terkait personil, termasuk kolaborasi sarana dan prasarana yang kita punya.”

Bentuk sinergitas dan komitmen bersama yang terus dijalin dalam kesiapsiagaan bencana alam merupakan hal pokok yang akan terus dibina dan dilaksanakan. Pentingnya Kolaborasi, komunikasi serta kekompakan guna mempermudah dalam melaksanakan tugas yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

(Pendim 0911/Nunukan)

Pemkab Nunukan Ikuti Rakor Persiapan Roadshow Bersama Menko PMK Bahas Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan diagendakan akan mengikuti Roadshow secara daring bersama Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Nunukan, Kamis (16/02).

Tampak hadir rapat persiapan Roadshow dalam rangka percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim, para Kepala OPD di lingkungan Kabupaten Nunukan.

Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot Hendrarto, mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk untuk mengidentifikasi isu/kendala percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim masing-masing Kabupaten/kota di Kalimantan Utara.

“Tujuan pertemuan ini adalah untuk koordinasi melalui roadshow secara virtual untuk mengidentifikasi isu/kendala percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim masing-masing Kabupaten/kota.
Berdasarkan data dari Studi Survei Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi angka stunting Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2022, balita stunting mengalami penurunan 2,8% menjadi 21,6%”, tuturnya.

Gatot Hendrarto menjelaskan target Indonesia sesuai dengan arahan Presiden, angka stunting harus di bawah 14 persen dan kemiskinan ekstrim mendekati 0% secara nasional pada tahun 2024 mendatang.

Ia meminta kepada seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota untuk dapat menyampaikan isu/kendala dalam penangganan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim masing-masing.

(PROKOMPIM)