Sebatik Direncanakan Sebagai Wilayah Penyangga Padi

NUNUKAN – Rencana pemerintah Kalimantan Utara (Kaltara) terhadap pengembangan daerah sebagai wilayah swasembada pangan terus diintensifkan, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono melakukan kunjungan ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Peninjauan itu mulai dari Sungai Panjang sampai Binalawan.

Itu dilakukan bertujuan agar Sebatik bisa dijadikan sebagai wilayah sentra pengembangan padi. Sehingga, wilayah ini bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Kabupaten Nunukan.

“Dari kunjungan tersebut, pertama, kita ingin di Pulau Sebatik sebagai sentra pengembangan padi. Sehingga Sebatik bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Nunukan,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

Selain itu, dari hasil kunjungan itu ada beberapa yang menjadi perhatian. Di antaranya, wilayah Sebatik masih kesulitan air. Sehingga harus diusahakan pengairan terutama melalui sumur alam. Kemudian, yang kedua untuk peralatan mesin pertanian, dan kebutuhan tenaga kerja masih sangat kurang.

“Memang ke depan Sebatik harus dicukupi untuk kebutuhan mesin pertanian, mulai dari traktor dan lainnya. Harapan kita ke depan selain sebagai sentra padi, di sana bisa melaksanakan pengembangan pangan lainnya seperti jagung,” pintanya.

Sejauh ini, untuk penjualan tidak menemukan persoalan. Di samping itu, dari sisi peternakan tengah dikembangkan jenis ayam potong dan ayam bertelur. Selanjutnya, untuk menjangkau peluang dari negara tetangga Malaysia, pihaknya bakal membuatkan satu sentra buah, seperti Semangka dan Melon. Sementara untuk mekanisme penjualan bisa langsung ke Malaysia.

“Harapan kami memang kerjasama antar petani, kolaborasi dengan kelompok tani, gapoktan, pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi bisa saling bersinergi. Termasuk keterlibatan dari pihak swasta, sehingga rencana pemerintah di Kaltara bisa dijadikan provinsi swasembada beras bisa terwujud,” kilas dia.

Lantaran, ini ada keterkaitan dengan Kaltara yang merupakan provinsi penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Dengan memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

(dkisp)

Kaltara Raih 4 Penghargaan di Peringatan Hari BUMDes

TANJUNG SELOR – Pada peringatan hari Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tahun 2023, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang bermitra dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak.

Acara yang digelar dalam bentuk sarasehan dan pesta rakyat di Teluk Bakau Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yakni dari Rabu (1/2/2023) – Kamis (1/2/2023) itu dihadiri Menteri Desa (Mendes) PDTT, Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd.

Pada kesempatan itu, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil meraih 4 penghargaan sekaligus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltara, Edy Suharto mengungkapkan, adapun sejumlah penghargaan yang diraih diantaranya.

Yakni pertama, diberikan kepada Bupati Bulungan kategori Transformasi atau Peralihan dari UPK eks PNMP-MPD menjadi BUM Desa Bersama dengan capaian 100 persen.

Kedua, kategori BUM Desa Inspiratif dan Cepat tumbuh. Diraih oleh BUM Desa Inspiratif Kalimantan Utara melalui Desa Pagasi dan Danakan dari Desa Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Kabupten Bulungan.

Ketiga penilaian Corporate Social Responsibility atau CSR. Pada ajang ini, perusahaan di sektor tambang batu bara PT. Mitra Bara Adiperdana (PT MA) berhasil meraih penghargaan kategori dalam pendampingan terhadap BUM Desa Indang Ajih, Kabupaten Malinau.

Penghargaan keempat, kategori BUM Desa yang mendorong kegiatan Ekonomi di Desa. “Dalam hal ini, untuk Silver Award kategori perorangan diterima langsung oleh Malik, Direktur BUM Desa Adang Ajih Malinau. Yakni program (Peningkatan Ekonomi Desa melalui Diversifikasi Usaha BUM Desa dengan Memanfaatkan Potensi Sumber Daya Alam atau Budi Daya Endemik Lokal),” terang Edy Suharto.

Edy juga mengatakan bahwa, peringatan hari BUM Desa dilaksanakan pertama kalinya di tahun 2023 ini. Hal ini sesui Keputusan Menteri (Kepmen) Desa PDTT Nomor 110 Tahun 2022 yang menetapkan hari BUMDesa jatuh pada tanggal 2 Februari setiap tahunnya.

“Pada kesempatan tersebut, kita (Pemprov,red) juga berpatisipasi dalam ajang pameran, bekerjasama dengan kabupaten/kota dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kaltara (Dekranasda),” tutur Edy.

(dkisp)

Kemarin di Tulin Onsoi Hari ini di Lumbis, Bupati Laura Buka Musrenbang Kewilayahan Wilayah III di Tahun 2023

NUNUKAN – Masih dengan agenda yang sama, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menghadiri dan membuka secara resmi Musrembang Kewilayahan Wilayah III Kec. Lumbis Tahun 2023. Acara tersebut dilaksanakan di BPU Desa Mansalong Kec. Lumbis. Kamis (09/02).

Selain Bupati, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Wakil Ketua DPRD Prov. Kalimantan Utara Andi M. Akbar M. Djuarzah, Anggota DPRD Kab. Nunukan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Asmar, Kepala OPD Terkait, Unsur Forkopimcam Kec. Lumbis, Camat Lumbis, Camat Lumbis Pansiangan, Camat Lumbis Hulu, Camat Lumbis Ogong, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama turut hadir dalam acara tersebut.

Musrembang kewilayahan wilayah III Tahun 2024 di Kec. Lumbis kali ini dengan tema Meningkatkan kinerja pelayanan publik dan peningkatan keanekaragaman industri dan perdagangan berbasis produk unggulan daerah.

Musrembang kewilayahan wilayah III kali ini merupakan forum pembahasan hasil kesepakatan usulan musrembang kecamatan yang diinteragrasikan dengan prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Nunukan, prioritas Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Utara dan prioritas nasional.

Dalam Musrembang Kewilayahan di Kec. Lumbis ini kegiatan perioritas kecanatan yang diusulkan sebanyak 81 usulan. Kec. Lumbis mengusulkan 12 usulan, Kec. Lumbis Ogong 26 usulan, Kec. Lumbis Pansiangan 21 usulan, Kec. Lumbis Hulu 22 usulan.

Adapun usulan berdasarkan prioritas pembangunan yaitu Pemulihan Ekonomi sebanyaj 11 usulan, Peningkatan Kualitas SDM sebanyak 8 usulan, Infrastruktur Dasar sebanyak 57 usulan, Mitigasi Bencana sebanyak 4 usulan, dan Lingkungan Hidup 1 usulan.

Dalam arahannya, Bupati Laura mengatakan bahwa dari 81 usulan akan di prioritaskan masing-masing 5 usulan yang paling prioritas di masing-masing Kecamatan sesuai dengan inputan Musrembang desa/kelurahan pada aplikasi SIPD.

“Jadi 81 usulan ini, saya sampaikan saja pada kita semua bahwa tidak mungkin kita dapat wujudkan semuanya, karena dalam penyusunan anggaran itu kita ada dasarnya Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 disana ada 3 aspek yaitu aspek politis, teknokratis, dan aspiratif. Jadi politis seperti pokir-pokir itu bisa jalur politis. Kemudian teknokratis itu bisa dari visi dan misi Bupati dan sebagainya. Karena kita ini ada visi misi ada juga penilaiannya jadi bupati bukan asal kerja saja, pekerjaan yang dilakukan oleh bupati sudah kita susun didalam RPJMD yang disepakati bersama-sama oleh anggota DPRD,”ujarnya.

Pada kesempatan itu pula Bupati Laura meminta kepada para Camat dan OPD yang hadir terutama Kepala Dinas PU bahwa dari beberapa usulan tersebut bisa di utamakan 5 usupan yang palin prioritas. Jadi dari mas8ng-masing usulan yang di usulkan oleh masing-masing kecamatan di pilih 5 usulan yang memang benar-benar prioritas.

“Nanti bapak titip di Bappeda ini nanti yang kita kawal di kabupaten, nanti dilihat yang mana skala prioritas. Dengan catatan kegiatan itu jangan menimbulkan masalah baru, karena itu akan berdampak pada saat kita eksekusi di lapangan nantinya jadi ini harus dipikirkan sejak awal,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Laura juga mengingatkan kepada Para Kepala OPD yang hadir untuk dapat mengecek dan juga melakukan komunikasi yang intens antara para camat dengan OPD yang ada.

Bupati Laura juga meminta kepada para camat untuk tetap menjaga fasilitas-fasilitas umum, jangan hanya memikirkan pembangunan saja tetapi tidak dirawat. Mungkin itu tanggung jawab OPD tetapi camat juga harus mengecek dan mengingatkan dan saling mengontrol kepada OPD yang terkait.

Selanjutnya di akhir acara Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan secara simbolis SK Satpol PP diwilayah Kec. Lumbis dan Kec. Lumbis Ogong. Kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan plakat dari Kementerian Pariwisata dan Ekraf kepada 3 desa yaitu Desa Wisata Bululaun Hilir, Desa Wisata Sumantipal, Desa Wisata Labang yang berada di Kec. Lumbis Pansiangan sebgai 500 peserta Adwi Tahun 2022. Terakhir penyerahan Alat Perwkam E-KTP Kepada Camat Lumbis.

(PROKOMPIM)

Bupati Laura Buka Musrembang Kewilayahan Wilayah III Kec.Tulin Onsoi Tahun 2023

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid membuka acara Musrembang Kewilayahan Wilayah III Kec. Tulin Onsoi. Acara Musrembang Kewilayahan Wilayah III dilaksanakan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nunukan Tahun 2024. Acara Musrembang kali ini dilaksanakan di Gedung Futsal Hikmah Desa Sanur Kec. Tulin Onsoi. Rabu (08/02).

Acara Musrembang Kewilayahan Wilayah III kali ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Prov. Kaltara Andi M. Akbar M. Dzuarjah, Ketua DPRD Kab. Nunukan HJ. Leppa, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kab. Nunukan H. Asmar, Anggota DPRD Kab. Nunukan, Kepala OPD terkait, Forkopimcam Kec. Tulin Onsoi, Para Camat Tulin Onsoi, Camat Seimenggaris, Camat, Camat Sebuku, Camat Sembakung, Camat Sembakung Atulai, Kepala Desa,Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama.

Proses penyusunan RKPD Tahun 2024 dilaksanakan dengan pendekatan Bottom Up dan pendekatan partisipatif dengan menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat sesuai potensi dan permasalahan yang dihadapi guna mengoptimalkan hasil-hasil pembangunan daerah.

“Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan merupakan salah satu wahana pemberdayaan masyarakat untuk berperan lebih luas dan lebih dalam proses pengambilan keputusan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder dalam menentukan arah pembangunan Daerah Kabupaten Nunukan,”ungkapnya.

Musrembang Kewilayahan ini hanya difokuskan pada hasil inputan musrembang desa/kelurahan pada aplikasi SIPD. Prioritas dengan kriteria yang relevan dengan tema RKPD Tahun 2024 yaitu peningkatan kinerja pelayanan publik dan penguatan keanekaragaman industri dan perdagangan berbasis produk unggulan daerah.

Lebih lanjut, Laura menyampaikan fokus pembangunan daerah Kabupaten Nunukan Tahun 2024 wajib diselenggarakan dengan 8 arahan Presiden RI pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Kepala Daerah Se-Indonesia Tahun 2023.

“Adapun 8 arahan Presiden RI yaitu pertama, Mengendalikan inflasi di Daerah. Kedua, Menurunkan kemiskinan Ekstrim diwilayah masing-masing. Ketiga, Menurunkan angka Stunting. Keempat, Mempermudah investasi. Kelima, Meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri. Keenam, Memaksimalkan potensi-potensi daerah khusunya memberdayakan ekonomi lokal. Ketujuh, Menjaga stabilitas politik dan keamanan. Kedelapan, menjamin kebebasan beragama,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula Laura berharap kepada seluruh komponen pelaku pembangunan yang hadir, khusunya kepada kepala organisasi perangkat daerah untuk dapat memberikan tanggapan dan respon terhadap hasil-hasil musrembang Kecamatan.

“Fungsinya kita disini fasilitasi, peran OPDnya di sini, jadi jangan kita berpikir bukan kewenangan kita lalu lepas tangan saja. Tetapi bagaimana upaya kita memberikan pelayanan kepada masyarakat kita. Untuk urusan hasilnya nantinya itu urusan belakang, tetapi bagaimana kita memberi pelayanan dan berjuang dulu agar masyarakat tahu kita bekerja untuk mereka,”ungkapnya.

Dalam musrembang kewilayahan Wilayah III Kec. Tulin Onsoi kali ini kegiatan prioritas kecamatan yang diusulkan dari Kec. Seimanggaris sampai Kec. Sembakung sebanyak 91 usulan. Kec. Tulin Onsoi mengajukan 17 usulan , Kec. Sebuku mengajukan 19 usulan, Kec. Sembakung 22 usulan, Kec. Sembakung Atulai 18 usulan, dan Kec. Seimanggaris 15 usulan.

Adapun usulan berdasarkan prioritas pembangunan yaitu, Pemulihan dan pertumbuhan ekonomi serta pengendalian inflasi (pertanian, perikanan, perdagangan, UNKM) 10 usulan, Peningkatan kualitas SDM (Pendidikan dan Kesehatan) 30 usulan, Penuhan Infrastruktur dasar ( jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, perumahan rakyat dan listrik) 47 usulan, Memperkuat mitigasi kebencanaan (Kebakaran dan banjir) 4 usulan.

Diakhir acara Bupati Laura dan Wakil Bupati Hanafiah menyerahkan secara simbolis SK Satpol PP wilayah Kec. Sebuku dan Kec. Tulin onsoi, Penyerahan Plakat dari Kementerian Pariwisata dan Ekraf kepada Camat Seimanggaris sebagai 500 peserta Adwi tahun 2022 , Penyerahan Alat Perekam KTP kepada Kecamatan Sebuku.

(PROKOMPIM)

Gubernur Silaturahmi dengan Masyarakat Perbatasan

SEI MENGGARIS, NUNUKAN – Selain mengunjungi sejumlah kegiatan pembangunan, seperti Bedah Rumah, masih di Sei Menggaris, Nunukan pada Sabtu (4/2), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum melakukan pertemuan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat transmigrasi di wilayah perbatasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zainal Paliwang menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat transmigrasi yang telah bermukim sejak 20 tahun lalu itu.

“Saya sangat berbahagia dapat bertemu dengan saudara-saudara sekalian, terlebih para warga masyarakat di sini (Desa Srinanti dan Tabur Lestari,red), merupakan warga masyarakat transmigrasi yang telah bermukim sejak 20 tahun yang lalu,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat perekonomian warga transmigrasi di wilayah perbatasan itu sudah mulai berkembang.

“Kita patut bersyukur karena wilayah transmigrasi di sini tingkat perekonomiannya sudah mulai berkembang. Saya yakin dengan doa serta senantiasa berusaha perekonomian di daerah ini dapat terus berkembang, sehingga masyarakat yang ada dapat semakin sejahtera,” kata Zainal saat acara silaturahmi dengan para tokoh dan masyarakat transmigrasi di Sei Menggaris, Sabtu (4/2/2023) siang.

Dalam momentum silaturahmi tersebut, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Gubernur menyerahkan souvenir kepada para guru ngaji/madrasah dan para pendeta.

Diharapkan melalui pemberian souvenir ini dapat turut meningkatkan motivasi para guru dan pendeta dalam membina para generasi muda dan terus dapat memberikan pelayanan keagamaan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain itu, Gubernur Zainal juga menyerahkan bantuan berupa alat olahraga kepada karang taruna Desa Srinanti dan Desa Tabur.

“Semoga melalui penyerahan alat olahraga ini, kita dapat memberikan wadah yang positif kepada para generasi muda melalui kegiatan berolahraga. Saya berpesan kepada para pengurus karang taruna, untuk dapat memanfaatkan peralatan olahraga ini dengan baik. bila perlu, buatlah kegiatan-kegiatan perlombaan olahraga yang kelak tidak hanya dapat meningkatkan semangat dan pola hidup sehat, tetapi dapat pula menjadi sarana sosialisasi dan keakraban para warga desa,” pungkasnya.

(dkisp)