Kwarda Pramuka Kaltara Teken MoU Wujudkan 1.000 Pramuka Garuda

TANJUNG SELOR – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, SH., menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pramuka Kaltara Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk mendukung program 1.000 Pramuka Garuda, Selasa (28/4).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Pramuka di dunia pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satu agenda utama adalah penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Kwarda Pramuka Kaltara dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara terkait pelaksanaan program 1.000 Pramuka Garuda.

Program ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya Pramuka Garuda di semua jenjang, mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA.

Selain itu, dilakukan pula kerja sama dengan Universitas Kalimantan Utara (Unikaltar) dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi Pramuka Garuda.

Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa Pramuka Garuda kini menjadi kebutuhan penting dalam pembinaan generasi muda.

“Pramuka Garuda bukan sekadar prestasi tambahan, tapi menjadi kebutuhan bagi generasi muda kita,” kata Rahmawati.

Ia juga menambahkan bahwa Pramuka Garuda akan mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tingkat nasional hingga internasional.

“Mereka akan kita dorong mendapat prioritas pendidikan dan kesempatan lebih luas,” tambahnya.

Rahmawati juga menyebutkan, hingga tahun 2025 jumlah anggota Pramuka di Kaltara mencapai 24.952 anggota muda dan 2.451 anggota dewasa, melampaui target pertumbuhan sebesar 20 persen.

Tak hanya fokus pada pendidikan, Pramuka Kaltara juga aktif dalam aksi kemanusiaan. Mulai dari membantu pekerja migran di Nunukan hingga turun langsung saat banjir melanda Sembakung.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi hambatan dalam pengembangan Pramuka.

“Kita harus tetap kreatif dan memperkuat kolaborasi untuk kemajuan Pramuka Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)

Sekprov Buka Rakerda Pramuka 2026, Bahas Kesiapan Tuan Rumah PWN

TANJUNG SELOR – Penguatan program kepramukaan dan kesiapan Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tuan rumah kegiatan nasional menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Kaltara Tahun 2026 yang resmi dibuka di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (28/4).

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, SE., MM., membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya sinergi antar jajaran kwartir.

Dalam kesempatan itu, Sekprov Denny menyoroti kesiapan Kaltara sebagai tuan rumah Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) 2026, sebuah ajang nasional yang akan menjadi panggung bagi daerah untuk menunjukkan kapasitasnya.

Menurutnya, menjadi tuan rumah bukan hanya soal penyelenggaraan, tetapi juga tentang menunjukkan kualitas dan kesiapan daerah.

“Ini kesempatan besar. Kita harus menunjukkan kapasitas Kaltara dalam menghadirkan kegiatan kepramukaan yang berkualitas dan berdaya guna, bisa menampilkan yang terbaik,” kata Denny.

Tak hanya itu, Kaltara juga tengah mempersiapkan Jambore Daerah serta Lomba Tingkat Empat Nasional yang akan digelar di tahun yang sama.

Di bawah kepemimpinan Hj. Rahmawati Zainal, S.H., Kwarda Kaltara menargetkan sejumlah program strategis, mulai dari penguatan 1.000 Pramuka Garuda, peningkatan kapasitas pembina melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan (Kursus Mahir Lanjutan) KML, hingga akreditasi gugus depan di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan.

Peran Satgas Pramuka Peduli juga menjadi perhatian penting, terutama dalam membantu penanganan bencana dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Denny menegaskan bahwa Gerakan Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan era digital.

“Nilai-nilai kepramukaan harus menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari Pemprov Kaltara, Rakerda ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk melahirkan generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

(dkisp)

KPPBC Nunukan Selenggarakan Apel gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan

NUNUKAN – Penjabat sekertaris Daerah kabupaten Nunukan Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Pemberantasan Penyelundupan di wilayah Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini digelar oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan yang ditempatkan di Mako Lanal Nunukan.Senin (27/04)

Apel gelar pasukan di ikuti TNI, Polri dan Bea dan Cukai kabupaten Nunukan dan juga turut hadir Unsur Forkopimda.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Rommy Heryadi memimpin apel kali ini. Dalam sambutanya, Rommy mengatakan Apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam rangka menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan, khususnya ancaman penyelundupan yang masih kerap terjadi di Kabupaten Nunukan sebaga wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan. Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas permasalahan penyelundupan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, TNI AD melalui Kodim, Polres, Satgas Pamtas, serta instansi terkait lainnya harus terus diperkuat dan ditingkatkan.”Ucap Rommy.

lebih lanjut, Rommy mengajak segenap peserta apel untuk memastikan bahwa koordinasi berjalan efektif, pertukaran informasi berlangsung cepat dan akurat, serta pelaksanaan tugas di lapangan dilakukan secara terpadu dan profesional.

Penyelundupan bukan hanya pelanggaran hukum semata, tetapi juga memiliki dampak negatif yang sangat besar bagi negara. Praktik penyelundupan dapat merugikan keuangan negara melalui hilangnya potensi penerimaan, merusak stabilitas ekonomi, serta membuka peluang masuknya barang-barang ilegal yang dapat membahayakan masyarakat seperti elektronik dan gadget, pakaian dan tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan dan kosmetik, sparepart dan kendaraan bermotor, serta barang lain sesuai peraturan.

Selain itu, penyelundupan juga dapat melemahkan kedaulatan negara dan menciptakan celah bagi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang lebih besar

Sejalan dengan hal tersebut, dikatakannya Pemerintah Republik Indonesia melalui program prioritas Presiden telah menaruh perhatian besar terhadap pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara.

Penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur keamanan, serta optimalisasi peran aparat di lapangan menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbaga ancaman, termasuk penyelundupan.

“Kita sebagai pelaksana di daerah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata di lapangan, harus secare aktif dan konsisten melakukan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan penyelundupan, khususnya yang melalui wilayah Kabupaten Nunukan”, ujarnya.

Rommy mengtakan tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan, setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh peserta apel, laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara Tingkatkan kewaspadaan di setiap lini, jangan lengah terhadap setiap potensi ancaman yang ada, Jadikan sinergi sebagai kekuatan utama, integritas sebagai landasan, dan keberanian sebagai semangat dalam menegakkan hukum.
Kita semua adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama”, pungkasnya.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Resmi Buka MTQ XXI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXI tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Barat, Minggu (26/4)

Kegiatan pembukaan dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Liang Bunyu dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan H. Aliansyah, S.Ag., M.AP, unsur Forkopimcam, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Ketua MUI Kabupaten Nunukan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para staf ahli.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kafilah serta apresiasi atas partisipasi dalam MTQ XXI. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan isi kandungan Al-Qur’an.

“Melalui MTQ ini, diharapkan para kafilah dapat meningkatkan kualitas diri serta mampu menjadi perwakilan terbaik Kabupaten Nunukan pada ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan literasi, budaya, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia.

“MTQ ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan energi baru bagi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari syiar Islam yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an senantiasa terjaga dan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Di akhir sambutannya, Bupati Nunukan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, serta masyarakat Kecamatan Sebatik Barat atas kerja sama dan dukungan dalam menyukseskan kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Camat Sebatik Barat, Sawaludin, SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ XXI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2026 dilaksanakan selama enam hari, mulai tanggal 25 hingga 30 April 2026, dengan mengusung tema: “Penguatan Pemahaman Kalam Ilahi dalam Membangun Generasi Qur’ani Guna Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”.

MTQ XXI diikuti oleh 13 kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 776 orang yang terdiri dari ketua kafilah, official, pelatih, pendamping, dan peserta.

Pelaksanaan MTQ ini bertujuan sebagai wahana pengembangan syiar Islam, mempererat silaturahmi, serta memperkuat persatuan dan kesatuan umat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan dan pengembangan minat serta bakat masyarakat dalam bidang Al-Qur’an, meliputi tilawah, qira’at, tahfidz, tafsir, syarhil, fahmil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

“MTQ ini juga menjadi ajang untuk menjaring bibit unggul yang akan dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026,” jelas Sawaludin.

Pembukaan MTQ XXI ditandai dengan pemukulan beduk sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang luas dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berdaya saing.

(PROKOMPIM)

Apel HKB 2026: Nunukan Siap, Bersatu, dan Tangguh Hadapi Bencana

NUNUKAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melaksanakan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Nunukan, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin, S.H. sekaligus bertindak sebagai inspektur Upacara

Apel berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, para camat, lurah, kepala desa, serta relawan dari Tagana, PMI, dan Pramuka.

Dalam amanat Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, disampaikan bahwa apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud komitmen dan kesiapan bersama dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan hutan dan lahan yang harus kita jaga bersama. Jika terjadi kebakaran, dampaknya tidak hanya dirasakan di daerah kita, tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga,” ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Nunukan mencatat 11 titik hotspot. Beberapa wilayah yang rawan karhutla antara lain Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Krayan. Penyebab utama masih didominasi oleh kelalaian manusia, seperti membuka lahan dengan cara membakar.

Memasuki musim kemarau tahun 2026, potensi kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan langkah pencegahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nunukan menegaskan beberapa langkah penting, di antaranya meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan, menghentikan praktik pembakaran lahan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.
Selain itu, kerja sama antar instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Semua pihak diharapkan saling bersinergi dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui BPBD.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dari dampak asap, seperti penyakit ISPA, dengan menyiapkan layanan kesehatan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Di akhir amanat menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang telah berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.

“Mari kita gaungkan bersama komitmen Nunukan Bebas Asap 2026. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang,” tutupnya.

Dalam wawancara terpisah Muhammad Amin. S.H menyampaikan pesan khusus untuk personil BPBD ” Mari kita tetap menjaga Marwah penanggulangan bencana, kita adalah wakil dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten untuk selalu siap siaga dan tetap semangat dalam penanggulangan bencana karena itulah motto dari BPBD Siap, tangguh dan cepat, tepat dalam penanganan di lapangan” ujarnya

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

(PROKOMPIM)